NovelToon NovelToon
Balas Dendam Nyonya Cha

Balas Dendam Nyonya Cha

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mayraa Ibnurafa

Han Ji-an rela dicap "mandul" dan dihina mertua demi menutupi aib suaminya, Kang Min-woo, yang tidak subur. Namun, ketulusannya dikhianati. Min-woo berselingkuh dengan sahabat sekaligus dokter kandungan Ji-an, memalsukan rekam medisnya, lalu mendepaknya tanpa sepeser uang pun.

​Di titik hancur, Ji-an dinikahi Cha Jin-wook, CEO nomor satu di Korea. Tiga tahun berlalu, Ji-an membuktikan kebohongannya dengan melahirkan dua anak. Kini, ia kembali ke Seoul sebagai Nyonya Besar Cha Group yang elegan, siap menghancurkan karier, rumah tangga, dan harga diri orang-orang yang telah membuangnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayraa Ibnurafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11: Aroma Kopi dan Sumpah di Ruang Kerja

​Konferensi pers yang dipimpin oleh Han Ji-an sukses membalikkan opini publik dalam semalam. Narasi yang awalnya menyudutkan Cha Jin-wook kini berbalik menjadi simpati besar bagi pasangan itu, sekaligus kecaman publik terhadap "ibu kandung" bayaran dan dalang di balik layar yang mencoba memeras mereka. Saham Cha Corporation yang sempat goyang, meroket kembali bahkan lebih tinggi dari sebelumnya.

​Malam harinya, ruang kerja pribadi Cha Jin-wook di gedung pusat Cha Group tampak sunyi. Jin-wook duduk di balik meja eksekutifnya yang besar, menatap layar tablet yang memutar ulang video keberanian Ji-an tadi siang.

​Tok, tok.

​Pintu kayu ek tebal itu terbuka perlahan. Ji-an melangkah masuk dengan senyuman lembut. Ia sudah mengganti blazer formalnya dengan terusan rajut berwarna krem yang pas di tubuh, memancarkan kesan hangat dan anggun. Di tangannya, ia membawa sebuah nampan kecil berisi secangkir kopi hitam kesukaan Jin-wook dan teh kamomil untuk dirinya sendiri.

​"Kudengar Presdir Cha belum mau pulang karena sibuk menatap wajah istrinya di berita?" goda Ji-an, berjalan mendekat.

​Jin-wook langsung meletakkan tabletnya. Ia berdiri, melangkah cepat memutari meja, dan langsung mengambil alih nampan dari tangan Ji-an untuk diletakkan di meja terdekat. Tanpa membuang waktu, Jin-wook menarik pinggang Ji-an, merapatkan tubuh wanita itu ke dalam pelukannya.

​"Kau benar-benar luar biasa tadi siang, Nyonya Cha," bisik Jin-wook, suaranya yang berat dipenuhi rasa kagum dan gairah yang tertahan.

​Ji-an mengalungkan kedua lengannya di leher Jin-wook, menatap mata elang suaminya yang kini hanya memantulkan bayangan dirinya. "Aku hanya melakukan apa yang harus dilakukan seorang ibu dan seorang istri. Aku tidak akan membiarkan siapa pun mengusik rumah yang sudah kita bangun."

​Jin-wook menatap bibir merah muda Ji-an yang bergerak lembut. Ketegangan yang ia rasakan sepanjang hari karena tekanan dewan direksi menguap begitu saja, digantikan oleh rasa kepemilikan yang membara. Ia menunduk, menyatukan bibir mereka dalam sebuah ciuman yang dalam, lambat, namun penuh dengan intensitas drakor yang romantis.

​Tangan Jin-wook bergerak ke tengkuk Ji-an, memperdalam tautan mereka, sementara Ji-an meremas pelan bahu tegap suaminya, menikmati kehangatan yang mendominasi seluruh inderanya. Ketika tautan itu terlepas, Jin-wook tidak menjauhkan wajahnya. Ia mengecup ujung hidung Ji-an, lalu berbisik tepat di depan bibirnya.

​"Aku semakin tidak bisa melepaskanmu, Ji-an ah. Jika kau terus sekeren ini, aku bisa gila karena cemburu pada dunia yang bisa melihat pesonamu."

​Ji-an terkekeh, pipinya merona merah—sebuah reaksi alami yang selalu membuat Jin-wook gemas. Pria itu menuntun Ji-an untuk duduk di sofa panjang di sudut ruangan, membiarkan Ji-an bersandar di dada bidangnya sembari mereka menikmati minuman hangat di tengah malam yang sunyi.

