Aruna (25tahun) adalah wanita karir sukses, cantik, dan mandiri yang hidupnya terusik oleh teror "kapan nikah" dari orang tuanya. Lelah dengan tekanan tersebut, Aruna memutuskan melepas penat di sebuah kelab malam bersama sepupu-sepupunya. Malam itu, di bawah pengaruh alkohol, ia terlibat cinta satu malam (one night stand) dengan seorang pria tampan nan karismatik. Betapa terkejutnya Aruna saat terbangun di apartemen dan mendapati pria tersebut adalah teman akrab sepupunya sendiri. Syoknya bertambah berkali-kali lipat saat mengetahui fakta baru: pria itu ternyata seorang berondong yang usianya jauh di bawah Aruna. Hubungan tak terduga ini mendadak rumit ketika si pria enggan menjauh dan justru menawarkan solusi gila untuk menghadapi orang tua Aruna.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NoorBee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PROLOG
...Hallo everyone!!!♥...
...Ketemu lagi denganku.....
...Pertama tama, aku mau ucapin Terimakasih sekali, karena sudah meluangkan waktu untuk mampir dan membaca cerita ceritaku....
...Aku minta maaf yah, kalau selama penulisan ini, masih banyak tata bahasa, ejaan, tanda baca dan EYD yang masih jauh dari kata sempurna....
...🔔‼️‼️Disclaimer | Warning❗❗🔔...
...Cerita ini hanyalah fiksi belaka yah. Jika terdapat kesamaan nama tokoh, tempat, lokasi kejadian, alur cerita, hal tersebut murni kebetulan, tanpa ada unsur kesengajaan....
...Oh yah satu lagi, Cerita ini juga mengandung konten 21+ , mohon bijak yah kaka kaka📢🔔...
...Sekali lagi terimakasih banyak, untuk kritik dan saran yang membangun di tunggu yah kaka...
...Jangan lupa like dan koment✅...
...I love you all 😍...
---------------------------+++++-------------------------+++++++-----------
Di kawasan Asia Tenggara yang berkilau oleh kemewahan namun menyimpan bayang-bayang pekat di balik layarnya, roda kekuasaan mutlak dikendalikan oleh aliansi tiga dinasti raksasa yang telah terikat erat sejak zaman kakek buyut mereka.
Pilar pertama adalah Keluarga Erros, penguasa mutlak dunia malam yang memonopoli bisnis F&B, jaringan kelab malam eksklusif terselubung, serta beberapa perusahaan asuransi raksasa di bawah bendera Erros Grup.
Berdampingan dengan mereka, berdiri Mahesa Grup selaku tiran keuangan global sekaligus orang terkaya nomor dua di dunia, sebuah imperium finansial yang tidak hanya mengontrol sirkulasi modal, tetapi juga menggurita ke sektor perkapalan internasional, properti, dan jaringan hotel ultra-mewah di destinasi wisata premium seperti Sentosa Island, Singapura.
Menjadi perisai sekaligus kekuatan paling ditakuti dalam lingkaran ini adalah Keluarga Sterling, pemilik Caspian Property Group ( CPG ) di dunia atas, yang di dunia bawah dikenal sebagai sindikat mafia paling disegani dengan lambang singa hitam. Jaringan Sterling menyembunyikan "Kartu As" aliansi berupa perusahaan jaringan digital rahasia yang mengontrol seluruh arus logistik dan keuangan gelap mereka.
Menghadapi desas-desus publik yang menyebut mereka sebagai konspirasi kriminal berdarah dingin, ketiga dinasti ini memilih menerapkan taktik strategic silence, tidak pernah membantah dan tidak pernah mengakui, membiarkan bola panas rumor mafia itu menggelinding liar demi memastikan tidak ada satu pun hukum atau kompetitor yang memiliki nyali untuk mengusik imperium mereka.
****
Kamar VVIP Aura Society paling dalam di kelab malam terkenal milik Erros Group. Ruangan ini sangat tenang, bebas dari sadapan, dan sinyal HP sengaja dimatikan.
Di luar ruangan, musik dugem berdentum keras menghibur ribuan orang kaya. Tapi di dalam sini, suasananya sangat sepi dan serius.
Narendra Mahesa , Pewaris orang terkaya nomor dua di dunia yang bisa mengacaukan ekonomi sebuah negara hanya dengan satu perintah duduk santai di sofa mahal. Di depannya, si kembar Ethan dan Evan Erros, penguasa bisnis hiburan malam se-Asia Tenggara, sedang mengobrol sambil menuang minuman.
Pintu tebal ruangan itu terbuka. Dominic Sterling, bos besar bisnis properti yang punya gedung-gedung mewah di berbagai negara, masuk dan langsung duduk.
"Kamu telat lima menit, Dom," kata Narendra sambil melihat jam tangannya. "Aku harus mengurus transferan uang triliunan rupiah sebelum pagi."
Dom menuangkan minuman ke gelasnya sendiri.
"Tadi di lobi hotel ada wartawan yang mencegatku. Dia bertanya, apa benar proyek pelabuhan baru kita itu pakai uang haram dari bisnis judi milik keluarga Erros."
Ethan Erros langsung tertawa mendengar itu. Sementara kembarannya, Evan, hanya tersenyum tipis.
"Lalu kamu jawab apa, Dom?" tanya Ethan penasaran.
"Aku cuma senyum," jawab Dom santai. "Aku bilang ke wartawannya, kalau mau tahu rasanya jadi orang kaya, beli saja salah satu apartemen mewah punyaku."
