kisah seorang dokter internship yang bertemu dengan seorang polisi yang menurutnya sangat menjengkelkan dan terjebak pernikahan dengannya akibat kejadian suatu malam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nad Nanad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 11
Saat ini Anna sedang memandangi langit sore di balkon kamarnya, menikmati semilir angin sore yang menenangkan.
"Kreeek" pintu kamar terbuka tampak Dean sedang membawa potongan kue lalu berjalan ke arah Anna lalu duduk di sofa yang berada di samping Anna.
"Kita gak jadi pindah hari ini, jadi besok saja ya!" Ucap Dean pada istri juteknya itu.
"Lah ngapain ngajak-ngajak saya? Ini rumah saya kalo bapak mau pindah ya silahkan gak usah balik lagi sekalian." Ucap Anna ketus tanpa melihat ke arahnya.
Lalu tiba-tiba tanpa aba-aba Dean memeluk Anna dari belakang dan meletakkan kepalanya di curug lehernya, deru nafasnya terdengar jelas di telinga membuat Anna jadi sedikit geli.
"Saya ini suami kamu, jadi kamu harus ikut kemanapun saya pergi".
"Tap ... "
"Hustttt, diam." Dean menempelkan telunjuknya ke bibir Anna, hingga membuat gadis itu menurut.
"Hmm ... baiklah saya akan ikut dengan bapak tapi lepaskan saya dulu."
"Nanti aja saya mau meluk istri saya dulu." Dean semakin memperat pelukannya.
"Lepasin pak! Saya sesak." Mohon Anna pada Dean.
Dean lalu melepaskan pelukannya dengan sedikit kecewa lalu kembali duduk di tempatnya semula.
"Duduk sini!" Ujar Dean sambil menepuk sofa di sampingnya.
Anna lalu duduk disampingnya karena cukup lama berdiri sendiri.
"Nih makan aaaaa." Pinta Dean yang memotong kue yang tadi dibawanya dengan potongan kecil lalu menyuapi Anna.
"Kue?" Tanya Anna menatap piring yang berisi kue berwarna cokelat dengan krim putih di atasnya itu.
"Iya, ini saya yang buat loh."
"Seriously?"
Dean mengangguk kemudian berkata " Cobain."
"Jangan-jangan ada peletnya ya? Bapak mau melet saya ya?"
"Melet istri sendiri gak apa-apa kan? Gak usah banyak ngomong nih makan."
Anna membuka mulutnya dan Dean pun memasukkan potongan kue ke dalam bibir mungil milik Anna, Dean menenggak ludah kasar melihat bibir ranum itu yang sedang mengunyah sepotong kue tadi.
Dean mendekatkan wajahnya ke wajah Anna.
Kemudian Anna menahan dada bidang Dean agar tidak terlalu dekat dengannya. Tapi tenaga Anna tidak ada apa-apanya dengan tenaga Dean.
Deru nafasnya terdengar jelas di telinga Anna, dan seketika bulu kuduknya meremang.
Anna memejamkan mata tidak berani melihat apa yang akan terjadi.
Serasa ada benda kenyal menempel di bibirnya sangat lembut.
Anna mematung, tak tau harus berbuat apa, sampai ia mengumpulkan kesadarannya lalu mendorong sedikit dada bidang Dean.
Anna salah tingkah dan pipinya memanas ia menunduk dalam sementara Dean menatapnya dengan tatapan aneh.
"Kenapa? Kan udah halal gak apa-apa dong." Ucap Dean menggoda Anna.
"Pak!" Panggil Anna pada Dean dan kemudian ...
"Nih rasain! Makanya jangan cium-cium sembarangan." Anna mengoleskan krim kue yang tadi ke seluruh wajah Dean.
Dean yang tak mau kalah juga mengoleskan krim bahkan sampai kuenya pun dioleskan ke wajah Anna, hingga terjadi perang kue antar mereka.
Mereka tertawa bahagia atas kekonyolan yang mereka ciptakan sendiri. Tiba-tiba Dean menarik kepala Anna untuk bersandar di dadanya dan Anna tak menolak dan masih saja tertawa.
"Teruslah seperti ini bersamaku." Batin Dean sambil mengelus puncak kepala Anna.
"An, kamu tau gak kalau sabun itu bisa nyatuin minyak dan air?" Tanya Dean.
"Iya tau waktu masih sekolah pernah dipraktekkin." Jawab Anna polos.
"Nah begitu juga dengan kita yang disatukan oleh penghulu".
"Wahh ngegombal."
"Emang." Kemudian mereka tertawa bersama lagi setelah mendengar gombalan receh dari Dean.
