NovelToon NovelToon
Return To You

Return To You

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Wanita Karir
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Delapan tahun merajut kasih, hubungan Zacheriyya Tengiz dan Evander Vale-Knight hancur lebur dalam satu malam akibat pengkhianatan yang tak termaafkan.

Alih-alih menyesal, Evander justru menyebut tindakan kejamnya sebagai pembalasan ego yang setimpal atas kesalahan masa lalu.

Terluka dan murka, Zacheriyya pergi dengan sumpah tidak akan pernah memaafkan pria itu sampai ia mati.

Dua tahun berlalu dalam pelarian, takdir dengan kejam mempertemukan mereka kembali.

Rasa cinta yang dulu membara kini telah sepenuhnya bermutasi menjadi kebencian yang dingin dan mematikan. Pertemuan tak terduga ini seketika menyulut kembali sumbu dendam lama dan perang ego yang sengit di antara keduanya.

Mereka kini berdiri berseberangan sebagai dua mantan kekasih yang saling membenci setengah mati, siap saling menjatuhkan lewat tatapan tajam dan kata-kata berbisa.

Di tengah pusaran benci dan luka lama yang kembali menganga, siapakah yang akan hancur terlebih dahulu dalam permainan rasa yang berbahaya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#9

Lapangan terbuka di belakang Kantor Polisi Distrik Pusat mendadak kehilangan seluruh suaranya di rungu Evander Vale-Knight.

Kilatan lampu biru-merah dari mobil patroli, isak tangis Genevieve di kejauhan, serta derap langkah sepatu bot para petugas kepolisian seakan menjelma menjadi fatamorgana yang bisu.

Dunia pria itu runtuh, hancur berkeping-keping hingga tak tersisa satu bagian pun yang utuh setelah kalimat lirih itu lolos dari bibir pucat Zacheriyya Tengiz.

Aku membunuh anak kita?

Evander mematung. Tubuh kekarnya yang biasa tegap kini gemetar hebat, seolah seluruh persendian dan tulang penyangganya dilelehkan oleh rasa sakit yang teramat masif.

Kata-kata itu berputar liar di dalam kepalanya, menjelma menjadi ribuan bilah pisau berkarat yang mencabik-cabik kewarasannya tanpa ampun.

Kebodohannya... sandiwara murahan yang ia susun di kamar hotel dua tahun lalu karena ego maskulin yang terbakar cemburu... ternyata tidak hanya mengusir wanita yang dicintainya.

Kebodohan itu telah membunuh buah hati mereka. Bayi mereka. Darah dagingnya sendiri.

"C-cherry..." Suara Evander keluar teramat parau, nyaris tak terdengar, tercekat di antara tenggorokannya yang mendadak kering dan rasa sesak yang menghimpit dadanya hingga ia kesulitan bernapas.

Air matanya mengalir deras tanpa bisa dibendung, membasahi garis wajahnya yang kini dipenuhi penyesalan paling mengerikan dalam hidup seorang pria. "Cherry... kumohon..."

Namun, sebelum Evander sempat menyelesaikan untaian kalimat lumpuhnya, tubuh Cherry mendadak limbung.

Sisa-sisa kekuatan yang ia paksa tegak demi menjinakkan bom C4 tadi seolah menguap begitu saja setelah rahasia paling berdarah dalam hidupnya terbongkar.

Luka-luka akibat kecelakaan motor di sikunya, sekujur tubuhnya, serta luka robek di dahinya yang masih meneteskan darah membuat kesadarannya menipis.

Melihat hal itu, tim medis EOD yang sejak tadi bersiap di perimeter segera berlari menghampiri.

Dua orang perawat dengan sigap memapah tubuh ramping Cherry menuju ambulans yang pintunya terbuka lebar di tepi lapangan, bersiap memberikan pertolongan pertama pada agen terbaik mereka.

Evander yang jiwanya telah meranggas hancur sama sekali tidak peduli lagi pada pandangan orang-orang.

Ego setinggi langit yang selama dua tahun ini ia pelihara sebagai perisai keangkuhannya luruh total.

Tanpa memedulikan Cassander yang meneriakinya, tanpa peduli pada tatapan bingung para polisi, Evander melangkah dengan tergesa-gesa mengikuti ke mana pun langkah kekasihnya dibawa pergi.

