Hidup sungguh tak pernah berpihak kepadanya,
Sejak kecil nyawanya sudah terancam, dia harus menjadi saksi kecelakaan yang merenggut nyawa ibunya.
Menjadi yang tertuduh dan dianggap paling bertanggung jawab atas kematian satu satunya orang yang paling menyayanginya setelah sang ibu yakni sang tuan besar yang sebenarnya adalah juga kakeknya hingga akhirnya ia di buang dan ia terpaksa harus bertahan hidup di jalanan menjadi seorang kurir narkoba sejak usia belia demi hanya untuk bisa bertahan hidup.
Gabriella Calista,
mampukan ia menyelamatkan nyawanya ketika meski setelah 15 tahun berlalu, nyawanya masih di inginkan.....
dan apakah ia akan mau menerima cinta yang di tawarkan padanya oleh seseorang yang ternyata dia adalah pewaris sah darah seseorang yang telah membuatnya hidupnya hancur dan sengsara....
ikuti karya baru aku.....
" BIEL..... "
SELAMAT MEMBACA DAN SEMOGA SUKA, LOVE YOU😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 11 niat
Di dalam sebuah ruangan yang ada di salah satu gedung perkantoran,
Seorang wanita yang baru saja masuk ke dalam ruangan itu nampak berdiri tegak menatap seseorang yang juga berdiri di hadapannya dengan sedikit menunduk.
" kau belum juga membuat surat peralihan atas yayasan itu padaku ?! " tanya wanita dengan penampilan glamor dan elegan itu.
" maaf nyonya,
kita belum bisa membuktikan kematiannya...kemanapun kita membawa masalah ini,
kita tidak akan berhasil " jawab laki laki itu
Brakkk ....
wanita itu menggebrak meja,
" bukankah sudah ku bilang padamu pengacara Harry,
Gadis itu sudah mati sejak lima belas tahun yang lalu.
kebakaran besar yayasan itu membunuh banyak orang termasuk dia "
" iya nyonya, aku mengerti maksud anda....
tapi tidak ada satupun dari korban yang bisa membuktikan jika itu adalah nona Biel "
" sebenarnya apa yang kau inginkan agar aku bisa mengambil alih yayasan itu secepatnya ?! "
" yayasan itu di berikan tuan besar dan di perkuat oleh tuan muda,
maka satu satunya cara agar yayasan bisa menjadi milik anda hanya membuktikan kematian nona kecil di mata hukum.
Hak kepemilikan nona kecil atas yayasan itu sangatlah kuat " jawab Harry.
Shahnaz berdiri tegak dengan wajah tegang,
" nyonya.....
itu hanya yayasan kecil, jika di bandingkan dengan yang anda miliki saat ini....
Yayasan itu tidak ada apa apanya, kenapa anda sangat ingin mengakuisisi yayasan itu.....?! "
Tanya pengacara Harry,
Seseorang yang sejak tadi duduk di sofa yang ada di ruangan itu berdiri tegak,
" itu bukan urusanmu pengacara Harry, tugasmu hanya menyelesaikan masalah kami...
selebihnya jangan ikut campur, atau kau ingin kami membuatmu kehilangan Pekerjaanmu ini ?!
dan jika sudah begitu ?! Bagaimana kau akan mendapatkan uang untuk membiayai pengobatan anakmu yang lumpuh itu ?! " ucap seseorang itu dengan nada ketus dan pedas.
Pengacara Harry menarik nafas dalam,
Ia memang tergantung pada keluarga Lee terutama kepada sosok dua orang di hadapannya itu sejak tuan besar Lee tiada dan tuan Ricard terbaring koma sejak dua tahun lalu.
Entah ada apa dan sakit apa ?! Ricard yang awalnya hanya sakit biasa tiba tiba pingsan dan tak sadarkan diri hingga saat ini.
" maaf tuan muda Steve, aku hanya ingin mengingatkan....
tidak lebih..... " jawabnya kemudian sambil menunduk.
Sungguh ia tak berdaya,
" bertanya sama dengan ingin tahu pengacara Harry,
dan itu bukan tugasmu " jawab Steve,
" ayo mi....." ucap Steve lagi sambil lebih dulu melangkah menuju pintu,
Di belakangnya, sang ibu mengikuti.
Sepeninggal anak dan ibu itu, Harry melangkah ke arah sofa dan duduk dengan lemas.
wajahnya memucat,
Sejak kepergian tuan besar Lee dan komanya tuan Ricard dua tahun lalu.
Ia tercengkeram kuat oleh tuan muda dan ibunya itu.
Entah apa yang sebenarnya mereka inginkan Harry tak tahu.
Di bandingkan dengan yayasan kecil yang di berikan kepada Biel,
Harta warisan yang di berikan keluarga Lee kepada anak dan ibu itu bukanlah apa apa.