"Saya mau nyanyi buat kamu". Ucap Dean lagi.
"Gak usah pasti suaranya fals". Celetuk Anna.
"Dengerin dulu".
Kali ini aku merasakan cinta
Cinta yang sesungguhnya
Dia wanita yang mampu
Membuat pikiranku selalu
Tertuju akan dia
Kini aku jatuh cinta
cinta cinta
Hati ini berbunga-bunga, bunga
Dan Akhirnya kumenemukanmu.
Dean terus menyanyikan lagu Davit Harun yang berjudul jatuh cinta itu sambil sesekali menciumi puncak kepala Anna, sementara Anna mendengarnya dengan serius dan tak sadar memeluk pinggang Dean lalu memejamkan matanya.
Dean yang menyadari itu mengukir senyum di bibirnya.
Namun keuwuan ini tidak bertahan lama guys:v
Tok ... tok ...tok ...
Pintu kamar diketuk Dean membangunkan Anna yang rupanya tidur dalam pelukannya karena ia ingin membukakan pintu untuk orang yang sudah mengganggu keuwuan mereka.
Namun Anna tak mau mengubah posisinya ia hanya menggeleng lalu melanjutkan tidurnya.
"Eh Anna, gak baik tidur sore." Ucap Dean pada Anna namun Anna tak bergeming hingga suara bising Satya yang terus mengetuk pintu seperti orang kesetanan mampu membangunkannya.
"Biar saya yang bukain." Titah Dean pada Anna yang masih mengucek matanya.
"Gak biar saya aja." Sahut Anna lalu berjalan ke arah pintu kamarnya dan membuka pintunya dan alangkah terkejutnya Satya saat melihat Anna dengan rambut acak-acakan serta remahan-remahan kue yang ada di seluruh wajah dan pakaiannya.
"Apasih bang ngetuk pintu kayak kesetanan." Ucap Anna pada Satya sementara Satya hanya melongo di tempatnya.
"Abis berantem lagi ya? Kasian Dean punya istri kayak singa suka ngamuk sembarangan."
"Ngapain Abang kesini? mau tak sleding kepalanya?" Ucap Anna yang membuat Satya ngeri sendiri.
"Eh enggak, Abang kesini disuruh Tante buat panggilin kamu katanya ada yang mau dia omongin".
"Tante siapa?" Tanya Anna yang bingung sebab semua keluarganya sudah pulang siang tadi.
"Tante kamulah Tante Lina."
"Idih Tante Abang itu mah."
" Mana ada itu Tante kamu tau buktinya dia nyariin kamu."
Lalu Dean datang dan melerai pertengkaran mereka yang sedang memperebutkan Tante kesayangan mereka:v
"Gak boleh gitu sama Tante sendiri, itu Tante kalian berdua jadi kalian harus hormati dia". Ucap Dean menasehati mereka berdua.
"Bukan Tante saya". Ucap mereka bersamaan lalu saat Satya mengalihkan pandangannya ke arah Dean ia tertawa terbahak-bahak melihat keadaan Dean saat ini.
"wkwkwk, mampus siapa suruh nikah ama singa." Ucap Satya lalu meninggalkan mereka berdua sebelum terkena amukan dari Anna.
***
Selepas membersihkan diri, kini Anna dan Dean berada di ruang tamu yang disana sudah ada Tante Lina yang kali ini membawa Leo adik dari Yanti dan tentu saja Yanti juga.
Tante Lina lalu mendekat ke arah Anna memuji-muji dirinya hingga Dean pun tak luput dari pujiannya. Anna curiga pasti ada maunya ini dan benar saja di pun mengutarakan keinginannya itu.
"An bantuin adik kamu Leo buat kerja di restoran tempat kerja suaminya Yanti ya An." Ucap Tante Lina yang membuat Anna bingung.
"Loh bukannya suami Mbak Yanti itu manager disana kenapa harus minta tolong sama Anna?" Tanya Anna yang bingung.
"Gini an, suami mbak kan itu cuma manager disana gak bisa bantuin Leo kerja disana sementara suami kamu itu pemilik restoran itu." Kali ini Yanti yang menjelaskan pada Anna yang membuat Anna kaget sekaligus senang dapat membalas kesombongan mereka itu.
Lalu Anna menatap Dean yang sedang bermain catur dengan Satya dia berpikir bahwa masih banyak misteri dari sosok suaminya itu.
"Nanti Anna bicarain sama dia, tapi Anna gak janjinya." Ucap Anna lalu berlalu dari sana.
To be continued ....
thor...
knpa g dilanjutin kisahnya Dean sm Anna
👍🤗