Lin Meilin adalah agen intelijen modern papan atas yang ditakuti karena keahliannya dalam taktik pertempuran dan racun mematikan.
Namun, sebuah misi rahasia untuk merebut kembali Giok Dinasti Long yang hilang di luar negeri justru berakhir tragis. Meilin dikhianati oleh rekan seperjuangannya sendiri hingga sekarat.
Saat tetesan darah Meilin menyentuh permukaan giok kuno tersebut, keajaiban mistis terjadi. Jiwanya terlempar melintasi waktu dan terbangun di dalam tubuh Permaisuri Lin—seorang wanita berkedudukan tinggi namun memiliki kepribadian yang sangat lemah dan penakut.
Di dunia kuno ini, Permaisuri Lin baru saja diracun oleh selir kesayangan kaisar dan dibuang hingga terabaikan di Istana Dingin yang sunyi.
Kini, tidak ada lagi permaisuri lemah yang bisa ditindas! Dengan jiwa agen rahasia yang haus akan keadilan, Meilin bangkit untuk mengacak-acak seisi istana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amber Mist, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32: Kode Biner di Gerbang Makam Terlarang
Di atas pelat tersebut, terdapat deretan tombol pasak batu kecil yang disusun dalam formasi matriks delapan kolom. Di bawah setiap tombol, terdapat pahatan simbol angka yang sangat aneh bagi orang zaman ini: hanya berupa variasi deretan angka 0 dan 1.
"Ini..." Meilin menyentuh permukaan baja tersebut, merasakan dinginnya logam masa depan. "Sistem pengaman pengunci mekanis berbasis Kode Sandi Digital Biner."
Long Feng melangkah maju, bahu bidangnya menempel ketat di samping Meilin. Sepasang mata elangnya yang tajam menatap deretan angka 0 dan 1 itu dengan alis berkerut penuh kecurigaan taktis. "Kode sandi biner? Rubah Kecil, apakah ini bagian dari pengetahuan mistis dunia masa depanmu?"
"Ini bukan sihir, Long Feng. Ini adalah bahasa matematika dasar komputer abad ke-21," jelas Meilin, suaranya sangat tenang namun sarat akan analisis dingin seorang agen elit. "Davin sengaja menggunakan sistem biner delapan bit (ASCII code) untuk mengunci gerbang ini. Bagi pendekar atau jenderal tercerdas di daratan ini sekalipun, deretan angka ini hanya akan terlihat seperti coretan mantra tak berarti. Jika ada yang mencoba menghancurkan pintu ini dengan kekuatan Qi secara paksa, mekanisme internalnya akan memicu ledakan bubuk mesiu mesiu yang tertanam di langit-langit makam, meruntuhkan seluruh gunung es ini."
Mendengar bahwa musuh dari masa lalu istrinya telah memasang jebakan pemusnah massal yang begitu rumit, aura dewa perang di tubuh Long Feng kembali meledak pekat. Rasa cemburu posesif karena ada pria lain yang menguasai rahasia yang tidak ia pahami berbaur dengan hasrat protektif yang luar biasa besar untuk melindungi Meilin.
Long Feng tiba-tiba mencengkeram pergelangan tangan ramping Meilin dengan genggaman jantannya yang hangat dan sangat kuat. Ia menarik tubuh sutra perak wanita itu masuk ke dalam dekapan jubah bulu hitamnya, memaksa Meilin untuk mendongak menatap lurus ke dalam manik mata hitam pekatnya yang berkilat tajam.
"Lin Meilin, kau tahu cara memecahkan teka-teki terkutuk dari bajingan Davin ini, bukan?" bisik Long Feng, suara baritonnya yang berat terdengar serak penuh gairah kepemilikan mutlak. "Pria itu mengira dia bisa mengurungmu di luar menggunakan pengetahuan duniamu. Tetapi dia lupa... di dunia ini, kau memiliki aku sebagai tamengmu. Katakan padaku tombol mana yang harus kuhancurkan, dan aku akan mengeksekusinya untukmu."
Meilin menatap ke dalam sepasang mata elang suaminya yang dipenuhi oleh api cinta dan intensitas emosional yang mengunci hatinya. Benteng es di dalam dadanya kian meleleh. Sebuah senyuman licik namun luar biasa memikat terukir di bibir cantiknya. Ia menaruh telapak tangannya di atas dada bidang Long Feng yang berdegup kencang.
"Tenanglah, suamiku. Davin terlalu meremehkan memori taktis seorang agen tingkat tinggi," balas Meilin halus. "Di organisasi The Ghost dulu, kode enkripsi standarnya selalu menggunakan kombinasi tanggal kematian target operasi pertama kami. Angka biner di gerbang ini... jika diterjemahkan ke dalam karakter huruf, berbunyi 'G-H-O-S-T'."
Meilin melepaskan diri dari dekapan Long Feng dengan satu gerakan lincah, lalu mengulurkan jemari lenturnya ke arah pelat baja. Dengan kecepatan dan ketepatan presisi militer, ia menekan pasak-pasak batu tersebut sesuai konversi deretan kode biner huruf G, H, O, S, dan T yang telah dihafalnya di luar kepala.