Tapi keduanya masih saja bersikeras menguasai yayasan kecil yang sudah bertahun tahun lalu telah terbakar dan baru di bangun kembali tiga empat tahun belakangan ini.
Sementara itu di dalam mobil di bawah sana,
Shahnaz duduk dengan wajah tegang,
" sudahlah my ....kita akan cari cara lain untuk menguasai yayasan itu nanti " ucap Steve yang duduk di belakang setir.
" kau yakin sudah membunuh anak haram itu kan Steve ?! "
Tanya Shahnaz dengan terus menatap ke depan.
" aku yakin my .....
aku sendiri melihat mobil itu terbakar hangus, dan tidak ada yang keluar dari mobil itu " jawab Steve penuh keyakinan.
" tapi kenapa sulit sekali meyakinkan pengacara sialan itu akan hal itu "
" sabar my.....
kita tidak usah terlalu memikirkan hal itu, yang penting....kita tetap bisa menyimpan di sana dengan aman.
Aku yakin, semua orang di sana tidak akan ada yang berani berkhianat dengan kita.
Karena kita sudah memegang semua kelemahan mereka " ucap Steve penuh percaya diri.
" mommy akan segera menjadi orang paling kaya dan terhormat di kota ini seperti yang mommy inginkan.
Tidak ada yang akan berani menyentuh mommy nanti meski itu adalah papi.
Semua orang akan menunduk hormat saat bertemu dengan mommy,
Percaya padaku...
mommy tidak perlu mengkhawatirkan apapun lagi...." ucap Steve lagi dengan menatap sosok wanita yang telah melahirkannya itu.
Shahnaz terdiam, benar yang di ucapkan anaknya itu.
Ia tak perlu mengkhawatirkan apapun, ia hanya butuh sedikit waktu dan sedikit bersabar saja.
Ia yakin.....
Cepat atau lambat, ia akan bisa memiliki yayasan itu seutuhnya.
" bagaimana kabar kakakmu ?! " tanyanya lagi.
Steve menarik nafas.
" dia baru di pindahkan ke bagian narkoba beberapa bulan ini dan di kota ini " jawab Steve dan sukses membuat sang mommy menoleh kepadanya.
Kening wanita itu berkerut dan alisnya menajam.
" bagian narkoba ?! "
" iya My.... "
Shahnaz kembali melempar pandangannya ke depan,
" anak itu......
dia benar benar tidak mau menurut padaku, memangnya apa yang bisa dia dapatkan dengan hanya menjadi seorang petugas negara ?! " ucapnya dengan menahan geram.
Ia sudah berkali kali bahkan ribuan kali berkata kepada putra sulungnya itu untuk kuliah saja dari pada mendaftar sebagai seorang anggota polisi.
Hal itu karena ia ingin, putra pertamanyan itu turut memegang salah satu bisnisnya.
Tapi nyatanya Erick benar benar menolaknya,
Bukan hanya menolak untuk tinggal bersamanya dan semua fasilitas yang ia berikan.
Tapi Erick juga menolak semua perintahnya. termasuk menolak kuliah dan lebih memilih mendaftar menjadi seorang anggota polisi.
" awasi saja dia terus Steve......beritahu mommy tentang semua pergerakannya selama ini " perintah Shahnaz kepada sang putra.
" my ....
jujur ...sangat sulit untuk terus mengintai gerak gerik kakak.
Dia seperti sengaja menyembunyikan diri dari siapapun,
Tapi aku berhasil mendapatkan sedikit informasi tentangnya.
Beberapa malam yang lalu, kakak kabarnya terlibat operasi penggagalan pengiriman paket obat,
Tapi ia gagal,
Ia kehilangan sosok kurir yang ia targetkan "
ucap Steve.
Dan ucapan Steve itu sukses membuat Shahnaz menoleh kepadanya.
" maksudmu....
ada seseorang yang berhasil lolos dari kakakmu ?! "
" iya my....."
" hebat sekali dia,
siapa dia.....
aku yakin dia bukan orang sembarangan, kakakmu memiliki jabatan yang tinggi....tentu ia juga membawa banyak personelnya untuk operasi itu.
Tapi jika sudah demikian dan orang itu masih bisa lolos,
itu artinya dia memang bukan orang sembarangan Steve.
Kau tahu siapa dia ?! "
" aku tak tahu my, yang aku dengar...tak ada satupun dari orang orang yang memakai jasanya yang tahu siapa dia sebenarnya.
Tapi meski begitu mereka tetap percaya pada orang itu karena ia memang tidak pernah gagal "
" jika begitu....rasanya tidak ada salahnya jika kau juga merekrutnya untuk bekerja pada kita,
katakan padanya....Kita akan memberikan bayaran tiga kali lipat jika dia mau bergabung dengan kita " ucap Shahnaz dengan tersenyum angkuh,
Di sisinya Steve hanya bisa diam,