Avelin, seorang gadis muda yang menikah dengan pria matang bernama Zayn, kini harus menelan pil pahit ketika ia mendapati sang suami telah berselingkuh dengan cinta pertamanya.
Bukannya melabrak, Avelin justru menyusun rencana untuk membalas perbuatan mereka dengan cara yang lebih kejam.
Setelah ia mendapati wanita itu memiliki anak seusianya, ia menjadikan putra satu satunya wanita itu sebagai alat balas dendamnya.
" Velin, aku tahu kamu mendekati aku hanya sebagai alat balas dendammu kepada ibuku. Aku terima semua itu asalkan aku bisa tetap bersamamu. Aku mencintaimu Velin, maukah kau tetap bersamaku meskipun hanya sebagai pionmu?"
Apakah kedekatan mereka selama ini mampu menumbuhkan perasaan cinta di dalam hati Avelin, atau justru hanya kebencian yang mendarah daging dalam dirinya?
Yuk dukung kisah mereka hanya di sini!
Di sarankan membaca dari awal sampai akhir agar tidak mempengaruhi performa karya ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon swetti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEBOHONGAN SISKA
Jeduarrrr...
Bagai di sambar petir di siang bolong tubuh Zayn terasa kaku. Velin mengadahkan tangannya ke Daniel, Daniel segera memberikan amplop putih berukuran cukup besar dengan logo rumah sakit ternama.
" Ini laporan aslinya." Velin memberikan amplop itu pada Zayn. " Kalau kamu tidak percaya, kamu bisa telepon direktur rumah sakit dan menanyakan kebenarannya." Imbuh Velin.
Dengan tangan gemetar, Zayn membuka amplop tersebut. Ia menarik kertas hasil rekam medis miliknya. Ia membacanya dengan teliti dan...
" Tidak, ini tidak mungkin. Jika aku mandul kenapa Siska bisa hamil." Gumam Zayn menggelengkan kepala.
Melihat itu, Siska merebut kertas tersebut lalu membacanya.
" Jangan percaya Zayn! Laporan ini palsu. Velin pasti sengaja memalsukan hasil laporan ini. Kita tidak boleh percaya padanya begitu saja. Ini anak kamu Zayn, aku berani bersumpah. Aku tidak pernah melakukan dengan orang lain." Ujar Siska menyakinkan Zayn.
" Kalau begitu, mari kita dengarkan penjelasan dari direktur utama. Kita lihat apakah aku berbohong atau tidak." Ujar Velin. Ia mengambil ponsel di tasnya lalu segera menelepon direktur rumah sakit tersebut yang tak lain adalah adik dari tuan Wijaya yaitu tuan Pram.
" Halo sayang, ada apa malam malam telepon paman hm? Apa ada yang harus paman tutupi lagi dari Zayn?" Tanya tuan Pram.
Deg...
Zayn mendadak jadi gelisah begitupun dengan yang lain. Berbeda dengan Velin yang nampak tenang.
" Apa paman tahu kalau laporan hasil tes kesuburan mas Zayn di ambil oleh seseorang?"
" Ya, paman di kasih tahu pihak laborat tadi. Katanya saudaranya Zayn, dia sempat telepon Zayn dan Zayn mengijinkan dia yang ambil makanya paman kasih. Gimana? Apa ada masalah?"
" Ah tidak paman, hanya saja hasil laporan itu di salah gunakan oleh seseorang untuk menghancurkan pernikahanku."
" Apa??? Siapa yang berani menghancurkan pernikahan keponakan paman hmm? Pantas saja kamu menyuruh Daniel mengambil laporan aslinya. Katakan pada paman, siapa yang berani mengganggu pernikahanmu! Paman akan buat perhitungan padanya." Ujar tuan Pram tidak terima ada yang mengusik kebahagiaan keponakan tercintanya.
" Paman tidak perlu membuang waktu untuk itu, aku bisa menanganinya sendiri. Ya sudah paman, aku tutup teleponnya."
" Baiklah, segeralah pulang. Kakak sangat merindukanmu, kita ketemu di rumah ya." Ujar tuan Pram.
" Iya paman setelah ini aku langsung pulang, terima kasih." Velin menutup sambungan teleponnya.
" Kalian semua sudah mendengar sendiri kan? Hasil laporan ini asli, dan yang tante Siska ambil itu palsu." Ucap Velin. " Itu artinya bukan aku yang mandul, tapi mas Zayn." Imbuh Velin.
Zayn menatap tajam ke arah Siska. " Apa benar yang dia katakan? Aku mandul Siska, lalu bagaimana aku bisa membuatmu hamil hah? Kamu hamil anak pria lain, dan kamu menjadikan aku sebagai penutup aib kamu? Beraninya kamu!!! Kamu telah menghancurkan pernikahanku dengan Velin. Akan aku buat perhitungan." Zayn yang telah di kuasai amarah mendorong Siska dengan keras.
Brugh...
" Awhhhh!!!!" Teriak Siska begitu punggungnya terbentur meja. Tubuhnya pun langsung mendarat ke lantai.
