NovelToon NovelToon
Mari Bercerai, Aku Sudah Mati Rasa, Mas!

Mari Bercerai, Aku Sudah Mati Rasa, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam / Single Mom
Popularitas:16k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Zahira Aulia Utami menikah dengan Galang Putra Hadian. Mereke sudah menikah selama delapan tahun dan di karuniai seorang putri cantik bernama Cantika Alya Putri Hadian, berusia enam tahun. Namun putri mereka memiliki hal yang berbeda dengan putri orang lain pada umumnya. Dia memiliki sesuatu yang spesial.

Rumah tangga mereka sebeanrnya baik-baik saja. Hanya memang satu tahun terakhir Aulia dan Galang sering bertengkar. Dan inti dari masalahnya adalah Cantika, Galang merasa malu memiliki anak yang dia pikir ga-gu. Dan itu semua karena Aulia. Dia menyalahkan Aulia sehingga membuatnya malu saat membawa mereka dalam pertemuan keluarga atau saat acara di kantor.

Semenjak itu, hubungan mereka terasa hambar, Galang seing pulang telat ke rumah.

pertengkaran terus berlanjut, apalagi keluarga Galang juga ikut campur hingga akhirnya Aulia dan Cantika melihat Galang bersama dengan seorang wanita bergandengan mesra. Hati Aulia rasanya semakin membeku. Tak ada lagi alasan untuk bertahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aulia 24

Aulia terlihat sangat tenang duduk di sofa. Dia tidak meloncat dari duduknya, tidak memaki, bahkan kelopak matanya pun tidak berkedip saat Galang melayangkan tuduhan defensif itu. Ketenangan yang memancar dari figur Aulia justru membuat atmosfer di ruang tamu itu mendadak drop hingga ke titik beku.Perlahan, Aulia menyandarkan punggungnya ke sofa. Matanya yang sedingin es menatap lurus ke dalam manik mata Galang. Seketika Galang merasa Aulia benar-benar berbeda.

"Sejak kapan, Mas?" tanya Aulia. Suaranya sangat pelan, sangat tenang, namun gaungnya terasa begitu menyakitkan di telinga Galang. Galang tertegun. Lidahnya mendadak kelu.

"Aapa? Apa maksud kamu..."

"Sejak kapan kamu berhubungan dengan wanita itu? Namanya Belinda kan?" potong Aulia, masih dengan nada bicara yang sama sekali tidak meninggi.

"Satu bulan? Tiga bulan? Atau... sejak kamu mulai menganggap Cantika sebagai aib dan pembawa sial dalam hidupmu?"

Mendengar ketenangan yang tidak biasa dari istrinya, nyali Galang justru ciut. Rasa takut yang amat sangat perlahan merayap di tengkuknya. Selama ini, jika mereka bertengkar, Aulia akan menangis, memohon, atau memilih diam mengalah. Tapi wanita di depannya saat ini seperti orang asing yang sudah menguliti habis seluruh harga diri Galang tanpa perlu berteriak.

"Aulia... itu... itu cuma urusan kerjaan. Mas cuma nemenin Belinda cari baju buat relasi kantor," bohong Galang, suaranya kini bergetar, kehilangan ketegasannya yang tadi. Dia mencoba mendekat, hendak meraih tangan Aulia.

"Kamu jangan salah paham dulu. Mas bisa jelasin..."

"Jelaskan apa lagi, Mas?" potong Aulia, nadanya masih tetap datar, tanpa riak emosi sedikit pun.

Dia menarik tangannya menjauh sebelum jemari Galang sempat menyentuhnya. Kontak sekecil apa pun dari pria itu sekarang terasa seperti racun yang menjijikkan baginya.

"Nemenin relasi kantor sampai merangkul pinggangnya seerat itu? Sampai tertawa begitu lepas di depan umum, sementara di rumah ini kamu selalu marah-marah setiap kali melihat wajah istrimu dan anak kandungmu?" Aulia tersenyum tipis, sebuah senyuman getir yang sangat asing di wajahnya.

