NovelToon NovelToon
Cinta Terakhir Sang Kolonel

Cinta Terakhir Sang Kolonel

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Wahyuni Shalina

Dulu, demi ambisi karier militer, Kolonel Victor melepaskan Ayu, cinta sejatinya. Lima tahun berlalu dalam penyesalan, takdir seolah mempermainkan Victor saat keluarganya justru mualaf setelah Ayu telanjur menikah dengan pria lain.

Dipertemukan kembali dalam satuan Markas Militer yang sama. Victor harus menelan pil pahit melihat Ayu yang kini begitu anggun berhijab dan setia pada suaminya.

Namun, takdir tidak pernah benar-benar berhenti berputar. Lalu, sebuah masalah besar telah terjadi. Ketika pertemuan dadakan yang tak pernah Victor bayangkan membuatnya berpikir.

Akankah ini menjadi kesempatan kedua bagi Victor untuk menebus dosa masa lalunya? Sanggupkah ia meruntuhkan benteng hati Ayu yang terlanjur mati rasa akibat kekecewaan masa lalu? Ataukah Victor harus mengikhlaskan bahwa beberapa dermaga memang hanya diciptakan untuk disinggahi, bukan untuk menjadi pelabuhan terakhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahyuni Shalina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14: KEBENARAN DI BALIK TIRAI BESI

Langkah kaki Kolonel Victor berderap konstan menyusuri lantai marmer ruang kerja komandannya yang beraroma kayu cendana dan pelitur halus. Sinar matahari siang yang terik menembus kaca jendela besar, memantulkan bayangan tubuh tegap perwira menengah itu di atas lantai. Di belakangnya, Sersan Satu Johan berdiri dengan sikap tobat yang tegap, memegang map jepit berisi berkas laporan administrasi harian yang baru saja ia himpun dari staf logistik.

Victor menghentikan langkahnya tepat di depan meja kerja jati yang kokoh. Tanpa membalikkan badan, suara baritonnya yang berat memecah keheningan ruangan.

"Johan, bagaimana kondisi Arkan?"

"Siap Komandan! Izin melaporkan, setelah mendengar jawaban langsung dari Ibu Pasi Intel siang ini, kondisi fisik Arkan dilaporkan sudah jauh lebih baik, Komandan. Demamnya sudah turun dan nafsu makannya mulai kembali normal."

Victor hanya menganggukkan kepalanya sekali. Sebuah gerakan samar yang sarat akan kelegaan yang ia sembunyikan di balik topeng ketegasan militernya. Namun, kilat di matanya belum sepenuhnya meredup. Ada satu hal lain yang sejak subuh tadi terus mengganjal di sudut benaknya, sebuah rasa cemas yang tak kasat mata terhadap sang ibu dari anak tersebut.

"Kalau ibunya sendiri? Bagaimana pantauanmu?" tanya Victor lagi, kini membalikkan tubuhnya perlahan, menatap langsung ke arah ajudan setianya.

Johan menarik napas pendek, menata kalimatnya dengan sangat hati-hati agar tidak melampaui batas kewenangannya sebagai seorang bintara, namun tetap menyampaikan fakta lapangan secara akurat.

"Siap Komandan, menurut pandangan visual saya pribadi jika diizinkan berbicara... Ibu Ayu tampak sangat kacau, Komandan. Sepertinya beliau habis menangis lagi beberapa saat yang lalu. Ujung matanya terlihat basah dan bengkak. Andaikan beliau hanya menangis sejak subuh tadi saat Komandan tinggalkan, sudah pasti warna merah di sekitar kelopak matanya sudah mereda dan tidak akan sejelas tadi siang."

Mendengar penuturan detail dari Johan, rahang tegas Victor seketika mengeras. Jemari tangannya yang berada di dalam saku celana loreng mengepal kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Analisis yang dikatakan Johan itu sangat masuk akal dan tak terbantahkan. Sisi intelijen di dalam otak Victor langsung bekerja dengan kecepatan penuh, menyusun serangkaian kemungkinan taktis. Tentu saja, pikiran Victor langsung tertuju pada satu titik hitam, apakah suami brengsek Ayu telah membuat ulah lagi di ibu kota bagian timur?

