NovelToon NovelToon
Mendadak Jadi Simpanan Tuan Douglas

Mendadak Jadi Simpanan Tuan Douglas

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Obsesi / Transmigrasi
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

WARNING!! HANYA UNTUK DEWASA!!

Cecilia tidak menyangka, baru saja pindah jiwa ke tubuh wanita lain malah terjebak jadi simpanan Tuan Douglas yang dingin.

Cecilia pun berpikir untuk bisa kabur dari jeratan Tuan Douglas, semakin Cecilia menjauh maka semakin kuat juga Tuan Douglas ingin memilikinya.

"Kau hanya milikku sayang, sampai kapanpun akan tetap menjadi milik ku!" Douglas

"Enak saja! Lebih baik aku mati saja daripada jadi simpanan!" Cecilia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tahanan Dalam Kamar

Pagi harinya, sinar matahari menyusup lembut melalui celah tirai jendela kamar mewah bernuansa abu-abu. Douglas perlahan mengerjap dan membuka kedua matanya. Namun, sedetik kemudian, dahi pria itu langsung berkerut dalam.

​Douglas terkejut bukan main saat menyadari lengan kekarnya terasa kosong. Wanita yang semalam berada di dalam dekapannya sudah tidak ada di sana.

​Pikiran-pikiran buruk langsung berkecamuk di dalam kepalanya. "Sejak kapan aku bisa tidur begitu nyenyak sampai tidak menyadarinya? Apa wanita itu telah membiusku saat tidur? Apa Cecilia nekat melarikan diri lagi dariku?!"

​Meskipun akal sehatnya berkata bahwa hal itu hampir mustahil mengingat tingkat keamanan mansion ini yang berlapis baja, kecurigaan Douglas tetap mendominasi.

​Belum sempat Douglas beranjak dari ranjang untuk mencari, pintu kamar mandi tiba-tiba berderit pelan dan terbuka.

​Sosok Cecilia muncul dari dalam sana dengan handuk kecil di tangan dan wajah bingung yang polos. Gadis itu langsung tertegun di ambang pintu saat mendapati Douglas sedang menatapnya dengan sorot mata yang begitu tajam dan intimidatif, seolah-olah ia baru saja melakukan kejahatan besar di muka bumi.

​Tanpa membuang waktu, Douglas langsung melompat turun dari ranjang. Pria bertubuh menjulang itu menghampiri Cecilia dengan langkah lebar, lalu seketika mencekal pergelangan lengan Cecilia dengan erat.

​"Berani sekali kamu meninggalkanku di atas ranjang, hah?!" bentak Douglas dengan suara rendah yang menggelegar dan penuh ancaman.

"Apa kamu berniat kabur lagi dariku, Cecilia?! Apa hukuman brutal kemarin masih belum membuatmu jera?!"

​Mendengar bentakan penuh amarah itu, sekujur tubuh Cecilia langsung bergetar hebat ketakutan. Sialnya, yang ada di dalam kepalanya saat itu bukanlah rasa sakit fisik, melainkan ketakutan luar biasa jika Douglas kembali memaksanya melakukan hubungan intim. Sentuhan pria itu begitu kasar, mendominasi, dan menyiksa. Cecilia bersumpah dalam hati, ia tidak sanggup lagi merasakan siksaan biadab seperti itu untuk kesekian kalinya.

​"T-tidak...!" cicit Cecilia dengan suara bergetar dan terbata-bata, air matanya nyaris tumpah karena panik.

"Sumpah demi apapun, aku tidak berniat kabur ke manapun, Douglas! Aku cuma mau ke kamar mandi... sungguh! Perutku mules, makanya aku bangun duluan!"

​Douglas menyipitkan mata, meneliti seluruh inci ekspresi wajah Cecilia dengan sangat intens, mencari-cari apakah ada kebohongan di balik manik mata gadis itu. Namun, yang ia temukan hanyalah ketakutan murni dan kepolosan yang nyata.

