NovelToon NovelToon
SURVIVAL DI PLANET SUBIRU

SURVIVAL DI PLANET SUBIRU

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:261
Nilai: 5
Nama Author: Ponny Sagita

10 juta orang berusia 18-25 tahun dengan tingkat kecerdasan, kekuatan fisik, ketangguhan mental dan kemampuan beradaptasi di atas rata rata, serta berstatus lajang, dipilih untuk menjadi penghuni planet baru bernama subiru selama 5 tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ponny Sagita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERSIAPAN

...----------------...

Di depan meja pelaporan.

"Selamat siang, dengan siapa?" Tanya petugas di meja.

"Benito Kusuma dan Kanaya Pradipta." Jawab mas Ben.

"Nomor kode silahkan ditampilkan."

Kami berdua menunjukkan lengan kiri, dan menyentuhnya. Cahaya biru bertuliskan nomor kami terlihat. Petugas tersebut langsung mencatatnya.

Lalu petugas meminta KTP kami untuk di data.

Petugas lapangan mengarahkan kami masuk ke area calon penyintas.

Di area tersebut terdapat setidaknya 20 orang, termasuk kami berdua.

Entah ini sudah semua calon penyintas di kota ku, atau belum.

Tepat jam 1 siang, penanggung jawab basis, kolonel Hamdi, menemui kami.

"Selamat siang semuanya." Ucapnya dengan suara tegas.

Kami serempak menjawab salamnya.

"Saya melihat wajah wajah muda yang penuh dengan kekuatiran namun juga penuh dengan tekad kuat. Saya yakin kalian mampu." Beliau membuka pengarahan.

Keluarga kami di luar pun bisa mendengarnya, karena beliau menggunakan microphone dan bahkan terdapat kamera wartawan lokal.

"Kita semua tidak tahu seperti apa yang akan kalian hadapi nanti. Apakah kalian akan mendarat di satu tempat atau terpisah. Apakah masalah yang akan dihadapi sama atau berbeda. Dan akan seberapa lama kalian bertahan di sana. Tapi saya tetap yakin kalian mampu. Karena itu lah kalian yang terpilih. Kalian memiliki kecerdasan, fisik, mental dan adaptasi yang mumpuni."

Beliau menatap kami satu per satu.

"Jika nanti kalian bertemu di sana, saya mengharapkan kalian bisa bekerjasama, saling mendukung, saling melindungi. Pastikan kalian semua akan kembali nantinya bersama-sama. Lakukan yang terbaik, untuk diri kalian dan juga rekan seperjuangan."

"Total penyintas dari wilayah kota Jaya sebanyak 20 orang. Total keseluruhan dari negara Pusaka terpilih sebanyak 1500 orang penyintas."

"Saya hanya bisa mewanti wanti, jika di sana kalian memiliki hal lebih dari orang lain, terutama dalam hal inventory, lebih baik sembunyikan selama kondisi kalian belum mapan. Dan pastikan kalian memilih kemampuan khusus yang dapat menopang kalian di sana. Selalu naikkan level kalian agar skill ikut naik. Skill tambahan pun akan sangat membantu kalian survive saat kalian mendapatkannya."

"Jika kalian dapat berkomunikasi, bagi informasi yang dapat saling membantu. Kalian akan berjuang bersama, berkembang bersama, dan saya harap kalian bisa pulang bersama. 5 tahun akan terasa terlalu lama atau sebentar, tergantung bagaimana usaha kalian untuk berkembang."

"Karena kalian diperbolehkan membawa beberapa barang selama tidak kelebihan muatan, kami dari pemerintah akan membantu kalian dengan membekali peralatan serba guna, diharapkan dapat membantu kalian di sana."

Kolonel Hamdi mengeluarkan sebuah tas tentara berukuran 80L, lalu mengeluarkan isinya, terdapat 1 pisau lipat multi tools, 1 smart watch tenaga surya khusus tentara, 1 kaca mata night vision, 1 kantung tidur, 1 pemantik api tanpa bahan bakar, 1 botol air minum lipat berisi 2 lt air, 2 combat shirt all size, 1 celana taktikal all size, 1 pasang kaos kaki, 1 alat kejut, 1 kotak P3K, 1 tenda kecil double layer, jas hujan, tali nilon serta carabiner, segulung kawat besar, genset portable dengan panel surya, kompor portable ukuran kecil, panci kecil dan beberapa kotak ransum tentara.

"Tas ini beserta isinya akan memenuhi 65/100 dari kapasitas inventory pemula. Untuk ransum dan air dapat memenuhi kebutuhan kalian selama 3 hari pertama. Saya yakin kalian akan mampu mencari sumber makanan dan air di sana."

Petugas basis membagikan kepada kami masing-masing satu tas berisi lengkap.

"Untuk kebutuhan dasar kalian, silahkan penuhi sisa 35% kapasitas inventory. Jika kalian memilih skill ruang, kalian akan mendapatkan tambahan ruang inventory."

"Selain perbekalan yang kami berikan sekarang, kalian akan mendapatkan pakaian seperti yang dipakai petugas di samping saya ini."

