" Mencintaimu memberikan warna baru dalam hidupku. Terima kasih. " ucapnya mencium sekilas lelaki yang telah menjadi suaminya saat ini.
Bianca(23th) harus menelan pil pahit akibat kecelakaan tragis yang mengakibatkan kematian suaminya Alexander(27th).Belum habis rasa kecewanya karena perselingkuhan sang suami tapi kematian sang suami juga menyisakan kesedihan yang mendalam baginya.
Begitu banyak teror yang dialaminya karena beberapa pihak yang menyalahkannya akibat kejadian tersebut.Dia merasa membutuhkan seseorang yang bisa melindunginya hingga dirinya bertemu Alvin (26th) yang menyelamatkannya ketika akan diculik..
Siapakah Alvin ? Bagaimana dia bisa menjadi bodyguard Bianca? Bagaimana cinta bisa tumbuh dan bersemi dihati keduanya?
Baca terus kisah perjalanan cinta mereka ya...ini adalah karya pertamaku semoga bisa diterima oleh readers semuanya..Makasih..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MELAMAR KERJA
Keesokan harinya Alvin bersiap-siap datang ke kantor Pak Indra untuk melamar kerja disana. Dia berangkat menggunakan taksi online agar tidak dicurigai. Setelah sampai di lobby dia menyampaikan keperluannya kepada security dan segera menuju ke ruangan Pak Indra di lantai 7.
Semua yang melihatnya terkagum-kagum terutama pegawai wanita. Betapa tidak wajahnya yang tampan dan badan athletis membuat terpukau para kaum hawa.
" Maaf bisa bertemu dengan Pak Indra? " tanya Alvin pada sekertaris Pak Indra yang seketika membuyarkan wanita tersebut.
" Oh..oh iya . Dengan Bapak Alvin ya? Bapak sudah ditunggu diruangan Pak Indra silahkan masuk. " kata sekertaris itu.
" Ganteng banget ya,, apa dia calon pegawai baru disini? " batinnya bertanya- tanya.
Alvin segera masuk ke ruangan Pak Indra yang telah menunggu sedari tadi.
" Selamat siang Pak ," sapa Alvin sambil menyunggingkan senyumnya.
" Maaf Pak,, kedatangan saya kesini untuk menyerahkan surat lamaran pekerjaan beserta syarat -syarat lainnya. " lanjutnya sambil menyodorkan berkasnya.
" Sebenarnya ini tidak terlalu penting. Aku menyuruhmu kesini karena aku punya tugas penting untukmu. Anggap saja ini ujian untuk membuktikan bahwa kamu benar-benar pantas menjadi bodyguard putriku. " tutur Pak Indra menjelaskan.
" Aku ingin kau mengawasi orang -orang terdekat putriku. Aku curiga diantara mereka ada yang berkhianat. Sejauh ini kita belum tau siapa orang yang berniat jahat padanya. Aku takut mereka merencanakan hal yang lebih buruk lagi dari kejadian kemarin. Akupun telah menyewa beberapa bodyguard dari agency untuk membantumu. Kau akan menjadi kepala bodyguard sekaligus tangan kananku. Aku percaya kau adalah orang yang baik dan bertanggung jawab. " lanjutnya kembali.
" Terimakasih atas kepercayaan Bapak. Saya akan berusaha untuk bekerja sebaik mungkin. " jawab Alvin meyakinkan.
" Bagus ,, sekarang kau boleh pergi ke kantor putriku. Dia akan menjelaskan lebih lanjut mengenai tugas- tugasmu. " ucap Pak Indra senang.
" Baiklah Pak,, kalau begitu saya permisi. " ucap Alvin meninggalkan ruangan Pak Indra.
...***************...
Setelah dari kantor Pak Indra, Alvin segera menuju perusahaan Bianca menggunakan taksi online. Ia menuju alamat yang telah diberikan oleh Pak Indra.
Alvin telah sampai di lobby perusahaan Bianca. Ia sangat terpukau ternyata kantor Bianca begitu besar. Gedung dengan dua puluh lantai bertuliskan "B &A MODE" terpampang jelas disana. Yah,, Brand Fashion itu sangat terkenal di negeri ini. Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang fashion dan alat -alat kecantikan.
" Kenapa aku jadi gugup seperti ini ya ? " gumam Alvin sambil membenahi diri didepan kaca kantor . Ia ingin memastikan bahwa penampilannya benar-benar sempurna.
" Permisi Tuan ,, ada yang bisa saya bantu?" tanya salah satu security disana.
" Maaf,, saya ingin bertemu dengan Nona Bianca. Saya utusan ayahnya,, Pak Indra. " kata Alvin menjelaskan maksud dan tujuannya.
" Ruangan Ibu Bianca ada di lantai sembilan. Agar lebih jelasnya anda bila bertanya ke bagian informasi. " kata security tersebut sambil menunjuk bagian Informasi.
" Terima kasih Pak. " ucap Alvin tersenyum tipis.
Alvin mulai masuk kedalam, banyak pasang mata melirik padanya. Ada yang begitu kagum terutama kaum hawa, mereka mengira Alvin akan menjadi salah satu model disana.
