NovelToon NovelToon
DiBuang Suami Di Pungut Om

DiBuang Suami Di Pungut Om

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: AmeeraKa94

Namaku Kimira Janetha Usia 32 tahun. aku seorang Aktris sekaligus seorang ibu. dari Seorang putri yang bernama Quensha Almahira yang biasa kami panggil Queen..

selama lima tahun aku percaya pada satu hal. yaitu Tentang kesetiaan. setia pada Keenan Jeremi. Suamiku. pernikahan yang ku bangun dari nol ternyata kesetiaan itu hanya milikku sendiri.

malam itu harusnya jadi malam kepulangan yang indah bagiku. aku pulang lebih cepat dari lokasi syuting sambil membawa kue ulang tahun pernikahan kami yang ke-5 tahun. namun yang ku temukan bukan pelukan atau senyuman. dua tubuh telanjang bulat diatas ranjangku. ya mereka adalah Keenan Jeremi suamiku, dan Clara Adellia Sahabatku.

seketika darahku langsung mendidih. tanpa pikir panjang aku langsung jambak rambut panjang Clara. hingga dia terjungkal.

plak
plak
plak

"Dasar pelacur murahan! beraninya Kamu mengotori ranjangku! " teriaku murka, marah.

pisau lancip dari sakuku langsung melayang. dan menggores pipi Clara.

Cring

Zzzzzrrkkk

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AmeeraKa94, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 Ranjang Dingin

Klik.

Suara pintu kamar tamu di rumah kawasan Kebayoran Baru itu ketutup pelan, tapi berasa kayak palu ngebanting ke dada Keenan. Dia duduk di pinggir kasur, kepala nunduk, dua tangan ngusap wajah kasar sampai kulitnya merah.

Rumah seluas 600 meter persegi di Jakarta Selatan ini rasanya kosong banget. Padahal kamar utama cuma 5 meter dari sini. Tapi jarak 5 meter itu sekarang berasa kayak sejuta kilometer karena ada tembok, ada kunci, dan ada luka yang dia ciptain sendiri.

Dia ngeluarin napas panjang yang gemetar. Nyesel. Bodoh. Kenapa tadi hampir cium Netha? Kenapa nggak bisa nahan diri? Dan kenapa harus selingkuh sama model agensi Om Arsen?

Keponakan macam apa dia ini yang malu-maluin nama keluarga Yudhistira di ibukota.

“Tha…” gumamnya pelan, hampir kayak bisik.

Tapi Netha udah tidur di kamar sebelah. Dengan kunci pintu. Dan dengan luka yang nggak akan sembuh cuma karena kata maaf.

---

Jam 2 pagi.

Netha masih melek di kamar utama yang sama-sama dinginnya. Dia peluk bantal Queen yang kosong karena Queen tidur di kamar anak di ujung lorong.

Matanya natap langit-langit rumah Jakarta yang mahal tapi nggak ada hangatnya sama sekali. Bayangan bibir Keenan tadi siang masih kebayang. Hangat. Familiar.

Tapi bayangan Clara teriak “anak aku ahli waris Yudhistira” lebih sakit. Karena itu artinya Keenan udah tidur sama pelakor sampai hamil.

“Goblok,” bisiknya. “Dia udah selingkuh sama mantan sahabat Lo sekaligus model di bawah naungan Om Arsen! Dia sudah nodai pernikahan,nodai nama keluarga. Jangan luluh, Netha.”

Tapi hati manusia emang nggak bisa diatur pake logika doang. Dan itu yang bikin dia makin frustrasi.

HP di meja nakas getar. Layar nyala. Chat Inka masuk.

Inka: Tha, lo oke?

Netha: Belum bisa tidur.

Inka: Normal. Digituin siapa aja pasti kepikiran. Tapi inget, dia udah pilih Clara 6 bulan lalu. Dan dia kerja di bawah Om Arsen. Malu-maluin banget buat CEO Yudhistira Group.

Netha: Iya. Makasih udah ngingetin.

Inka: Gue temenin sampe lo merem ya.

Netha: Makasih, Ka.