​Di saat yang sama, di sebuah kamar hotel melati di pinggiran Seoul.

​Kang Min-woo duduk di tepi ranjang dengan frustrasi. Di depannya, wanita Swiss bayaran itu sedang menangis histeris karena ketakutan setelah melihat pernyataan tegas Ji-an di televisi tentang tuntutan hukum internasional.

​"Kau bilang ini aman! Kau bilang aku hanya perlu berteriak dan aku akan dapat satu miliar won!" teriak wanita itu dalam bahasa Inggris yang patah-patah. "Kejaksaan akan mencariku! Aku ingin pulang!"

​"Diam! Berisik sekali!" bentak Min-woo, menjambak rambutnya sendiri.

​Pintu kamar hotel tiba-tiba didobrak dari luar. Dua pria berjas hitam suruhan Min Chae-rin masuk dengan wajah dingin, langsung mencengkeram lengan wanita Swiss itu dan menyeretnya keluar tanpa penjelasan.

​Min-woo berdiri dengan panik. "Hei! Apa yang kalian lakukan? Di mana Direktur Min?"

​Dari balik pintu, Min Chae-rin melangkah masuk. Mantel merahnya tampak kontras dengan kegelapan kamar hotel yang kumuh. Wajah cantiknya kini sedingin es, menatap Min-woo seolah-olah pria itu adalah sampah yang tidak sengaja ia injak di jalanan.

​"Rencanamu gagal total, Kang Min-woo," ucap Chae-rin, suaranya tajam menembus keheningan. "Han Ji-an memegang dokumen asli dari Swiss. Mengapa kau tidak menyelidikinya sampai tuntas sebelum menyuruh wanita bodoh itu beraksi?"

​"Itu... itu karena Cha Jin-wook menyembunyikannya dengan sangat rapi! Aku tidak tahu kalau dokumen adopsinya seketat itu!" bela Min-woo, suaranya bergetar. "Direktur Min, tolong beri aku kesempatan lagi. Aku tahu celah lain dari Ilsung Group yang sekarang di bawah Cha Group. Kita bisa—"

​"Cukup," potong Chae-rin dingin. Ia memberi isyarat kepada pengawalnya. Pria itu maju dan melemparkan sebuah amplop cokelat tebal ke dada Min-woo.

​"Itu uang untuk tiketmu ke Filipina. Pergilah malam ini juga dan jangan pernah menginjakkan kakimu di Seoul lagi sebelum aku memanggilmu. Jika kau tertangkap oleh tim hukum Cha Jin-wook, pastikan mulutmu tetap terkunci jika kau masih ingin ibumu di sanatorium itu tetap mendapatkan obatnya," ancam Chae-rin dengan senyum kejam.

​Chae-rin berbalik dan melangkah pergi, meninggalkan Min-woo yang gemetar menahan amarah dan kehinaan. Untuk kedua kalinya, pria itu dipaksa merangkak di bawah kaki orang kaya—dan semua ini berakar dari wanita yang dulu ia buang dengan mudah: Han Ji-an.

​JEBAKAN MALAM DIBALIK GAUN MALAM

​Satu minggu setelah insiden itu, ketenangan kembali menyelimuti keluarga kecil Cha. Namun, Ji-an tahu bahwa Min Chae-rin bukanlah tipe wanita yang akan menyerah begitu saja setelah satu kali kekalahan.

​Hari ini adalah malam perayaan Anniversary ke-30 Cha Corporation yang diadakan di aula utama Shinhwa Hotel—ironisnya, hotel milik keluarga Min Chae-rin. Sebagai Nyonya Besar, Ji-an harus hadir mendampingi Jin-wook di depan seluruh relasi bisnis internasional dan media.

​Di ruang rias kamar VIP hotel, Ji-an baru saja selesai mengenakan gaun malam berpotongan mermaid berwarna biru safir yang mengekspos bahu indahnya dengan elegan. Anting-anting berlian panjang menjuntai di kedua telinganya, menyempurnakan penampilannya yang bak dewi.

​Pintu terbuka, dan Jin-wook masuk dengan setelan tuxedo hitam tuksedo klasik. Pria itu mendadak menghentikan langkahnya di ambang pintu, matanya melebar menatap sang istri. Tatapannya begitu intens, menyapu setiap lekuk tubuh Ji-an dengan pandangan lapar yang tidak ditutupi.

​"Ada apa? Apa penampilanku aneh?" tanya Ji-an, sedikit gugup karena tatapan suaminya.