Saat Cherry didudukan di dalam ruang ambulans yang terang benderang oleh lampu neon dingin, seorang perawat wanita mulai mengambil kapas dan cairan antiseptik untuk membersihkan luka robek di dahi Cherry.

Namun, dengan gerakan yang cepat dan penuh keputusasaan, Evander merangsek masuk ke dalam ambulans. Ia merebut paksa botol antiseptik dan kapas dari tangan perawat itu.

"Biar aku saja," ucap Evander, suaranya bergetar namun mengandung ketegasan yang mutlak dari seorang pria yang tidak ingin dipisahkan dari dunianya. "Tolong tinggalkan kami berdua. Biar aku yang mengobatinya."

Melihat kondisi fisik Evander yang tampak kacau dengan mata merah penuh air mata, perawat itu sempat ragu. Namun, Cherry yang setengah sadar segera mengerahkan sisa tenaganya untuk menepis tangan Evander yang hendak menyentuh dahinya.

"Lepaskan aku, Evander!" desis Cherry, suaranya bergetar menahan tangis yang mendesak keluar dari dadanya. "Pergi dari sini... Apa kau tidak takut wanitamu, istrimu, melihat ini?! Keluar... keluar dan biarkan perawat yang mengobatiku! Jangan menyentuhku dengan tangan yang sudah memeluk wanita lain!"

"Tidak, Cherry..." Hanya itu kata yang mampu keluar dari bibir Evander.

Pria itu mengabaikan semua penolakan, mengabaikan bentakan lirih dari wanita di depannya. Dengan perlahan namun erat, ia mendudukkan dirinya di lantai ambulans, tepat di hadapan Cherry, lalu mengarahkan jemarinya yang gemetar untuk mulai mengusap darah di dahi wanita itu menggunakan kapas ber-antiseptik.

"Apa sakit?" tanya Evander dengan suara yang teramat lembut, seolah-olah ia sedang menyentuh porselen paling rapuh di dunia. Matanya menatap lekat-lekat pada robekan di dahi Cherry.

Cherry hanya memalingkan wajahnya ke samping, menolak menatap sepasang mata tajam yang kini sarat akan kerapuhan itu.

Bibirnya terkatup rapat, rahangnya mengeras menahan perih—bukan karena cairan antiseptik yang membakar kulitnya, melainkan karena kehadiran Evander yang kembali membangkitkan badai melankolis di hatinya.

Selama proses pengobatan yang hening dan mencekik itu, hanya kata-kata itu yang terus keluar dari mulut Evander yang gemetar.

"Apa ini sakit, sayang? Maafkan aku... apa ini sakit?" tanyanya berulang kali saat jemarinya bergerak membersihkan lecet di siku dan lengan Cherry yang robek.

Setiap kali kapas itu menyentuh kulit Cherry, air mata Evander ikut menetes, jatuh membasahi seragam pelindung tebal yang dikenakan kekasihnya.

Hingga akhirnya, keheningan itu pecah oleh suara Evander yang terdengar bagai bisikan dari dalam neraka penyesalan.

"Jika saja... jika saja waktu itu kau tidak berselingkuh emosional dariku, semua kegilaan ini tidak akan pernah terjadi, sayang..." Evander menundukkan kepalanya dalam-dalam, menempelkan dahinya pada lutut Cherry yang terbungkus celana taktis.

"Anak kita... bayi kita... apa dia tiada karena aku yang bertindak seperti pengecut malam itu di hotel? Apa aku yang membunuhnya, Cherry?"

Cherry masih memilih bungkam. Namun di dalam dadanya, jantungnya berdenyut begitu nyeri, seolah-olah kata-kata Evander adalah garam yang ditaburkan di atas luka yang masih menganga berdarah.

Evander mendongak, menatap wajah Cherry yang masih terikat dalam kebisuan yang dingin. Jiwa pria itu benar-benar hancur total detik itu.

Kebohongan yang ia simpan selama dua tahun ini akhirnya meledak, menuntut untuk dikeluarkan demi menebus dosa yang teramat besar.

"Maafkan aku, sayang... Demi Tuhan, maafkan aku!" ratap Evander, suaranya pecah menjadi tangisan parau seorang pria yang kehilangan seluruh harga dirinya di depan wanita yang ia puja.

"Demi Tuhan... aku bersumpah demi sisa hidupku, aku tidak meniduri wanita itu! Aku tidak pernah menyentuh Gabriella Margareth malam itu!"

Deg.

