NovelToon NovelToon
Lima Tahun Dipenjara, Kini Seluruh Keluarga Berlutut

Lima Tahun Dipenjara, Kini Seluruh Keluarga Berlutut

Status: tamat
Genre:Perubahan Hidup / Putri asli/palsu / Penyesalan Keluarga / Tamat
Popularitas:28.8k
Nilai: 5
Nama Author: Vira Dusk

Lima tahun dipenjara. Enam puluh bulan tanpa satu pun kunjungan.

Keira Pratama keluar dengan kaki pincang, ginjal yang hilang, dan hati yang sudah membeku. Dia putri kandung keluarga konglomerat Pratama, tetapi sejak kecil dibuang ke panti asuhan, sementara Vanessa, anak orang lain, dimanjakan sebagai putri kesayangan.

Dulu, Vanessa mendorong seseorang dari tangga, tetapi Keira yang dipenjara. Mama-nya menghapus CCTV. Papa-nya menyuruhnya diam. Lucas, pria yang pernah dia cintai, justru menjadi orang yang mengirimnya ke balik jeruji.

Namun Keira yang kembali bukan lagi gadis penurut.

Saat rahasia mulai terbongkar, keluarga yang dulu membuangnya satu per satu hancur oleh penyesalan. Dan di saat semua orang meninggalkannya, Rayhan Hartono, pewaris Hartono Group, diam-diam berdiri di sisinya.

Kini mereka semua berlutut di bawah hujan.

Tapi bagi Keira, satu hal tetap belum terjawab: **apakah penyesalan mereka datang terlambat?**

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vira Dusk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25

Bab 25

Evelyn Dikirim ke Luar Negeri

Dua minggu setelah Keira pindah ke vila PIK, Brandon menemukan pesawat yang membawa Evelyn.

Ia membentangkan data penerbangan dan foto sebuah rumah besar di Singapura di atas meja ruang kerja. Properti itu terdaftar melalui perusahaan pengelola aset milik keluarga Adiputra.

"Dua puluh petugas keamanan dikontrak untuk menjaga rumah ini dalam tiga giliran," kata Brandon. "Ada satu dokter rehabilitasi dan empat perawat. Tidak ada jadwal pemeriksaan independen, pengacara, atau penyidik yang diizinkan masuk."

Ia membuka halaman pembayaran. Ambulans dibayar perusahaan cangkang di Batam, sedangkan pesawat medis dipesan oleh kantor keluarga Adiputra. Daniel menandatangani persetujuan sebagai wali. Surat keluar rumah sakit disetujui wakil direktur yang bekerja langsung di bawah Selena.

"Mereka memakai jalur resmi agar tampak bersih," lanjut Brandon. "Tapi tujuan akhir ditulis sebagai pusat rehabilitasi. Alamat yang tercantum ternyata hanya kantor surat-menyurat. Evelyn tidak pernah masuk ke sana."

Keira membaca jam keberangkatan. Prosesnya dimulai kurang dari satu jam setelah Daniel bertemu dirinya di Glodok. Berarti ambulans dan izin penerbangan sudah disiapkan sebelum percakapan mereka. Daniel tidak sedang bereaksi spontan terhadap ancaman. Ia datang ke toko sambil menunggu rencana pemindahan selesai.

Foto dari seberang jalan memperlihatkan pagar tertutup dan ambulans di halaman. Tirai lantai dua selalu rapat.

Keira menunjuk daftar staf. "Daniel menyebutnya tempat yang aman dari Selena."

"Mungkin aman dari Selena," jawab Brandon. "Belum tentu aman dari Daniel. Paspor Evelyn disimpan manajer rumah."

Rayhan membaca laporan tanpa mengubah ekspresi. "Dia menyembunyikan saksi. Berarti dia tahu kebenaran, tapi tetap melindungi Vanessa."

"Kalau kita mencoba mengambil Evelyn sekarang, Daniel akan memindahkannya lagi," kata Keira.

"Karena itu kita tidak bergerak sebelum jalur hukum dan medis siap."

Rayhan memanggil seorang laki-laki yang menunggu di luar ruang kerja. Tubuhnya tegak, rambutnya dipotong pendek, dan cara matanya memeriksa pintu serta jendela menunjukkan kebiasaan lama.

"Arief Saputra," katanya sambil mengulurkan tangan kepada Keira. "Mantan anggota TNI. Sekarang saya menangani investigasi dan keamanan untuk Pak Rayhan."

"Keira."

"Saya tahu, Nona Keira."

Arief tidak menatap kaki pincangnya terlalu lama. Ia hanya memindahkan kursi agar jalan Keira menuju pintu tidak terhalang.

Di dalam map kerjanya, setiap informasi memiliki tiga kolom: sumber, bukti pendukung, dan pihak yang sudah mengetahui. Arief menjelaskan bahwa ia tidak akan memasukkan gosip keluarga tanpa saksi kedua. Jika menemukan risiko langsung terhadap Keira atau Evelyn, ia akan melapor lebih dulu sebelum melanjutkan.

"Saya tidak butuh cerita yang terdengar hebat," kata Keira. "Saya butuh yang bertahan di pengadilan."

