Season 1
Sara Anjani Salim anak tunggal dari keluarga terpandang, namun nasibnya berubah ketika orang tuanya kecelakaan dan harus membuatnya "MENGHARGAI" dirinya untuk biaya pengobatan orang tuanya yang sedang koma.
Diawal perjuangannya ayahnya meninggal dunia, membuat Sara begitu sakit harus ditinggalkan ayahnya itu, tapi dia tidak bisa berhenti karena dia masih memiliki mamah yang harus dia perjuangan.
Setelah beberapa bulan mamahnya sadar dari Komanya, namun semua itu bukanlah apa-apa, bagaimana dia harus menutupi pekerjaannya agar mamahnya tidak mengetahui.
Namun serapat-rapatnya dia menyimpan itu semua, ada yang mengatakan pada mamahnya hingga membuat dia ketakutan.
Tiba-tiba seorang laki-laki yang memiliki "KELAINAN" menawari dia sebagai istrinya.
Season 2.
Gara-gara sering mengejar muridnya yang nakal. Rizal pun harus berakhir dipelaminan dengan Siswi nakalnya.
Sebuah kesalah paham mengharuskan Rizal menikahi Siswi yang terbilang sangat nakal.
Bagaimana jadinya rumah tangga mereka setelah menikah, langsung baca saja ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon henti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bule disambut petasan
Jam 7 pagi orang tua Leon baru sampai dihalaman rumah yang ditempati anaknya itu.
Dengan wajah yang sudah menahan marah sedari tadi, Gordan mengambil langkah lebar agar cepat sampai ke pintu rumah itu.
pembantu yang tau tuan besarnya akan datang pun sudah sibuk sedari pagi untuk menyiapkan sarapan dan kebutuhan lain tuan dan nyonya besar mereka.
"Dimana anak itu" Tanyanya pada semua pembantu yang sedang berjajar menyambutnya itu.
"Selamat pagi pah." Sapa Leon yang baru saja menuruni tanga.
Gordan yang sedang emosi pun langsung mengambil langkah cepat, namun semua pengawal yang sudah Leon siapkan pun langsung memegang tuan besarnya, karna Leon sudah tau kalau papahnya itu akan sangat marah.
"Cepat mandikan laki-laki tua ini" ujar Leon pada pengawal dan mermaid dirumahnya itu.
Gordan yang akan dibawa pun memberontak.
"Apa-apaan ini Leon!! Dasar anak kurang ajar" Teriaknya.
Bukan hanya Gordan tapi Monica pun sama halnya.
"Apa kau merencanakan ini dengan anakmu Monica?" Tanya Gordan pada istrinya itu saat mereka akan dibawa kekamar masing-masing.
" Mana mungkin aku tidak tau apapun" Bantahnya.
"Maafkan kami tuan besar, silahkan untuk mandi dulu" Ucap salah satu pembantu disana.
"Aku bisa sendiri" Ujarnya sebari masuk kekamar mandi. Begitu pun Monica.
Gordan yang memang sangat lelah pun begitu dimanjakan dengan aroma terapi didalam bathtub. Gordan yang sedang kesal pun seketika menjadi rilex. Begitu pun dengan Monica yang mandi dikamar sebelah, Dia juga dimanjakan dengan hal yang sama namun ada pembantu yang menemaninya mandi sebari memijatnya.
"Anak itu benar-benar pengertian" Fujinya pada anaknya itu.
"Pijat sebelah sini" Ujarnya pada pembantu itu.
Setelah dirasa cukup mereka pun menyudahi mandinya itu.
"Mari saya bantu nyonya,tuan" Ucap mermaid dikamar masing-masing.
Orang tua Leon yang awalnya marah kini sudah rilek dan bahkan tidak membantah dengan apa yang dilakukan pembantu dirumah anaknya itu.
Monica dihias dengan begitu cantik, dan gordan dengan style jas mahal yang disiapkan anaknya itu.
Gordan pun keluar dari kamar lebih dulu, dan tak lama disusul istrinya itu.
Leon hanya menatapnya dimeja makan dengan tersenyum.
