NovelToon NovelToon
Tumbal Tujuh Perawan

Tumbal Tujuh Perawan

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Iblis / Tumbal
Popularitas:52.3k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Setiap tahun selalu saja para pembantu yang masih perawan akan meninggal dunia, namun mereka tidak ada yang sadar dengan hal itu

Hingga akhir nya Dila datang ke rumah itu untuk mencari tahu tentang keberadaan sang adik yang hilang entah ke mana, dan tempat terakhir dia kerja adalah rumah keluarga Susanto.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2. Mayat di kuliti

''MAYAAAAAAT!''

Warga Desa berteriak keras ketika melihat sekujur tubuh mayat yang berlumuran dengan darah ini tergantung di atas pohon, pohon yang tidak seberapa tinggi itu namun keadaan mayat gadis itu sangat mengerikan sekali sehingga membuat Siapa saja yang melihat pasti akan ketakutan serta tidak sanggup untuk bergerak karena mental mereka yang langsung lemah.

Muslihun Sebenarnya tadi ingin pergi ke ladang untuk memanen jagung namun apa daya ketika dia berangkat pagi seperti ini malah menemukan sesuatu yang sangat tidak dia, desa terpencil dan memang jarang sekali orang lewat pada kawasan ini sehingga bila ada yang ingin melakukan kejahatan maka akan sangat aman.

Namun kali ini sepertinya nasib Dia sedang tidak bagus sehingga mendadak saja menemukan mayat tergantung dan yang paling penting lagi mayat itu seperti dikuliti, Siapa yang sudah melakukan kejahatan sebesar ini karena pasti semua orang juga tidak akan percaya bahwa ini adalah ulah manusia lain yang telah membuat urusan menjadi tambah parah.

Warga desa yang lain segera mendatangi Muslihun untuk melihat apa yang telah terjadi itu dan mereka semua menjadi terkaget-kaget karena tidak mengira bahwa ada mayat seperti ini, entah bagaimana itu bisa terjadi namun yang jelas ini semua sangat mengerikan dan mereka tidak tahu harus bagaimana untuk menebak siapa pelaku kejahatan tersebut.

Meski adalah sebuah desa terpencil namun di bagian depan sana ada jalan yang sering dilintasi oleh para pejalan untuk menuju kota, jadi bila ada orang lewat dan sekalian melakukan kejahatan maka Desa ini adalah desa yang paling rawan sekali sehingga mereka juga tidak bisa menebak siapa pelaku itu.

''Ini mayat siapa karena kita tidak bisa melihat wajah dia?'' Pak RT kebingungan karena seluruh kulit memang telah dikelupas habis.

''Ya Allah kenapa tega sekali mereka melakukan hal buruk seperti ini?'' warga yang lain juga sangat kaget.

''Bukan cuma membunuh saja tapi juga menyiksa dengan cara yang sangat mengerikan.'' ujar Muslihun dengan tubuh gemetar.

''Apa kau tadi tidak melihat jejak motor atau sesuatu yang ada di daerah sini?'' Pak RT menatap Muslihun.

''Tidak, aku tadi bahkan tidak tahu kalau ada mayat tergantung di sini dan saat lewat langsung melihat begitu saja.'' jelas Muslihun yang memang dia sama sekali tidak tahu.

''Siapa orang yang telah kehilangan anak gadis di desa?'' Pak RT menatap semua warga yang ada di sini.

''Ayo katakan Siapa yang telah kehilangan anak gadis agar kita bisa tahu ini mayat siapa!'' Pak Lurah juga berteriak memanggil seluruh para warga yang telah kehilangan anak mereka saat ini.

Sebab mereka tidak bisa langsung mengenali Siapa gadis ini karena seluruh wajah juga sudah hancur seperti itu karena di kelotok habis, yang paling membuat mereka ngeri itu adalah darah yang terus mengalir di seluruh tubuh karena hanya ada daging saja tanpa kulit yang membalut sehingga terasa sangat mengerikan untuk di pandang mata.

'' Dona sudah tidak pulang sejak kemarin sore.'' Bu Desi berkata dengan suara gemetar.

''Ya allah, coba dekati dulu mayat itu karena Siapa tahu dia adalah Dona.'' Pak RT menyuruh wanita itu untuk mendekat.

''Tidak, Saya tidak sanggup melihat mayat seperti itu!'' Bu Desi menggeleng berulang kali dengan perasaan yang sangat tidak karuan.

''Bu, kita perlu memastikan ini mayat siapa dan bila memang bukan Dona maka kita akan sangat bersyukur.'' Muslihun juga berusaha membujuk wanita ini.

''Benar, Siapa tahu saja ini ada orang yang membuang mayat dan bukan warga kita yang menjadi korban.'' Pak Lurah juga berusaha untuk menguatkan wanita ini.

Bu Desi yang mendengar hal itu tentu saja menjadi sedikit berani dan dia perlahan mendekati mayat yang tergantung itu untuk memastikan apakah itu

Ya tentu saja mereka berharap bahwa itu Dona, sungguh perasaan dia akan hancur berantakan saat nanti terbukti bahwa Itu semua memang Dona dan siapa yang sudah melakukan kejahatan seperti ini di desa mereka.

