Bunga selama 6 tahun dia menanti kekasih nya yang bernama Yudha seorang polisi yang bertugas di luar pulau jawa.
Dia menanti kekasih nya selama itu karena tidak ada kata perpisahan diantara mereka, hanya sebuah perpisahan sementara dan Yudha berjanji akan kembali tahun depan untuk melamar Bunga.
Sehingga Bunga merasa dia masih kekasih Yudha karena tidak ada kata putus diantara mereka hanya hilang tanpa kabar.
Karena penantian Bunga selama ini menanti kekasih nya kembali dia selalu menutup hatinya untuk lelaki lain.
Anton teman Bunga yang seorang guru dia jatuh cinta terhadap Bunga namun Bunga selalu menolak perasaan Anton karena dia masih mengharap kan Yudha kembali kepadanya.
Apakah Bunga dan Yudha akan bertemu kembali..??
Apakah Yudha masih menjaga hatinya seperti Bunga..???
Atau Bunga lebih memilih Anton..???
Extra Part
Menceritakan kisah cinta Shapira yang sudah dewasa, dengan seorang laki - laki bernama Fathir yang berprofesi sebagai seorang polisi.
Kisah cinta kehidupan rumah tangga mereka yang penuh dengan masalah, dan hadir nya sang mantan Fathir bernama Anggi yang berada di tengah - tengah rumah tangga mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puspa Herliyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Flashback on 8
Waktu pun telah tiba dimana malam ini adalah malam terakhir Bunga dan yudha bersama. mereka bersama menikmati malam - malam terakhir di villa milik yudha. ( eits tapi mereka tidak melakukan yang lebih ya.. 🙂🙂)
Karena besok pagi dia harus menuju bandara untuk ke kalimantan.
" Yank jangan nangis terus dong Aa jadi sedih kalau bisa diganti Aa mau batalin tugas disana ." Ucap Yudha sambil memeluk tubuh bunga yang sedang menangis di dalam dekapan pelukan Bunga.
" Yank tetaplah seperti ini sampai pagi yank sampai kita berpisah besok ." Ucap Bunga menangis dan memeluk erat tubuh Yudha.
"Hati ini terasa berasa berat sekali melepas kamu se akan kita akan berpisah untuk selama nya dan ini jadi pertemuan terakhir kita ." Ucap Bunga yang masih menangis.
" Ssstttt jangan bilang seperti itu kan ada ponsel nanti kalau ada waktu libur Aa bakalan pulang dan 1 tahun lagi neng selesai kuliah dan Aa akan melamar neng ." Ucap yudha sambil mengecup pucuk kepala Bunga.
"Yank janji ya kalau sudah sampai langsung kabari dan janji setiap hari saling kasih kabar ." Ucap Bunga sambil mengelus pipi Yudha dengan jari tangan nya.
"Iya sayang janji ." Ucap Yudha lalu sekilas mengecup bibir bunga.
"Ya sudah sekarang sudah malam tidur besok Aa harus pagi - pagi berangkat ." Ucap yudha sambil mengelus punggung Bunga.
Bunga pun menenggelamkan wajah nya kedalam dada bidang milik yudha mencoba untuk memejamkan matanya
" Saya juga sebenarnya sedih sayang harus berpisah, karena jarak yang memisahkan kita. Ada lautan yang terbentang luas memisahkan jarak kita, tapi cinta ini akan selalu ada di hati kita ini sayang dan saling menjaga." Guman Yudha sambil mengeratkan pelukan nya.
" Jaga hati ini sayang jaga cinta ini sayang walau jarak memisahkan kita, kita akan selalu bersama walau raga ini tak bisa bersama dan tak bisa saling berpelukan seperti saat ini." Guman Bunga yang sambil meneteskan air matanya.
Hari ini pun telah tiba Yudha yang sudah ada di bandara bersama sesama anggota lain yang akan terbang menuju kalimantan. Dan Yudha di antar oleh kedua orang tua nya dan Bunga tidak bisa mengantar Yudha ke bandara karena di kampus sedang ada kuis sehingga dia tidak bisa untuk ijin tidak mengikuti kuis di kelasnya.
" Mah pah Yudha bakalan kangen kalian mungkin Yudha tidak bisa bolak balik setiap minggu untuk berkunjung ke rumah ." Ucap Yudha.
"Iya nak nggak apa - apa yang penting setiap hari kasih kabar ya nak ." Ucap papah Yudha.
Mamah Yudha menangis saat berpisah dengan anaknya yang akan bertugas.
"Sudah dong mah, jangan nangis terus Yudha bakalan kabari kalian setiap hari dan Kalimantan kan masih Indonesia mah. " Ucap Yudha sambil mengusap air mata mamah nya.
" Nak jaga dirimu ya baik - baik di sana. " Ucap mamahnya.
