NovelToon NovelToon
Dangerous Obsession : Undercover Love

Dangerous Obsession : Undercover Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Diam-Diam Cinta
Popularitas:110.9k
Nilai: 5
Nama Author: Hais Tauahh

Elara Sterling, seorang agen lapangan CIA yang tangguh dan perfeksionis, mengemban misi paling berbahaya dalam kariernya: mendekati dan menghancurkan Dante Moretti, pewaris tunggal kekaisaran mafia Moretti yang kejam dan sulit diprediksi.

Rencana Elara sederhana menyusup, mengumpulkan bukti silsilah keluarga yang ilegal, lalu menghancurkan organisasi Dante dari dalam. Namun, saat Elara terjerat dalam situasi hidup dan mati di tengah udara, di mana pengkhianatan muncul dari rekan terdekat Dante sendiri, garis batas antara musuh dan sekutu mulai kabur.

Dante Moretti bukanlah monster tanpa hati seperti yang digambarkan oleh laporan agensinya. Ia adalah seorang pria yang jiwanya telah dipaksa mati oleh kekejaman ayahnya sendiri, Franco Moretti. Di balik ancaman senjata dan rahasia kelam masa lalu yang menghantui mereka, Elara menemukan bahwa dirinya bukan hanya sekadar mengamati target, melainkan terjebak dalam obsesi yang membakar.



Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hais Tauahh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33 | SALTING

Cahaya Pagi menembus celah tirai yang tertutup rapat, menyinari wajah Elara yang masih terlelap. Begitu ia membuka mata, hal pertama yang ia rasakan adalah lengan yang melingkar Posesif di pinggangnya dan napas hangat yang menerpa tengkuknya. Elara membeku, ingatannya tentang pelukan semalam kembali menyerbu.

Namun, saat ia menoleh, tempat di sampingnya sudah kosong. Suasana kamar terasa dingin, menyisakan jejak aromanya yang tertinggal di bantal.

Elara bangkit dengan perasaan campur aduk. Ia mengenakan jubah mandinya dan melangkah keluar dari kamar, berniat mencari Dante. Namun, langkahnya terhenti di ambang pintu ruang makan pribadi.

Di sana, di balik meja marmer yang biasanya hanya digunakan untuk pertemuan bisnis rahasia, Dante sedang berdiri. Pria itu sudah rapi dengan kemeja putih yang lengannya digulung hingga siku, memperlihatkan otot lengannya yang kokoh. Di depannya terdapat setumpuk hidangan sarapan yang ditata dengan sangat teliti bukan pesan dari katering hotel, melainkan hasil olahan tangan sendiri.

Elara ternganga, matanya membelalak tak percaya. Dante Moretti, pria yang dikenal kejam dan dingin, sedang menaburkan bumbu di atas omelet dengan ketelitian seorang ahli bedah.

"Dante?" suaranya hampir tak terdengar.

Dante menoleh. Tidak ada tatapan predator yang biasa ia tunjukkan. Matanya terlihat lelah, namun ada kilatan lembut yang asing di sana.

"Kau bangun lebih awal dari dugaanku."

Elara mendekat, masih menatap tumpukan sarapan itu seolah itu adalah bom yang siap meledak.

"Apa yang kau lakukan? Ini kau yang memasaknya?"

Dante meletakkan spatula dan berjalan mendekat, mengabaikan ekspresi bingung Elara. "Aku tidak bisa tidur sepanjang malam. Terlalu banyak pikiran, dan aku benci duduk diam saat kau tidur di sana."

Dante menarik kursi, memberi isyarat agar Elara duduk. " Makanlah. Aku tahu kau terbiasa dengan ransum lapangan yang hambar. Setidaknya, hari ini kau tidak Perlu makan sesuatu yang dingin."

Elara duduk dengan ragu, tangannya meraih garpu namun matanya terus mengamati Dante. " Kau tidak perlu melakukan ini. Kau mafia, Dante. Kau seharusnya sedang merencanakan pembunuhan atau mengurus kekaisaranmu, bukan membuatkan sarapan untuk tawananmu."

Dante duduk di seberangnya, menyesap kopi hitamnya dalam diam.

" Siapa bilang kau tawanan?"

" Lalu aku ini apa?"

Dante terdiam sejenak, tatapannya menghunjam tajam ke mata Elara. "Kau adalah satu-satunya alasan kenapa aku tidak membakar seluruh kota ini semalam. Dan jika memasak sarapan adalah satu-satunya cara agar kau tetap berada di depanku tanpa mencoba melarikan diri ke Washington, maka aku akan melakukannya setiap hari."

Elara merasa dadanya sesak. Ketulusan yang terselubung di balik sikap dominannya itu jauh lebih menakutkan daripada ancaman senjata apa pun. Ia menunduk, menatap omelet di depannya, namun Pikirannya melayang pada fakta bahwa pria di depannya ini sedang mencoba memenangkan hatinya atau mungkin, sedang mencoba menahan dunianya agar tidak hancur lebur bersamanya.

"Dante," Elara berbisik pelan, "jika kakekmu tahu kau melakukan ini, dia akan menganggapmu benar-benar kehilangan akal."

