Eleana harus berjuang mendapatkan kembali cinta Aaron setelah lelaki itu mengalami kecelakaan tragis yang membuatnya kehilangan ingatan.
Bukan hanya melupakannya, Aaron bahkan berniat menikahi Naura, sang mantan kekasih yang dulu pernah meninggalkannya.
Akankah Eleana terus berjuang mendapatkan Aaron kembali meskipun beribu kesakitan terus menderanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nazwa talita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BERTUNANGAN
Naura tersenyum senang. Sebentar lagi, dia akan kembali memiliki Aaron. Malam ini, Naura sedang berada di rumah Aaron. Kedua orang tuanya dan kedua orang tua Aaron sedang membicarakan tentang pertunangannya dengan lelaki itu.
Dari awal Naura masuk ke dalam rumah, wanita itu tidak berhenti tersenyum. Hatinya berbunga-bunga. Apalagi, saat Aaron terus saja menatapnya penuh cinta. Lelaki itu tersenyum sambil sesekali mengusap rambut panjangnya.
"Kamu bahagia?" Aaron bertanya dengan lembut, penuh cinta.
"Tentu saja. Aku sangat bahagia karena akhirnya kita bisa bersama. Setelah pertunangan digelar, kita berdua akan menikah. Terima kasih, Sayang, aku sungguh sangat bahagia sekarang." Naura menatap Aaron dengan senyum mengembang pada wajah cantiknya.
Dalam hati, sepupunya Eleana itu bersorak karena telah berhasil membuat Aaron kembali di sisinya.
"Kau lihat, Eleana. Aku pastikan, setelah ini kau akan menangis darah saat melihat pernikahanku dengan Aaron. Sejak awal, Aaron adalah milikku. Jadi, jangan salahkan aku jika aku merebut apa yang seharusnya aku miliki," batin Naura.
"Terima kasih karena kamu sudah mempercayaiku, Sayang. Terima kasih karena kamu tetap bertahan denganku meskipun Eleana sudah berkali-kali ingin merusak hubungan kita," ucap Aaron panjang lebar.
Perasaan gusar dan khawatir yang dia miliki saat Eleana pergi, musnah sudah. Apalagi, saat Naura dan keluarganya juga sang mama terus mengatakan semua keburukan Eleana padanya.
Aaron sungguh tidak menyangka, gadis sederhana yang dia kenal seperti gadis lugu itu ternyata sanggup melakukan sesuatu yang buruk untuk menghancurkan hubungan cintanya dengan Naura.
"Aku mencintaimu, Aaron," ucap Naura.
"Aku juga mencintaimu."
Keduanya sama-sama tersenyum sambil berpegangan tangan. Apalagi, saat mereka berdua mendengar para orang tua mereka sepakat mengadakan pesta pertunangan mereka minggu depan.
"Kita akan mengadakan pesta pertunangan Aaron dan Naura di rumah ini," ucap Alex Wijaya yang langsung disetujui oleh kedua orang tua Naura dan juga Miranda.
Tentu saja mereka setuju dengan apa yang dikatakan oleh ayahnya Aaron. Biar bagaimanapun, semua orang tahu kalau Aaron dan Eleana masih terikat dalam pernikahan. Baik itu secara agama maupun secara hukum.
Mereka tidak mau menanggung resiko besar. Saat pernikahan Aaron dan Naura, hampir semua kolega bisnis Alex Wijaya hadir karena saat itu mereka mengadakan pesta besar-besaran.
Meskipun pesta besar itu hampir gagal karena Naura kabur. Untung saja, saat itu Eleana bersedia menjadi pengantin pengganti, menggantikan Naura untuk menikah dengan Aaron.
"Kalian berdua setuju jika pertunangan kalian diadakan di rumah ini 'kan?" Miranda menatap putranya dan Naura bergantian.
Begitupun Aaron yang langsung menatap Naura sambil tersenyum. Meskipun Naura tidak setuju karena pesta pertunangan mereka diadakan di rumah besar keluarga Wijaya, tetapi, perempuan itu akhirnya mengangguk dengan senyum terpaksa.
Semua orang tersenyum melihat Aaron dan Naura yang menyetujui usul mereka. Tadinya, mereka mengira kalau akan ada drama penolakan dari Aaron dan Naura.
"Naura, kamu harus bersabar sedikit lagi. Setelah Aaron dan Eleana resmi bercerai, kamu bebas melakukan apapun dengan Aaron," bisik Miranda pada calon menantunya.
"Terima kasih, Tante. Aku akan menunggu sampai waktu itu tiba."
***
Seminggu kemudian, keadaan Eleana sudah mulai membaik. Meskipun belum pulih benar, tetapi, perempuan itu terlihat bersemangat agar dia bisa kembali sehat.
Wanita cantik itu tidak sabar ingin menemui Aaron. Eleana yakin, jika dia terus berjuang, suatu saat, ingatan lelaki itu pasti akan kembali.