​Melihat tidak ada tanda-tanda kebohongan, genggaman tangan Douglas di pergelangan tangan Cecilia perlahan-lahan mengendur, lalu terlepas.

​"Jangan coba-coba menguji kesabaranku, Cecilia," ucap Douglas dingin. Tanpa berkata apa-apa lagi, pria itu berbalik dan melangkah masuk ke dalam kamar mandi, meninggalkan Cecilia yang masih berdiri mematung dengan napas memburu dan dada bergemuruh akibat sisa rasa takut.

​Entah mengapa, keberanian dan sifat cerewet Cecilia mendadak lenyap tak bersisa jika sudah berhadapan langsung dengan singa kelaparan seperti Douglas.

​Beberapa menit kemudian, Douglas keluar dari kamar mandi. Seperti biasa, pria itu berjalan santai tanpa mengenakan sehelai benang pun di tubuhnya, membiarkan tubuh atletisnya terekspos bebas.

​Cecilia yang melihat pemandangan itu langsung membuang muka, merona merah sambil mengalihkan pandangannya ke dinding.

"Astaga... lama-lama aku bisa jantungan kalau tiap hari disuguhi pemandangan tidak senonoh seperti ini!" batinnya menggerutu kesal. Meskipun ia berusaha memalingkan wajah, jauh di lubuk hatinya ia tahu bahwa ia harus mulai membiasakan diri, meskipun rasa canggung dan tidak nyaman itu tetap mendominasi.

​Douglas melangkah santai menuju ruangan terpisah di sudut kamar, sebuah walk-in closet pribadi yang penuh dengan pakaian-pakaian bermerek miliknya.

​Tidak berselang lama, Douglas keluar dengan penampilan yang sudah berubah drastis. Pria itu tampak sangat rapi dan memukau dalam balutan setelan jas formal berwarna gelap, memancarkan aura seorang CEO kaya raya yang berkuasa penuh.

​Namun, langkah Douglas terhenti tepat di hadapan Cecilia. Pria itu mengambil sehelai dasi bermotif garis-garis abu-abu dan putih dari tangannya, lalu menyodorkannya begitu saja ke depan dada Cecilia.

​"Pasangkan," titah Douglas singkat dengan nada absolut.

​Cecilia mengerjap pelan, menatap dasi di tangan Douglas lalu menatap wajah pria itu dengan ekspresi jengkel setengah mati.

​"Kenapa harus aku lagi?!" protes Cecilia dengan suara berbisik kesal, melipat tangannya di dada.

"Punya tangan kan? Pasang sendiri sana!"

​Douglas menaikkan sebelah alisnya, menatap tajam manik mata Cecilia tanpa bergeser sedikit pun. Tidak perlu ada ancaman verbal, tatapan mata biru itu saja sudah cukup membuat Cecilia ciut nyali seketika.

"​Sialan, awas saja ya kau, Tuan Iblis!" maki Cecilia dalam hati dengan dongkol.

​Dengan rasa tidak ikhlas lahir dan batin, Cecilia melangkah mendekat. Namun, karena perbedaan tinggi badan mereka yang terlampau jauh, kepala Cecilia hanya sebatas dada bidang Douglas lagi-lagi Cecilia dibuat kesulitan.

​"Ck, menyebalkan sekali..." gerutu Cecilia pelan.

​Tanpa membuang waktu dan rasa gengsi, Cecilia akhirnya naik ke atas tepi ranjang agar posisinya sedikit lebih tinggi. Dengan gerakan malas-malasan, ia mulai melingkarkan dasi bergaris itu di leher Douglas dan mulai memasangkannya dengan asal-asalan.

​Douglas mendongak sedikit, membiarkan jemari mungil Cecilia sibuk merapikan simpul dasinya. Pria itu menatap tajam wajah Cecilia yang tampak sengaja membuang muka ke arah samping, menunjukkan ekspresi masam dan cemberut yang kentara.

​Tepat saat Cecilia baru saja menyelesaikan simpul dasinya dan hendak menarik mundur kedua tangannya, tangan besar Douglas bergerak secepat kilat.