Dante tersenyum sinis, senyum yang dingin namun tulus. "Biarkan dia berpikir begitu. Selama mereka menganggapku gila, mereka tidak akan pernah menyangka bahwa aku punya sesuatu yang sangat berharga untuk dilindungi. Dan Elara kau adalah segalanya yang harus kulindungi sekarang."

Elara baru saja menaruh cangkir kopinya ketika pintu kaca menuju dek balkon terbuka. Dante masuk dengan rambut yang masih basah kuyup, hanya mengenakan celana renang hitam, memamerkan tubuh atletisnya yang basah oleh sisa air kolam. Tetesan air mengalir turun melewati lekuk otot perutnya yang keras, menciptakan pemandangan yang begitu maskulin sekaligus mengintimidasi.

Elara mematung. Napasnya tercekat di tenggorokan, dan untuk beberapa saat, ia lupa bagaimana caranya berpaling.

Dante memperhatikan tatapan Elara yang terkunci pada tubuhnya. Bukannya merasa risih, ia justru tersenyum miring—sebuah seringai tipis yang sarat akan dominasi.

" Kau suka apa yang kau lihat, Letnan,"

Elara tersentak, wajahnya memerah padam. Ia segera memalingkan muka, Pura-pura sibuk dengan Ponselnya. "Aku hanya berpikir betapa tidak Profesionalnya seorang pemimpin mafia yang berkeliaran di dalam ruangan dengan pakaian seperti itu."

Dante melangkah mendekat, langkahnya tenang namun berat, seperti predator yang sedang mengintai mangsanya.

" Di ruangan ini, aku bukan pemimpin mafia. Dan di sini, tidak ada aturan profesional."

Ia berhenti tepat di depan Elara, membuat gadis itu terpaksa mendongak. Aroma air kolam yang segar bercampur dengan wangi maskulin khas Dante memenuhi indra penciuman Elara.

"Kau baru saja berenang?" tanya Elara, berusaha menormalkan suaranya yang sedikit bergetar.

Dante mengangguk, tangannya terulur untuk menyeka butiran air di bahunya, namun gerakannya tidak pernah benar-benar menjauh dari Elara. "Kolam renang di lantai ini adalah satu-satunya tempat di mana aku bisa berpikir jernih. Tapi, melihatmu di sini, di mejaku, membuat kejernihanku hilang seketika."

Dante tiba-tiba menarik kursi yang diduduki Elara, memutar gadis itu hingga berhadapan dengannya. Ia mencondongkan tubuh, mengunci Elara di antara kedua lengannya yang bertumpu pada meja.

"Jawab aku, Elara. Apakah tubuhku ini hanya objek bagimu, atau ada hal lain yang membuatmu tidak bisa mengalihkan pandangan?"

Elara menelan ludah, dadanya bergemuruh.

" Kau terlalu percaya diri, Dante."

"Aku tidak percaya diri. Aku hanya sadar akan efek yang kuberikan padamu," bisik Dante.

Dante kemudian meraih tangan Elara, membimbingnya untuk menyentuh dadanya yang bidang dan masih basah. Elara hendak menarik tangannya, namun genggaman Dante terlalu kuat. Ia bisa merasakan detak jantung Dante yang kuat dan ritme napas pria itu yang memburu di bawah telapak tangannya.

"Rasakan itu," perintah Dante dengan suara rendah dan serak. "Ini adalah detak jantung yang kau buat kacau sejak kau menginjakkan kaki di pesawatku. Kau tidak bisa berbohong pada dirimu sendiri, Elara. Kau menginginkanku, sama seperti aku menginginkanmu untuk berhenti berpura-pura bahwa kau tidak merasakannya."

Elara menatap Dante Tatapan yang memadukan kebencian atas posisinya saat ini dan keinginan yang hampir membuat jiwanya hancur. Dante tidak menunggu jawaban. Ia menunduk, mendekatkan bibirnya ke telinga Elara, napasnya yang hangat membakar kulit leher gadis itu.

"Satu langkah lagi, Elara. Dan kita tidak akan pernah bisa kembali menjadi musuh seperti sedia kala."

Elara tahu ini adalah titik balik. Di luar sana, dunianya sedang runtuh, namun di sini, di bawah tatapan Dante yang membara, ia merasa seolah dirinya baru saja menyerahkan kunci pertahanan terakhirnya kepada pria yang seharusnya ia hancurkan.

●●●●

1
Anonim
😍😍😍
Anonim
lanjut😍😍
ada saja
ciee cemburu😍😍😍
ada saja
😍😍😍
Anonim
lanjut😍😍😍
Anonim
hmmm 😍😍😍
Anonim
next😍😍😍😍
Anonim
lanjut😍😍😍
Anonim
pokoknya😍😍😍
Anonim
lanjut deh
Anonim
lanjut😍😍😍pokoknya
Anonim
lanjut😍😍😍
Anonim
makin gemes😍😍😍
Tiara
next😍😍😍
Tiara
lanjut😍😍😍
Tiara
lanjut😍😍😍p0ki🤭
Tiara
lanjut😍😍😍
Anonim
lanjut
Anonim
lanjut😍😍😍pokoknya
Anonim
lanjut😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!