NovelToon NovelToon
PENDEKAR NAGA SAKTI

PENDEKAR NAGA SAKTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Perperangan
Popularitas:38
Nilai: 5
Nama Author: Adih Supriadi

Kisah perjalanan Pendekar Naga dalam membasmi kejahatan yang di sebabkan oleh Pendekar Aliran Hitam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adih Supriadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 19

JENDRAL TONGJI

Rapat diadakan untuk membahas situasi terkini di medan perang.

Raja Rinjani dan para pemimpin pasukan gabungan membahas informasi terbaru bahwa pasukan gabungan telah membuat musuh mundur sebanyak 20 persen, namun masih tersisa 10 persen wilayah hingga pantai.

Namun, situasi berubah ketika pasukan Khan dari laut datang kembali dengan beberapa kapal, membuat pasukan gabungan mundur kembali.

Kabar bahwa Putra Mahkota Kerajaan Khan ikut hadir dalam peperangan ini membuat situasi semakin genting.

Arden, yang hadir dalam rapat, mengemukakan pendapatnya.

"Ini kesempatan bagi kita untuk menarget Putra Mahkota tersebut. Jika kita bisa mengalahkan atau menangkapnya, maka pasukan Khan mungkin akan kehilangan semangat dan kekuatan," kata Arden.

Namun, Raja Rinjani memiliki pendapat yang berbeda.

"Sulit, karena saat ini pasukan gabungan tidak mampu menembus wilayah yang telah dikuasai pasukan Khan. Sampai saat ini, baru mampu membuat mundur mereka sebanyak 10 persen, sisa 20 persen wilayah masih di tangan mereka," kata Raja.

Raja Rinjani menjelaskan bahwa pasukan gabungan masih perlu memperkuat strategi dan taktik untuk dapat menembus pertahanan pasukan Khan dan mencapai Putra Mahkota.

Arden dan para pemimpin pasukan gabungan lainnya mendengarkan dengan seksama dan mempertimbangkan pendapat Raja.

Raja Rinjani memberitahu bahwa musuh saat ini bertahan dengan kuat, dan jika pasukan gabungan menyerang, mereka akan dihujani hujan panah.

Namun, Raja Rinjani juga memberitahu bahwa pasukan gabungan sedang membuat tameng sepanjang 1 meter untuk satu orang prajurit, yang diharapkan dapat menahan hujan panah tersebut.

"Saat ini, tameng tersebut masih dalam proses pembuatan, dan mungkin akan selesai dalam waktu seminggu," kata Raja Rinjani.

Panglima Perang dari Kerajaan Kencana bertanya, "Lalu tindakan apa yang harus kami lakukan saat ini?"

Raja Rinjani menjawab, "Saat ini, buat benteng pertahanan dan patroli wilayah. Kita tahan untuk tidak menyerang dulu, menunggu tameng jadi saja. Dengan demikian, kita dapat meminimalkan risiko dan kerugian, serta meningkatkan kemungkinan kemenangan ketika kita menyerang nanti."

Panglima Perang dan Arden mengangguk setuju dengan strategi yang diusulkan oleh Raja Rinjani.

Mereka memahami bahwa kesabaran dan persiapan yang matang sangat penting dalam peperangan ini.

Rapat selesai dan rencana telah dibuat. Panglima Perang dan Arden akan menuju medan perang besok pagi.

Sementara itu, 1000 pasukan harus tidur di luar karena tidak cukup tempat.

Dewi Tunjang mengawasi Arden yang sedang ngobrol dengan Panglima Perang.

Setelah ngobrol berakhir, Dewi Tunjang dengan cepat mendekati Arden dan mengundangnya untuk ngobrol di taman yang indah di samping kerajaan.

"Ka, sudah beres kan, sekarang temani Dewi yu ngobrol di samping kerajaan, tempatnya bagus loh, indah ada taman bunga juga," ucap Dewi Tunjang dengan senyum manis.

Arden setuju untuk menghargai dan menjaga perasaan Dewi Tunjang yang merupakan putri pertama dari Raja Rinjani.

Mereka ngobrol di taman yang indah, dan Arden menceritakan perjalanannya dari Kerajaan Kencana sampai Kerajaan Rinjani.

Sementara itu, para pegawai wanita dan keluarga kerajaan mengintip keakraban Dewi Tunjang dan Arden.

Salah satu pegawai kerajaan berbisik kepada Ibu Dewi Tunjang, "Wah bakal ada acara lagi nih..."

Ibu Dewi Tunjang penasaran dan bertanya, "Acara apa?"

Pegawai kerajaan tersebut menjawab dengan bercanda, "Nikahan anak kamu tuh sepertinya sudah ada calonnya, hehe..."

Ibu Dewi Tunjang tersenyum dan tidak menanggapi serius, namun dia tidak bisa menyangkal bahwa hubungan antara Dewi Tunjang dan Arden memang terlihat sangat akrab.

***

Pagi itu pasukan dari kerajaan Kencana berangkat ke medan perang.

Rakyat berdoa agar di beri kemenangan dan berhasil mengusir pasukan kerajaan Khan yang hendak menguasai kerajaan Rinjani.

Setelah perjalanan beberapa hari, Arden dan 1000 pasukannya akhirnya tiba di garis terdepan medan pertempuran.

Mereka bergabung dengan pasukan lain yang sudah berbulan-bulan bertempur di sana.

