Kisah seorang Anak yang di tinggal pergi Ayahnya untuk selama-lamanya, membuat Ia kecewa pada Ibunya, dan berubah sikap dari anak yang penurut dan perhatian jadi anak yang cuek dan melawan Ibunya bahkan tega mengusirnya di masa tua.
Akan kah sang Anak bisa kembali menjadi penyayang? dan bagaimana nasib Ibunya setelah di usir oleh putranya? lalu apa sebenarnya yang terjadi kenapa si Anak bisa berubah sikapnya? penasaran kita langsung saja ke TKP.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nadataskia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MASUK SEKOLAH HARI PERTAMA(part2)
Semua Anak-anak mengikuti arahan bu Guru menulis dan menempel kertas warna warni di buku dan menaruhnya di keranjang. Setelah selesai dengan tugas pertama ibu melanjutkan untuk mengajari huruf A bagi pemula.
"Nah anak-anak sekarang kita lanjut ke pelajaran berikutnya, sini lihat Bu guru ke depan," panggil bu guru mengarahkan.
Semua melihat ke papan tulis, bu Guru pun menulis huruf A besar dan a kecil di tambah (/) garis miring (|) garis lurus dan (-)garis putus.
"Nah Anak-anak sekarang ambil buku tulisnya, dan pensilnya yach sekarang semua tulis yang Ibu tulis ini ke buku tulis," kata ibu memberi tugas.
"Baik Bu ...," jawab anak-anak serentak.
Semua murid mengikuti arahan bu Guru menulis semua yang ada di papan tulis semua sibuk menulis tidak ada yang bersuara.
Nadia selesai pertama dia begitu cepat dan segera maju ke depan untuk menyerahkan tugas ke bu Guru, dan yang sudah menulis boleh istirahat ke luar untuk makan dan bermain.
"Ibuuuu ...," panggil Nadia.
"Nadia sudah selesai nulisnya?" tanya ibu.
"Sudah dong Bu, kan Ibu pernah ajari Nadia, jadi Nadia udah bisa," jawab Nadia senang.
"Ya udah sini Nadia main dulu istirahat," ajak ibu.
"Boleh Nadia beli jajan Bu?" tanya Nadia
"Boleh lah, tapi jangan beli permen atau es yach masih pagi," jawab Ibu menasehati.
"Baik Bu, Aku ngerti," kata Nadia.
"Kasih juga mau beli jajan Bu, boleh?" tanya Kasih.
"Nadia ajak ade juga beli jajan ya," pinta Ibu.
Kasih langsung berlari ke arah Nadia yang sedang menunggu di depan warung mereka berdua asyik memilih jajan beraneka ragam yang di jual membuat Kasih pusing memilih yang mana hanya satu pesan ibu tidak boleh beli es dan permen.
Satu persatu anak-anak keluar istirahat halaman sekolah jadi ramai mereka saling bergantian bermain arena permainan. ada ayunan, perosotan, dan juga kuda-kudaan semua anak bermain dengan senang dan bergembira.
*****
Sekitar 30 menit kemudian bell masuk berbunyi anak-anak kembali masuk kelas dan kembali belajar, kali ini bu guru mengajak anak-anak untuk belajar menggambar bentuk.
Yaitu bentuk lingkaran ibu Guru mengambar lingkaran di papan mengunakan kapur dan menyuruh anak muridnya mengikutinya mengambar di buku gambar.
Semua anak mengerjakan dengan senang dan bersemangat diam tanpa bersuara yang sudah selesai di kumpulkan di meja Bu guru satu-persatu anak maju ke depan dan menunggu bu guru memberi nilai.
Jam sudah menunjukan pukul 9:45 sudah waktunya untuk pulang setelah bu Guru memberi nilai dan mengembalikan buku ke anak-anak ibu Guru langsung menyuruh mereka marapikan bukunya kembali kedalam keranjang dan menaruh di ruang menyimpanan tidak boleh di bawa pulang.
Semua berbaris dengan tertib dan rapi bergantian keluar menaruh keranjang dan kembali lagi ke kelas setelah semua anak duduk dengan rapi bu Guru pun menutup pelajaran hari ini.
"Nah anak-anak pelajaran hari ini sudah selesai kita lanjutin besok hari ya, sebelum kita pulang kita berdoa dulu semua ikutin Bu Guru ya," ujar Bu Guru. "Tapi sebelum itu Ibu ingin mengigatkan buat kalian bilang sama mamah besok bawa poto kalian ya buat di tempel di keranjang supaya kalian bisa tau mana keranjangnya soalnya masih ada yang belum bisa membaca," pesan bu Guru.
Setelah berpesan bu Guru menyuruh murid mengikutinya bernyanyi sebelum berdoa.
🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼
🎤-Tepuk Jari Satu -Tepuk jari dua.
🎤-Tepuk jari tiga -Tepuk jari empat.