​Jin-wook berjalan mendekat, langkahnya pelan namun mengintimidasi dengan cara yang sangat seksi. Ia berhenti tepat di belakang Ji-an, menatap pantulan mereka di cermin besar. Tangan hangatnya naik, mengelus bahu polos Ji-an yang terbuka, mengirimkan sensasi hangat yang membuat Ji-an menahan napas.

​"Kau terlalu cantik, Ji-an ah," bisik Jin-wook, suaranya rendah dan serak di dekat telinga Ji-an. Ia menunduk, mendaratkan kecupan-kecupan kecil yang lembut di sepanjang garis bahu dan leher Ji-an, membuat Ji-an memejamkan mata sambil memegang erat tepi meja rias. "Aku mendadak ingin membatalkan acara malam ini, mengunci pintu kamar ini, dan tidak membiarkan satu pria pun di luar sana melihat seberapa indahnya istriku malam ini."

​Ji-an membuka matanya, tersenyum menggoda melalui cermin. "Presdir Cha, kendalikan dirimu. Semua orang di bawah sedang menunggu kita."

​Jin-wook menghela napas pasrah, namun senyum miring terukir di bibir tampannya. Ia membalikkan tubuh Ji-an, lalu menyematkan sebuah kalung berlian safir yang senada dengan gaun Ji-an ke lehernya. Sebelum mereka keluar, Jin-wook sempat mencuri satu ciuman cepat namun menuntut di bibir Ji-an. "Hukumanmu ditunda sampai kita pulang ke rumah malam ini, Nyonya Cha."

​Pesta berlangsung meriah. Jin-wook dan Ji-an menjadi pusat perhatian sejati, berjalan beriringan sembari menyapa para duta besar dan rekan bisnis. Keharmonisan dan kemesraan yang mereka tunjukkan tampak begitu alami, membuat siapa pun yang melihatnya iri.

​Di sudut ruangan, Min Chae-rin berdiri memegang gelas sampanye dengan mata memerah menahan cemburu yang membakar dadanya. Di sampingnya, Cha Tae-sung, sang paman, berbisik lirih.

​"Semua umpan sudah siap di lantai lima, Chae-rin ah. Pastikan kau memainkan peranmu dengan baik. Sekali Jin-wook melangkah ke sana, Han Ji-an akan melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa suaminya yang 'setia' tidak lebih dari pria biasa."

​Chae-rin tersenyum licik. "Serahkan padaku, Paman."

​Beberapa menit kemudian, seorang pelayan mendekati Jin-wook dan membisikkan sesuatu dengan wajah panik. "Presdir Cha, Wakil Presdir Eksekutif Cha Tae-sung meminta Anda ke ruang pertemuan darurat di lantai lima sekarang. Ini terkait dokumen rahasia Ilsung Group yang baru saja diretas."

​Jin-wook mengernyitkan dahi. Ia menoleh ke arah Ji-an yang sedang berbincang dengan istri menteri perdagangan. "Ji-an ah, aku harus ke atas sebentar. Ada masalah mendesak tentang Ilsung. Tunggu aku di sini, jangan ke mana-mana."

​Ji-an melihat gurat serius di wajah suaminya dan mengangguk patuh. "Pergilah, berhati-hatilah."

​Jin-wook melangkah pergi menuju lift pribadi. Namun, begitu pintu lift tertutup, naluri Ji-an yang tajam—yang terasah selama bertahun-tahun menghadapi kelicikan keluarga Kang dulu—mulai merasa ada yang tidak beres. Ia melirik ke arah sudut ruangan, dan menyadari bahwa Min Chae-rin serta Cha Tae-sung juga sudah tidak ada di tempat mereka.

​Ini jebakan.

​Ji-an meletakkan gelas minumannya di meja pelayan, lalu berbalik menuju tangga darurat dengan langkah cepat, mengabaikan gaun malamnya yang panjang. Dia tidak akan membiarkan suaminya menghadapi serigala-serigala itu sendirian, dan dia tidak akan membiarkan siapa pun merusak malam kemenangan mereka.

​Aksi saling balas dan ketegangan romantis semakin memuncak! Katakan "Lanjut" untuk masuk ke Episode 13!

1
Mutia Kim🍑
Seneng banget deh Ji-An dapat pengganti yg jauh lebih baik🥰
Mutia Kim🍑
Memang lebih baik kamu pergi saja dari keluarga toxic itu Ji-an😌
Mayraa_Tapaa: makasih ka udah mampir
total 1 replies
Mayraa_Tapaa
Mampir ya readers readers yg baik dan keren-keren, udah up banyak episode loh jadi enak bacanya...setiap hari juga bakal up min 4 episode sehari ya....
kutunggu kehadiran kaliam🤗✨️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!