Kanaya Adistia adalah seorang gadis desa yang super polos, lugu, dan selalu melihat dunia dengan penuh prasangka baik. hidup seorang diri di sebuah rumah tua dan tidak layak di tinggali, ayah dan ibunya telah lama meninggal dan keluarga yang lain tidak ada yang mau menampungnya. Namun, sebuah kecelakaan aneh membuat jiwanya terbangun di dalam tubuh Anaya Alysha Wicaksono, seorang siswi SMA kota yang terkenal nakal, pemberontak, dan sering membuat masalah. Di rumah, Anaya asli dikenal sebagai gadis yang sangat dingin, tertutup, dan enggan berinteraksi dengan keluarganya sendiri. Ia selalu mengurung diri di kamar, menghindari obrolan di meja makan, dan sengaja membangun benteng pembatas yang tinggi dengan orang tua serta kakaknya. Karena nama panggilan mereka sama-sama Naya, orang-orang di sekitar Anaya tidak menyadari bahwa jiwa di dalam tubuh itu telah tertukar. Lalu bagaimana kelanjutan kehidupan Kanaya Adistia setelah bertransmigrasi ke tubuh Anaya Alysa Wicaksono? Yukkk lanjut baca novelnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandhyaruntala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13: HUKUMAN
Takk!
Layar ponsel itu menampilkan sebuah video rekaman Ponsel dari koridor hingga di toilet. Di sana merekam dengan sangat jelas bagaimana Clara, Rita, dan Lulu merencanakan niat jahat mereka, membuntuti Naya, hingga momen di mana Clara memaki dan hendak melayangkan tamparan pertama.
Melihat bukti digital yang sangat nyata dan tidak bisa diganggu gugat itu, mata Tuan Seno membelalak horor. Wajahnya seketika berubah pias. Di dalam hatinya, ia merutuki kelakuan putri dan kedua temannya, ‘Sialan! Putrinya sungguh bodoh karena sudah mencari masalah dengan orang yang memiliki latar belakang kuat seperti ini!’
Di tengah keheningan yang mencekam itu, suara Arga (kakak pertama Hendra) memecah suasana. “Ini yang Anda sebut sebagai korban? Bahkan dilihat dari sudut manapun, putri Anda yang jelas-selaku mencari masalah duluan,” tandas Paman Arka dengan raut wajah muak.
Pak Bambang selaku guru BK yang sejak tadi menyimak jalannya perdebatan, akhirnya berdeham tegas. “Baiklah, melihat bukti video yang sangat jelas ini, saya selaku pihak sekolah menetapkan hukuman skors selama satu minggu penuh kepada Clara, Lulu, dan Rita agar mereka bisa merenungi kesalahan fatal mereka.” Putusan mutlak itu diucapkan Pak Bambang tanpa bisa dibantah lagi.
“Enggak bisa begitu dong, Pak! Cewek sialan ini yang mulai duluan, kenapa saya dan teman-teman saya yang harus diskors?!” protes Clara lantang dengan nada tidak terima. Napasnya memburu. ‘Kenapa jadi begini? Harusnya jalang ini yang ditendang dari sekolah!’ pikir Clara frustrasi di dalam hatinya,
“Diam, Clara!” bentak Tuan Seno keras, akhirnya kehilangan kesabaran pada putrinya sendiri. Suara bentakan itu sukses membuat Clara tersentak dan langsung bungkam dengan mata melotot syok.
Tuan Seno tahu persis, jika Clara terus membuka mulutnya yang tidak berguna itu, maka detik ini juga karir dan seluruh aset bisnis yang ia bangun selama puluhan tahun akan hancur lebur di tangan keluarga Wicaksono. Pria paruh baya itu buru-buru menoleh ke arah Hendra dan Opa Darwin dengan tubuh yang mulai gemetaran dan keringat dingin bercucuran.