Netha senyum kecil. Ternyata masihAda satu orang yang bener-bener tulus di Jakarta yang kejam ini.

Dia letak HP itu kembali diatas nakastapi mata tetap melek. Menatap langit-langit sampai subuh.

---

Pagi jam 6.00.

Jakarta udah rame tapi rumah ini mati. Netha udah rapi. Kemeja putih, celana kulot hitam, make up tipis nutupin mata bengkak bekas begadang.

Dia turun ke dapur modern yang kemarin masih penuh tawa. Sekarang cuma ada suara kompor.

Keenan udah duduk di island kitchen. Kopi hitam di depan dia. Uapnya udah hilang. Dingin. Sama kayak suasana rumah ini.

Netha nggak nyapa. Langsung buka kulkas ambil susu, telur, roti.

Suara Queen dari tangga langsung bikin suasana berubah 180 derajat.

“Maammmaa…”

Netha langsung noleh. Senyumnya muncul. Tulus. Satu-satunya senyum tulus hari ini.

“Pagi, sayang.”

Queen lari peluk kaki Netha. “Pagi, Ma.”

Keenan liatin dari meja makan. Dadanya sesek. Dulu pelukan itu buat dia juga. Sekarang dia cuma penonton yang nggak berhak.

“Mau sarapan apa, sayang?” tanya Netha sambil elus rambut Queen.

“Telur dadar + keju, Ma,” jawab Queen semangat.

"Oke siap sayang. " Balas Netha

Netha masak. Punggungnya ke arah membelakangi Keenan. Nggak mau ngasih satu tatapan pun.

“Mas,” kata Netha tanpa noleh.

Keenan langsung angkat kepala. “Iya?”

“Anter Queen sekolah ya. Aku ada call time jam 7.30 di MNC Studios. Nggak keburu,kalau harus antar Queen sekolah dulu. "kata Netha dengan suara datar.

Keenan mengangguk. “Siap.”

Nggak ada “makasih”. Nggak ada “hati-hati”.

Ranjang dingin. Suasana rumah juga ikut dingin. Dan itu yang paling nyiksa Keenan.pria berusia tiga puluh tiga tahun itu

---

Di mobil BMW hitam.

Keenan nyetir dari Kebayoran ke daerah Pondok Indah tempat sekolah Queen. Queen duduk di carseat belakang, main boneka kelinci.

Keheningan 3 menit terasa kayak 3 jam.

“Papa…” panggil Queen pelan.

“Hmm?” Keenan liat spion.

“Kenapa Mama nggak ngomong sama Papa?” tanya Queen polos.

Keenan langsung ngerem pelan. Mobil oleng dikit. Jantungnya copot.

“Eh... Mama sibuk, sayang. Mama harus kerja keras biar Queen bisa jajan es krim tiap hari.”

Queen diem. Mainin boneka.

Keenan genggam setir kenceng. Bersalah. Hancur. Karena anak 4 tahun aja udah bisa ngerasain ada yang salah.

“Papa jahat ya?” tanya Queen tiba-tiba.

Keenan kaget. “Kok... kok nanya gitu?”

“Mama nangis malem-malem. Queen denger dari kamar,” kata Queen pelan.

Keenan nggak bisa jawab. Matanya langsung panas. Dia cuma bisa angguk pelan karena nggak bisa bohong ke anak sendiri.

" Maafin papa ya sayang. " lirih Keenan

Queen nggak ngomong lagi sampai sekolah. Dan itu lebih sakit daripada ditampar.

---

Jam 8.00 di MNC Studios, Jakarta Barat.

Netha baru kelar blocking scene pertama. Inka nyamperin bawa tablet. Mukanya panik.

“Tha, viral lagi.”

Netha liat. Akun gosip @lambe_danu upload video Clara teriak di depan gerbang rumahnya jam 12 malam. Judulnya “PELAKOR NANGIS KEJAR SUAMI ORANG!”.

Captionnya: “Kata netizen, si cowo pilih istri sah. Kasian pelakornya 😂”

Komentar 20rb. 90% bela Netha.