Panglima Perang Kerajaan Kencana langsung berkoordinasi dengan Panglima Perang Kerajaan Rinjani untuk meminta informasi terkini tentang situasi medan pertempuran.

Mereka membahas strategi dan taktik yang akan digunakan untuk mengalahkan musuh.

Dengan bergabungnya pasukan Arden dan pasukan Kerajaan Rinjani, kekuatan pasukan Kerajaan Kencana semakin bertambah.

Mereka siap untuk melancarkan serangan besar-besaran terhadap musuh dan merebut kembali wilayah yang telah dikuasai oleh pasukan Khan.

Koordinasi yang baik antara pasukan Kerajaan Kencana dan Kerajaan Rinjani diharapkan dapat membawa kemenangan bagi kedua kerajaan.

***

Dewi Tunjang khawatir dengan keselamatan Arden dan berharap Arden baik-baik saja. Sebagai putri Raja Rinjani, Dewi Tunjang memiliki perasaan yang kuat terhadap Arden dan ingin melindunginya.

Dewi Tunjang sempat meminta kepada ayahnya, Raja Rinjani, agar Arden tidak ikut berperang dan diizinkan untuk tinggal di kerajaan.

Namun, Raja Rinjani menolak permintaan tersebut, karena Arden datang dari jauh untuk membantu dalam peperangan, bukan untuk berkunjung dan bertamu.

Raja Rinjani memahami bahwa Arden adalah seorang prajurit yang tangguh dan berpengalaman, dan kehadirannya sangat dibutuhkan dalam peperangan ini.

Oleh karena itu, Raja Rinjani tidak bisa memenuhi permintaan Dewi Tunjang untuk melindungi Arden dengan cara menahannya di kerajaan.

***

Arden mendapatkan tugas untuk menguasai Desa Jati Jajar karena Desa tersebut desa yang strategis untuk dijadikan markas dari kerajaan Kencana.

Arden dan pasukan nya berjalan perlahan.

Semakin dekat dengan desa.

Namun kehadiran pasukan arden diketahui pihak lawan sehingga pasukan lawan bersiap dan langsung menyerang pasukan arden.

Arden dan pasukan bertemu dengan pasukan Khan, dan pertempuran sengit pun terjadi.

Rupanya pasukan Khan tidak terbagi di dua desa akan tetapi berkumpul di satu desa.

Hal ini membuat situasi berat sebelah dan Arden kalah jumlah.

Arden dan pasukan sempat dihujani anak panah, dan Arden pun terkena panah di paha kanan.

Dengan cepat, Arden mencabut panah tersebut dan segera meningkatkan kaki untuk menghindari luka yang lebih parah.

Banyak prajurit kencana yang gugur akibat serangan panah tersebut.

Meskipun terluka, Arden tetap bertempur dengan menggunakan pedang dan berhasil merobohkan beberapa lawan.

Namun, karena kalah jumlah dengan lawan, Arden dan pasukannya terpaksa mundur.

Arden berada di posisi paling belakang, memantau agar tidak ada prajurit yang tertinggal.

Arden pun berhadapan dengan Jendral dari pasukan Kerajaan Khan yang bernama Jenderal Tongji, seorang pendekar sakti dari Kerajaan Khan yang tinggi, kurus, dan memiliki kumis seperti lele.

Jenderal Tongji sedari tadi memperhatikan pergerakan Arden dan Jendral Tongji merasa Arden sangat berbahaya dan harus segera disingkirkan.

Jendral Tongji memiliki pukulan sakti yang berbahaya, dan Arden harus bertarung dengan sengit untuk menghadapinya.

Pasukan Arden meninggalkan Arden sendiri, dan Arden dikepung oleh musuh.

Arden harus bertarung satu lawan satu dengan Jendral Tongji, mengadu kesaktian dan kemampuan bertempur.

Situasi Arden sangat genting, seperti berada dalam kandang singa yang dikeroyok oleh prajurit musuh.

Beberapa jurus telah dilancarkan.

Arden mendapatkan lawan yang sepadan.

Arden siap mengeluarkan jurus pukulan Naga Putih, sementara Jendral Tongji juga mengeluarkan jurus andalan Pukulan Sakti Kipas Dewa.

Kedua energi putih beradu, dan suara ledakan keras "DUAARRRR...!!!" terdengar sampai ke desa sebelah, di mana Jendral Perang Kerajaan Kencana berada.

Jendral Perang Kerajaan Kencana yang berada di desa kosong itu langsung menebak bahwa Arden dan pasukannya sedang bertempur dengan musuh.

Dia juga menyadari bahwa pasukan Khan berada di desa sebelah, tempat tujuan Arden dan pasukannya.

Dengan cepat, Jendral Perang Kerajaan Kencana membawa pasukannya menuju desa sebelah untuk membantu Arden.

Di perjalanan, mereka bertemu dengan pasukan Arden yang mundur dan terluka. Jendral Perang Kerajaan Kencana segera memerintahkan mereka untuk bergabung dan kembali ke medan pertempuran untuk membantu Arden yang sendirian bertarung dengan Jendral Tongji.

Dengan tambahan pasukan, Jendral Perang Kerajaan Kencana yakin bahwa mereka dapat membantu Arden dan mengubah jalannya pertempuran.

Mereka bergerak cepat menuju lokasi pertempuran, siap untuk membantu Arden dan mengalahkan musuh.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!