''Ada saya yang menemani, tahan dulu rasa sakit ini.'' bu RT berusaha menguatkan Desi.

''Ya allah aku sangat berharap kalau ini bukan Dona.'' Bu Desi menggeleng berulang kali karena ini sangat mengerikan untuk dia.

''Ini ada baju dan ponsel!'' salah satu warga berteriak keras karena mereka menemukan barang-barang milik gadis yang meninggal itu.

Pak RT segera menghampiri untuk melihat dan ternyata Itu semua memang baju milik gadis ini, Bu Desi segera mendekat juga karena dia ingin tahu apakah itu baju milik Dona dan di ponsel nanti juga akan terlihat gambar gadis itu, bahkan tangan wanita tua ini sampai gemetar karena dia sangat tidak sanggup membayangkan kesedihan tersebut.

''Ini ponsel Dona!'' pekik Bu Desi dan segera luruh ke tanah karena dia tidak sanggup.

''Ya allah jadi itu memang mayat Dona!'' Bu RT juga merasakan lemas.

''Kenapa anak ku di bunuh seperti ini, siapa pelaku yang sudah sangat kejam?!!'' rintih Bu Desi.

''Turunkan mayat nya sekarang, Jangan biarkan terlalu lama seperti itu karena nanti akan semakin menderita.'' Pak Lurah memberikan perintah dengan suara gemetar.

Meski semua masih misteri dan tidak tahu siapa pelaku dari kejahatan ini namun yang jelas mereka akan mengurus terlebih dahulu mayat Dona, soal siapa pelaku itu mereka akan mengurus belakangan karena ini sangat mengerikan untuk terus dilihat oleh mata semua warga.

''Anak kuuu, Siapa yang sudah sangat kejam kepada anakku seperti ini?!'' Bu Desi berasa ingin pingsan namun dia masih bisa melihat keadaan sekitar.

''Yang kuat, Mbak.'' bu RT merangkul wanita ini.

Namun mau sekuat apa saja perasaan wanita namun tetap mereka tidak akan pernah bisa menerima kenyataan seperti ini, terlebih lagi itu adalah buah hati mereka sendiri dan pasti akan menimbulkan perasaan hancur tidak terkira karena harus menerima kenyataan di setiap waktu bahwa sang anak telah tiada lagi di dunia ini dengan cara yang sangat keji.

''Aku mau ikut Dona saja, kasihan anak ku itu.' rintih Bu Desi.

''Yang kuat, ayo doakan bersama-sama agar Dona mendapatkan tempat yang selayaknya di sisi Tuhan.'' ujar bu RT kembali.

''Tapi aku tidak mau kalau sampai ditinggal dia seperti ini, aku ingin hidup bersama dengan.'' Bu Desi terus merintih karena dia sangat Kehilangan.

Semua harga yang ada di sana menangis berjamaah karena merasakan sendiri bagaimana kesedihan yang telah dirasakan oleh Bu Desi ini, kehilangan anak saja sudah sangat menyakitkan lalu bagaimana ketika melihat sendiri tubuh sang anak telah dikuliti oleh seseorang yang tidak memiliki hati.

Selamat pagi, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook ya.

1
Yeyet Rohaeti
biar mba pur aja' yg mengungkap nya ver,kan Susanto ama Dina di kampung lagi bikin masalah.
Yeyet Rohaeti
kok Vita hilang, masa jadi tumbal kan susanto di kampung .
Nindiana Anasya
siang KK
putri wahyu
siang jg Bess...
FiaNasa
mulut Bu Yuni minta digampar peke parutan kelapa tuh muncungnya..ntar klau dah terbukti Rudy tak salah ngesot² minta maaf
Ayuk Witanto
mantab....bikin emosi juga Bu yuni
Ayuk Witanto
ih gemes banget sama Susanto...pingin tak bakar tuh mulut
Eli Rahma
lanjuut
Nengsih Irawati
Semangat 🥰 lanjut
Raffaza Direzky87
itu kenapa congornya susanto ikut² an ngebacot, nglempar keslahan pada orang lain, panggil mba pur aja... biar ada titik terang nya
putri wahyu
pagi menjelang siang Bess..
knp Bu Yuni asal tuduh aja padahal ga ada bukti😒 jln satu2nya datangkan purnama sang ratu ular👍
putri wahyu
segitu banyaknya orang ga ada yg kepikiran buat cari di hutan😒
Raffaza Direzky87
jadi kasian sama rudi, gak tau apa² malah kena tuduh, Sania juga ngapain ikut² an ngomong ikut campur sama perdebatan orangtua
Raffaza Direzky87
eehh takutnya malah rudi yg di jadikan tersangka sama bu yuni nanti
Apriyanti
andai saja mayat nya ana purnamayg menemukan pasti purnama tau tangan siapa yg telah membunuh ana
Sri Devi
kasihan Ana baru muncul langsung jadi tumbal
Ayuk Witanto
jadi saling tuduh
FiaNasa
malah gak karuan
Heni Mulyani
lanjut
Eli Rahma
ihhh malah pada saling tuduh..ruwettt...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!