" Zayn, kamu jangan percaya dia. Dia sengaja mengadu domba kita. Dia pasti menyewa aktor untuk berpura pura menjadi direktur rumah sakit. Dia.."
" Kamu tidak tahu siapa dia Siska!!!!" Bentak Zayn. " Dia... " Zayn menunjuk Velin. " Pewaris satu satunya keluarga Wijaya, dan aktor yang kamu maksud tadi itu adik dari papa Wijaya, pamannya Velin."
Deg...
Siska menatap Velin, ia tidak menyangka jika Velin berasal dari keluarga terkaya di kota ini.
Velin tersenyum smirk menatap Siska. " Sekarang kamu tahu siapa aku, dan aku rasa kamu juga bisa menebak tanpa aku mas Zayn bukan siapa siapa. Kalau kamu mau merebutnya dariku, silahkan saja. Aku berikan sampah itu padamu." Ujar Velin.
Zayn mencekal lengan Velin, " Tidak sayang, mas tidak mau bercerai darimu. Kita balikan ya, mas janji mas akan berubah. Mas tidak akan mempedulikan Siska lagi, apalagi itu bukan anak mas. Mas mohon sayang! Mas tidak bisa hidup tanpa kamu. Hiksss.. Dari awal yang mas cintai hanya kamu, mas sama sekali tidak pernah mencintainya. Mas mohon sayang!" Pinta Zayn.
" Apa apaan kamu Zayn, ini anak kamu. Darah daging kamu, Velin sengaja fitnah aku supaya kamu ninggalin aku." Ujar Siska.
Velin menyentak kasar tangannya hingga pegangan Zayn terlepas.
" Aku memfitnah kamu?" Velin menatap Siska dengan nyalang. " Kalau kamu bingung siapa ayah anak itu, maka aku bisa membantumu."
" A.. Apa maksudmu?" Gugup Siska.
" Daniel, berikan padanya supaya dia ingat siapa ayah dari anak itu." Titah Velin.
Daniel segera memberikan setumpuk foto kepada Velin, Velin lalu menyebarnya hingga foto itu beterbangan ke para tamu undangan yang hadir. Semua orang terlihat berebut foto tersebut, foto dimana Siska sedang bersama pria yang berbeda.
Zayn mengepalkan erat tangannya, " Apa ini Siska? Kamu berani bermain main denganku." Geram Zayn begitu melihat foto Siska mesum bersama dengan pria kepala plontos.
" Bukan begitu Zayn, foto itu hasil editan. Kamu tahu sendiri kalau aku tidak pernah keluar kemana mana. Aku selalu bersamamu Zayn, percayalah padaku!" Ujar Siska.
" Kalau bukti foto itu kamu anggap hasil editan, lalu bagaimana dengan video ini?" Velin menekan tombol remot kecil hingga nampaklah sebuah video syurr di depan layar.
" Astaga, kenapa bisa dia melakukan hal seliar ini."
" Wah kelihatannya aja lugu tapi nyatanya begitu nakal."
" Rupanya dia hanya wanita sampah, wanita murahan yang hanya ingin naik status dengan memanfaatkan anak dalam kandungannya."
Bisik bisik dari para tamu undangan pun terdengar begitu memekakkan telinga. Raut wajah Siska berubah merah karena menahan malu yang teramat sangat.
" Stop!!! Matiin videonya." Teriak Siska menutup telinganya.
Velin mematikan video tersebut.
" Masih mau mengelak apa lagi? Maka aku akan menunjukkan bukti bukti yang lain lagi? Atau kita langsung ke kantor polisi supaya kamu bisa mempertanggungjawabkan perbuatanmu? Kamu bisa pilih sendiri." Ujar Velin.
" Maaf, maafkan aku! Aku mengaku bersalah." Ucap Siska. Ia tidak mau mendekam di penjara.
" Akui semua kesalahanmu!" Ujar Velin.
" Aku salah. Aku hanya ingin hidup bersama dengan Zayn. Selama ini berpisah dengan Zayn membuat hidupku kacau. Aku banyak menderita karena perbuatan mantan suamiku, aku terlilit banyak hutang. Itu sebabnya aku mendekati Zayn. Aku tahu tante Yuli mendesak Zayn untuk segera memiliki anak, makanya aku menggunakan kesempatan ini untuk mengandung anaknya. Zayn sempat mau memutus hubungan ini karena aku tidak hamil, itu sebabnya aku mencari pria lain hiks.. Maafkan aku Velin. Aku sudah mengakui semua kesalahanku, aku mohon kembalikan putraku!" Pinta Siska mengatupkan kedua tangan di depan dada.
Velin menatap Bram yang sedari tadi hanya diam saja menyimak kalimat ibunya.
Siska menatap sang putra tercinta, " Zayn, mama minta maaf! Mama tahu mama salah, maafin mama ya. Tolong jangan menjauh dari mama. Mama tidak punya siapa siapa selain kamu nak. Mama mohon Zayn. Mama mohon hiksss.."
Semua orang menatap Bram, bagaimana seorang anak akan mengambil keputusan untuk ibunya yang telah membuatnya kecewa.
" Zayn." Ucap Siska.
" Aku akan memaafkanmu kalau Velin juga memaafkanmu."
TBC...