NovelToon NovelToon
SALAHKAH AKU SELINGKUH?

SALAHKAH AKU SELINGKUH?

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Selingkuh / Cinta Terlarang / Cerai / Tamat
Popularitas:274.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Neti Jalia

Arinda adalah salah satu dari banyak wanita yang salah dalam memilih jodoh. Berharap bahagia setelah menikah diusia muda, namun ternyata suaminya hanya menjadikannya sebagai mesin pencetak anak.

Sampai suatu hari dia dipertemukan dengan seseorang yang menjanjikan dia kebebasan. Arinta terjebak dalam cinta terlarang. Akankah Arinda bebas? atau dia memilih kembali bersama suaminya demi sang buah hati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neti Jalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.12. Kucing Garong

"Tega kamu mas. Aku capek-capek kerja disambut tangisan anak tetangga yang ngaku dibuntingi sama kamu. Dimana pikiran kamu mas, dimana perasaan kamu? selama ini aku selalu maklumi sikapmu, tapi kamu malah menjadi-jadi," nafas Mia terlihat naik turun karena emosi tingkat kabupaten.

"Wes toh. Malu dilihat tetangga. Kamu lihat! semua tetangga menyaksikan kita bertengkar," Ridwan berusaha meredam emosi Mia.

"Kenapa kamu bisa punya rasa malu sekarang? sebelum buntingi Lastri kamu ndak mikir kesana?" tanya Mia.

"Opo maksud sampeyan Lastri bunting?" tanya Partinem yang tak lain ibu dari Lastri.

"Sampeyan tanya sama anak gadis sampeyan ini. Kenapa sampai bisa bunting, dan kenapa mau dibuntingi sama suami orang." Jawab Mia sembari menunjuk-nunjuk kearah Lastri yang tengah menunduk ketakutan.

"Opo maksud mbak Mia iku Lastri? kamu dihamili Ridwan?" tanya Partinem.

"I-Iyo mak'e." Jawab Lastri.

Para tetangga menutup mulut mereka karena tidak percaya dengan apa yang mereka dengar. Karena merasa malu bukannya menyalahkan anaknya, Partinem malah melimpahkan kesalahan pada Mia.

"Ndak mungkin ada asap tanpa ada api. Bojomu menghamili Lastri pasti sampeyan yang ndak becus melayani bojo sampeyan itu. Sekarang giliran suamimu menghamili wanita lain, baru ngamuk-ngamuk," ucap Partinem yang membuat emosi Mia semakin menjadi.

"Oh...sampeyan nyalahin aku? berani sampeyan nyalahin aku? anak sampeyan yang gatal, bunting, malah nyalahin aku? berarti sampeyan memang ngajak gelut," Mia menyingsingkan baju lengan panjang yang dia pakai, untuk bersiap mengajak tetangganya itu bertengkar habis-habisan.

"Sudalah Mi. Malu dilihatin orang," ujar Ridwan sembari memegang kedua bahu Mia dari arah belakang.

Mia yang tidak suka disentuh oleh Ridwan, langsung mendorong keras pria itu.

"Ndak usah kamu pegangin aku mas? seharusnya kamu malu sendirian. Bocah cilik kamu genjot, kekurangan lobang kamu selama ini. Ha?" hardik Mia.

"Sekarang aku tanya sama kamu ya Las. Kamu ngelakuin itu suka sama suka, atau dipaksa mas Ridwan?" tanya Mia.

"Su-Suka sama suka mbak." Jawab Lastri dengan suara bergetar.

"Sampeyan dengar itu? ndak usah nyalahin aku, emang anak sampeyan yang gatal," ujar Mia.

"Ya tetap aja sampeyan yang salah, kenapa ini semua bisa terjadi?" timpal Partinem.

"Oh pantes anakmu mau digenjot suami orang. Lah wong sampeyan malah mbela anakmu yang salah," ucap Mia.

Merasa dibela dan dirinya bakal ditendang dari rumah, tentu saja Ridwan dan Lastri merasa diatas angin.

"Bu Tinem benar. Ini semua terjadi karena Mia jarang mau disentuh. Aku ini pria normal, aku juga bisa cari uang. Nggak butuh istri yang kerja, tapi sampai lalai melayani suami," ucap Ridwan tanpa perasaan.