"Mereka berdua saling mencinta. Akan tetapi, entah kenapa Aaron tidak mengingatnya sama sekali. Apakah tidak terbersit sedikit pun di kepala Aaron jika dia pernah hidup satu rumah bahkan satu kamar denganku?" batin Eleana.
Pagi itu, selesai sarapan, Eleana berdandan rapi. Perempuan itu mematut dirinya di depan cermin. Eleana memoles wajahnya dengan make-up tipis sehingga membuatnya terlihat begitu cantik dan segar.
Setelah merasa puas dengan penampilannya, Eleana kemudian keluar dari kamar kostnya. Hari ini, dia memutuskan untuk pergi ke rumah Aaron. Rumah besar yang dulu ditempatinya bersama Aaron selama tiga tahun pernikahannya dengan pria itu.
Akan tetapi, saat di tengah perjalanan, Eleana mengubah tujuannya. Dalam perjalanan, dia berpikir kalau Aaron pasti tidak ada di rumah itu. Oleh karena itu, Eleana akhirnya memutuskan untuk pergi ke rumah mertuanya. Rumah di mana terakhir kali dia bertemu dengan Aaron.
Beberapa menit kemudian, mobil yang ditumpangi Eleana sampai di depan pintu gerbang rumah Miranda. Perempuan itu keluar dari mobil setelah membayar taksi yang dinaikinya.
Eleana melangkah mendekati pintu gerbang yang terbuka lebar, tidak seperti biasanya. Ada beberapa mobil yang berderet di sana. Rumah itu terlihat ramai. Sepertinya, pemilik rumah itu sedang mengadakan acara.
Eleana melangkah pelan melewati pintu gerbang. Tidak terlihat kedua penjaga yang beberapa waktu lalu itu mengusirnya. Pos jaga yang biasanya tidak pernah ditinggalkan itu pun terlihat kosong. Eleana tidak sengaja melihat Asep yang sedang berbicara dengan seorang pria yang baru saja turun dari mobil.
Tidak mau membuang kesempatan, Eleana tergesa masuk ke rumah besar itu karena merasa sangat penasaran.
Saat sampai di pintu rumah, Eleana sangat terkejut saat melihat keadaan rumah besar itu. Apalagi, saat kedua manik matanya menatap kedua orang yang kini tampak bahagia.
Di depan sana, terlihat Aaron dan Naura sedang tersenyum bahagia dikelilingi oleh kedua orang tua mereka. Sementara itu, di hadapan mereka berkumpul beberapa orang yang menyaksikan kebahagiaan Aaron dan Naura.
Tubuh Eleana hampir saja limbung saat melihat Aaron memakaikan cincin pada jari Naura. Beruntung, Eleana langsung bersandar pada dinding. Air matanya mengalir dengan sendirinya. Melihat Aaron memasangkan cincin pada Naura, membuat hati Eleana hancur berkeping-keping.
Wanita yang masih sah menjadi istrinya Aaron itu tidak menyangka kalau hari ini Aaron dan Naura bertunangan. Rasanya, Eleana sungguh tidak mempercayai apa yang terjadi. Namun, riuh tepuk tangan tamu undangan membuatnya kembali tersadar, jika apa yang dilihatnya memang sebuah kenyataan, bukanlah mimpi.
Niat hati ingin menemui Aaron dan memaksa pria itu agar mengingatnya kembali, Eleana justru dikejutkan dengan pesta pertunangan antara suami dan sepupunya.
"Jadi, kamu benar-benar sudah melupakan aku, Aaron?" batin Eleana sambil menatap Aaron dan Naura yang terlihat sangat bahagia.
Jantungnya serasa diremas-remas. Hatinya terasa sakit, melihat kenyataan jika sang suami lebih memilih wanita lain dan melupakan semua kenangan tentang dirinya.
"Haruskah aku menyerah? Haruskah aku menghentikan perjuanganku untuk membuatmu kembali mengingatku?"
Eleana kembali terhuyung dan hampir saja terjatuh saat melihat Aaron dengan begitu mesra mencium kening Naura cukup lama. Perempuan itu memegangi dadanya yang terasa sesak, kemudian melangkah perlahan meninggalkan rumah besar itu.
Beruntung, saat perempuan itu baru saja sampai di depan pintu gerbang, taksi yang dipesannya lewat online datang sehingga Eleana tidak perlu lama-lama berada di depan rumah besar itu.
Eleana menangis di dalam mobil. Perempuan itu menumpahkan rasa sakit di hatinya. Tidak menyangka jika niatnya untuk bertemu dengan Aaron justru berakhir dengan kenyataan jika lelaki itu kini sedang melangsungkan pesta pertunangan. Eleana bahkan mendengar dengan jelas jika dalam hitungan kurang dari tiga bulan, Aaron dan Naura akan menikah.
Sepanjang perjalanan, Eleana menangis. Menumpahkan rasa sakitnya. Haruskah dia menyerah sekarang?
terimakasih author maaf juga mungkin di kala buat koment ada yng kebablasan 🤭
lope lope author Nazwa ❤❤
beberapa typho thor 💪💪