Baras kabur dari neraka. Ia melarikan diri ke bumi untuk bersembunyi. Handari penjaga pintu neraka mengejarnya.
Baras merekrut makhluk gaib golongan hitam untuk membantunya melawan Handari.
Tapi itu tidak akan mudah. Karena golongan putih berpihak kepada Handari.
Terjadilah perang besar. Sejauh mana makhluk bumi terlibat dalam masalah ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon David Purnama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TITIK KUMPUL
Dari arah depan atau arah barat; Pasukan manusia, bersama dengan dua kerajaan gaib.
Dari arah utara atau sebelah kiri Rimba Hitam; Kerajaan-kerajaan gaib bergabung menjadi satu.
Dari arah selatan atau sebelah kanan Rimba Hitam; Pasukan Kerajaan Laut Selatan bersama kerajaan-kerajaan sungai gaib.
Dari atas; Pasukan Kerajaan Gaib Langit.
Dari arah belakang atau arah timur; Akbar bersama dengan pasukannya.
Demikianlah titik kumpul armada pasukan golongan putih. Target mereka adalah Rimba Hitam. Dimana saat ini armada pasukan yang dikumpulkan oleh Anjing Hitam sudah berdatangan.
Strategi penyerangannya adalah ketika semua pasukan golongan hitam sudah berkumpul di Rimba hitam. Saat itu lah serangan secara serempak dari penjuru titik arah yang sudah ditentukan akan dilakukan oleh pasukan golongan putih.
Akbar akan menjadi pemimpin untuk menyerang dari arah belakang atau dari arah timur Rimba Hitam. Ia akan berjuang bersama Hamka, Wati dan Salima. Manusia Tengkorak. Dan juga para manusia lumpur yang telah mengambil sumpah mereka.
Tiap-tiap titik arah serangan sudah diperhitungkan secara matang komposisi pasukannya. Dan telah dipilih dengan penuh pertimbangan siapa komando serangnya.
Semua armada pasukan di Rimba Hitam telah berkumpul. Anjing Hitam beserta para pengikutnya hanya tinggal menunggu waktu untuk bergerak menyerang.
Tapi itu tidak akan sempat terjadi.
Karena begitu pun armada pasukan golongan putih sudah siap berkumpul di titik serang masing-masing dengan strategi yang telah disusun matang.
*
Rimba Hitam. Rimba Hitam adalah kawasan gaib yang terletak di Alas Timur. Wilayah itu adalah tempat dimana kekuatan-kekuatan hitam yang mengerikan berkumpul. Di tempat itu pula lah singgasana Penguasa Alas Timur yang sesungguhnya bernaung.
Tempat itu dulunya merupakan area terlarang untuk melakukan sebuah pertarungan.
Namun setelah terjadi perang epic dua dunia antara golongan putih melawan golongan hitam beberapa tahun silam. Aturan itu sudah tidak lagi berlaku. Karena yang tinggal di sana hanyalah sisa-sisa makhluk dari golongan hitam yang telah kalah.
Sekarang. Anjing Hitam membuat tempat itu bertaji lagi. Jin-jin dan siluman yang setia dengan iblis berbesar hati dengan kedatangan penguasa dan pemimpin baru mereka. Golongan hitam kembali jumawa dengan kekuatannya. Mereka ingin menghidupkan lagi asa mereka untuk menaklukan bumi dan manusia.
*
Dari arah belakang atau sebelah timur Rimba Hitam. Di titik itulah Akbar akan memimpin pasukannya untuk menyerang.
Alas Timur. Kawasan hutan belantara yang terletak di sudut ujung timur Pulau Jawa. Ke sana lah Akbar dan kawan-kawannya akan berangkat.
Pagi Hari.
Hari itu adalah hari dimana semua pasukan diwajibkan untuk bergerak menuju ke titik serang masing-masing. Begitu juga Akbar yang mendapat kewajiban untuk memimpin serangan dari titik timur.
Akbar dan Idrus Khas berangkat dari rumah mantan pop star tersebut. Dari tempat itu mereka akan menempuh jalur darat. Kira-kira perlu setengah hari untuk sampai di lokasi Alas Timur.
Idrus Khas mengajak Akbar menuju ke garasi miliknya. Tempat menyimpan koleksi kendaraan itu benar-benar luas. Dan di sana ada berbagai macam jenis kendaraan yang bisa dipilih. Semuanya barang-barang mahal.
“Pilihlah mana yang kau suka”, kata Idrus kepada Akbar.
“Aku ikut kau saja”, kata Akbar.
“Tidak bisa. Kita akan berangkat naik motor”, jawab Idrus Khas.
“Sekalian touring. Sekarang medan jalan ke Alas Timur sudah bagus. Pemandangannya juga sudah lebih tertata. Pasti kau akan suka”, kata Idrus.
