NovelToon NovelToon
Ketika Istri Pendiamku Berubah Bar-Bar

Ketika Istri Pendiamku Berubah Bar-Bar

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:29.7k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

"Baguslah kamu ada di sini. Tolong urus makan malam mas Ardy juga ibu mertuaku! Aku mau belanja dan bersenang-senang pakai kartu kreditnya."

Selama tiga tahun pernikahan, Kirana dikenal sebagai istri yang penurut, pendiam dan selalu mengalah.

Bahkan ketika tahu suaminya, Ardy, memelihara wanita lain. Kirana hanya bisa menangis di pojok kamar, menerima semua makian dari mertua dan manipulasi dari keluarga suaminya sendiri.

​Sampai sebuah kecelakaan tragis mengubah segalanya.

​Saat Kirana membuka mata, ketakutan di jiwanya lenyap tanpa bekas.

​Ardy mengira dia masih memegang kendali atas hidup Kirana, sampai akhirnya pria itu sadar, Kirana yang sekarang bukanlah Kirana yang dulu.

Dan saat Ardy mulai berlutut memohon cintanya kembali, Kirana sudah menutup pintu hatinya untuk pria itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 24 Siska Hamil

Kirana semakin bingung, namun ia tetap menyambut uluran tangan besar itu.

"Eh, Tristan, kita mau apa?"

Begitu Kirana berdiri, Tristan menutup pintu mobil. Ia menatap mata Kirana dalam-dalam.

"Kita akan pergi ke rumah sakit itu bersama. Saya akan menemani Anda masuk sampai ke ruang dokter," ucap Tristan mutlak, tanpa memberikan ruang untuk dibantah.

"Tristan, aku bisa sendiri."

"Tidak, Nona Kirana." Tristan menggeleng tegas. "Saya tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama untuk kedua kalinya. Saya tidak mau membiarkan anda berjalan sendirian lagi di tempat umum."

Nada suara pria tegap itu terdengar penuh penyesalan yang mendalam. Matanya memancarkan rasa sakit yang tertahan.

"Kalau saja hari itu saya datang tepat waktu lima menit saja, mungkin kecelakaan itu tidak akan pernah terjadi. Anda tidak akan merasakan sakit seperti ini."

Wajah Kirana yang tadinya tenang seketika berubah sendu mendengar pengakuan itu. Kenangan tentang benturan keras, rasa anyir darah, dan dinginnya aspal kembali berkelebat di benaknya.

"Sudah, Tristan." Kirana menelan ludah, suaranya sedikit bergetar. "Jangan bahas kejadian itu lagi."

Ia memalingkan wajahnya ke arah jalanan yang lengang, enggan membiarkan Tristan melihat kerapuhan di matanya.

"Aku sedang berusaha mati-matian melupakan semua rasa sakit hari itu. Tolong, jangan buat aku mengingatnya lagi sekarang."

Melihat bahu Kirana yang sedikit menegang, Tristan langsung sadar ia sudah melewati batas. Pria itu mengangguk pelan, merutuki dirinya sendiri.

"Baik, Nona. Maafkan saya. Saya berjanji tidak akan membahasnya lagi. Sebagai gantinya, tolong izinkan saya mengantar dan menjaga anda sampai urusan di rumah sakit selesai hari ini. Saya mohon."

Kirana menatap pria itu beberapa saat. "Baiklah."

Tak satu pun dari mereka berdua menyadari bahwa drama hari ini masih jauh dari kata usai. Tepat saat mobil Tristan berbelok memasuki area lobi rumah sakit, sebuah mobil baru saja berhenti tak jauh dari sana.

Ardy baru saja tiba setelah memacu mobilnya seperti orang gila membelah jalanan kota.

Ya, saat berada di perjalanan untuk menjemput Kirana, Siska menghubunginya sambil menangis. Dan siapa sangka, ia malah bertemu istrinya di sini.

Ardy melihat dengan jelas pria berjas abu-abu yang ada di dalam foto itu turun dari mobil, membuka pintu dan menuntun Kirana keluar dengan sangat hati-hati layaknya barang pecah belah yang sangat berharga.

