NovelToon NovelToon
BISIKAN LUKISAN BERDARAH

BISIKAN LUKISAN BERDARAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Misteri / Penyelamat
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Andhig Rosdiana

Bagi Adista, barang antik bukan sekadar benda mati; mereka memiliki jiwa, cerita, dan keindahan tersendiri. Hobinya mengoleksi barang-barang unik dan kuno selalu berhasil membawa kepuasan tersendiri, hingga suatu malam di sebuah ruang pelelangan rahasia, matanya terpaku pada sebuah mahakarya yang unik.
​Sebuah lukisan tua berbingkai emas kusam yang menggambarkan sosok perempuan dengan air mata darah.
​Ada daya tarik magis yang tak kasat mata, seolah lukisan itu sengaja memanggil namanya. Tergiur oleh keunikan dan aura mistisnya, Adista berhasil memenangkan lelang tersebut tanpa tahu harga yang harus ia bayar bukan sekadar uang.
​Sejak lukisan itu tergantung di dinding rumahnya, atmosfer berubah mencekam. Langkah kaki misterius, bau anyir yang menguap di udara, hingga bisikan ghaib yang menyayat hati mulai meneror malam-malam Adista. Sosok perempuan dalam kanvas itu seolah hidup, dan tangisan darahnya perlahan mulai merembes keluar dari bingkai, menuntut balas yang mengerikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andhig Rosdiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 13

Pikiran Adista benar-benar kacau hari ini. Sejak menginjakkan kaki di kantor garmen miliknya, ia sama sekali tidak bisa fokus bekerja. Tumpukan berkas laporan keuangan dan dokumen yang biasanya ia periksa dengan cepat, kini hanya tergeletak begitu saja di atas meja jati besarnya.

​Setiap kali ia mencoba membaca baris demi baris tulisan di kertas itu, bayangan kejadian tadi pagi selalu muncul kembali di benaknya. Bau anyir darah yang membusuk dari dasar gelas di kamar tamu seolah-olah masih menempel erat di ujung hidungnya. Bau itu begitu nyata, begitu pekat, hingga membuat nafsu makannya hilang total.

​Adista menyandarkan punggungnya ke kursi kerja. Ia memijat pelipisnya yang terasa berdenyut nyeri.

​"Apa benar yang dikatakan Bram waktu itu?" gumam Adista dengan suara yang sangat lirih.

​Ingatannya berputar kembali ke beberapa hari lalu, saat Bram berteriak histeris di ruang tengah dan bersumpah melihat potongan tubuh manusia di dalam mangkuk sotonya. Saat itu, Adista dengan sangat yakin menganggap sepupunya hanya berhalusinasi karena stres setelah pemakaman Ronald. Namun sekarang, setelah ia sendiri mencium bau darah busuk di dalam gelas kamar Bram, logikanya mulai goyah.

​Rasa bersalah mulai merayap di hati Adista. Ia merasa bodoh karena selama ini terlalu mengabaikan ketakutan Bram. Perempuan dalam lukisan itu... apakah benar-benar berhantu? Apakah benda mati yang ia menangkan di tempat lelang dengan harga mahal itu ternyata membawa kutukan pembawa maut ke dalam rumahnya?

​Jika semua itu benar, artinya nyawa Bram sekarang sedang berada dalam bahaya yang sangat besar. Setiap malam sepupunya itu terus meminum cairan yang ia kira anggur, padahal itu adalah darah busuk yang disajikan oleh sesosok makhluk ghaib.

​TOK... TOK... TOK...

​Suara ketukan pintu memecah lamunan Adista. Seorang wanita muda dengan pakaian kerja yang rapi melangkah masuk ke dalam ruangan sambil membawa sebuah nampan berisi secangkir kopi hangat. Dia adalah Maya, asisten pribadi Adista yang sudah bekerja bersamanya selama tiga tahun terakhir. Maya bukan hanya sekadar asisten, tetapi juga orang kepercayaan yang cukup dekat dengan Adista.

​"Permisi, Bu Adista. Ini kopi hitam hangatnya," kata Maya dengan sopan sambil meletakkan cangkir itu di sudut meja.