Sebenarnya, jika mau ditarik mundur ke belakang, Victor baru beberapa hari ini memutuskan untuk menyelidiki kembali secara mendalam mengenai dinamika hubungan Ayu dengan suaminya. Selama lima tahun perpisahan mereka, Victor sengaja membatasi diri karena geografi yang terbentang dibentengi laut luas. Namun, setelah Ayu resmi bermutasi ke Bukit Raya, naluri perlindungannya kembali terusik.

Di awal kedatangan Ayu, Victor sempat merasa takjub sekaligus kagum. Melihat penampilan Ayu yang kini telah berhijab dengan sangat anggun, di dalam benak Victor yang terdalam, ia berasumsi bahwa pria sipil yang menjadi suami Ayu pastilah sosok laki-laki yang amat sangat baik, religius, dan mampu membimbing Ayu dengan sempurna. Victor berpikir, pengorbanan Ayu melepaskan masa lalu mereka telah dibayar tunai oleh kebahagiaan domestik yang hakiki.

Namun, realitas di lapangan ternyata berjalan jauh di luar prediksi taktis seorang Kolonel. Entah kapan tepatnya pertemuan tak disengaja itu terjadi beberapa bulan yang lalu, takdir seolah sengaja mengoyak tabir kepalsuan di depan mata Victor. Saat itu, Victor sedang mengambil cuti tahunan singkat untuk pulang kampung ke ibu kota pusat karena sang ibu sedang jatuh sakit. Itu adalah momen mudik yang sangat langka bagi Victor, mengingat setelah hampir empat tahun dinas berpindah-pindah di daerah operasi, manusia raksasa itu tak kunjung juga pulang ke rumah orang tuanya.

Di tengah masa cutinya di ibu kota, secara tidak sengaja Victor yang sedang berada di area komersial dekat pusat kota berpapasan langsung dengan suami Ayu. Victor tahu betul detail wajah pria itu dari berkas pencatatan sipil yang pernah ia lihat sekilas dulu. Pria sipil yang bekerja di bagian administrasi rumah sakit pusat itu tengah berjalan dengan santai, namun jemarinya tampak menggandeng erat tangan seorang wanita lain dengan begitu mesra.

Posisinya saat itu, suami Ayu sama sekali tidak mengenali siapa Victor. Pria sipil itu tidak tahu, atau mungkin memang dia tidak pernah ingin tahu, seperti apa detail masa lalu Ayu, siapa saja rekan lingkaran militernya, dan dengan siapa istrinya dulu pernah menjalin hubungan asmara. Di mata suami Ayu, Victor hanyalah seorang pria bertubuh raksasa seperti manusia pada umumnya yang kebetulan lewat dan berpapasan di jalanan umum.

Namun, ada satu hal aneh yang membuat mata intelijen Victor terkunci hari itu, wanita yang digandeng oleh suami Ayu tersebut tengah berada dalam kondisi berbadan dua—perutnya tampak buncit menandakan usia kehamilan yang sudah memasuki bulan-bulan akhir.

Sepulangnya dari masa cuti, Victor langsung mengerahkan jaringan informan internalnya untuk mencari tahu kenyataan di balik pemandangan itu. Hasil investigasi rahasia tersebut membawa sebuah kenyataan yang sangat besar dan mengerikan. Ternyata, semua cerita manis, klaim kebahagiaan, dan romantisasi rumah tangga yang selalu keluar dari mulut Ayu—yang selama bertahun-tahun dilaporkan oleh mata-matanya—hanyalah sebuah kepalsuan belaka. Ayu selama ini sedang bersandiwara di hadapan dunia demi menutupi borok pernikahan yang perlahan membunuhnya dari dalam.

Tapi lagi-lagi, saat itu Victor memilih untuk menahan diri. Ia tidak ingin mencampuri urusan domestik Ayu secara frontal, karena ia sangat paham dengan watak keras kepala Ayu, ia takut Ayu akan semakin membencinya dan menganggapnya sebagai pengganggu yang merusak harga dirinya. Jadi, Victor memilih jalan sunyi membiarkan dirinya tetap memantau seluruh kondisi keselamatan Ayu dan Arkan dari balik layar, bertindak sebagai malaikat pelindung yang tak terlihat.

