Mengisahkan tentang dua orang anak kembar yang memilki dunia yang sama. Karena sejak kecil mereka memang tidak pernah terpisahkan.
Rean Arya Partama, kakak dari Sean Kingston yang terkenal sebagai dokter playboy, padahal dirinya bahkan tidak pernah berpacaran sebelumnya. Sosok hangat yang selalu menjadi partner terbaik dalam hidup adik kembarnya, Sean.
Sean Aryo Pratama, seorang dokter muda yang memiliki kesabaran seluar lautan, namun berubah menjadi dingin saat sebuah kecelakaan merenggut seluruh masa depannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 27
Sean mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh setelah mendengar penjelasan Embun tadi. Dia harus segera menemui Jefri di kantornya.
Dia benar-benar harus membahas tentang hal ini.
Brak!
Jefri terkejut saat melihat siapa yang datang ke ruangan kerjanya.
"Sean?" panggil Jefri melihat siapa yang datang.
Kenapa wajahnya terlihat sangat menakutkan sekali?
"Katakan nomor siapa ini sebenarnya?!" tanya Sean menuntut.
Dia melepaskan ponsel ke meja kerja Jefri disana. "Bukannya ini nomor Embun?" jawab Jefri gugup.
"Embun siapa yang kau maksud Jefri? Aku menyuruhmu mencari tau tentang putri Wijayanto. Tapi ternyata dia bukan putri Wijayanto. Yang berhubungan dengan ku waktu itu bukan Embun yang ku maksud. Lalu siapa dia Jefri? kenapa kau bisa salah orang?" tanya Sean mulai emosi.
Dadanya bergemuruh. Jantungnya berdebar kencang, nafasnya memburu. Terlihat jika saat ini dia sedang tidak baik-baik saja.
"Maksudnya gimana, gue gak ngerti sumpah." jawab Jefri berusaha tetap tenang.
"Aku bertanya ini siapa, Jefri? yang ku maksud putri Wijayanto adalah Embun Wijayanto, dan ini orangnya!" tidak tunjuk Sean pada nomor Embun yang baru saja di simpannya tadi.
Sumpah demi apapun Jefri benar-benar terkejut saat ini. Kenapa Embun ini berbeda dengan Embun yang dia temui waktu itu?
Kanapa ada dua Embun?
"Katakan apa maksudmu Jefri?!" sentak Sean membuat Jefri jantungan.
"Kasih gue waktu. Gue bakalan jelasin semuanya kalau gue udah dapat info validnya. Gue janji, gue bakalan jelasin kesalahpahaman ini. Gue janji!" ucapnya membuat Sean benar-benar kecewa.
Ternyata selama ini dia membenci orang yang sama sekali tidak bersalah. Dia marah pada sosok yang tidak bersalah.
Sejak awal dia hanya ingin datang untuk Embun yang di lihatnya pertama kali di rumah sakit dan acara kakeknya. Lalu yang mengirimkannya pesan itu siapa?
"Aku tunggu sampai malam ini, jika tidak ada kabar apapun jangan harap aku mau berhubungan dengan mu lagi!" ucap Sean dengan penuh ancaman.
Dia kembali ke kantornya setelah memastikan semua itu. Hancur sekali dirinya. Benar-benar tidak percaya dengan semua ini. Ternyata bukan Embun, orang tersebut bukan Embun.
Lalu kenapa mengaku dia Embun?
Bukan hanya Sean yang bingung. Tapi Embun juga bingung setelah mendengar penjelasan Sean tadi.
Bahkan laki-laki itu tidak ada diruangan kerjanya setelah mereka membicarakan hal tadi.
"Sebenarnya ada apa ini?" gumam Embun yang belum mengerti akar permasalahannya disini.
"Siapa yang ngirim pesan sama Pak Sean dan ngaku jadi aku?" gumamnya lagi memikirkan semuanya.
Melihat Sean kembali setelah sore hari, Embun langsung menghampirinya di ruangan kerjanya disana.
"Pak-"
"Tunggu saya di lobby kantor jam 7 ini. Kita akan jelaskan semuanya!" potong Sean begitu saja.
Dia bahkan tidak ingin melihat ke arah Embun.
"Pak, terlepas siapa yang salah, saya minta maaf." ucapnya memberanikan diri.
Sean menatapnya, dengan tatapan yang sulit untuk di artikan Embun.
"Kenapa kamu minta maaf?" tanya Sean penasaran.
"Saya juga tidak tau kenapa saya minta maaf sama bapak. Tapi sepertinya saya memang harus melakukan ini. Terlepas siapa perempuan itu, saya harus meminta maaf atas nama saya sendiri karena mungkin telah membuat kerugian besar dalam hidup bapak." ucap Embun membuat Sean semakin menatap dalam padanya.
Dia memang sudah kerugian yang begitu besar dalam hidupnya. Ya, hidupnya benar-benar hancur saat itu. Saat setelah kecelakaan itu terjadi dan dia harus terpaksa menerima takdir yang menurutnya tidak adil untuk dirinya.
"Keluarlah, saya butuh waktu sendiri!" ucap Sean membuat Embun mengerti.
Dia keluar dari ruangan Sean, dan kembali ke meja kerjanya disana.
***
Jangan lupa like, komen juga ya!
Kasih dukungan sama akuh 👌🏽
***
jevan lho up sn... kok trs di tgl kn
eee jevan noh