Akbar menelan ludahnya. Rupanya mereka berdua akan naik motor ke Alas Timur. Sebenarnya bukan sesuatu yang mengejutkan jika Manusia Tengkorak itu ingin pergi naik motor. Idrus Khas memang gemar otomotif dan suka touring semasa hidupnya.
Tahu bakal begini Akbar tidak usah menginap di sini. Batin Akbar.
“Aku pilih yang ini saja”, kata Akbar.
Akbar dan Idrus akan sama-sama menaiki motor gede klasik berkapasitas mesin 1800cc. Kostum mereka juga identik. Jaket kulit dan kacamata hitam yang sama.
Mereka berangkat perang sekaligus touring. Bagi Idrus ini adalah momen yang pas untuk bernostalgia. Jerangkong itu juga berharap ini adalah pertempuran terakhirnya sebelum mati dan memutus kutukan iblis.
*
Memang benar ada sebuah ungkapan yang mengatakan. Jangan pernah kau berjumpa dengan orang yang kau idolakan.
Selama perjalanan itu Akbar menjadi tahu perangai Idrus Khas yang sebenarnya. Gosip-gosip miring tentang sikapnya yang arogan memang benar adanya.
Idrus Khas memimpin di depan. Akbar mengikutinya dari belakang. Hampir di setiap lampu merah yang lengang Hantu Jerangkong yang terperangkap dalam tubuh manusia itu tidak mau berhenti. Terobos terus.
Akbar juga harus selalu melaju dengan kecepatan tinggi supaya tidak kehilangan Idrus Khas yang melaju ngebut. Tidak hanya satu atau dua kali duo touring itu mendapatkan klakson teguran dari pengguna jalan yang lain.
Di tengah hari mereka berhenti. Di sebuah stasiun pengisian bahan bakar yang ada restaurant nya. Selain untuk mengisi bensin mereka juga ingin beristirahat dan juga makan.
“Masih jauh?”, tanya Akbar.
“Tidak sampai gelap kita sudah sampai di Alas Timur”, jawab Idrus.
“Permisi kak, boleh minta foto?”, tanya seorang wanita yang menghampiri meja Akbar dan Idrus.
“Kau ingin foto dengan siapa?”, tanya Idrus.
“Dengan kakak”, jawab wanita itu.
“Kenapa kau ingin foto denganku?”, tanya Idrus.
“Kakak mirip Idrus Khas, tahu nggak kak?”,
“Penyanyi zaman dulu”, kata wanita itu.
“Kau tahu Idrus Khas?”,
“Aku juga penggemar beratnya”, jawab Idrus Khas.
“Mari kita foto, berikan kepadaku HPmu”, kata Idrus.
Masih ada saja anak generasi sekarang yang mengenalinya. Batin Idrus Khas.
Setelah selesai foto bersama, Idrus langsung memberikan HP wanita itu dengan mengunci layar tanpa terlebih dahulu memperlihatkan hasil fotonya.
“Makasih kak”, wanita itu pun pergi.
Sesaat sebelum Akbar dan Idrus melanjutkan perjalanan mereka. Terdengar suara jeritan seorang wanita yang sangat kencang. Wanita itu jatuh pingsan.
“Kau apakan dia?”, tanya Akbar.
“Aku berfoto bersamanya dengan muka tengkorak”, jawab Idrus Khas.
*
Timur dari Rimba Hitam adalah hutan belantara yang dikenal dengan sebutan Alas Timur. Di sanalah kini Akbar dan Idrus tengah berada. Mereka tiba di sana saat langit terang mulai pudar dan malam mulai muncul.
Akbar dan Idrus memilih menginap di sebuah losmen yang terdapat di Taman Wisata Alas Timur.
Para petarung yang hendak menyerang dari titik arah timur berkumpul di Taman Wisata Alas Timur. Di waktu sore hutan wisata itu sudah sepi pengunjung karena terkenal dengan mistis dan keangkerannya. Kalau ada yang kesana malam-malam pastinya hanya untuk kepentingan sesat sesaat saja.
“Sepertinya kita tiba terlalu awal”, kata Akbar.
“Terlalu awal untukku. Tapi tidak denganmu”, kata Idrus.
“Ada yang ingin bertemu denganmu wahai manusia”, lanjut Idrus.
“Siapa? Jadi kau sengaja membawaku kemari lebih dulu karena itu”, kata Akbar.
“Tunggu saja. Sebentar lagi dia juga datang”,
“Dia kenal baik dengan sahabat lamamu”, kata Idrus Khas.
“Aku akan meninggalkan kalian berdua”, tambahnya.
*
Terdengar suara langkah yang berat. Tanah pun bergetar.
Sosok Kera Raksasa Putih datang mendatangi Akbar yang tengah bersantai di teras belakang kamarnya menginap.
