Dunia berubah dalam semalam. Langit di atas tanah perbatasan Amerika berubah warna, bumi terbelah, dan makhluk-makhluk yang dulunya manusia atau ternak kini bangkit sebagai monster haus darah. Di tengah kekacauan itu, Elena Cross — janda pemilik Rocking Spur Ranch yang tengah hamil delapan bulan — berjuang sendirian mempertahankan tanahnya dari serangan pertama gerombolan ternak yang bermutasi.
Di saat paling genting, sebuah kekuatan misterius bangkit dalam dirinya: **Gudang Tanpa Batas**, sebuah sistem ajaib yang bisa memunculkan senjata, makanan, obat-obatan, dan perbekalan apa pun dari udara kosong — aktif hanya karena satu syarat: melindungi kehidupan baru di tengah kehancuran dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon miichi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12: Jantung Prometheus
Lorong menuju inti fasilitas dipenuhi puing-puing dan kabel yang menjuntai seperti akar-akar mati, diterangi hanya oleh kilau ungu-keemasan yang semakin terang seiring mereka melangkah lebih dalam. Dr. Voss memimpin di depan, gerakannya kaku namun pasti, seolah tubuhnya mengingat jalur ini meski pikirannya sudah tidak sepenuhnya manusia lagi.
"Whitlock, Cassius, Elias—kalian tunggu di sini," kata Elena saat mereka mencapai pintu besar berlapis logam yang setengah meleleh, dengan cahaya menyilaukan merembes dari celah-celahnya. "Kalau terjadi sesuatu padaku di dalam sana, seseorang harus kembali ke Prescott untuk memberi peringatan."
"Aku tidak akan meninggalkanmu sendirian di tempat seperti ini," bantah Whitlock keras.
"Kau tidak meninggalkanku," Elena menjawab lembut, menyentuh lengan Marshal tua itu. "Kau melindungi jalan kembaliku, kalau aku berhasil keluar dari sana. Aku butuh kau di sini, Whitlock, bukan di dalam."
Whitlock menatapnya lama, rahangnya mengeras menahan protes yang tak terucap, sebelum akhirnya mengangguk berat. "Kalau kau tidak keluar dalam satu jam, aku akan masuk mencarimu. Jangan berpikir aku akan menurut sepenuhnya, Nyonya Cross."
Elena tersenyum tipis, hatinya dipenuhi rasa terima kasih yang tak terucap sepenuhnya, sebelum ia mengikuti Voss melewati pintu besar itu, memasuki ruangan yang menjadi jantung dari segala kekacauan yang telah mengubah dunianya.
Ruang inti Prometheus adalah pemandangan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata—sebuah struktur kristal raksasa mengambang di tengah ruangan bundar, berdenyut dengan cahaya ungu-keemasan yang seolah bernapas, mengelilinginya untaian energi yang menari seperti aurora yang terjebak di dalam ruangan.
"Ini dia," bisik Voss, suaranya kini terdengar lebih tenang, seolah kedekatan dengan inti membantu menstabilkan kesadarannya yang terpecah. "Sumber dari segalanya. Dan kutukan dari segalanya."
Elena melangkah mendekat, merasakan kotak cahayanya sendiri berdenyut liar, seolah menyambut sesuatu yang telah lama ia rindukan. "Apa yang harus kulakukan?"
"Berdiri di tengah lingkaran energi itu," Voss menunjuk ke arah pola bercahaya di lantai, tepat di bawah kristal utama. "Biarkan fragmenmu beresonansi dengan inti. Proses stabilisasi akan menarik semua fragmen liar yang belum menemukan inang tetap—termasuk yang mengendalikan pasukan yang menuju Prescott."
"Dan resikonya?" desak Elena, meski ia sudah tahu jawabannya.
"Fragmenmu sendiri mungkin tertarik kembali sepenuhnya," Voss menjawab jujur. "Gudangmu bisa hilang selamanya. Atau, dalam skenario terburuk, resonansi yang terlalu kuat bisa menarik lebih dari sekadar fragmen darimu."
Elena menatap ke arah kristal yang berdenyut, memikirkan Grace, memikirkan wajah kecilnya yang baru dua minggu ia kenal, memikirkan semua yang telah ia pertaruhkan untuk sampai sejauh ini. Namun di baliknya, ia juga memikirkan Sarah, Whitlock, Tommy, seluruh penduduk Prescott dan Rocking Spur yang nyawanya kini bergantung pada keberaniannya.
"Kalau aku kehilangan Gudang," katanya pelan, lebih pada dirinya sendiri, "setidaknya Grace akan tumbuh di dunia yang tidak lagi diancam oleh pasukan yang diprogram untuk memburu ibunya."
Ia melangkah masuk ke dalam lingkaran energi, merasakan sengatan hangat menjalar dari kaki hingga ke seluruh tubuhnya begitu ia berdiri tepat di tengahnya. Kotak cahaya di sudut penglihatannya melebar, berubah dari sekadar ikon kecil menjadi cahaya yang menyelimuti seluruh tubuhnya.
> **[Resonansi Dimulai]**
> **[Peringatan: Proses Tidak Dapat Dihentikan Setelah Dimulai]**
> **[Stabilisasi Inti: 0%]**
Rasa sakit yang aneh—bukan fisik, melainkan seperti sesuatu yang ditarik dari jauh di dalam jiwanya—mulai menjalar ke seluruh tubuh Elena. Ia terhuyung, namun memaksa dirinya tetap berdiri tegak di tengah lingkaran, gigi bergemeletuk menahan sensasi yang semakin menguat.
Di luar ruangan, meski tak terlihat oleh Elena, pasukan Fase Tiga yang sedang berbaris menuju Prescott tiba-tiba berhenti serentak, tubuh mereka berkedip-kedip seperti nyala lilin yang tertiup angin, seolah sesuatu yang jauh sedang menarik inti keberadaan mereka.
> **[Stabilisasi Inti: 34%]**
"Bertahanlah, Nyonya Cross," suara Voss terdengar samar, seolah dari kejauhan meski ia berdiri hanya beberapa langkah darinya. "Kau melakukannya dengan benar. Fragmen liar mulai tertarik kembali."
Namun di tengah rasa sakit yang membakar itu, Elena mulai melihat kilasan-kilasan aneh—bukan penglihatannya sendiri, melainkan ingatan yang bukan miliknya, berkelebat cepat: laboratorium yang dulu bersih dan terang, wajah-wajah ilmuwan yang penuh harapan sebelum segalanya runtuh, dan di antara semua itu, sesuatu yang terasa seperti kesadaran murni dari inti itu sendiri—mencoba berkomunikasi, mencoba menjelaskan sesuatu yang jauh lebih besar dari yang pernah ia bayangkan.
> **[Stabilisasi Inti: 61%]**
"Ada sesuatu—" Elena tersengal, suaranya nyaris tak terdengar di tengah cahaya yang kini menyilaukan. "Ada sesuatu yang ingin disampaikan inti ini, Voss. Ini bukan cuma soal menstabilkan fragmen. Ini—"
Sebelum ia sempat menyelesaikan kalimatnya, ledakan cahaya yang jauh lebih terang dari sebelumnya memenuhi seluruh ruangan, dan dunia di sekitar Elena Cross seketika berubah menjadi keputihan total.
---
ajaib kenapa tidak rahsia kan saja
gila !!