“Tuan Darwin, Tuan Hendra... saya benar-benar meminta maaf atas kelancangan putri saya. Saya mengaku bersalah karena kurang mendidiknya dengan benar,” ucap Tuan Soni merendahkan diri sedalam-dalamnya, arogansinya yang tadi melangit kini menguap tak berbekas.
Mendengar permintaan maaf yang mendadak itu, Clara, Rita, dan Lulu langsung melongo tidak percaya. Ratu sekolah mereka yang biasanya tak tersentuh, kini ayahnya justru merunduk pasrah di depan Anaya yang mereka cap cewek miskin.
Opa Darwin hanya mendengus remeh, membuang muka dengan ekspresi teramat muak. Sementara itu, Hendra melangkah satu kali ke depan, memancarkan aura mengintimidasi yang membuat Tuan Seno reflek memundurkan langkahnya karena ketakutan.
“Skors satu minggu dari pihak sekolah? Itu terlalu ringan untuk orang yang sudah berani mengatai putriku sebagai anak tanpa didikan dan berniat memukulnya,” ucap Hendra dengan suara rendah yang amat dingin, menusuk langsung ke ulu hati Tuan Seno.
Hendra kemudian mengeluarkan ponsel dari saku jasnya, mengetik sesuatu dengan cepat, lalu menempelkan benda pipih itu ke telinganya. Seluruh orang di ruangan itu menahan napas, menanti apa yang akan dilakukan oleh sang penguasa bisnis tersebut.
“Putuskan semua kontrak kerja sama dengan Bramantio Group sekarang juga. Tarik seluruh saham kita dari perusahaan mereka, dan pastikan besok pagi perusahaan itu sudah dinyatakan bangkrut,” perintah Hendra tegas dan mutlak kepada sekretarisnya di seberang telepon, lalu langsung mematikan sambungan sepihak.
Deg.
Wajah Tuan Seno seketika berubah pucat pasi. Tubuhnya limbung hingga ia terpaksa bertumpu pada ujung meja agar tidak langsung ambruk ke lantai. Hukuman dari keluarga Wicaksono benar-benar tidak main-main—mereka menghancurkan hidupnya hanya dalam hitungan detik.
“Tuan Hendra, saya mohon jangan lakukan itu! Saya mohon...!” ratap Tuan Seno frustrasi. Dengan sisa tenaganya, ia menoleh ke arah Clara yang masih mematung bodoh. Tanpa perasaan, Tuan Seno menarik kasar lengan putrinya itu hingga Clara tersungkur di depan kaki Arka dan Naya.
“Minta maaf sekarang, bodoh! Cepat berlutut dan minta maaf pada Nona Muda!” bentak Tuan Seno histeris pada anaknya sendiri.
Clara yang syok, dan terhina akhirnya dengan terpaksa meminta maaf pada anaya. Tapi tak ada sediktpun raut menyesal di wajah clara. Di balik kepala yang menunduk, matanya menatap lantai dengan pancaran dendam yang membara. Kejadian hari ini justru membuatnya menjadi jauh lebih membenci Anaya dan bersumpah akan membalasnya suatu hari nanti.
...****************...
# HAI GUYSSS ✨#
GIMANA NIH CERITA DI BAB 13..
PASTI SERU BANGET KAN!!
STAY TUNE TERUS SETIAP PAGI DAN MALAM JAM 08.00-09.00 dan 19.00 YA GUYS. KARNA BAB BARU AKAN UP SETIAP JAM 08.00-09.00 dan 19.00😙
JANGAN LUPA YAAA
LIKE 👍🏻 DAN KOMENNYA 💬, KARNA DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI DAN BUAT AKU SEMANGAT BERKARYA.
THANK YOU SUDAH MAMPIR DI KARYA KU🥰🫶
udah bikin satu kelas mikir berjamaah dianya malah anteng anteng aja🤭
Jangan lupa like, komen dan klik favorit yaa🥰
HAPPY READING & HOPE YOU ENJOY GUYSSS💜