Tangan Ardy mencengkeram setir kemudi hingga buku-buku jarinya memutih pasi. Emosinya mendidih hingga ke ubun-ubun melihat interaksi manis itu terjadi tepat di depan matanya sendiri.

"Siapa sebenarnya laki-laki itu?" desis Ardy dengan mata memerah, lalu memukul pelan setir mobilnya. "Berani sekali dia membawa istriku pergi tanpa izin dariku?!"

Ardy baru saja hendak melangkah mengejar Kirana ketika sebuah suara melengking memecah fokusnya.

"Mas Ardy!"

Ia menoleh refleks.

Siska berlari dari arah lobi rumah sakit dengan wajah berbinar. Begitu sampai di hadapan Ardy, wanita itu langsung menabrakkan tubuhnya, memeluk leher pria itu erat tanpa memberi kesempatan untuk menghindar.

"Mas, akhirnya kamu datang juga! Aku tahu kamu pasti menyusulku ke dokter!" seru Siska manja.

Namun, Ardy sama sekali tidak membalas pelukan itu. Matanya masih liar menatap ke arah pelataran parkir. Istrinya dan pria brengsek itu sudah menghilang entah kemana.

"Sial..." desis Ardy pelan. Tangannya mengepal keras.

Merasakan tubuh kaku pria di pelukannya, Siska perlahan mengangkat wajah. Alisnya bertaut heran.

"Mas? Kamu kenapa?" tanyanya curiga. "Kamu lagi cari siapa sih?"

Ardy menarik napas panjang, melepaskan tangan Siska dari lehernya secara sepihak.

"Nggak ada. Bukan siapa-siapa."

"Lalu kenapa kamu kelihatan panik begitu? Kamu nggak senang ketemu aku di sini?" rengek Siska.

"Sudah selesai pemeriksaannya, kan?" potong Ardy dingin.

Siska mengangguk cepat. Senyum di wajahnya kembali merekah lebar. "Iya, Mas! Aku punya kabar luar biasa. Aku benar-benar nggak sabar ngasih tahu kamu."

Ia menggenggam kedua tangan Ardy dengan erat. Matanya berbinar penuh harap. Namun, ego dan emosi Ardy masih tertinggal pada Kirana. Ia menarik tangannya mundur.

"Nanti saja kita bahas, Siska. Aku sedang buru-buru. Aku harus mengejar seseorang sekarang juga!"

Wajah Siska langsung berubah cemberut. Ia merasa diabaikan. Tanpa berpikir panjang, ia menarik lengan jas Ardy kuat-kuat agar pria itu kembali menatapnya.

"Mas, tunggu!" teriak Siska tak sabar. "Aku hamil!"

Deg!

Langkah Ardy seketika terhenti. Tubuhnya membeku bagai disiram air es. Matanya membelalak tak percaya menatap wanita di depannya.

"Kamu bilang apa barusan?" tanya Ardy memastikan.

"Aku hamil, Mas." Siska tersenyum penuh kemenangan, lalu merogoh tasnya dan mengeluarkan sebuah amplop putih. "Dokter kandungan baru saja memastikannya. Usiaku sudah masuk minggu kedelapan."

Dengan tangan bergetar hebat, Ardy merampas kertas hasil laboratorium itu. Pandangannya menyisir setiap baris tulisan yang tertera di sana.

Positif hamil!

Napas Ardy mendadak sesak. Bagaimana mungkin ini terjadi? Selama ini ia selalu menjaga jarak aman dengan Siska. Mereka memang pernah melewati batas tapi hanya sekali.

Dua bulan lalu. Saat perjalanan bisnis di Eropa. Malam itu ia mabuk dan Siska terus membujuknya hingga ia menyerah pada gairah sesaat. Persis seperti malam di mana ia khilaf dan melakukan kesalahan bodoh bersama Kirana.

"Mas..." suara lembut Siska menariknya kembali ke realita. Wanita itu mengusap dada Ardy. "Kamu senang, kan? Kita akan punya bayi."

Air mata mulai menggenang di pelupuk mata Siska.