"Tapi Lastri berbeda. Meski usianya muda, tapi dia bisa mengerti kebutuhan calon suaminya," perkataan Ridwan membuat Lastri tersipu senang, sementara Mia jadi terbelalak mendengar semua ucapan Ridwan.

"Ndak nyangka aku, kalau sampeyan segila ini. Tapi aku akui kalian cocok. Aku ndak merasa rugi kamu menikahi gadis murahan ini," ujar Mia.

"Eh...jaga mulut sampeyan mbak. Mas Ridwan sendiri yang bilang, kalau punya sampeyan itu ndak enak, longgar, ndak legit kayak punyaku. Jadi ndak usah bilangin aku kayak gitu," Lastri yang polos mengatakan semua kata-kata bujuk rayu Ridwan pada dirinya.

Merasa dipermalukan, tentu saja Mia tidak terima. Ditambah tingkat emosinya memang sudah diambang batas.

"Oh...***** kamu!" hardik Mia sembari menjambak rambut Lastri.

Merasa kesakitan Lastri kemudian mencakar lengan Mia dengan kuku tajamnya. Para tetangga berusaha melerai pertikaian itu meskipun mengalami kesulitan, karena Mia menyerang Lastri secara membabi buta.

"Ambil saja laki-laki sampah ini. Aku malah bersyukur kamu mungut dia. Biar kamu rasakan punya suami pencinta lobang seperti dia," ucap Mia setelah berhasil tetangga lerai.

"Mas Ridwan nggak kayak gitu kalau sampeyan kasih jatah. Buktinya dia bisa gituan tiap hari sama aku, ndak nyari wanita lain. Saking santainya, kami gituan dikamar sampeyan sampai berkali-kali," ucapan Lastri benar-benar membuat Mia naik pitam. Sementara Ridwan hanya bisa menahan malu mendengar ucapan Lastri.

"Dasar babi kamu mas! bisa-bisanya kamu genjot si Lastri ditempat tidur kita?"

Bagh

Bugh

Bagh

Bugh

Mia kembali menjadikan Ridwan sasaran tinjunya. Ridwan yang hilang kesabaran dan malu. Membuat Mia terdiam saat terkena tamparan keras dari tangan pria itu.

Plakkkk

Pipi Mia sampai tertoleh kesamping, dengan air mata yang sedikit menetes. Bukan tamparan itu yang membuat Mia merasakan sakit, tapi perlakuan Ridwan yang selalu dia maklumi ternyata masih kurang dimata suaminya itu. Dan sekarang adalah puncak dari rasa sakit itu. Suaminya dengan tega meniduri wanita lain, dan menggunakan kamar tempatnya melepas penat sebagai tempat berbagi keringat.

Sesaat kemudian Mia masuk kedalam untuk mengumpulkan semua pakaian Ridwan. Dan melemparkannya kehalaman rumah.

"Ndak ada lagi alasan buat aku bertahan sama kamu mas. Sekarang sampeyan bisa tinggal di rumah si gatal ini. Aku akan urus perceraian kita secepatnya," ucap Mia yang kemudian masuk kedalam rumah.

Brakkkk

Pintu rumah Tertutup dengan suara menggelegar. Tidak ada rasa sedih dihati Mia, yang ada hanya rasa lega karena akhirnya dia bisa lepas dari suaminya yang disaksikan banyak orang.

"Sekarang aku bisa tidur nyenyak, tanpa susah-susah bukain pintu buat manusia laknat itu lagi," gumam Mia.

Mia bergegas membersihkan diri dan mengistirahatkan diri setelahnya.

*****

"Cantik," batin Dante saat melihat Arinda berjalan kearahnya.

"Pagi mas. Ayo kita berangkat! soalnya hampir telat. Mas pasti lama ya nunggunya ya? maaf ya mas, saya bangun kesiangan," ucap Arinda.

"Nggak masalah. Ayo kita berangkat," ujar Dante.

Arinda kemudian menaiki motor itu untuk diantar bekerja. Setelah sampai disana, ternyata Mia dan Dian juga baru tiba.

"Aku langsung pergi kerja ya!" ujar Dante.

"Iya mas." Jawab Arinda.

"Mbak," sapa Dante sembari tersenyum kearah Dian dan Mia.