​"Ah, iya. Terima kasih, Maya," jawab Adista dengan senyum yang dipaksakan.

​Maya tidak langsung keluar dari ruangan. Ia berdiri di depan meja, memperhatikan raut wajah bosnya yang tampak sangat pucat. Lingkaran hitam di bawah mata Adista tidak bisa disembunyikan meskipun sudah ditutupi bedak tipis. Sejak masuk kantor tadi pagi, Maya menyadari bahwa bosnya sering melamun, menghela napas panjang, dan pandangan matanya tampak kosong. Kegelisahan Adista itu begitu jelas terlihat, membuat suasana di dalam ruang kerja terasa sangat canggung.

​"Maaf sebelumnya, Bu Adista," ujar Maya berhati-hati, takut menyinggung perasaan bosnya. "Jika saya boleh tahu, apakah ada masalah yang sedang membuat Ibu gelisah hari ini? Sejak pagi tadi, Ibu kelihatan kurang fokus dan banyak melamun. Laporan dari bagian produksi juga belum sempat Ibu tandatangani."

​Adista menatap Maya, lalu beralih menatap cangkir kopi yang mengepulkan uap tipis di depannya. Ia ragu-ragu untuk bercerita. Bagaimana mungkin ia menceritakan tentang lukisan berdarah, hantu wanita cantik, dan bau darah di dalam gelas kepada asistennya? Hal itu pasti akan terdengar sangat konyol dan tidak masuk akal untuk ukuran seorang direktur perusahaan.

​Namun, beban di dalam dada Adista sudah terlalu penuh. Jika ia terus memendamnya sendirian, ia merasa kepalanya bisa pecah karena stres.

​"Maya, apakah kamu percaya pada hal-hal... mistis? Atau kutukan pada barang-barang antik?" tanya Adista tiba-tiba, suaranya terdengar sangat serius.

​Maya sempat terkejut mendengar pertanyaan yang tidak biasa itu keluar dari mulut Adista. Namun, ia segera menata sikapnya. "Hm, secara pribadi, saya menganggap hal seperti itu ada, Bu. Di dunia ini kan memang ada hal-hal yang tidak bisa dijelaskan oleh logika manusia biasa. Memangnya ada apa, Bu? Apa ini ada hubungannya dengan rumah Ibu?"

​Adista menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan debaran jantungnya. "Ini tentang Bram, sepupuku yang menginap di rumah sejak pemakaman Kak Ronald. Akhir-akhir ini sikapnya berubah total. Dia selalu bangun sangat terlambat, wajahnya pucat, dan badannya semakin kurus seperti orang sakit."

​"Mungkin Mas Bram masih syok karena kepergian Pak Ronald yang mendadak, Bu," sahut Maya mencoba memberikan pemikiran yang logis.

​"Tadinya aku juga berpikir seperti itu, Maya," potong Adista cepat. "Tapi tadi pagi, aku masuk ke kamarnya untuk membangunkan dia. Di meja samping tempat tidurnya, aku menemukan gelas bekas minuman. Aku kira itu anggur merah biasa. Tapi waktu aku cium... baunya sangat anyir, Maya. Itu bau darah manusia yang sudah membusuk. Baunya sangat menjijikkan."

​Maya langsung menutup mulutnya dengan tangan, matanya membelalak ngeri mendengarkan cerita Adista. "D-darah, Bu? Bagaimana bisa ada darah di dalam gelas di kamar Mas Bram?"

​"Itulah yang membuatku gelisah setengah mati sekarang," kata Adista, air mata kecemasan mulai menggenang di sudut matanya. "Seminggu yang lalu, Bram berteriak-teriak ketakutan di dapur. Dia bilang soto babat yang kubeli berubah jadi kulit kepala dan jari manusia yang bau busuk. Waktu itu aku tidak percaya dan mengatainya berhalusinasi. Tapi sekarang, setelah aku mencium sendiri bau darah itu di kamarnya, aku sadar... Bram tidak bohong. Ada sesuatu yang jahat di dalam rumahku, Maya. Dan sesuatu itu mengincar Bram setiap malam."

