NovelToon NovelToon
Babysitter-ku Maduku

Babysitter-ku Maduku

Status: tamat
Genre:Romantis / Selingkuh / Penyesalan Suami / Poligami / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aysha Siti Akmal Ali

Ketabahan Arini benar-benar diuji. Selama 6 tahun menikah, Arini tidak juga dikaruniai seorang anak dalam rumah tangganya bersama Dodi Permana. Hinaan, caci maki dan perlakuan tidak adil selalu ia dapatkan dari Ibu mertuanya.

Namun, Arini tetap tabah dan sabar menghadapi semuanya. Hingga sebuah badai besar kembali menerpa biduk rumah tangganya. Dodi Permana, suami yang sangat dicintainya berselingkuh dengan seorang wanita yang tidak lain dan tidak bukan adalah Babysitter-nya sendiri.


🚫 Warning! Cerita ini hanya untuk Pembaca yang memiliki kesabaran tingkat dewa, sama seperti tokoh utamanya. Cerita ini memiliki alur cerita ikan terbang yang bisa membuat kalian kesal 💢 marah 💥 dan mencaci maki 💨😅 Oleh sebab itu, jika kalian tidak sanggup, lebih baik di skip saja tanpa meninggalkan hujatan buat othor, yeee ...

❤ Terima kasih ❤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aysha Siti Akmal Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Karena tidak berhasil membujuk Arini, pasangan itu pun segera pulang dengan penuh kekecewaan. Bukan hanya pasangan itu, tetapi sudah beberapa pasangan yang datang kepada Arini dengan maksud yang sama, meminta bayi mungil tersebut untuk diadopsi.

"Heh, memangnya kamu mampu merawat anak itu? Kamu saja tidak punya pengalaman dalam merawat bayi. Sekarang malah sok-sokkan jadi Ibu dadakan. Kamu harus ingat satu hal ya, Arini. Jika sesuatu terjadi pada bayi itu, jangan pernah minta bantuan ku karena aku tidak akan sudi membantumu," kesalnya, setelah para tamu pergi.

Arini yang masih duduk di sofa ruang tamu sambil menggendong bayi mungil tersebut, menghembuskan napas berat. Ia menoleh pada Bu Nining yang sedang duduk di sofa yang sama, tetapi dengan jarak yang lumayan jauh.

"Do'akan saja agar Arini selalu diberikan kesehatan dan bisa merawat bayi ini dengan baik, begitu pula bayi ini. Dengan begitu, Ibu tidak perlu cemas karena setidaknya kami tidak akan menyusahkan Ibu," sahut Arini sambil menyunggingkan sebuah senyuman hangat.

Arini bangkit dari sofa tersebut, masih bersama bayi cantik itu yang kini tertidur nyenyak di pelukannya. "Arini ke kamar dulu ya, Bu. Permisi," lanjut Arini sembari melangkah menuju kamarnya.

Sementara Bu Nining tampak kesal. Jawaban Arini yang terdengar sangat manis, ternyata dapat menyinggung perasaannya yang memang terlalu sensitif. Wanita paruh baya itu terus mengomel walaupun Arini sudah pergi dari ruangan tersebut.

Sesampainya di kamar, Arini segera menidurkan bayi mungil itu di atas tempat tidurnya. Ia pun sempat berbaring sejenak di samping bayi itu sambil memperhatikan wajahnya yang terlihat begitu menggemaskan.

Tidak berselang lama, Dodi pun tiba. Arini bergegas menuju depan rumahnya dan menyambut kedatangan suaminya itu.

"Bagaimana, Mas? Sudah selesai," tanya Arini sembari menghampiri Dodi yang baru saja tiba. Lelaki itu tampak kelelahan setelah mengurus penemuan bayi tersebut. Ia juga dijadikan sebagai saksi mata atas penemuan bayi tersebut.

Arini berjalan di samping Dodi hingga memasuki rumah sederhana mereka.

"Belum, Sayang. Para pihak berwajib sedang melakukan penyelidikan termasuk melihat hasil rekaman CCTV jalan yang ada di sekitar sini. Ya, semoga saja semuanya cepat terungkap. Biar yang membuang bayi ini cepat ditemukan," jawab Dodi sembari menjatuhkan tubuh lelahnya di sofa ruang tamu.