🎤-Tepuk jari lima -Berbunyi semua
🎤-Ayo teman-teman ku siap berdoa.
🎤-Teman-teman berdoa mulai...
Suara bu Guru di ikuti anak-anak.
Semua membaca doa pulang sekolah dengan suara yang keras tapi sopan, setelah selesai berdoa semua duduk dengan rapi ibu Guru akan memanggil satu persatu nama murid sambil memberikan buku tabungan.
Satu persatu murid maju dan meninggalkan kelas Nadia sudah keluar kelas dan ibu mangajak Nadia pergi ke pasar tidak langsung pulang, ibu ingin membeli seragam putih buat di pakai besok hari rabu sekolah.
Cuaca yang begitu panas membuat anak-anak kepanasan dan kelelahan sampainya ibu di pasar ibu tidak buang waktu lagi ibu segera membeli seragamnya setelah dapat ibu pulang.
"Bu, panas Kasih cape," kata Kasih mengeluh.
"De sabar ya, ini juga udah mau pulang," hibur Nadia berusaha kuat.
Padahal Nadia juga sudah kelelahan karena tidak tega melihat anaknya kepanasan ibu pun memanggil tukang ojek mereka pulang tidak jalan kaki lagi.
*****
Sekitar lima menit ibu sampai rumah setelah membayar tukang ojek ibu membuka pintu dan masuk, saat di dalam anak-anak langsung minum karena memang ibu lupa membawa air minum tadi.
Setelah ganti baju Nadia dan Kasih istirahat sambil menonton tivi dan makan cemilan yang ibu buat untuk teman nonton tivi.
Ibu melanjutkan perkerjaan yang tadi pagi tertunda karena mengantar Nadia sekolah seperti biasa tugas ibu ialah setelah mengantar sekolah harus membuat bakso lagi, terus bikin lauk untuk makan siang, dan jam setengah dua mengantar Nadia dan Kasih sekolah sore(mengaji).
Hari-hari ibu selalu sibuk seperti ini, kalo masalah lelah jangan di tanya lagi jawabannya pasti lelah, tapi mau gimana lagi mau mengeluh sama siapa? ini sudah menjadi kewajiban seorang ibu harus bisa mengatur jadwal dan waktunya terkadang saat istrahatnya yang cuma sedikit dia lewatkan untuk mengajar buah hatinya.
Tapi semua terbayar saat melihat anaknya mendapat nilai yang bagus dan berfrestasi tidak ada pekerjaan yang tidak membuahkan hasil, semua akan indah pada waktunya, dan untuk mendapatkannya butuh proses.
*****
Setelah selesai semuanya ibu duduk sebentar sambil menunggu ayah pulang, saat ayah pulang ibu menyiapkan ayah makanan dan merapikan bakso untuk di jual lagi di madrasah.
Sekitar pukul 13:30 ibu sudah bersiap untuk mengantar buah hatinya untuk sekolah sore begitu terus kesibukan hari-hari ibu tanpa banyak mengeluh dan dengan senyuman ibu lakukan.
Semua akan ibu lakukan dengan iklas demi sebuah tujuan yang ibu dan ayah impikan yang itu melihat anaknya sukses meraih impian dan cita-cita mereka. walau berpeluh debu dan caci dari mereka yang tidak suka melihat kesuksesan keluarga ayah.
Tidak hanya sekali dua kali ibu menerima perlakuan tidak adil dari keluarga suaminya pikiran untuk melarikan diri pun pernah terbesit dalam hati ibu, pergi yang jauh meninggalkan suaminya tapi tidak ibu lakukan ibu tetap kembali kepada keluarga kecilnya dan bertekad akan berjuang bersama sampai maut yang memisahkan mereka.
Tatapan iri, sinis, benci, mereka tunjukan ke ibu hanya karena ibu berasal dari keluarga yang kurang mampu mereka menggira bahwa ibu hanya ingin harta, betapa sakitnya ibu saat mendengar tuduhan itu, ibu memang miskin tapi ibu tidak serakah. tidak ada yang tau isi hati orang lain hanya kepada Allah ibu berserah.
Ibu yakin di balik semua ujian ini telah tersedia satu kebahagian yang menanti ibu jika lulus dalam ujian ini, layaknya anak sekolah mereka akan dapat nilai yang bagus saat lulus ujian. Seperti itu lah hidup harus kita syukuri.
BERSAMBUNG ...
*****
Bab ini sudah selesai loh kita lanjut ke bab berikutnya yach tapi sebelumnya jangan lupa like👍 dan komennya juga tambahkan ke faforit ❤ ya berikan vote buat author akan sangat berterimakasih.
❤Terimakasih sudah baca❤
SELAMAT ULANG TAHUN NAJUA
semoga panjang umur sehat selalu. Jadi anak berbakti. kebanggaan orang tua. Amin.
🎊🎊🎊🎁🎁🎁🎈🎈🎈🎉🎉🎉
tetep semangat selalu pokoknya ya, love you kak 😘