"Jangan menghina inteligensiku, Mas. Aku mungkin hanya ibu rumah tangga yang kamu remehkan, tapi aku tidak bodoh. Kamu lupa aku siapa sebelum kita memiliki Cantika?"

Galang menelan ludah dengan susah payah. Keringat dingin mulai bercucuran dari pelipisnya, merusak tatanan rambutnya yang semula rapi. Ketakutan itu kian mencengkeram dadanya karena Aulia bahkan sudah mengetahui nama Belinda. Rahasia yang selama ini dia simpan rapat-rapat, hancur lebur dalam satu siang yang terik.

"Aulia, tolong... kamu harus dengerin aku dulu," Galang mulai memelas, suaranya naik satu oktav karena panik. Ego yang tadi sempat ingin meledak kini tertahan oleh rasa takut yang luar biasa.

"Belinda itu anak dari rekan bisnis penting di kantorku! Kalau sampai masalah ini melebar, kalau sampai kamu nekat melakukan sesuatu yang aneh, posisiku di kantor taruhannya! Kamu mau kita semua melarat, hah?!"

Pria itu mencoba menggunakan taktik lamanya: mengintimidasi dengan ancaman finansial, berharap Aulia akan kembali tunduk dan memikirkan kelangsungan hidup mereka. Namun, respons Aulia justru membuat bulu kuduk Galang meremang. Aulia hanya menatapnya lurus-lurus, seolah Galang adalah makhluk asing yang patut dikasihani.

"Posisi kantormu? Karirmu? Ternyata hanya itu yang ada di dalam kepalamu, ya?" Aulia menggelengkan kepalanya pelan.

"Bahkan setelah tertangkap basah, tidak ada sedikit pun rasa bersalahmu pada Cantika. Anak yang tadi pagi kamu bentak, anak yang kamu sebut cacat dan pembawa sial, dia tadi berlari mengejarmu karena dia rindu Papanya. Dan apa yang dia lihat? Papanya sedang memeluk wanita lain."

"Aulia, aku..."

"Kamu bilang kita akan melarat kalau kamu tidak menyenangkan wanita itu? Siapa dia? Hanya selingkuhan yang bahkan menghabiskan uangmu, Galang! Untuk pengobatan dan terapi anak kandungmu, darah dagingmu sendiri saja kamu tak sudi! Bahkan berbulan-bulan uang bulanan rumah tangga semakin berkurang, tapi setiap hari kamu selalu pulang malam dengan alasan lembur?

"Parfum wanita yang selama ini aku cium di kemejamu adalah milik wanita itu kan? Ah bodohnya aku selama berbulan-bulan masih melayani pria brengsek seperti kamu dan mendoakan keselamatan dan juga kelancaran pekerjaanmu yang ternyata malah bersenang-senang di belakangku... Kamu sangat menjijikan Galang!"

"Kamu tahu apa yang paling aku sesali di dunia? Aku menikah dan memberikan cintaku pada pria sepertimu! Pria yang bahkan tak memikirkan perasaan anak perempuannya yang setiap hari selalu merindukan pelukan dari papanya..." Aulia menghela napas panjang sedangkan Galang hanya diam membeku.

"Aulia... Maafkan aku, aku khilaf... Aku mohon..."

"Cukup, Galang," suara Aulia mengkristal, memotong setiap pembelaan murah yang keluar dari mulut suaminya.

"Simpan semua kebohonganmu untuk di pengadilan nanti. Hari ini, saat ini juga, aku meminta kita berpisah secara baik-baik. Silahkan kamu lanjutkan kesenanganmu dengan wanitamu itu. Dan perlu kamu tahu cintaku untukmu sudah hilang saat aku mencium parfum gundikmu itu beberapa bulan lalu. Aku bertahan demi Cantika, tapi sekarang Cantika bahkan sudah melihat sendiri papanya lebih bahagia bersama dengan wanita lain. Di banding kami yang selama ini menjadi bebanmu..."

Galang mematung. Kata "gundik" dan kalimat telak yang diucapkan Aulia seolah menampar wajahnya bertubi-tubi. Rasa bersalah, panik, dan ketakutan akan kehancuran finansial serta sosial kini bercampur aduk, menyumbat tenggorokannya hingga dia hanya bisa megap-megap seperti ikan kekurangan oksigen.