Victor berjalan mendekati jendela, memandangi lapangan upacara Pusdikmil yang luas. Sebenarnya, jauh sebelum Ayu dan rombongannya menginjakkan kaki di tanah Bukit Raya, Victor sudah mendapatkan gambaran pergerakan yang utuh. Sebelum ajudannya masuk memberikan laporan formal mengenai rencana mutasi personel, adiknya—Lettu dr. Shaneen—sudah berkabar lebih awal melalui saluran telepon pribadi.

Shaneen memberi tahu dengan detail bahwa dirinya yang saat itu berada di Mariposa akan ikut berpindah tugas bersama suaminya, Letkol Reyes, yang ditunjuk untuk memimpin satuan pendidikan Bintara yang baru di Bukit Raya dengan membawa beberapa jajaran perwira dan bintara anak-anak buah yang selama ini ia andalkan di lapangan. Hingga detik-detik menjelang masuk ke markas baru pun, Shaneen dengan cerewet selalu memberi tahu kakaknya bahwa Ayu dan Yunita sudah pasti akan selalu mengekor dan ikut serta bersamanya ke mana pun ia dan Reyes ditempatkan.

Di awal mendengar kabar tersebut, Victor hanya bisa tertegun di dalam ruang kerjanya. Dada perwira menengah itu didera oleh sebuah rasa kaget yang bercampur dengan luapan kebahagiaan yang amat membahagiakan. Fakta bahwa wanita yang paling dicintainya akan kembali berada di bawah radius wilayah hukum komandonya adalah sebuah hadiah takdir yang tak pernah ia duga.

Victor membuang pandangannya ke langit luas. Bukannya ia memiliki niat buruk atau ingin menjadi seorang pebinor (perebut bini orang) yang merusak tatanan sakral sebuah pernikahan. Namun, sebagai pria yang hatinya telah dikunci mati oleh sosok Ayuni Ameera Bakri, Victor selalu menyelipkan sebuah harapan egois di dalam setiap helai napasnya, ia berharap agar suatu hari nanti, entah bagaimana caranya, takdir akan berpihak padanya.

Victor tahu, dalam keadaan hancur seperti apa pun Ayu saat ini, dan sekebal apa pun benteng penolakan yang wanita itu bangun di depannya, satu hal yang pasti dan tidak akan pernah berubah hingga akhir hayatnya: Kolonel Victoria Reins Mari tetap dan akan selalu mencintai Ayu dengan seluruh jiwa dan raga yang ia miliki.

"Johan," panggil Victor kembali, suaranya terdengar dingin namun sarat akan perintah mutlak.

"Siap, Komandan!"

"Perketat pengawasan di sekitar sektor rumah dinas Kapten Ayu. Pastikan tidak ada satu pun oknum dari luar markas yang bisa masuk tanpa pemeriksaan berlapis dari pos provost depan."

"Siap, laksanakan Komandan!" jawab Johan dengan sikap hormat sempurna, tahu betul bahwa genderang perang tak terlihat untuk melindungi sang Kapten kini telah resmi ditabuh oleh komandannya.

1
Deuis Lina
tentunya punya jurus terakhir ya komandan rencana A gagal pasti ada rencana B
Deuis Lina
duh Arkan kamu bahagianya punya ayah besar yg sangat menyayangi mu
Deuis Lina
wah kekuasaannya keluar tuh ayah besar,,
Deuis Lina
lanjuut
Deuis Lina
makasih upnya
Deuis Lina
aku kasih vote mingguannya kak,,semangat teruuus
Deuis Lina: sama2 kak
total 2 replies
Deuis Lina
mengandung bawang banget ceritanya
Deuis Lina
lanjuuut
Deuis Lina
ayu oh ayu,,,
Deuis Lina
lanjuut,,
Deuis Lina
lanjuut,,
Deuis Lina
kayaknya ada yg senyum merekah nih,,,
Deuis Lina
lanjuut
Deuis Lina
berbalik lah karena ada laki laki yg lebih tulus mencintaimu ayu
Deuis Lina
CLBK ya Bu Intel buang suami yg tak mencintaimu
Deuis Lina
terlalu menyesakan dada bacanya kak,🤣🤣🤣🤣
Deuis Lina
Hem,,
Deuis Lina
kejar lagi bang Victor,,
Deuis Lina
kejar lagi bang Victor,
Deuis Lina
nyesek sekali bacanya,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!