"Mari kita sarapan dulu, kalian pasti sudah laparkan" ujar Leon. Pelayan dirumahnya pun langsung sigap mengisi makanan dipiring tuan dan nyonya besarnya itu.
"Aku tidak menyangka rumahmu seperti hotel bintang lima dengan pelayanan terbaik" Ujar Gordan dengan wajah datarnya.
"Tentu saja aku harus memanjakan orang tuaku yang sudah jauh-jauh datang kesini" Jawabnya tak kalah namun dengan senyuman.
"Iyaa, mamah aja langsung rilek, mamah jadi pengen tinggal disini" Tutur Monica antusias, namun langsung menciut ketika ditatap suaminya itu.
"Aku tidak akan mengabulkan permintaanmu kali ini!!" Tutur Gordan serius, dia kembali kesal saat menggingat kalau anaknya ini sudah menghancurkan salah satu usahanya itu.
"Ahhh papah, padahal aku ingin memberikanmu menantu yang cantik!" Tuturnya dengan wajah kembali seperti Leon yang imut merengek sesuatu.
uhukkk uhukkkk
Monica yang sudah menyantap makanannya pun seketika tersendak dengan ucapan anaknya itu, dia langsung mengambil minum dan menghabiskannya.
"Kau punya pacar wanita sayang?"Tanyanya setelah menghabiskan minumnya itu.
"Tentu saja!! bahkan aku akan melamarnya hari ini" Tuturnya santai,
Gordan dan Monica pun seketika saling tatap, mereka seperti percaya dan tidak percaya.
"kenapa wajah kalian seperti itu, kalian tidak percaya!!" Kesalnya, dan orang tua Leon langsung mengelengkan kepala mereka bukti kalau mereka tidak percya.
"Ohhh astaga aku tidak bohong!!" kesalnya menjadi naik 2tingkat karna tingkah orangtuanya itu.
"Mana buktinya" Tanya orangtua Leon berbarengan.
Bingung harus membuktikan dengan cara apa, Leon pun menelpon Sara. Satu panggilan tak terjawab, Leon pun mencobanya lagi.
"Hallo, kenapa kau menelponku? apa kau kecelakaan!! oh astaga apa kau tak jadi melamarku" Bahkan Leon belum berbicara, Tapi Sara sudah menutut banyak pertanyaan dengan suara Khawatirnya. Bukannya menjawab Leon malah mematika sambungan Telpnnya.
Orang tua Leon hanya menganguk tanpa bicara.
.
.
"Dasar bule sinting, bukannya menjawab malah mematikan telponnya" Umpatnya setelah sambungan telponnya itu dimatikan secara sepihak.
"Apa jangan-jangan bener lagi, Bule sialan itu tidak jadi kesini. Astaga bagaimana kalau benar terjadi" Paniknya.
"Mbak bisa diam sedikit tidak" Tutur M.U.A itu, merasa kesulitan karna Sara yang tidak bisa diam setelah menerima telpon itu.
"Awas saja kalau laki-laki sialan itu tidak kesini. Akan aku jual dia ke pasar gelap"
"Iya aku akan menjualnya kepasar gelap, biarkan saja dia jadi gigolo" Tuturnya dengan tekad.
Suasana Kontrakan itu menjadi ramai, bahkan harus mendirikan tenda didepanya. karna jika didalam kontrakan tidak akan cukup. Pak RT dan Pak RW yang sudah hadir untuk menjadi Saksi, dan tak lupa juga tetangga kontrakan yang sudah berjejer rapi ingin tau seperti apa calon suami Sara itu.
"Bagaimana ya calon suami siSara?" Tanya Tetangga ke tetangga lainnya sebari memakan cemilan yang sudah disediakan itu.
"Iya, secara kita gak pernah tau kan. dia kan jarang bawa cowok, tau-tau mau nikah aja!!
"iya bener, jangan-jangan dia hamil sama salah satu om omnya lagi" bisik tetangganya itu sebari melihat kekontrakan Sara, karna takut mendengar.
"iya, kan ibunya aja gak tau gimana kelakuan anaknya itu" Balasnya.