Akbar tersenyum simpul. Siluman Kera Putih berbadan besar itu bukanlah sosok yang asing baginya. Hatinya seketika menjadi hangat. Seperti kembali bertemu dengan keluarga yang telah lama berpisah.
“Siapa kau wahai Kera Raksasa?”,
Tanya Akbar yang tidak bisa membohongi rasa bahagianya. Matanya terharu.
“Wahai manusia apakah kau yang bernama Akbar?”, tanya sosok Kera Putih itu.
“Benar. Aku yang bernama Akbar”, jawab Akbar.
“Izinkan aku memperkenalkan diri”,
“Aku adalah siluman Kera Raksasa Putih”,
“Namaku Dav, aku adalah anak dari Kabir”,
“Selama ini aku tinggal di Gunung Besar”,
“Jika dahulu ayahku adalah mata-mata di Rimba Hitam, maka aku adalah mata-mata dari golongan putih yang ditempatkan di Gunung Besar”,
“Sama seperti Kabir ayahku, mulai sekarang aku akan mengikuti mu wahai manusia”,
Kera Raksasa Putih yang bernama Dav ternyata adalah anak dari Kabir. Khodam berwujud kera yang dahulu menjadi kawan baik Akbar. Kabir terbunuh di peperangan sebelumnya.
“Tentu saja wahai Kera Raksasa Putih, aku mengizinkanmu ikut bersamaku”,
“Dan aku akan menjagamu, tak akan kubiarkan kau mati”, janji Akbar kepada Dav putra Kabir.
Penilaian Akbar. Dav Kera Raksasa Putih terlihat lebih pintar dibanding ayahnya. Sedangkan mendiang Kabir berperawakan lebih perkasa.
*
Waktunya hampir tiba. Akbar dan kawan-kawan bersiap berangkat ke titik kumpul yang sudah ditentukan.
Satu per satu petarung yang akan ikut di pasukan Akbar yang menyerang dari arah timur berdatangan ke Alas Timur. Mereka akan berkumpul di dalam hutan Taman Wisata Alas Timur.
Hamka datang dengan mobil. Ia menghampiri Akbar dan Idrus di losmen. Hamka tidak sendiri ia bersama Kalwan jin pendamping Sang Kyai yang sudah meninggal.
Akbar, Hamka, Idrus Khas, Kalwan dan Dav berjalan memasuki kawasan hutan taman wisata Alas Timur.
Bagi Akbar tentu saja tempat ini penuh kenangan. Di sinilah dahulu ia bertarung melawan Raka yang terbunuh. Berawal dari tempat inilah ia bisa memiliki ajian cakar elang yang sejak peristiwa itu belum pernah ia temui lagi.
Mereka sudah memasuki hutan belantara Alas Timur. Ada sosok yang mengejar, mendekati mereka. Sosok itu terbang dari pohon besar yang satu ke pohon besar yang lain.
Sosok itu adalah Wati yang telah menjadi satu dengan Salima. Sosok itu dikenal oleh masyarakat dengan sebutan Kuntilanak Warrior. Wati dan Salima datang untuk memenuhi panggilan tugas mereka bergabung di unit pasukan Akbar.
“Aku belum terlambat”, kata Salima.
“Kupikir kau takut tidak jadi datang”, sahut Manusia Tengkorak.
Wati dan Salima bersatu dalam bentuk mode tarung yang sungguh mengesankan. Apalagi Kuntilanak Warrior itu kini telah memiliki sebuah pedang legendaris yang ia sarungkan di balik punggungnya. Sebuah pedang keramat yang terdapat tulisan-tulisan mantra kesaktian berbahasa jawa kuno di badannya.
Jerangkong atau Manusia Tengkorak. Kesaktian Idrus Khas sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Ia adalah seorang veteran perang di dunia gaib.
Selanjutnya ada Dav Kera Raksasa Putih anak dari Kabir. Jin siluman itu pasti bisa bertahan dan akan sangat membantu dalam peperangan. Apalagi ia adalah seorang mata-mata yang telah lama hidup bersama golongan hitam.
Kalwan jin pendamping dari almarhum Sang Kyai. Jin sepuh itu punya segudang pengalaman. Tidak ada yang perlu dicemaskan dengannya.
Yang Akbar sangsikan sebagai pemimpin pasukan adalah Hamka. Dahulu memang anak muda itu menjadi pahlawan kunci kemenangan perang golongan putih melawan golongan hitam. Tapi Akbar belum sepenuhnya tahu kemampuan dan kekuatan bertarung Hamka. Hamka memang lebih dikenal sebagai orang cerdas karena ilmunya yang luas dibandingkan sebagai sosok petarung.
yu gabung dengan GC BCM
d sini kita akan belajar bareng bersama Kaka senior juga mengadakan event tertentu seperti lomba puisi, pantun, dll ya
caranya mudah hanya cukup Follow akun saya saja maka kalian akan aku undang langsung masuk GC kami. Terima Kasih.