Dante langsung tancap gas pergi dari sana.

"Kamu sudah bilang statusmu itu apa?" tanya Dian.

"Belum ada keberanian mbak. Takutnya dia mengira aku salah paham sama dia." Jawab Arinda.

"Lebih cepat lebih baik Rin. Jangan buat masalah," ujar Dian.

"Iya mbak. Rencananya kalau motorku sudah selesai, aku baru akan terus terang sama dia. Kalau aku jujur sekarang, takutnya dia ndak mau nganter jemput aku lagi." Jawab Arinda.

"Loh. Kenapa kamu punya pemikiran seperti itu? itu kan maunya dia bertanggung jawab? kenapa mbak merasa kamu seperti takut, kalu dia tahu tentang status kamu?" tanya Dian.

"Mbak ngomong apa? aku ndak merasa begitu. Ini buat jaga-jaga saja," ujar Arinda.

Arinda kemudian menoleh kearah Mia yang dari tadi tampak diam sembari memakai masker.

"Sampeyan kenapa diam aja mbak? sakit?" tanya Arinda.

"Iya. Tumben pakai masker?" tanya Dian.

Grepppp

Arinda meraih tangan Mia yang banyak terdapat luka cakaran. Arinda dengan berani membuka masker Mia, yang ternyata banyak terdapat luka cakaran juga disana.

"Siapa yang lakuin ini mbak? apa ini ulah mas Ridwan?" tanya Arinda emosi.

"Kucing garong suamiku." Jawab Mia.

"Maksudnya apa Mi?" tanya Dian.

"Aku mau ngajuin cerai. Suamiku sudah genjot anak tetanggaku sampai bunting. Sekarang sudah ndak ada alasan lagi buat aku bertahan. Kalau kali ini aku sampai bertahan juga, itu artinya aku siap-siap ke rumah sakit jiwa." Jawab Mia.

"Edan suamimu mbak. Kok bisa-bisanya dia khianatin kamu dengan anak tetangga. Apa ndak cukup pergi ke rumah bordil?" ucap Arinda kesal.

"Kalau kalian mau ngajuin cerai ayo bareng sama aku. Biar kita jadi janda berjama'ah," ujar Mia yang dijawab sunyi oleh Dian dan Arinda.

"Ya sudah kalau ndak mau, berarti aku duluan bebas ya!" ucap Mia sembari tersenyum lepas.

Ketiga wanita itu melenggang masuk kedalam pabrik. Karena pekerjaan sudah menunggu mereka.

1
Dea Abdullah
suka critanya beda dr yg laen yg kebnyajan ceo ceo mulu
Safa Almira
suka ceritanya
Vita Azizah
Luar biasa
Dewi Nuraeni
tinggal Arinda sm Dian yg hrs nyusul Mia biar sm2 jadi jendes/Grin/
Dewi Nuraeni
buat apa lulusan sarjana jga klo ga digunain mh itu ijazahnya..klo cuma buat jdi tukang judol mh ga usah jdi sarjana aja/Grin/
Rydwan Ap
😭😭
Rydwan Ap
arinda cinta mati sama Dante tpi ngk mau melepaskan aditia hmmm jdi mau nya arinda itu apa??
Rydwan Ap
si arinda bkin greget😫
Rydwan Ap
waduhh yg jelas bkan sya pelaku nya kk net😅
Rydwan Ap
main nyosor aja ni sii arinda😂😂
Say Aulia Isma
Luar biasa
Author_Ay: baca karyaku kak

tawanan miliarder posesif
total 1 replies
Nm@
Gimana ya cara menentukan masa Iddahnya?
Nm@
Tentu pula mencari nafkah buat suaminya
Nm@
Kasihan sekali mereka
Nm@
Hadir, Kak
mia mieryza
bagus critanya..
Author_Ay: Permisi kak

Yuk baca juga dan masukkan ke dalam rak karya aku kak di jamin seru

NONA GALAK & TUAN POSESIF 😁😁

BERIKAN LIKE, VOTE DAN KOMEN setiap bab nya ya
total 1 replies
Suci Fatana
ah lucu sekali
Suci Fatana
kurasa kerjaan dante dibidang hukum deh
Suci Fatana
edian tenan lanangan ui...
Suci Fatana
asli ngakak perihal motor😂😂😂🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!