"Husss tidak baik membicarakan orang yang belum tentu kebenarannya, nanti jadi fitnah" Tutur pak RT yang kebetulan mendengar bisik-bisik warganya itu.
"Hehehe iya pak Rt"
Pak RT itu hanya mengelengkan kepalanya, manusia itu, baik diomongin, jelek apalagi.
Setelah pukul 10, belum ada tanda-tanda batang hidung Leon yang akan datang, Sara yang sudah gelisah dikamarnya pun jadi panik.
"Sabar mungkin kena macet" Tutur Rianti Menenangkan anaknya itu.
"Tapi aku takut bu, apalagi tadi pagi dia telpon, mana gak jawab lagi" ujarnya sebari meremas tangan Mamahnya itu. Rianti yang tahu anaknya itu hanya mengelus dan memberi semangat agar anaknya itu bisa rilek, dia jadi ingat saat dirinya akan menikah dulu.
"Mas, anak kita akan diambil orang" Batinya.
.
.
"Leon kita ini mau kemana sih?" Tanya Monica, karna dia harus berjalan kaki karna mobilnya hanya sampai gang saja.
Suara petasan pun seketika menyala kala 3 bule yang memasuki dan pembantu-pembantu yang dibawa Leon untuk membawa hantaran itu.
kenapa Leon bisa tau ya adat pernikahan diindonesia, karna dia udah 10tahun tinggal disana dan semua pembantunya pun orang indonesia jadi dia tau.
"Wah, bule bu liat deh ganteng banget ya" Fuji salah satu tetangganya itu.
"iyaaa, bener" Jawabnya.
Gordan dan Monica masih begitu syok saat disambut dengan petasan itu, bagaimana tidak mereka hampir serangan jantung karna kaget.
"Mamah dan papah gak papah" Tanya Leon Khawatir, dan mereka pun hanya geleng-geleng kepala sebari memegang dadanya.
.
.
Leon dan orang tuannya kini sudah duduk dikursi yang sudah disiapakan itu. Monica menatap orang-orang yang hadir ada yang senyum-senyum tidak jelas ada juga yang sedang mengambil gambar sambil cekikikan, Monica yang tidak mengerti apa yang diucapan pun hanya bisa tersenyum.
Sara yang sudah dibalut dengan kebaya berwarna peach dan riasan wajah yang cantik pun dituntun keluar oleh mamahnya, alasan mereka tidak menyewa tempat seperti hotel atau apanya karna menurut mamah Sara, biar oraang tua Leon tau keadaan kita, dan Sara hanya bisa menurutinya saja.
Leon pun memuja kecantikan Sara didalam hatinya, meskipun tidak ada ketertarikannya.
"Maksud kedatangan Saya kemari, Saya ingin melamar Anak ibu untuk menjadi istri anak saya" Tutur Gordan dengan bahasa inggrisnya setelah Sara dan Rianti duduk, Karna tidak mengerti apa yang diucapakan Gordan Warga disana hanya melonggo.
"Saya menerimannya" Balas Rianti dengan Bahasa inggrisnya juga.
"Ngaomong nahaon sih te ngalarti" Kesal salah satu tetangganya karna tidak mengerti apa yang mereka bicarakan.
karna paham akan hal itu, Leon yang sudah menyediakan penerjemah pun menyuruh orang itu untuk menjelaskan. Dan warga pun langsung mengerti.
Sara dan Leon pun bertukar cincin bukti bahwa Sara sudah jadi miliknya begitu pun sebaliknya, mereka pun mebicarakan hari baik untuk acara pernikahan yang akan berlangsung.
Dan acara pernikahan itu akan berlangsung 2minggu dari sekarang disalah satu hotel ternama, bahkan Leon mengundang semua tetangga Sara dan akan menyediakan mobil untuk mengantar jemput.
Tetangga yang mendengar itu pun begitu senang karna akan pergi ke hotel bintang lima.
Perhatian!! Leon dan orang tuanya setiap ketemu atau menelpon mereka bicara pakai bahasa mereka masing-masing. karna Athour gak pandai jadi athour tulis pakai bahasa indonesia.hehe
Leon bisa bahasa indonesia tapi orang tuanya tidak.