NovelToon NovelToon
Queenza

Queenza

Status: tamat
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Konflik Rumah Tangga-Pembalasan dendam / Cintapertama / CEO / Obsesi / Wanita Karir / Tamat
Popularitas:231.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mrs.A

"Kamu tahu kenapa ibuku memberikan nama Queenza? Karena aku adalah seorang ratu. Ya, seorang ratu yang bisa mendapatkan apa yang aku mau, termasuk kamu."

Demi melancarkan balas dendam, Queenza menjebak suami dari adiknya untuk tidur bersamanya. Rasa cinta Ayyara pada suaminya Abian, tak membuatnya marah setelah sang kakak meniduri sang suami. Namun hal buruk datang, di mana ternyata Queenza hamil. Ia juga meminta Abian untuk bertanggung jawab dan meninggalkan Ayyara.

Bagaimana kelanjutan kisahnya? Akankah Abian tanggung jawab dan menceraikan Ayyara, atau mengabaikan Queenza dan tetap bersama wanita yang dicintainya?

Ikuti terus kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrs.A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Misi Pembalasan

"Apa yang kamu rasakan, Bian! Dia kakak iparmu!" gumam Abian yang menggeleng.

Setelah itu, ia meloncat ke kolam dan berenang. Pesona Queenza memang tak bisa ditolak siapapun, termasuk Abian. Jika Ayyara terkesan wanita manis dan lucu, berbeda dengan Queenza sosok wanita dewasa yang berkharisma dan tegas serta seksi. Meski begitu, cinta Abian pada Ayyara tak kurang sedikitpun. Ia hanya terkejut melihat lekuk tubuh Queenza yang begitu sempurna di mata laki-laki.

Wanita itu sendiri tengah menggunakan pakaian setelah membersihkan diri. Ia menaikkan satu sudut bibirnya saat membayangkan bentuk tubuh Abian.

"Boleh juga tubuhnya," ujar Queenza tersenyum miring. Hingga ia memikirkan sesuatu yang membuat senyumannya semakin melebar.

**

Waktu makan malam pun datang. Abian sampai duluan di ruang makan, disusul Queenza. Abian tersedak saat tiba-tiba melihat penampilan kakak iparnya.

Tak biasanya Queenza mengenakan gaun malam seksi meski bukan lingerie, tetapi cukup membuat Abian gugup. Jantung lelaki itu semakin berdebar saat sang wanita duduk di sampingnya. Keringan mulai membanjiri dahinya saking ia merasa takut. Bukan terpesona, Abian justru merasa takut dengan penampilan Queenza yang ekstrim.

"Kenapa gak dimakan, Bian?" tanya Queenza menoleh pada lelaki disampingnya.

"I-ini dimakan," jawab Abian gugup. Entah mengapa jantungnya berdebar hebat melihat penampilan Queenza malam ini. Darahnya berdesir cepat saat mencium aroma tubuh wanita seksi itu.

Queenza sendiri dengan santai melahap makanannya. Ia tak memedulikan Abian yang sesekali mengusap keringat dingin di dahinya.

Selesai makan, Queenza meninggalkan Abian yang masih gelisah. Ia tersenyum puas melihat reaksi yang ditunjukkan suami adik tiri sekaligus sepupunya itu.

"Nani," panggil Queenza.

"Non, ada yang bisa saya bantu?" tanya Rahayu.

"Tolong suruh semua pelayan pergi ke paviliun. Setelah itu Nani juga. Aku ingin melakukan sesuatu dan tak seorang pun yang diizinkan untuk melihatnya," ujar Queenza.

"Non mau apa?" tanya rahayu.

"Ini bukan urusan Nani! Jadi patuhlah," kata Queenza kesal.

"Ba-baik, Non."

Setelah itu Rahayu menyuruh semua pelayan masuk kamar masing-masing di paviliun. Begitu juga dirinya yang pergi tak kembali ke mansion utama. Meski banyak pertanyaan di kepalanya, tetapi ia tak berani bertanya karena Queenza kini dan dulu sangatlah berbeda.

