Tak disangka-sangka nasib buruk menimpa Putri Isnari, gadis belia yang baru berumur 21 tahun, ia harus menikah dengan pria arogan dan sombong. Pernikahan tersebut baginya adalah mimpi terburuk dalam hidupnya. Ia harus menikahi seorang pria yang sama sekali tak dikenalnya!
Pernikahan itu sama sekali tak ada landasan cinta dan juga kasih sayang.
Mampukah ia menjalani rumah tangga yang teramat rumit itu, mampukah dia membuat pondasi rumah dengan cinta dan kasih sayang?
Yuk bareng-bareng baca kisahnya:)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Oktavia Ellisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Pernikahan
~Ruang Keluarga
"Ridho, Putri, ada yang mau Papa omongin sama kalian," ucap Wira.
"Tentang apa Pa?" tanya Ridho.
"Tentang pernikahan kalian, kapan kalian mau nikah?" tanya Wira.
Uhukk... uhuk....
Ridho tersedak minuman nya sendiri, karena diwaktu Wira menjawab ia sedang menenggak minuman nya.
"Pelan-pelan dong Dho," ucap Ayu mengelus-elus punggung Ridho.
"Biasa aja kali Dho, kan Papa cuma tanya kapan kalian mau melangsungkan nikah, gak baik lo seorang gadis tinggal dirumah seorang pria yang belum beristri," jelas Wira.
"Idho sama Putri kan gak cuma berdua Pa disini, masih ada Papa, Mama, Ili, Key, dan juga para pelayan," jawab Ridho enteng.
"Bukan masalah itu nya Ridho, ya Allah ini anak polos banget sih," ucap Ayu.
Ridho menyengir kuda menunjukkan gigi putihnya yang tertata rapi.
"Papa mau kalian menikah dalam jarak seminggu lagi," ucap Wira tegas.
"What, seminggu, gila, ini pernikahan di anggep mainan apa ya, orang aku aja belum terlalu kenal sama Tuan Muda Ridho yang terhormat itu," batin Putri.
"Apaa... seminggu, Papa jangan bercanda Pa," bantah Ridho.
"Papa tidak bercanda Ridho, Papa serius, Papa, dan Mama sudah membicarakan tentang ini, dan kami sepakat untuk melangsungkan pernikahan kalian dalam jangka waktu seminggu lagi," ucap Wira.
"Tapi Pa, itu terlalu cepat buat Idho, Idho juga belum terlalu mengenal Putri," ucap Ridho menolak.
"Ini tidak terlalu cepat Ridho, kamu lah yang terlalu lambat dalam memutuskan nya," ucap Wira.
"Tapi Pa.." ucap Ridho terpotong.
"Benar apa yang diucapkan Papa mu Dho, kamu selalu saja memprioritaskan pekerjaan, dan tidak mau memikirkan masa depanmu, sudah seharusnya kamu menata hidupmu yang baru Dho, Mama tau kamu trauma, tapi tidak seharusnya kamu seperti ini, kamu tidak boleh terlalu lama larut dalam kesendirian, buka lembaran baru mu Nak, mulailah dari nol bersama Putri, Mama yakin Tuhan telah mengirimkan Putri untuk menemani hidupmu," jelas Ayu panjang lebar.
Ridho hanya menatap Ayu dengan pikiran yang masih kacau.
"Move on dong Kak," ucap Rilli.
"Nah benar apa kata Ili, kamu seharusnya move on Dho, masa lalu biar lah berlalu," saut Nasar.
"Memang nya masa lalu Tuan Ridho kenapa, kenapa Mama bilang kalau Tuan Ridho trauma, apakah semenyedihkan itu ya masa lalu nya sampai membuat Tuan Ridho trauma," pikir Putri.
"Idho udah move on kok, cuma Idho emang belum siap aja kalo menikah diumur yang masih muda," jawab Ridho datar.
"Kak Idho sekarang umurnya berapa?" tanya Rilli.
"27," jawab Ridho singkat.
"Itu udah waktunya nikah Kak, emang Kakak mau nikah di umur berapa?" tanya Rilli.
"35," jawab Ridho lagi datar.
"Ha ha ha 35, Kakak gimana sih, Kakak mau nikah diumur 35, terus nanti diwaktu anak Kakak baru mulai sekolah umur Kakak udah setengah abad," ejek Rilli.
Ridho berfikir sejenak mencerna ucapan Adiknya.
"Benar juga apa kata Rilli, kalo aku nikah diumur 35 itu memang terlalu tua, tapi kan aku cuma jadiin Putri istri kontrak enggak lebih, nanti juga ada surat perjanjian nya setelah menikah," batin Ridho.
"Bagaimana Putri, kamu setuju kan?" tanya Wira.
"Ehm... emang gak terlalu cepat ya Pa?" tanya Putri ragu.