"Seumpama semuanya sudah terungkap dan yang membuang bayi ini berhasil diamankan, kemudian pihak wali dari bayi ini memintanya untuk segera dikembalikan, apa Mas akan mengembalikannya?" tanya Arini dengan wajah sedih menatap Dodi.

Dodi tersenyum tipis kemudian mengelus puncak kepala Arini. "Tentu saja, Sayang. Biar bagaimana pun bayi ini masih hak mereka. Kecuali mereka memang tidak menginginkannya. Baru kita urus semuanya,"

Arini menundukkan kepalanya menghadap lantai. Ia sangat sedih setelah mendengar penjelasan dari Dodi. Namun, apa yang dikatakan oleh suaminya itu memang benar dan mereka tidak berhak menolak jika pihak wali dari bayi tersebut ingin mengambilnya kembali.

"Sayang ...." Dodi meraih wajah Arini yang tertunduk kemudian menatapnya lekat. "Jika bayi ini memang ditakdirkan untuk kita, dia pasti akan menjadi milik kita. Tapi jika Tuhan memang tidak menakdirkan bayi ini untuk tinggal bersama kita, biar bagaimana pun kita menginginkannya, ia akan tetap pergi dari kita, Sayang," jelas Dodi.

"Kamu benar, Mas. Tapi jujur, aku masih sangat berharap bisa merawat bayi ini. Dan aku berjanji akan merawatnya seperti bayiku sendiri," jawab Arini sambil tersenyum kecut.

"Aku mencintaimu, Arini." Dodi melabuhkan ciumannya di kening Arini kemudian segera bangkit dari posisi duduknya. "Sebaiknya aku mandi dulu, Sayang. Badanku sudah bau," lanjutnya sambil terkekeh pelan.

"Ya, kamu bau keringat, Mas," lanjut Arini yang ikut tertawa pelan kemudian mengikuti langkah Dodi menuju kamar mereka.

"Oh ya, Mas sampai lupa menanyakan soal bayi cantik itu. Di mana dia? Sedang tidur, ya?" tanya Dodi lagi.

"Ya, Mas. Ia sedang tidur di kamar," jawab Arini. "Mas, kita akan kasih nama dia siapa? Sejak tadi malam kita cuma memanggilnya 'bayi ini, bayi itu', kasihan 'kan, Mas." Arini tampak protes karena Dodi belum juga memberikan nama untuk bayi mungil tersebut.

Dodi tergelak apalagi saat itu wajah Arini terlihat sangat menggemaskan ketika ia menekuk wajahnya. "Iya, ya. Mas sampai lupa. Baiklah, nanti setelah mandi, kita bicarakan lagi."

...***...

1
Putra Perdana
Luar biasa
Sweetie blue
Semangat arini..
Lilijani Martini
betul ibu Yen Margaret, seharusnya laki2 yg berkhianat kena tulah , tp kenyataan nya malah kebalikan , merasa dirinya hebat ,
❤️⃟Wᵃf‌ ѕαяαѕ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ①☘𝓡𝓳
baru sadar Doni yang mandul BKN arini
Ira
Dulu pas pembagian otak dimana ya suci kok bodoh..
Erina Munir
takdir ...meureeuun
Dewi Dama
lanjutttt....semangat...
Dewi Dama
sedih bangat..kasian Arini...lebih bsik di ceraikan sy thoorrr...
Dewi Dama
Luar biasa
Dewi Dama
iyaa.. thoorrr...bagus...jln cerita nya juga bagus kok...
Dewi Dama
semangat thorrr...
Nina Pudjiastuti
diawal cerita aja udah Bombay.
penasaran nih kita /Grin//Grin/
Nur Lailaljk00 Khamarudin
hendra sama suci aja.
R'vina
kena juga tuh c ikan asin/Yawn/
R'vina
dimata hendra kamu kaya ikan asin, yg mau biasanya kucing liar n kucing kampung. klo kucing2 mahal gak mau ikan asin /Facepalm//Tongue/
R'vina
Luar biasa
R'vina
gemes deh sama bumer satu ini, pengen tak cubit ginjalnya/Cleaver//Hammer/
Ahsin
drpd sakit hati trs knp gak berpisah sj arini
Viaa
*tersungging
Dyah Oktina
hendra kasih yg gadis dong thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!