"Akhirnya kita bisa jadi keluarga sungguhan. Mas tinggal ceraikan mbak Kirana secepatnya, lalu nikahi aku. Anak kita butuh status yang jelas, Mas!" desaknya.

Ardy membisu. Pikirannya benar-benar kacau balau.

Di satu sisi, ia terikat janji dan utang budi pada mendiang kakek Kirana untuk menjaga istrinya apa pun yang terjadi. Di sisi lain, kini ada janin tak berdosa yang menuntut tanggung jawabnya akibat kebodohannya sendiri.

Rahang Ardy mengeras. Kepalanya berdenyut seolah mau pecah. Dunia seakan runtuh menjepitnya dari segala sisi. Kirana yang berubah drastis karena pria misteriusnya dan kini kehamilan Siska.

Tanpa sadar, jemari Ardy meremas hasil pemeriksaan medis itu hingga hancur berantakan di tangannya.

"Aku..."

Untuk pertama kalinya dalam hidupnya yang sempurna, Ardy benar-benar kehilangan arah.

1
🇦 🇵 🇷 🇾👎
cakep jgn lm x satu bln
Nice1808
tuh Ardy krna kau mulaimencintai kirana tp kau gk mengakui perasaanmu🤣🤣🤣
Sri Rahayu
apa mungkin Siska hanya pura2 hamil agar Ardi selekasnya menikahinya 😇😇😇.... semoga Tristan mendpt kan bukti2 kejahatan dan kebohongan Siska...lanjut Thorr😘😘😘
stela aza
jangan lama2 donk Thor bikin Ardi jadi gembel ,,, q udh g sabar liatnya 🤭
Senja: Hehehe sabar y kak🤣
total 1 replies
Esther
Nanti kalau sakit beneran, gak akan ada orang yang percaya Siska, terlalu banyak berbohong sih.
Heni Fitoria
g sabar lihat kehancuran nya Ardy, perusahaan bangkrut, tahu kenyataan klu anak yg dikandung Siska BKN anaknya 🤭🤭🤭
Heni Fitoria
doa mu tak aamiin kan Kirana
Deasy Suryandari
lanjoooot
mau lihat gimana si siska setelah ardy bangkrut dan pasti itu bukan anaknya ardy
Nice1808
tuh org diam di ganggu dia akn melebihi singa ngamuk🤣🤣kirana akan bertindak dan kalian akn jd gembel ardy, sarah dan kau siska🤭🤣
Nice1808
gak sadar kau ardy, kau yg berkhianat malah nuduh kirana selingkuh, bagus kirana lawan aja tuh ardy yg sok berkuasa🤣
Sri Rahayu
ayo cepet bantu Kirana bikin Ardi bangkrut, kahilangan segalanya Tristan... dan buka kedok sprt apa Siska sebenarnya...lanjut Thorr😘😘😘
sunaryati jarum
Ah emak tidak sabar melihat kemiskinan Ardy dan runtuhnya kesombongannya ibunya dan Siska.Emak juga ingin tahu reaksi Ardy jika terbongkar anak yang dikandung Siska bukan anaknya.
sunaryati jarum
Benar balikan tuduhan padamu ke Ardy yang tidak berkaca pada dirinya sendiri, semoga dalang terjadinya kecelakaan padamu segera terungkap dan pelakunya ditangkap bersama bukti yang tidak bisa dibantah
stela aza
ceritanya keren, karakter toko utama perempuan nya hebat ,,, g cengeng kaya di novel lain ,,, yg bisanya cuma nangis,,, pokoknya best bgt ceritanya ❤️❤️❤️❤️
stela aza
good job Kirana ,, q suka gayamu ❤️❤️❤️
🇦 🇵 🇷 🇾👎
yes😀
Elina thea
benar Kirana buat si Ardy bangkrut...dgn dia bangkrut maka selingkuhannya juga pergi karna gak tahan hidup miskin
Margaretha Indrayani
ardy tidak berkaca dirinya lebih parah karena malah membawa pulang siska
🇦 🇵 🇷 🇾👎
good
🇦 🇵 🇷 🇾👎
bntr lg jd suami tan🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!