Seorang petugas peraga berdiri di samping kolonel.

"Kalian akan menggunakan topi, syal, kacamata hitam, combat shirt, sarung tangan, jaket parka waterproof, celana taktikal, kaos kaki, combat boots."

"Salah satu anggota kami yang terpilih sebagai penyintas sudah mengkonfirmasi bahwa apa yang menempel di tubuh kalian akan terbawa ke planet tujuan. Tapi tidak berlaku untuk benda yang masuk ke kantong di pakaian kalian."

"Sebagai penutup, saya ucapkan selamat berjuang untuk kalian. Ingat! Lakukan yang terbaik. Kami doakan kalian selamat selama di sana. Besok sebelum jam 09.00 wib, saya harapkan kalian kembali berkumpul di sini. Kami ingin mengantarkan kepergian kalian. Terima kasih."

Beliau lalu memberi hormat kepada kami, dan kami membalas dengan gestur yang sama.

Tak ada tepuk tangan.

Tak ada perayaan.

...----------------...

Mas Ben menggenggam tanganku.

Meski pandangannya tetap ke depan.

Hal yang sama sekali tak pernah kubayangkan sebelumnya.

Aku melihat tautan tangan kami, melihat ke arahnya, kembali melihat tangan kami.

Apa aku bermimpi?

Pria dingin, tegas, datar, dan penyendiri ini, tiba tiba menggenggam tanganku adalah hal yang di luar nuril sekali.

...----------------...

Sebelum keluar dari area para calon penyintas, berapa petugas mengukur tubuh kami dan meminta ukuran sepatu.

Para wanita disuntikkan cairan pencegah haid yang efektif selama 6 bulan dan tetap aman bahkan untuk yang alergi pada jenis obat tertentu.

Serta dibekali masing-masing 3 ampul, dapat dipakai jika masa 6 bulan sudah habis.

Kami diminta memasang reminder di smart watch yang dibagikan.

Selain aku, ada 9 perempuan lainnya yang terpilih :

* 2 pekerja kantoran.

* 3 mahasiswa S1 seperti aku.

* 1 mahasiswa S2.

* 1 konten creator dengan 10 juta followers.

* 1 pengusaha muda.

* 1 dokter koas.

Untuk para pria, juga terdiri dari 10 orang :

* 2 tentara.

* 1 polisi.

* 1 damkar.

* 2 mahasiswa S2, termasuk mas Ben.

* 2 mahasiswa S1.

* 1 pekerja kantoran.

* 1 pengusaha muda.

Semua yang terpilih berstatus single alias lajang, dan belum memiliki keturunan. Tidak sedang menjalani pengobatan, tidak memiliki penyakit berbahaya, tidak cacat.

Setelah berbagi info satu sama lain, aku menyimpulkan bahwa yang terpilih :

* Kecerdasan rata rata 80/100

* Fisik rata rata 80/100.

* Mental rata rata 80/100.

* Adaptasi rata rata 80/100.

Satu dari wanita pekerja kantoran, Raras, berusia 24 tahun, sejak awal menatap mas Ben. Aku sampai penasaran.

"Mas, cewe yang itu kenal gak? Dia ngeliatin mas terus."

Mas Ben meliriknya tak acuh. "Dia rekan kerja. Beda divisi."

Aku membulatkan mulutku. Baru faham. "Ngeliat nya kok beda ya mas. Kayak yang gimanaaaa gitu."

Mas Ben mengusap kepalaku, "Gak usah aneh aneh mikirnya. Pikirin aja besok. Malem ini mending perbanyak ilmunya yang bisa kepake di sana. Trus naikin level personal kamu. Bagus kalo nyampe level satu dalam waktu singkat."

Duh, ini kepala yang diusap, kenapa hatiku yang acak acakan.

Aku memberikan jempol, "Aman mas. Tar malem aku bakal gila gilaan. Hehehee.. "

Sungguh sesuatu yang wow sekalee aku bisa ngobrol santai dengan mas Ben.

"Penuhi poin 1 juta dalam 5 tahun ya, biar kita bisa pulang sama sama." Ujarnya pelan, "Aku bakal penuhi nazarku 5 tahun lagi."

"Apa tuh mas?" Tanyaku dengan muka penasaran.

Dia terkekeh dan mengusap wajahku, "Tar aja, tunggu 5 tahun."

"Udah yuk. Balik. Kasian pada nungguin di luar." Mas Ben menarik tanganku berdiri.

Kami keluar dari ruang dan menuju ke perkumpulan para keluarga.

"Besok sebelum jam 9, kita ketemu lagi di sini ya. Pamitan sama sama." Ujar om Bas, papa Celia.

Kami semua mengangguk.

Sebelum berpisah, Celia memelukku. Begitu juga tante Gia. Dan mba Lista, istri mas Alex.

Mas Ben dirangkul Dami, mas Alex berdiri di sisi satunya.

Hanya memperhatikan kami.

...----------------...

Jam 15.45 wib.

Kami baru sampai di rumah.

Amelia keluar membukakan pintu gerbang. Lalu diam menunggu kami keluar dari mobil.