Netha scroll pelan. Nggak ada ekspresi. Balikin tablet ke Inka.

“Udah biarin aja.”

“Lo nggak takut diserang balik?” tanya Inka.

Netha senyum tipis. Senyum dingin yang udah dia latih 6 bulan.

“Justru bagus. Biar satu Jakarta, satu Indonesia tau siapa korban, siapa pelakor. Biar Om Arsen juga tau keponakannya bikin malu nama Yudhistira Group..”

Inka ngacungin jempol. “Gue makin salut sama lo.”

---

Jam 12.00 istirahat makan siang.

Netha duduk sendiri di tenda artis. Makan salad sambil liat gedung-gedung Jakarta dari jauh.

HP bunyi. Nomor tak dikenal.

Netha angkat. “Halo?”

Suara ketawa perempuan serak langsung nyapa.

“Netha... kamu seneng ya? Video aku viral?”

Netha langsung tau. Itu Clara mantan sahabatnya.

“Terus?” jawab Netha santai.

“Kamu pikir kamu menang? Tunggu aja. Aku nggak bakal diem. Aku bakal rebut Keenan balik. Dan anak aku bakal jadi ahli waris Yudhistira,” ancam Clara.

Netha ketawa kecil.

“Silakan. Tapi inget, Clara. Keenan itu cuma photografer di agensi Om-nya sendiri. Dan Om-nya, dan CEO Yudhistira Group, paling benci pengkhianat. Apalagi yang nodai agensi dia. Kamu bakal di-blacklist dari semua agensi model se-Jakarta, se-Indonesia. Good luck ya Claribcari kerjanya”

Tut. Netha langsung matiin telpon duluan.

Tangannya gemetar tapi dagunya tetap ke atas. Karena dia nggak boleh kalah.

---

Jam 17.00 Netha jemput Queen.

Macet Jakarta Selatan bikin perjalanan 30 menit jadi 1 jam.

Di mobil Queen cerita banyak.

“Ma, tadi Queen gambar Papa sama Mama pegangan tangan.”

Netha ngerem pelan di lampu merah Kemang. “Terus?”

“Terus Bu Guru bilang, ‘Wah, keluarga Queen harmonis ya’,” kata Queen polos.

Netha diem. Dadanya langsung nyeri banget.

“Ma... Papa Mama bakal cerai nggak?” tanya Queen lagi.

Netha noleh. Senyum dipaksa.

“Nggak, sayang. Mama sama Papa cuma lagi berantem kecil. Nanti baikan.”

Bohong. Tapi demi anak. Dan itu yang bikin Netha makin benci sama Keenan.

---

Jam 19.00 rumah Kebayoran Baru.

Keenan udah di rumah duluan. Duduk di sofa kulit. Nggak nyalain TV. Cuma diem mikirin email dari HRD Yudhistira Group siang tadi.

Subject: PEMBEKUAN KONTRAK SEMENTARA.

Isinya: Yth. Bpk. Keenan Jeremi, kontrak Anda sebagai photografer dibekukan sementara menunggu klarifikasi dari Bpk.Arsenio Bagas Yudhistira selaku CEO.

Keenan langsung lemes. Jatuh duduk di lantai marmer.

“Jadi Om Arsen udah tau...” bisiknya.

Ini baru awal. Jatuh dia baru mulai. Dan di Jakarta, namanya udah jatuh artinya karier udah mati.

Netha masuk gendong Queen.

“Papa,” sapa Queen lari ke Keenan.

Keenan langsung peluk. “Sayang... kangen Papa nggak?”

“Kangen,” jawab Queen.

Netha liat dari jauh. Terus jalan ke dapur masak.

Keenan noleh. “Tha... aku bantuin?”

Netha nggak jawab. Nggak noleh.

Keenan nurunin tangan. Duduk lagi.

Makan malam. 3 orang. Tapi kayak 3 dunia berbeda.

Queen di tengah. Netha di kiri. Keenan di kanan. Nggak ada yang ngobrol.

Selesai makan, Netha langsung ajak Queen sikat gigi. Baca dongeng. Tidur.

Jam 21.00 Netha keluar kamar Queen. Keenan masih di sofa.