​Pria itu mencengkeram tengkuk Cecilia dengan lembut namun tegas, lalu menarik wajah gadis itu mendekat ke arahnya.

​Cup.

​Douglas mendaratkan sebuah ciuman di bibir Cecilia. Kali ini, ciuman itu tidak kasar ataupun beringas seperti sebelumnya, ciuman itu cukup menuntut, hangat, namun menyisakan kehangatan yang asing di dada Cecilia.

​Setelah beberapa detik mengecap bibir Cecilia yang masih menyisakan sedikit bekas luka, Douglas melepaskan tautannya. Ia menatap lekat-lekat manik mata gadis itu yang masih melongo karena terkejut.

​"Tunggu aku pulang," bisik Douglas tepat di depan bibir Cecilia dengan suara baritonnya yang rendah dan berat.

"Dan ingat, jangan coba-coba berkeliaran ke manapun selama aku tidak ada. Kamu harus tetap berada di dalam kamar ini, atau kamu akan tahu akibatnya jika kamu membangkang dan harus dihukum lagi."

​Mendengar peringatan bernada ancaman halus itu, Cecilia buru-buru mengangguk pasrah dengan cepat.

"I-iya... aku paham. Aku di kamar saja..." cicitnya patuh, tidak punya pilihan lain selain menuruti perintah sang penguasa mansion.

​Puas dengan jawaban patuh itu, Douglas akhirnya melepaskan cengkeramannya dari tengkuk Cecilia. Pria itu mengambil jas dan ponselnya di atas nakas, berbalik badan, dan melangkah keluar kamar meninggalkan Cecilia seorang diri di dalam sangkar emas tersebut.

Bersambung...

Ini kayaknya Douglas ada gangguan jiwa gasih? Tiba-tiba baik dan tiba-tiba aja seperti kucing galak.🙄

1
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Potatoes 🥔
Clingy banget 😒
Potatoes 🥔
Makanya, komunikasi yang bener😒
partini
mau kabur kemana mending ga usah lah nanti ketemu lagi percuma aja
Mia Camelia
seneng nya ngliat mereka berdua akur2 jom and jerry🤣🤣🤣🤣
Mia Camelia
coba dari dulu doghlas bersikap manja ky bgini, pasti cecil gk bakal kabur🤣🤣🤣
Mia Camelia
waduh jangan2 doughlas udah berubah nih jadi greenflag🤔🤔🤔
ati2 cecil🤭🤭🤭
Mia Camelia
akhir nya cecilia udah semangat lgi🤭🤭🤭
ati2 doughlas klo cecilia kabur🤣🤣🤣🤣
Mita Paramita
douglas terlalu kejam
Mia Camelia
kalo sama2 susah berkomunikasi ky gini, kasian cecilia nya😔😔😔
thor plis kasih doughlas pelajaran dong,jdi gemes nih🤣🤣🤣🤣
It's me Ri🥕: Tentunya kita kasih pelajaran, cuma kan ga mungkin langsung masuk kesitu kak, bentar lagi konflik kok dan Douglas nyesel😁 Ditunggu yaaa
total 1 replies
partini
kaya rollercoaster mereka berdua
mungkin methong kedua kali cil baru bebas
Alissia
awas nanti cilcila hamil🤭🤭😖😖
Alissia: hamil thor tapi sama Dougles di paksa anu anu sampek keguguran cilcilanya😢😢
total 2 replies
Alissia
kok gak peka sih Dougles tak getok palamu🤭🤭
Alissia
apa Douglas punya ke pribadian ganda 🤔🤔🤭🤭
Alissia
bayi tuanya mimik cucu 🤣🤣
Alissia
kayaknya Douglas udah jatuh cinta sama Ciilcila tapi gengsi mau menggungkapkan🤭🤭
Alissia
awas bucin Douglas🤭🤭🤭
Dewi Anggraeni
Lanjutttt
Dewi Anggraeni
lanjut
Dewi Anggraeni
lanjutttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!