​Suasana di dalam ruang kerja yang ber-AC itu mendadak terasa sedingin es. Maya bisa merasakan ketakutan yang luar biasa yang sedang dialami oleh bosnya. Cerita itu terdengar sangat mengerikan, seolah-olah diambil dari sebuah film horor.

​"Lalu, apa yang akan Ibu lakukan sekarang?" tanya Maya dengan suara yang ikut bergetar. "Ibu tidak bisa membiarkan Mas Bram terus berada di rumah itu jika kondisinya berbahaya."

​Adista mengepalkan kedua tangannya di atas meja. Rasa takutnya kini perlahan berubah menjadi sebuah tekad untuk melindungi sepupunya. "Aku harus pulang lebih cepat sore ini. Aku tidak peduli lagi dengan urusan kantor untuk hari ini. Aku harus memaksa Bram untuk keluar dari rumah itu dan membawanya pulang ke rumah ibunya. Dan lukisan... lukisan perempuan menangis darah yang baru kubeli itu, aku harus menyingkirkannya dari rumahku secepat mungkin sebelum makhluk di dalamnya mengambil nyawa Bram,apa mungkin kematian misterius Ronald ada hubungannya dengan lukisan itu ?

​Mendengar nama mendiang Ronald disebut, Maya merinding hebat. Ia teringat berita di koran tentang kondisi mayat Ronald yang perutnya robek dengan organ dalam yang hancur. Jika semua itu adalah ulah dari makhluk halus di dalam lukisan tersebut, maka waktu yang mereka miliki saat ini sangatlah sedikit. Maut sedang berjalan mendekati Bram, dan Adista harus berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan sepupunya sebelum malam kembali tiba.

1
Ungkar Aj
maaf ya suy untuk saat ini author belum bisa update ,hape author rusak ,tunggu seminggu lagi insyaallah author up sampai tamat /Sob/
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
aduh piye sih di ulur3 mkin lama makin menjadiw saja
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
sesulit itukah berkata jujur

krn dosa lama kai skrg menempuh apa yg kau tabur

tp.setidaknjya klo berani mengakui dn bertibat akan lenih enteng tp ini tak ada niat ya sudah lah
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
ininlah akibatnya klo salah g mau ngaku salah jd ya di hantui rasa bersalah
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
kenapa g mengku saj biar g di hamtui rasa bersalah
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
waduhh ini knp rupanya lukisan itu smpe ke adista krn ada dalam li gakran keluarganya
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
jadi ini rupanya anak nya di bantai padahal anak nya tak tau apa2
apakah dgn riyan juga ya
nahhh ini jadi misteri
Iis Dawina
iya kali om Harun terlibat pembunuhan laras
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
lha jadi ada kaitanya ya
weehhh kira2 apa ya
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
lha apakah ada kaaitanya dgm rian
aduh entah lah
andhig Rosdiana
kita lupa tuntas apa yang sebenarnya om harun lakukan pada Laras , terimakasih udah like dan koment 👍😍
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ: ini dia yg bikin penasaran
total 1 replies
Iis Dawina
apa om Harun salah satu yg sudah membunuh Laras . trs Laras bls dendam ke bram
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
nahhh sekarang gmn kek buntu gitu sih
aduh kira2 kmn lagi akan melangkah
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
jadi belum di ceritakan ya perempuan iru

knp.sih susah sekali nyebut namanya hadeh
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
nahh kan semakin rahasia nya terkuak akhirnya akan bertemu di alam berbeda damar dan perempuan itu jgn bilang nama permouan itu nawang wulan/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
wow akan terkuak lah apa yg selama ini terpendam

tp setifak nya g ada yg mati dlu deh kasihan jiwa adista terguncang hebat dgn kejadian kematian yg tak wajar
andhig Rosdiana
tenang tahan nafas kita kupas tuntas ya dik ...🤭 terimakasih selalu setia di karya aku ,😍
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
apa mungkin lukisan itu minta di kemabalikan di rumah itu ya
waduh gmn dong
yg pasti kukisan nya g minta tumbal lagi
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
waduh bahayakah
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
jadi pere.puan itu tidak meneror karna akan menemukan apa kebenaran yg akan menguak sebuah misteri wow su guh perjalanan yg tak mudah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!