“Mas,” panggil Netha.

Keenan kaget. “Iya?”

“Tidur di kamar tamu ya. Jangan masuk kamar utama sebelum aku izinin,” kata Netha dingin.

Keenan mengangguk. “Oke.”

Dia jalan ke kamar tamu pelan dengan langkah gontai. Kayak narapidana mau ke sel. sedangkan

Netha masuk kamar utama. Kunci pintu lagi. Klik.

---

Jam 23.30 kamar tamu.

Keenan nggak bisa tidur.isi pikirannya Muter-muter.

Dia buka galeri HP. Foto lama. Foto nikah dia sama Netha 5 tahun lalu.

Netha pake kebaya putih. Senyumnya tulus banget.

“Tha... maafin aku,sekali maafin aku tha” bisik Keenan. Air matanya jatuh.

Dia buka chat Clara. Blokir. Tapi 2 detik kemudian buka lagi. Unblock.

Masih ada rasa kasihan. Rasa tanggung jawab ke janin itu.Keenan benar benar merasa Bodoh.

Dia buka chat Om Arsen juga. Last seen 3 hari lalu di Singapura.

“Om... aku minta maaf,” ketik Keenan. Tapi nggak dikirim. Dihapus lagi.

dia bingung gimana mau jelasin ke Omnya kalau keponakannya sendiri selingkuh sama model agensi miliik Omnya di Jakarta.

---

Jam 01.00 kamar Netha.

Netha juga nggak tidur. Dia buka laptop. Draft gugatan cerai udah 80%.

Tinggal klik “kirim” ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan.

Jarinya di atas enter tapi nggak ditekan.

“Belum, Tha,” gumamnya. “Belum waktunya. Biar dia hancur dulu. Pelan-pelan. Biar Om Arsen yang hukum dia dulu di depan semua orang Jakarta.”

Dia tutup laptop. Rebahan. Tapi matanya melek lagi.

Ranjang ini dingin. Tapi hatinya lebih dingin.

---

Pagi lagi. Hari ke-2 pisah ranjang.

Rutinitas sama. Netha masak. Keenan anter Queen. Nggak ngobrol.

Di kantor, Netha makin profesional. Makin dingin ke semua orang.

Inka bisik: “Lo makin mirip CEO, Tha.”

Netha cuma senyum.

Karena dia tau dia lagi nyiapin perang panjang. Dan di perang ini dia nggak boleh kalah. Apalagi Om Arsen bakal landing di Bandara Soekarno-Hatta jam 10 pagi.

---

Jam 09.30 Bandara Soekarno-Hatta Terminal 3.

Arsenio Bagas Yudhistira turun dari private jet. Jas hitam. Kacamata hitam. Aura CEO keluar semua. asistennya lapor.

“Pak, ada skandal dari keponakan Bapak. Keenan selingkuh sama model agensi kita. Videonya viral di Jakarta.”

Arsen berhenti jalan. Angkat kacamata. Matanya dingin.

"bekukan semua kontrak dia. Sekarang juga. Suruh dia ke Yudhistira Tower lantai 47 jam 2 siang. Aku mau bicara empat mata sama dia,” kata Arsen datar tapi nadanya nusuk.

Asisten angguk cepat. “Siap, Pak.”

Arsen jalan lagi. Dalam hati" Dasar Keponakan bodoh. Berani sekali dia nodai agensi keluarga"

---

Jam 20.00 rumah Kebayoran.

Keenan dapet telpon dari asisten Om Arsen.

“Bpk. Keenan, Bpk.Arsen CEO minta Anda ke Yudhistira Tower lantai 47 besok jam 2 siang. Sendiri.”

Klik. Telpon mati.

Keenan lemas. Sandar ke tembok.

“Habislah gue...” gumamnya.

Di kamar sebelah, Netha denger. Tapi pura-pura tidur.

Karena dia tau. Ranjang dingin ini baru hari ke-2.

Dan neraka buat Keenan di Jakarta... baru mau dimulai.

To be continued.....

1
Anwar Ghazi
bagus cerita nya
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!