" Iya mah Yudha janji, kalau ada waktu libur Yudha akan pulang karena tidak hanya mamah papah saja yang sedih Bunga pun sama bersedih malah seperti mamah dia menangis terus. " Ucap Yudha.
Panggilan untuk memasuki pesawat yang akan di tumpangi Yudha pun tiba, Yudha lalu bersiap - siap untuk menuju pesawat yang akan di tumpangi nya. Yudha berjalan menghampiri mamah papah nya lalu memeluk kedua orang tua nya bergantian.
"Yudha berangkat dulu ya mah pah jaga kesehatan kalian, titip Bunga ya mah tahun depan saya akan meminta mamah papah untuk melamarnya ." Ucap yudha.
"Iya nak kita janji. " Ucap papah yudha.
Yudha pun pergi meninggalkan kedua orang tuanya, menuju pesawat yang akan yudha tumpangi bersama anggota lain nya.
Yudha pun sudah berada di dalam pesawat dia memandang keluar jendela pesawat.
" Sayang jaga hati jaga cinta kita jaga raga selama kita berjauhan. sayang tunggu tahun depan Aa akan melamar neng. Bunga i love you. " Guman Yudha saat berada di dalam pesawat.
Setelah diu hari kepergian Yudha Bunga belum mendapat kabar dari Yudha tak ada pesan maupun telpon. Bunga saat ini merasa khawatir karena tidak ada satu pesan pun dari kekasihnya itu.
*************
"Akh.. kamu kemana sih yank, seharusnya nya kan sudah kasih kabar dari kemarin ini sudah 2 hari kamu nggak kasih kabar ." Ucap Bunga khawatir
Lalu Silvia datang mendekati Bunga yang sedang duduk di kursi Taman kampus.
"Yudha belum juga kasih kabar??" Tanya Silvia sembari duduk di samping Bunga.
" Iya nih nggak tau kemana dia seharusnya kan dari kemarin dia kasih kabar ." Ucap Bunga.
" Mungkin dia sibuk tunggu saja ." Ucap Silvia menenangkan.
" Kamu nggak coba telpon atau kirim pesan sama dia? " Tanya Silvia.
" Sudah tapi ponselnya tidak aktif, makan nya yang bikin saya khawatir karena ponselnya tidak aktif ." Ucap Bunga.
" Mungkin tidak ada sinyal . " Ucap Bunga.
" Tidak mungkin dia bilang di kota nya bukan di daerah pedalaman ." Ucap Bunga sambil mengotak atik ponsel nya.
" Ya sudah sabar say, barang kaki sibuk positif thinking aja dia baik - baik saja percaya deh . " Ucap Silvia menenangkan sahabatnya.
Bunga pun terus mencoba mengirim kan pesan kepada yudha sudah 100 pesan lebih yang dia kirim kepada Yudha Namun semua nya pesan yang dia kirim status menunggu.
" Say masuk ke kelas yuk itu Dosen kita lagi jalan mau masuk ke kelas . " Ucap Silvia sambil beranjak dari tempat duduknya.
" Hayu masuk ." Ucap Bunga juga sambil beranjak mengikuti langkah Silvia meninggal kan taman kampus mereka.
Tetapi saat sedang melangkahkan kakinya di anak tangga yang akan menunju kelasnya ponsel Bunga terjatuh kebawah dan hancur karena tersenggol salah satu teman nya yang menaiki anak tangga sambil berlari terburu - buru.
" Hey.. kamu gimana sih ." Ucap Bunga kesal.
Mahasiswa itu cuman menoleh.
" Maaf.. saya buru - buru ." Ucap kata mahasiswa itu lalu terus melanjutkan langkah nya dengan terburu - buru.
Lalu Bunga menuruni anak tangga untuk memungut ponselnya kembali.
" Yah.. hancur deh ponselnya ini sih harus beli yang baru lagi nggak mungkin bisa di betulin ." Ucap Bunga sambil memunguti ponsel nya yang hancur berserakan di lantai.
"Say hancur ponselnya gimana nih. " Ucap Silvia.
" Ya mau gimana lagi hancur gini. " Ucap Bunga.
" Kamu minta ganti sama tuh orang yang sudah jatuhin ponsel kamu ." Ucap Silvia kesal.
" Sudahlah biarin saja, dia nggak sengaja misal minta ganti juga mending dia punya uang kaya nggak tahu saja, kita kan masih mengandalkan uang bulanan dari orang tua kita ." Ucap Bunga sambil memasukan remukan ponselnya kedalam tasnya.
" Ya sudah hayu masuk ke kelas, kita sudah telat Dosen kita pasti sudah kasih materi disana ." Ajak silvia sambil melangkahkan kaki nya menuju tangga yang mengarahkan ke kelas Bunga dan Silvia.
"*Semoga saja pas ponsel saya nggak aktif dia hubungi Silvia atau Aa Tio kasih kabar. "Guman Bunga bersedih sambil melangkahkan kakinya di anak tangga*.