Setelah aku turun, dia merangkul lenganku. "Aku belum ikhlas loh mba. Sedih mikirinnya." Ujarnya lirih.

Aku mengusap kepalanya. "Ikhlas gak ikhlas ya kudu ikhlas, Mel. Mau gimana lagi."

"Pantes aja ya mba kepilih, soalnya mental mba kuat banget. Dari tadi mba gak ada nangisnya, gak ada murungnya. Kalo aku yang kepilih, bakal nangis kejer loh, tereak tereak kayak kesurupan. Mana sanggup aku jauh jauh dari bapak sama ibu."

Aku tertawa pelan. "Doain aja mba baik baik di sana ya. Tolong jaga yangkung yangti. Temenin mereka kalo keliatan murung. Tenangin mereka kalo keliatan gusar. Jagain mereka kalo lagi sakit. Mba titip mereka ke kamu ya." Ucapku sambil menghapus airmatanya.

Dia mengangguk kencang, "Pasti mba. InsyaAllah aku jagain mereka, gantiin mba. Pokoknya mba harus pulang. Gak mau tau gimana caranya." Airmatanya masih mengalir.

Aku memeluknya, "Uuuh... Cengeng banget sih adekku ini. Be strong ya, dek. Jadi yang terbaik buat diri kamu sendiri. Jangan mau dilindas orang. Tolong gantiin juga mba di sasana, kasian para bocil kalo ga ada yang ngajarin lagi."

Selama ini Amelia suka ikut latihan kickboxing denganku. Dia sesekali mengarahkan para bocil untuk pemanasan sebelum masuk latihan inti.

Dia memandangku sebagai role model nya. Galak. Tangguh. Cerdas.

Kedua sepuhku, pak Budi dan bu Imah memperhatikan kami.

Mereka tersenyum mendengar pesan dan  janji diantara kami.

...----------------...

Reuni tahun ini hingga mungkin 5 tahun kedepan, sori ya aku gak bisa gabung. Kalian baik baik ya. Jangan ngajak ribut Celia. Biar ga ada aku, dia tetep aja sangar walau cengeng."

Aku tertawa kecil.

Aku menarik nafas panjang dan menghembuskan pelan.

"Untuk semua keluargaku dan orang orang yang selalu ada untukku. Tetep kompak ya. Saling jaga. Saling sayang.

Aku sayang kalian semua. Tunggu aku pulang ya."

Aku diam dan tersenyum semanis mungkin.

"Wassalam semuanya."

Amelia menghentikan rekaman video.

Wajahnya memerah, air matanya luruh.

"Mbaaa.... " Dia memelukku erat.

...----------------...

Setelah 20 menit.

Amelia keluar dari kamarku dengan mata bengkak.

Aku mengirimkan rekaman video ke semua grup yang ada aku di dalamnya.

Dengan caption "pamitan".

Tak sampai 5 menit, semua chat masuk bertubi tubi.

Beneran heboh.

Aku sampai bingung mau menjawab yang mana duluan.

Bahkan ada salah satu orang tua murid kickboxingku mengirim video anaknya menangis ketika melihat videoku.

"Kanaya... Beneran kamu kepilih? Tapi emang wajar sih. Kamu kan setrong ya. Mana bisa yang menye menye dipilih, keburu meninggoy kali di sana. Tapi ya sayang banget, ilang deh satu manusia bermutu dari muka bumi. Safe flight ya, Nay. Eh... Ke sononya pake apa deh? Pake pesawat ato pake ufo?"

Voice note yang dikirim mantan ketua kelas ku jaman sekolah. Emang suka rada nyeleneh tuh orang satu.

Aku tertawa mendengarnya.

Lalu beberapa teman kuliahku mengirimkan emot syedih aku syediih.. Syedih sekalii..

Dah lah!

Tapi ada juga yang nyeleneh, "Asiik, ga ada Naya, bisa nih di gass rebut posisi terpintar di kelas."

Yang memancing hujatan teman lainnya.

"Naya... Besok pake bajunya yang buat anti huru hara ya. Setelan lo kudu kayak Lara Croft. Badass."

"Bawa pedang perisai aja Nay."

"Pake baju anti peluru."

"Belajar ilmu anti bacok Nay."

Aku membaca semua chat satu per satu, tanpa membalasnya.

Hanya tersenyum sedih.

Aku bakal kangen sama keanehan mereka.

...----------------...

Makan malam ini dalam formasi lengkap. Bahkan pak Budi, bu Imah dan Amelia bergabung dengan kami.

Bu Imah membuatkan masakan kesukaanku.

Pesmol ikan mas.

Udang dan cumi goreng tepung dengan saos asam manis.

Kentang mustofa.

Kami makan sambil berbincang ringan, tertawa pelan, menikmati malam ini tanpa air mata lagi.

Momen ini terlalu berharga untuk dijadikan ajang tangis tangisan.

...----------------...

1
Ardella Ardellaarcell
lanjut
Ardella Ardellaarcell
lanjut kak😍
PonsParadiso: tiap hari update, makasih ya udah mau respon.. seneng akuh 😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!