Ada juga yang iri terutama para lelaki yang berpikir dia akan menjadi saingan mereka.
Alvin menuju ruangan Bianca, sebelumnya dia menjelaskan kepada sekertaris Bianca tentang maksud kedatangannya kesana. Diapun dipersilahkan masuk karena Bianca telah memberitahukan sebelumnya tentang kedatangan Alvin.
Alvin mulai duduk di depan meja kerja Bianca. Entah kenapa dia begitu gugup saat berhadapan dengan wanita tersebut. Bianca hari ini berbeda dari biasanya.Ia terkesan lebih formal tetapi tetap tidak mengurangi aura kecantikannya.
Bianca mulai menjelaskan tugas dan tanggung jawab Alvin sebagai seorang bodyguard. Alvin hanya diam saja sambil menatap wanita di depannya.
" Bagaimana Alvin? Apakah anda sudah paham dengan apa yang saya sampaikan? " Tanya Bianca sedikit kesal karena sedari tadi Alvin seperti kurang fokus terhadap apa yang telah disampaikannya.
" Dasar lelaki mata keranjang !! Bukannya mendengarkan malah menatapku seperti itu. Kalau bukan karena dia yang telah menolongku , aku tidak akan mau mempekerjakannya. " gumam Bianca dalam hati.
" Tentu saja Nona, saya mengerti. " jawab Alvin penuh percaya diri.Meskipun dirinya terlihat tidak fokus tapi dia bisa menangkap arah pembicaraan Bianca.
" Baiklah kalau begitu ,, anda bisa ikut saya kerumah. " kata Bianca sambil melihat jam di pergelangan tangannya. Waktu pulang kantor sudah hampir tiba.
Bianca dan Alvin keluar dari ruangan itu, kemudian menemui sekertarisnya terlebih dahulu sebelum pulang.
" Alya ,, aku akan pulang terlebih dahulu. Untuk berkas-berkas yang akan dipakai saat meeting besok, kau bisa menyiapkannya dimejaku sebab besok aku akan berangkat pagi-pagi sekali. " perintah Bianca pada sekertarisnya.
" Baik Bu.." jawab Alya spontan. Ia menatap kepergian atasannya dengan penuh rasa heran.
" Siapa pria itu? Dia benar-benar tampan. Apa mungkin dia pacar baru Bu Bianca ? Tapi bukankah Bu Bianca baru dua minggu menjanda? " batin Alya bertanya-tanya.
...---------------...
Alvin dan Bianca berjalan menuju basement tempat mobil Bianca terparkir. Ia mulai masuk ke dalam mobilnya kemudian disusul Alvin yang diduduk di kursi belakang mobil.
" Kenapa aku malah seperti seorang supir dan dia majikannya kalau seperti ini. " gumam Bianca mendengus kesal.
Alvin sebenarnya menyadari kekesalan wanita itu. Namun ia memilih untuk berdiam diri sebab Bianca tak menyuruhnya untuk menyetir mobil itu. Ia pun tersenyum sendiri melihat raut muka wanita yang ada di depannya.
" Kenapa kau tertawa ? Apa ada yang aneh pada diriku ? " tanya Bianca penasaran saat melihat Alvin yang tersenyum dari balik kaca spion.
" Tidak Nona. Mungkin hanya perasaan anda saja. " ucap Alvin menyangkal.
Bianca semakin kesal sebab ia tahu pasti Alvin sedang menertawakannya tadi. Namun, ia berusaha menutupi kekesalannya itu.
Tidak ada pembicaraan sama sekali hingga mobil terparkir di sebuah mansion mewah tiga lantai yang bernuansa modern. Itu adalah rumah pemberian almarhum suaminya setelah sebulan mereka menikah.
" Silahkan masuk. " Bianca mempersilahkan Alvin masuk kerumahnya.
" Assalamualaikum,, " ucap mereka serempak. Keduanya menjadi salah tingkah saat menyadari hal itu.
" Waalaikumsalam. Nona sudah pulang? " sahut bi Irah menyambut kedatangan majikannya. Ia merupakan kepala asisten rumah tangga disana. Ia heran dengan lelaki yang berada di sebelah majikannya. Pria itu terlihat masih muda dan tampan.
" Oh ya Bi,, kenalkan ini Alvin. Dia bodyguard yang disewa papa untuk menjagaku. Tolong Bibi siapkan kamar untukknya . " perintah Bianca.
" Baik, Nona . " ucap Bi Irah langsung pergi dan melakukan apa yang diperintahkan majikannya.
" Tuan,, silahkan duduk. " ucap Bianca mempersilahkan tamunya sambil membahas kembali pekerjaan Alvin selama menjadi bodyguard nya.
Glek...
Alvin menelan ludahnya sendiri saat menatap sebuah foto besar yang terpajang di sana.
" Jadi ternyata ia telah menikah?! " batin Alvin seakan tak percaya dengan apa yang telah dilihatnya.
Bersambung...
Makasih buat para readers yang masih mau membaca karyaku ini.Berikan like dan komentnya ya biar author tambah semangat nichh.Please,tap jempolnya ya..