"It's show time!" Queenza tersenyum berjalan begitu anggunnya dengan gaun malam yang membuat lekuk tubuhnya tercetak sempurna, belum lagi kulitnya yang kontras dengan gaun merah menyala itu.

Queenza pergi menuju pantri membuat dua gelas es kopi untuknya dan Abian. Setelah itu, ia berjalan menuju ruang televisi di mana lelaki itu tengah menonton pertandingan sepak bola.

"Bian."

Lelaki itu terlonjak kaget melihat Queenza yang datang tiba-tiba.

"Queen. Ada apa?" tanya lelaki tampan itu.

"Oh, tidak. Aku bosan saja di kamar. Lihat kamu nonton bola jadi ke sini deh. Nih, kopi. Moga aja selera kita sama." Queenza menaruh gelas tersebut.

"Ah, ma-makasih, Queen," jawab Abian kembali gugup. Entah mengapa, saat Queenza berada di sampingnya ia merasa gelisah.

Wanita itu pun duduk melipat kakinya dengan santai sehingga kakinya sampai paha terlihat begitu jelas. Kulit seputih susu itu memang terawat dengan biaya yang fantastis.

"Mana lawan mana ini?" tanya Queenza.

Tak ada jawaban. Abian justru terlihat salah tingkah saat Queenza memergoki lelaki itu menatap tubuhnya.

"Bian, kamu kenapa?" Queenza mendekat dan mengusap dahi Abian, membuat lelaki itu merasakan panas ditubuhnya saat mencium bau parfum sang wanita yang membuat darahnya semakin berdesir.

Tanpa Abian tahu, Queenza menggunakan parfum khusus yang bisa merangsang seseorang.

"Queen!" Abian menyentuh kedua bahu Queenza dan mendorongnya pelan agar menjauh.

"Kamu kenapa? Gugup begitu duduk di sampingku. Biasanya juga biasa saja," kata Queenza tertawa.

"Gak tahu nih. Malam ini kayaknya panas ya." Abian meraih gelas es kopi yang diberikan Queenza dan meneguknya.

"Iya, sepertinya mau hujan makanya panas begini," kata wanita cantik itu meminum kopinya dengan anggun.

Keduanya terdiam dengan sesekali Quenza tersenyum melihat kegelisahan Abian. Kini, ia tak bisa diam dan harus menolong rasa aneh yang menjalar di tubuh sang lelaki.

Queenza berbalik ke kiri dan kini keduanya daling berhadapan.

"Hey, kenapa wajahmu merah begitu?" tanya Queenza dengan menyentuh dada lelaki di depannya yang berdebar hebat.

"Qu-Queen, jangan." Abian menahan tangan lembut itu. Namun, semakin ia sentuh, hasratnya tiba-tiba memuncak.

"Bian, ada apa denganmu?" Wanita bergaun merah itu berbisik di telinga suami adiknya yang membuat lelaki itu semakin tersiksa, apalagi saat Queenza mengecup tengkuk lehernya.

"Queen!" Abian memeluk wanita cantik itu dengan erat. "Apa yang kamu berikan padaku, Queen!" tanyanya dengan napas terengah-engah.

"Aku hanya memberimu sedikit obat untuk membuatmu bergairah, Bian." Queenza berulang kali mencium tengkuk leher Abian yang membuat lelaki itu tak bisa tahan lagi.

"Aku akan membencimu jika itu terjadi, Queen." Abian mencengkram punggung Queenza hingga wanita itu meringis.

"Salahkan dia yang terlalu mencintaimu, Bian. Dengan kita menyatu, ia akan merasakan apa yang aku rasakan dulu," kata anak Aarav itu sedikit meringis karena kini Abian menciumi lehernya bahkan menggigit kecil. "Lakukan apa yang kamu mau, Bian. Aku milikmu malam ini."