"Bagus," sahut Evan. "Biarkan saja orang-orang di luar sana bergosip kalau kita ini komplotan mafia. Semakin mereka percaya rumor itu, semakin takut para saingan bisnis kita untuk ikut campur dalam proyek pelabuhan minggu depan."
Narendra kemudian membuka laptop khususnya. Laptop ini memakai jaringan internet rahasia yang dibuat oleh adik kandung Dom.
"Sekarang kita bahas urusan penting," kata Narendra dengan wajah serius. "Tadi malam, timku mendeteksi ada peretas dari luar negeri yang mencoba membobol data keuangan proyek pelabuhan milik perusahaanmu, Dom."
Dom sama sekali tidak terlihat panik. "Tenang saja. Gavin sudah memasang jebakan di sistem komputernya. Begitu peretas itu menyentuh data kita, sistem komputer Gavin akan otomatis mengunci uang digital para peretas itu dan melacak lokasi persembunyian mereka untuk dilaporkan ke polisi internasional."
Ethan mencondongkan badannya ke depan. "Dari pihak Erros, semua urusan di pelabuhan sudah aman. Orang-orang di bea cukai dan kuli pelabuhan sudah berada di bawah kendali kami. Kalau uang dari Narendra lancar dan sistem komputer adikmu aman, proyek besar ini tidak akan bisa disentuh oleh hukum."
Narendra mengangkat gelasnya. "Sejak zaman kakek buyut kita, keluarga Mahesa yang urus modal uang, keluarga Erros yang urus jalur di lapangan, dan keluarga Sterling yang bangun gedungnya."
Dom dan si kembar Erros ikut mengangkat gelas mereka dan berdenting bersama. Hubungan tiga keluarga ini sangat kuat dan tidak bisa dihancurkan. Mereka tidak perlu menjawab atau membantah omongan orang di luar sana, karena bagi mereka, kekuasaan yang nyata tidak butuh penjelasan.
Rumus matematika kehidupan versi orang tua Aruna sangat sederhana: Umur dua puluh lima tahun belum pernah pacaran di tambah Belum Menikah sama dengan Bencana Nasional.
Tidak peduli seberapa berkilau pencapaian kariernya atau seberapa mandiri finansialnya, bagi mereka, Aruna tetaplah lajang yang kesepian. Teror "kapan nikah" yang datang bertubi-tubi akhirnya membuat sekring di otak Aruna putus. Malam itu, ia memutuskan melakukan hal paling impulsif sepanjang hidupnya yaitu pergi ke kelab malam bersama para sepupunya, mabuk, dan berakhir di ranjang seorang pria yang ketampanannya berada di level ilegal.
Aruna mengira skenario terburuk dari one night stand adalah rasa canggung atau penyesalan. Ternyata tidak. Skenario terburuknya adalah ketika Anda bangun pagi, menyadari pria tersebut adalah sahabat karib sepupu Anda sendiri, dan mendapati fakta bahwa pria itu adalah seorang berondong tulen yang masih berstatus siswa. Catat! SISWA!!
Ketika Aruna bersiap memakai sepatunya dan berniat kabur untuk berpura-pura amnesia, pria di atas ranjang itu terbangun, menatapnya dengan senyum miring yang menyebalkan, dan menggumamkan sebuah kalimat yang menandai dimulainya kerumitan baru dalam hidup Aruna.
'Mau kabur ke mana, Ka Aruna?'
Pertanyaan yang menghantamnya, membuat runa tak berdaya.
Sial. Bagaimana bisa semua kegilaan ini dimulai?
Jawabannya ada pada interogasi sialan dua puluh empat jam yang lalu!
Aruna sedang memimpin rapat penting di kantor, tapi ponselnya bergetar terus
Ting! Ting! Ting!
Aruna bersumpah, jika ada satu lagi suara notifikasi dari grup WhatsApp bernama "Keluarga Besar Erros" masuk ke ponselnya, ia akan melempar benda pipih itu ke luar jendela lantai dua puluh empat.
Jarinya dengan cepat menekan tombol mute selama satu tahun, tapi itu tidak menghentikan rentetan foto-foto pria lajang yang masuk ke dalam grup. Mulai dari sepupu jauh hingga anak tetangga yang dikirim Inda,ibunya sebagai kandidat perjodohan. Berada di usia 28 tahun dengan karier yang cemerlang ternyata tidak menyelamatkan Aruna dari status "Darurat Menikah" yang disematkan oleh keluarganya.
Sambil memijat pelipisnya yang mulai berdenyut, Aruna tahu ia butuh pelarian malam ini, atau otaknya akan benar-benar meledak. Aruna membua grup chat lainnya yang bernama " Kolektor Warisan" dia membaca satu persatu pesan dari sepupu dan sahabat sahabatnya.
Ethan:
Aura Society jam sepuluh malam gais
Nares:
oke sayang!
Naren:
Gw skip, ada kerjaan
Evan:
Gak asik banget lo ren
Avani:
Ka Runa, mantau doang 🤣
Rey:
Gw ikut!
Nares:
Run, gw jemput nanti malem! Wajib!
Aruna:
Ok! Gw ikut!
Setelah mengetik pesan, runa meletakan kembali ponselnya ke sembarang arah dan melanjutkan kembali pekerjaanya. Dia tidak mau ambil pusing dan terhanyut dengan kekesalannya terhadap mamahnya yang terus memaksanya untuk menikah.
****