"Nnggak, Aulia... Nggak bisa begitu!" Galang mendadak jatuh berlutut di lantai, mencoba menggapai ujung gamis Aulia. Air mata kepanikan kini benar-benar lolos dari pelupuk matanya. "Aku nggak mau cerai! Kamu nggak bisa egois begini! Pikirkan reputasiku, pikirkan masa depan kita!"

Aulia menarik kakinya menjauh, menghindari sentuhan Galang seolah pria itu adalah wabah penyakit. Tatapannya masih sama, dingin dan tak tersentuh.

"Reputasimu? Masa depan kita?" Aulia mendengus pelan, sebuah tawa hambar tanpa sedikit pun rasa hangat.

"Sejak awal, yang kamu pikirkan hanya dirimu sendiri, Galang. Tidak pernah ada kata 'kita' di dalam kepalamu. Masa depan yang kamu maksud adalah masa depanmu bersama Belinda, bukan bersama aku dan Cantika."

1
Sari Supriyanti
up...up...uuuuupppppp.....semangat ....semngaaaaattttt...💪💪💪😍😍😍😍
ryuka
baguusss aulia... kamu kereenn.. kereeenn bangwt malaaaahh.. cantika ga butuh keluarga bapak nya sama zekali toxic banget 🔥🔥🔥🔥
Ambu Rinddiany Thea
galon mana galooon 🤣
Mundri Astuti
libas sekalian Aulia ...jangan kasih muka tu si Galang banci....tampol sekalian keluarga benalunya
Ambu Rinddiany Thea
kmh lamn posisi s aulia aya d anak2 cewe manehna ratna .. mikir ath sagenah na we .. lila lila d sleding gera tah
Heni Setiyaningsih
gimana Galang?? panik kaaannn,,,, panik dong ,masa gak panik🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Yam_zhie: jangan keras-keras kak kasihan 🙈
total 1 replies
nely_48
keberuntungan berpihak pd mu aulia,,, sok kumpul semua para benalu n pelakor vs istri sah yg terzholimi , jd tontonan tetangga n ada yg mem viralkan, tamat s galang family s pelakor
Yam_zhie: haha bener teh 🙈
total 1 replies
Sasikarin Sasikarin
lanjut makin seruuuiu 💪
Yam_zhie: maksih kak 🤗
total 1 replies
Ariany Sudjana
hahaha seru ini 🤣🤣😂😂 mampus kamu Galang, gimana Bu Ratna, pelacur murahan kesayangan Galang sudah muncul tuh 🤣🤣😂😂
Yam_zhie: pening Bu Ratna 🙈
total 1 replies
ryuka
terlambat kamu galang.. aulia zudah ga akan mundur.. makan itu semua kelakuan bodoh mu itu 🔥🔥🔥🔥🔥👍👍👍👍
Mundri Astuti
ohoooo tenang Galang, pelan" otw tuh yg kamu takutin di otak kamu, ga ngotak si jadi org...klo dah dtg tu karma ga kaleng" ntar
Yam_zhie: betul. apalagi yang dia dzalimi juga anaknya sendiri 😭😭
total 1 replies
Muft Smoker
jgn2 pak ghani niih yg punya perusahaan tempat si galang kerja ,🤭🤭🤭🤭🤭
nely_48
d kerutug kan sm keluarga toxic
Ilham
aku penasaran pertemuan pertama Aulia sama yang punya perusahan
Ilham
lanjut
Ambu Rinddiany Thea
ya Allah genahna d kumahakeun nya eta indung na s galang plus anak2na .. 🤔🤔
gemar baca
syuka sama ceritanya,keren Mengen banget
arniya
makin seru and gereget.....
Thewie
Pakah pak Ghani ci i o yg menyamar🤭
Muft Smoker: kyakny dy bos ny galang ,,, amsyoong deeh si galang 😂😂😂😂
total 2 replies
ryuka
jangan2 yang punya itu Pak ghani, perusahaan tempat kerja nya si galang ubur2.. duhhh jadi penasaran thoorrr 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!