"Enggak Putri, Mama sudah mengurus semua susunan acarnya, tinggal kita mau buat tema acara pernikahan nya itu gimana," jelas Ayu.
Putri hanya terdiam, tidak menyahuti ucapan Ayu.
"Kamu mau acara yang seperti apa Putri?" tanya Ayu.
"Sebenarnya Putri pengen disaat Putri menikah, tema pernikahan nya India, tapi Putri gak berani mau ngomong, nanti semua nya gak suka lagi sama saran Putri, lagian mereka semua yang biayain jadi sudah seharus nya aku menurut dan ikut alur yang mereka buat," gumam Putri dalam hati.
"Putri terserah Mama aja, Putri ngikut," ucap Putri tersenyum paksa.
"Gimana kalo tema pengantin wanita nya India, kan Kak Putri suka film India," saran Keila.
Putri yang mendengar ucapan Keila mengangkat bibirnya melengkung membentuk senyuman yang merekah.
Ayu yang melihat perubahan mimik wajah calon menantu nya bisa melihat bahwa Putri menginginkan tema pernikahan India.
"Apa.. India.. kok India sih, enggak nggak nggak, nggak cocok itu," tolak Ridho.
Senyum Putri sirna dalam sekejap.
"Mama setuju dengan usul Keila, kan belum pernah tuh ada tema India, kita buat yang beda dong, jangan yang itu-itu terus tema nya,"
"Tapi Ma," ucap Ridho lagi-lagi terpotong.
"Terus kamu mau nya tema apa Dho?" tanya Ayu.
Ridho terdiam sembari berfikir tema apa yang ia inginkan, tapi nihil, tidak ada tema yang ia inginkan karena memang dia tidak menginginkan pernikahan ini.
"Tidak ada kan, berarti deal ya tema pengantin wanita nya India," ucap Ayu.
Semua orang mengangguk kecuali Ridho, dan Putri.
"Putri... kamu kenapa, kamu gak setuju sama tema pernikahan nya?" tanya Ayu yang melihat Putri hanya diam menundukkan kepala nya.
"Putri setuju kok Ma, tapi Tuan Ridho," ucap Putri menggantung.
"Kalo masalah Ridho mah gampang Put," ucap Ayu santai.
"Gimana kamu setuju kan?" tanya Ayu lagi.
Putri mengangguk.
"Semua nya sudah setuju, apa kamu mau menolak lagi?" tanya Wira.
"Tidak," jawab Ridho datar.
Putri tersenyum senang mendengar ucapan Ridho.
"Alhamdulillah ya Allah, akhir nya keinginan ku tercapai, aku udah gak sabar pengen pakai baju pengantin India," batin Putri.
"Besok kamu gak usah berangkat kerja dulu Dho,bkamu fitting baju pengantin sama Putri," tutur Ayu.
"Tapi Ma, gimana sama pekerjaan Ridho," ucap Ridho
"Hanya sehari Dho enggak sebulan, lagian kan masih
ada Roy," saut Wira.
"Baiklah-baiklah," ucap Ridho pasrah.
"Kak Putri pasti cantik banget pakai baju pengantin ala India, huhhhh aku udah gak sabar nantiin hari pernikahan kalian," ucap Keila.
"Iya Key, pasti Kak Putri manis banget pakai baju itu," saut Rilli menghayal calon Kakak ipar nya mengenakan baju pengantin ala India.
Putri terkekeh melihat calon Adik iparnya menghayal dengan tersenyum-senyum.
"Udah gak usah ngayal, besok juga liat secara langsung," ketus Ridho.
"Apaan sih Kak Ridho ganggu aja," ucap Rilli dengan melirik sinis kearah Ridho.
"Keila mau tidur ah, Keila udah ngantuk," ucap Keila berdiri, dan berlalu pergi menuju kamar nya.
"Yaudah kita tutup obrolan kita sampai disini, karena sudah larut malam, sekarang kalian kekamar dan tidur lah," perintah Wira.
"Dan Ridho jangan begadang, besok pagi-pagi kamu harus feeting baju," ucap Ayu memperingati.
"Iya Ma."
"Selamat malam Ma Pa, selamat malam Kak Idho, dan selamat malam calon Kakak ipar, Ili ke kamar duluan ya," ucap Rilli.
"Idho juga mau kekamar, selamat malam Ma, selamat malam Pa," ucap Ridho berlalu pergi.
"Sabar ya Putri, mungkin Ridho belum terbiasa," ucap Ayu tak enak hati dengan Putri, karena Ridho tak mengucapkan selamat malam pada Putri.
"Gak papa kok Ma, oh iya Putri kekamar duluan ya Ma, Pa, selamat malam," ucap Putri berlalu.
"Ayo Ma," ajak Wira menggenggam tangan istrinya.
Ridho, dan Putri minta dukungan Like dan Vote nya ya, biar Okta semangat lanjutin part selanjutnya.