NovelToon NovelToon
KUTUKAN JARAN GOYANG

KUTUKAN JARAN GOYANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Bad Boy / Akademi Sihir
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sang Alifas Yang Merumput

Bagus , seorang pemuda yang di tolak cintanya dengan cara menyakitkan, mengambil jalan pintas untuk mendapatkan cintanya. apa yg terjadi ? jika ternyata semua yang dia dapatkan hanya kenikmatan semu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang Alifas Yang Merumput, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4 : Gejala Pertama

Malam yang kian larut merayap sunyi. Di dalam kamar apartemennya yang mewah dan nyaman di lantai belasan, Sri baru saja selesai membersihkan sisa riasan wajah di depan cermin toilet. Rutinitas malamnya berjalan seperti biasa, dikelilingi oleh aroma esensial lavender yang menenangkan. Namun, keheningan yang damai itu tidak bertahan lama. Tepat saat Sri melangkah keluar dari kamar mandi menuju tempat tidur king size miliknya, atmosfer di dalam ruangan luas itu mendadak berubah secara drastis dalam hitungan detik.

Pendingin ruangan atau AC yang tersetel konstan di suhu dingin 20 derajat Celcius tiba-tiba kehilangan taringnya. Udara di sekitar tempat tidur terasa sangat gerah, kering, dan pengap, membuat kulit Sri seketika diguyur keringat dingin. Bersamaan dengan itu, ada sekelebat hawa hangat yang sangat asing bertiup entah dari mana. Hawa itu berbau samar-samar seperti asap kemenyan yang dibakar bercampur minyak mistis kuno yang menyengat, berputar-putar dengan cepat di langit-langit kamar, lalu meluncur jatuh dengan kecepatan kilat, tepat menghantam ke arah dadanya.

Sri tersentak hebat, tubuhnya terhuyung ke belakang hingga terduduk di tepi kasur. Kedua tangannya refleks memegangi dadanya yang tiba-tiba berdegup dengan sangat kencang, seolah-olah jantungnya ingin melompat keluar dari rongga tulang rusuk. Itu bukan sekadar degupan panik biasa akibat kelelahan bekerja. Riak aneh yang bergejolak di dalam dadanya adalah sebuah Hawa Panas Asmara gaib yang sengaja dikirim dari kejauhan, menyumbat cakram jantungnya dan mengunci aliran emosi rasionalnya.

Seketika itu juga, rasa cemas, gelisah, dan ketakutan yang luar biasa besar menyergap batin Sri tanpa ada alasan yang jelas. Dadanya terasa sangat sesak seakan pasokan oksigen di dunia ini telah habis, menciptakan sebuah rongga kekosongan besar di dalam jiwanya yang terasa sangat menyiksa.

Belum sempat Sri memahami atau mencerna kelainan medis apa yang sedang menimpa tubuhnya, hawa panas yang menyumbat dadanya itu perlahan merambat naik melewati tenggorokan, mencekik lehernya, dan mengunci seluruh saraf di dalam kepalanya. Di sinilah efek misterius yang dalam dunia supranatural dikenal sebagai gejala tenggeng-tenggeng itu dimulai. Pandangan mata Sri yang tadinya tajam dan cerdas mendadak berubah menjadi sayu, kosong, dan tidak fokus. Logika sehat serta pikiran rasionalnya seolah-olah ditutup paksa oleh selembar kain kabut hitam pekat yang gaib, merenggut kemampuannya untuk berpikir jernih.

Saat Sri mencoba memaksakan otaknya memikirkan urusan pekerjaan kantor atau dokumen administrasi yang harus diselesaikan besok pagi, usahanya sia-sia. Sebuah bayangan wajah pria tiba-tiba muncul dan menembus kabut hitam di benaknya dengan sangat jelas. Namun, yang muncul bukanlah wajah pria mentereng bermobil sport yang menjemputnya kemarin. Sosok yang hadir di pikiran Sri justru adalah wajah Bagus, kurir ojol yang tempo hari ia caci maki habis-habisan di parkiran kantor.

Anehnya, wujud Bagus di dalam kepalanya saat ini tidak tampak menyedihkan. Pria itu justru sedang tersenyum sangat manis, menatapnya penuh arti seolah-olah sedang memanggil-manggil namanya dengan nada suara yang begitu lembut di telinga batin Sri. Sri menggelengkan kepalanya dengan kuat, menjambak sedikit rambutnya sendiri mencoba mengusir bayangan gila itu.

"Nggak mungkin... Ini gak masuk akal! Kenapa aku tiba-tiba mikirin kurir ojol miskin itu?" bisik Sri dengan suara parau penuh rasa frustrasi.

Namun, semakin kuat Sri mencoba menolak dan mengusir bayangan tersebut, hawa panas gaib yang bersarang di dalam kepalanya justru semakin mencambuk batinnya tanpa ampun. Tubuh Sri mulai bergerak di luar kendali. Ia berjalan mondar-mandir di dalam kamarnya seperti orang linglung yang kehilangan arah. Kadang ia berhenti, duduk kembali di tepi kasur, menatap dinding putih apartemennya dengan mata yang melotot kosong, lalu tiba-tiba bibirnya tersenyum-senyum sendiri membayangkan kedatangan Bagus.

Hanya dalam hitungan menit kemudian, senyuman aneh itu mendadak berubah menjadi lelehan air mata frustasi. Sri menangis sesenggukan tanpa sebab yang pasti, dadanya terasa remuk didera oleh rasa rindu ekstrem dan rasa kangen yang sangat hebat, sebuah perasaan tidak masuk akal yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya kepada siapa pun. Jiwanya meronta, merindukan sosok Bagus seolah pemuda ojol itu adalah oksigen yang ia butuhkan untuk tetap hidup.

Dengan tangan yang gemetar hebat dan berkeringat, Sri meraih ponsel pintarnya yang tergeletak di atas nakas. Jari-jari lentiknya bergerak sendiri di atas layar sentuh, meluncur cepat di luar kendali logika dan kemauan aslinya. Seperti ada kekuatan tak kasat mata yang menuntun gerak motorik tangannya, Sri membuka aplikasi Instagram. Ia langsung menuju ke menu pengaturan, mencari daftar deretan akun yang telah ia blokir beberapa hari lalu, dan menekan tombol untuk membuka kembali blokiran pada akun milik Bagus.

Malam yang seharusnya ia gunakan untuk tidur nyenyak kini berubah menjadi malam penyiksaan digital. Sri menghabiskan sisa malam itu hingga subuh menjelang hanya untuk duduk meringkuk di pojok kasur, melakukan stalking berulang-ulang pada foto-foto lama di profil Bagus yang usang. Sementara itu, di dalam aliran darahnya, hawa gaib kiriman ajian kuno itu terus bergetar hebat, memanaskan sukmanya, dan menanamkan satu perintah mutlak di kepalanya: ia harus segera menemui dan memeluk pemuda ojol itu secepat mungkin, atau jiwanya akan mati karena tersiksa rindu.

“Ketika jeruji gaib mulai mengunci logika, dinding kemewahan apartemen sekalipun tak akan mampu melindungi jiwa yang terjerat. Rasa benci yang kau agungkan kemarin, kini telah lebur menjadi rindu terkutuk yang mengemis sebuah pertemuan.”

— Sang Alifas Yang Merumput

1
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
wah mau apa tuh bagus
Wijaya Mandiri Media Studio: mau ke dukun bagus nya hehehe Semar mesem 😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!