Klek... Klek... Klek... Klek... Klek...
Lima kali ketukan mekanis bergema di dalam lembah es yang sunyi.
Grumuuum... Sreeek!
Detik berikutnya, getaran besar melanda bumi di sekitar mereka. Pintu batu seberat sepuluh ton itu perlahan-lahan bergeser ke samping, membuka koridor gelap gulita yang menuju ke kedalaman Makam Terlarang Kekaisaran Kerajaan Bei. Hembusan angin kuno yang membawa aroma debu ratusan tahun dan sisa energi fragmen giok yang kuat merasuk keluar dari dalam celah.
Meilin menarik belati perangnya kembali, matanya berkilat penuh gairah pemburu yang siap menagih utang darah masa lalunya. "Sistem pengaman Davin telah jebol. Yang Mulia, bersiaplah... karena di dalam labirin kegelapan ini, kita akan merebut kembali Fragmen Segel Inti Waktu dan menyudahi riwayat hidup pria dari masa laluku itu untuk selamanya."
Long Feng tersenyum tipis penuh dominasi mutlak, menggenggam erat jemari ramping Meilin di hadapan Gao Zan dan pasukannya, siap melangkah masuk membelah kegelapan makam kuno demi mengunci takdir kemenangan abadi mereka.
Hawa dingin yang keluar dari kedalaman Makam Terlarang terasa berkali-kali lipat lebih menusuk daripada badai salju di luar pegunungan. Ketika Lin Meilin dan Kaisar Long Feng melangkah melintasi gerbang batu yang terbuka, pintu seberat sepuluh ton itu mendadak bergeser menutup kembali dengan bunyi dentuman yang sangat keras.
Bum!
Kegelapan total sempat menyergap selama satu detik, sebelum akhirnya obor fosfor yang dibawa oleh Gao Zan dan Pasukan Serigala Hitam dinyalakan, melemparkan pendaran cahaya kehijauan yang remang-remang ke dinding lorong batu.
Lorong tersebut tidak seperti makam kuno biasa; dindingnya dilapisi oleh lempengan besi baja hitam tebal. Struktur jalurnya bercabang membentuk matriks labirin yang sangat rumit. Indra pendengaran Meilin yang tajam menangkap getaran mekanis dari balik dinding—suara roda gigi raksasa yang berputar lambat.
"Labirin ini bergerak secara dinamis," analisis Meilin, sepasang mata elangnya menyapu pola ubin lantai marmer dengan sangat jeli. "Setiap lima menit, posisi dinding baja ini akan bergeser berdasarkan kalkulasi algoritma waktu. Jika kita melangkah tanpa arah, kita akan terjebak di dalam koridor buta selamanya."
Long Feng menggenggam pedang pusaka kekaisarannya dengan erat, aura emas Qi miliknya menyelimuti bilah pedang hingga memancarkan hawa panas yang mengusir dingin. "Davin benar-benar menggunakan seluruh pengetahuan duniamu untuk menjebak kita di sini, Meilin. Namun, di hadapan kekuatan penuh pedangku, dinding besi ini bukan tidak bisa dihancurkan."
"Jangan menghancurkannya secara paksa, Long Feng," Meilin menahan lengan kekar suaminya dengan tangan rampingnya. "Davin tahu gaya bertarung pendekar kuno yang gemar menggunakan kekuatan dalam. Dinding ini dialiri oleh mekanisme pemicu bom mesiu. Sedikit benturan Qi yang terlalu besar pada struktur utama akan meruntuhkan seluruh langit-langit gunung es ini."
Long Feng menatap permaisurinya, rasa cemburu posesifnya kembali terusik karena ia harus bergantung pada pengetahuan dunia masa depan istrinya untuk menghadapi musuh. Namun, hasrat untuk melindungi Meilin jauh lebih besar daripada harga dirinya. Ia menarik tubuh ramping Meilin masuk ke dalam dekapan jantannya, mendekap pinggang wanita itu dengan sangat erat dari balik jubah bulunya.
"Kalau begitu, jadilah mataku dalam labirin ini, Rubah Kecil," bisik Long Feng dengan suara baritonnya yang serak dan penuh dengan dominasi mutlak tepat di dekat telinga Meilin. "Tunjukkan jalannya padaku, dan aku akan menjadi perisai yang menghancurkan apa pun yang berani menghalangi langkahmu."
Meilin tersenyum licik, sebuah senyuman menawan yang sarat akan bahaya laten seorang mantan agen elit. "Ikuti ritme langkahku, Yang Mulia. Kita akan menembus inti labirin ini sebelum dinding bergeser kembali."
semangat up nya kak, Terima kasih sdh up beberapa bab kak😍😍.. utk jam berapa nya kau up terserah aja ya.. aku selalu menantikan kelanjutan cerita mu ini.. semoga sampai tamat 😍😍😍
semangat ya
semoga sampai tamat ya😍😍
semangat up nya💪💪