Abian sudah tak tahan lagi dengan hasratnya. Ia terus menciumi Queenza dengan begitu ganas. Sedangkan wanita itu hanya bisa diam saat suami dari adik tirinya mencumbu dirinya.

Ayyara yang sedang dalam perjalanan pulang bersama Aarav dan Sarah pun kini tengah di jalan. Entah mengapa perasaannya merasa tak tenang. Berulang kali ia menghubungi sang suami tetapi tak juga diangkat.

"Ke mana Mas Bian, ya?" gumam Ayyara.

"Ada apa?" tanya Sarah.

"Mas Bian aku hubungi gak diangkat," jawab wanita cantik berusia dua puluh dua tahun itu.

"Lagi nonton bola sepertinya. Kan malam ini club kesayangannya tanding dan mungkin ponselnya di kamar," sahut Aarav mwncoba menenangkan putri sambungnya. "Jangan khawatir."

Ayyara pun mencoba tak cemas. Karena waktu makan malam ia menghubungi Rahayu dan ia berkata bahwa suaminya tengah makan malam bersama Queenza.

Di saat ia menenangkan diri dan gelisah, tiba-tiba ia menerima sebuah chat. Ayyara menautkan alis saat melihat siapa yang mengirim.

"Tumben sekali Kak Queen chat," gumam wanita cantik itu tersenyum. Tanpa curiga, ia membuka chat tersebut.

Jantung Ayyara seakan mau copot melihat apa yang dikirim kakaknya.

[Hentikan dia jika tak ingin kita menyatu malam ini.]

"Astagfirullah." Ponsel Ayyara terjatuh dengan apa yang dilihatnya.

"Ada apa, Ayya?" tanya Sarah yang melihat anaknya syok.

Wanita muda itu meneteskan air mata dengan tangan gemetar sekaligus terus beristigfar berulang kali.

Melihat sang anak yang aneh, Sarah meraih ponsel Ayyara yang terjatuh. Saat ia membalikkan benda pipih tersebut, ia sama syoknya.

"Allahu akbar!"

"Ada apa?" tanya Aarav.

Sarah memberikan ponsel sang anak pada suaminya dan menunjukkan apa yang mereka lihat.

"Queenza!" ujar Aarav penuh emosi.

1
Amilawati
di bab ini AQ ndk suka queen,dia jahat SM bian padahal diantara mereka yg paling korban kahn bian👎
Amilawati
baru kali ini AQ suka pelakorya
Amilawati
kasiann Abian kena marah 🤣🤣
DN
Luar biasa
RieNda EvZie
/Good//Good//Good//Good//Good/
mommyarayra
klo di liat dri kalimat que, dia gk mslh klo papa nya menikah lagi tpi jngan sama org terdekat mereka aku nangkap nya begitu, klo di bawa ke kehidupan nyata memang sakit loh
Royani Arofat
pelet mbah dukun ya??? g ilang2 efeknya.
yovita nahak
sangat menarik ceritànya
Enggar Niken Raras
Luar biasa
yovita nahak
queenza 🤣🤣🤣
yovita nahak
author keren...
yovita nahak
waduh jangan2 quenza hamil?
Indah Viana
bagus ceritanya suka🥰🥰🥰
Rosmery Napitu
korban kok jd ayaara
Rosmery Napitu
Queen bodoh....bls dendam merusak diri sendiri....dgn cara rendahan juga,mana bekasan musuh lagi 😜😜
bekas
Sulati Cus
bagus banyak hikmah yg bisa di petik cm klu di kehidupan nyata susah kyknya ngilangin dendam
Sulati Cus: bener bgt author
total 2 replies
Yanti Turus
Queen emng cerdas 👍
Netti Setiani
kerenn
Chindykarlolina
bagus
Mrs. A: Terima kasih sudah mampir. jangan lupa mampir di novel2 Author yang lain ❤️
total 1 replies
benkk benkzuu18
akhir yang baik thor 😁
Mrs. A: Makasih 🤭
total 5 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!