"Itu juga aturan saya."

Rayhan menyerahkan satu map tipis. "Selidiki Edmond Pratama. Mulai sebelum dia masuk keluarga Chandra. Sumber kekayaan, pendidikan, pernikahan, hubungan rumah sakit, semua transaksi yang mengarah ke Selena Maheswari."

Arief membuka map dan membaca daftar target.

"Batasnya?"

"Dokumen sah, saksi yang bersedia, dan sumber yang bisa diverifikasi. Jangan memberi mereka alasan menggugurkan bukti."

"Siap, Pak."

Keira berkata, "Mas Arief, periksa juga siapa yang membayar transportasi Evelyn ke Singapura. Kalau uang Pratama Group dipakai, jejaknya mungkin bertemu penyelidikan Sekretaris Nia."

Arief mengangguk. "Saya mulai dari sana."

Sore itu, Dokter Ryan meminta Keira datang ke gedung konsultasi RS Pondok Indah yang terpisah dari ruang rawat utama. Ia memilih ruangan tanpa akses Selena dan meminta Rayhan menunggu di luar sampai Keira memberi izin.

Di atas meja ada salinan hasil pemeriksaan kecocokan ginjal delapan tahun lalu.

"Saya menelusuri kode sampelnya," kata Ryan. "Data kecocokanmu muncul lagi dalam folder persiapan transplantasi lima tahun kemudian, saat kamu berada di lapas. Nama penerima di lembar utama dihapus."

"Lalu bagaimana kamu tahu penerimanya?"

Ryan menunjukkan tiga dokumen lain. Tagihan laboratorium dijamin oleh Pratama Group. Obat imunosupresan diambil melalui resep VIP dengan inisial V.L. Jadwal kontrol fungsi ginjal dimulai pada minggu yang sama ketika catatan lapas menyebut Keira dibawa keluar untuk operasi darurat tanpa nama rumah sakit.

"Inisial bukan bukti," kata Keira.

"Benar. Ada beberapa pasien dengan inisial yang sama. Tapi nomor penjamin terhubung ke kartu medis Vanessa Pratama. Saya belum memperoleh rekam operasi asli."

Keira menatap tanggalnya. Hari ia dibawa dari lapas, seorang sipir mengatakan usus buntunya pecah. Ia bangun dengan luka panjang di sisi tubuh dan dilarang melihat berkas medis.

"Semua petunjuk mengarah kepada Vanessa," lanjut Ryan. "Saya menyebut ini dugaan kuat, bukan kesimpulan. Kita perlu data donor, data penerima, dan pemeriksaan medis yang bisa dipertanggungjawabkan."

Ryan mengeluarkan formulir permintaan pelestarian rekam medis. Dokumen itu tidak memberikan akses bebas kepadanya. Keira tetap menjadi pemilik keputusan, sedangkan rumah sakit wajib mempertahankan citra radiologi, log perubahan berkas, resep, dan catatan keluar-masuk sampel.

"Selena bisa mencoba menghapusnya," kata Keira.

"Sistem menyimpan jejak perubahan, tetapi saya tidak ingin mengandalkan satu server. Dengan tanda tanganmu, salinan citra ginjal dan hasil laboratorium bisa diperiksa rumah sakit independen."

Keira membaca setiap halaman sebelum menandatangani. Ia mencoret klausul yang mengizinkan rumah sakit menghubungi keluarga Pratama dan menggantinya dengan Amanda sebagai kontak. Ryan membubuhkan waktu di samping koreksi itu.

Keira meminta Rayhan masuk. Ia menjelaskan ulang temuan itu dengan kalimat singkat, tanpa menangis dan tanpa menaikkan suara.

"Kalau benar," katanya setelah hening panjang, "maka mereka membawaku pulang bukan karena cinta. Tapi karena mereka butuh organ cadangan."

Rayhan tidak menyentuhnya tanpa izin. Ia hanya menggeser salinan dokumen ke dalam map dan menyerahkannya kembali kepada Keira.

"Dokumen ini milikmu. Kamu yang tentukan langkah berikutnya."

Dalam perjalanan pulang, ponsel Rayhan berdering. Nama Arief muncul.

Rayhan menyalakan pengeras suara setelah Keira mengangguk.

"Pak Rayhan, saya menemukan sesuatu tentang latar belakang Edmond Pratama," kata Arief. "Dia bukan berasal dari keluarga kaya. Dan ada satu hal lagi tentang 'adik laki-laki' Direktur Selena Maheswari."

1
Intan Marliah
mewekkk banget... ceritanya disusun seepik ini.
Iba Sa Iba Daud
apa ginjal tu tuk bokapnya ato evelyn
Iba Sa Iba Daud
Kluarga bangat iblis... si kevin ni ga bs apa" klo udh depan bokapny.. bilang priksa CCTV tp bentakn bokap diam..
Iba Sa Iba Daud
sungguh orgtua yg pling kejam.. tunggu sj katmamu tua bngka
Iba Sa Iba Daud
kavin klo lo sayg kaira cari tau ksuus 5 thn llu dn sobeknya baju adk tiri manja lo tu
Rina Arie
good book
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!