Mata Cherry mendadak bergerak, melirik lambat ke arah wajah Evander yang basah oleh air mata kekalahan.

"Malam itu... aku hanya menyewanya untuk membuatmu kecewa, karena egoku yang hancur setelah kau berpaling dariku," lanjut Evander dengan suara yang semakin meracau, dipenuhi kehancuran yang teramat mendalam.

"Kami hanya tidur menunggu kedatanganmu di ranjang itu. Aku bersumpah tidak ada yang terjadi di antara kami! Tapi aku tidak tahu... aku tidak tahu bahwa saat kata-kata kejam itu keluar dari mulutku untuk menyudahi hubungan kita, kau sedang mengandung... Demi Tuhan, bayiku... bayi kita benar-benar tiada? Arggghhh! Aku Daddy yang tidak becus! Aku yang membunuh darah dagingku sendiri!" Evander mengerang frustrasi, memukul dadanya sendiri dengan kepalan tangannya yang bergetar.

Cherry terdiam di atas bangku ambulans, menatap pemandangan di depannya dengan pandangan yang kosong namun menyimpan bara kebencian yang melankolis.

Apa katanya? Tidak meniduri jalang itu? batin Cherry lirih, sebuah suara di dalam kepalanya tertawa dengan begitu sinis dan terluka.

Lalu jika kau tidak menidurinya, kenapa hubungan kalian masih membaik hingga hari ini, Evander?

Kenapa keponakanmu sendiri tadi berkata bahwa jalang itu sedang mengandung anakmu dan kalian akan segera menikah?

Omong kosong macam apa lagi ini... Dasar hama bangkai! Kau hanya berusaha membohongiku lagi dengan kalimat-kalimat manismu, sialan!

Kau hanya ingin meredam rasa bersalahmu setelah mengutuk rahimku!

Batin Cherry menjerit, namun bibirnya tetap terkunci, hanya air matanya yang mengalir deras membuktikan betapa hancur jiwanya mendengar pengakuan itu.

Sebelum Cherry sempat mendorongnya menjauh, Evander dengan gerakan yang didorong oleh keputusasaan yang tak terbendung mendadak merangsek maju.

Pria itu berlutut sepenuhnya, melingkarkan kedua tangannya yang besar dan kekar untuk memeluk perut Cherry yang rata dibalik seragam pelindung tebal itu. Ia menyembunyikan wajahnya di sana, menangis histeris seperti anak kecil yang kehilangan arah pulang.

"Maafkan aku... maafkan aku, sayang... kembali padaku, kumohon..." ratap Evander, meremas kain seragam di bagian perut Cherry seolah-olah ia bisa menggapai kembali jiwa bayi mereka yang telah pergi ke alam keabadian.

"Maafkan Daddy mu yang berengsek ini, Nak... maafkan aku, Cherry..."

Di dalam ambulans yang sunyi, di bawah temaram lampu yang dingin, kedua jiwa yang telah hancur itu saling membeku dalam pelukan penuh luka abadi yang meranggas, menyisakan tangisan darah yang tak akan pernah kering oleh waktu.

1
Mei TResna Rahmatika
sedihh bangett part ini😭
Rosdianah 🌷: huhuhu🥲
total 1 replies
Hennyy exo
kurang banget🤭🤭

omg evander aku padamu😘😘
Rosdianah 🌷: heheh anak author 🤣
total 1 replies
Hennyy exo
sangat suka dengan alurnya dan penulisannya juga bagus mudah dipagami
Rosdianah 🌷: ma'aciww kak🫶🥰
total 1 replies
Hennyy exo
pliss thor sehari upnya 4 atau 6 bab ya🤭
Rosdianah 🌷: heheh nggak janji ya kak🤭
total 1 replies
Hennyy exo
wow makn menanyang thor babnya
Hennyy exo
sumpah thor alurnya makin bagus banget😍
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak sudah stay baca🫶
total 1 replies
Hennyy exo
baca di bab ini.kaya orang gila🤣🤣🤣
gemes deh ama merka berdua
Hennyy exo
di bab ini suka banget ma alurnya
nayla tsaqif
Apa kbr Gabriella margareth,,?? 🤭
Rosdianah 🌷: tunggu kak🤭🤣
total 1 replies
Bonny Liberty
emang minus kayanya ini laki,yang bengkokin siapa,yang lurusin siapa/NosePick/berasa yang paling ...banget deh/Hammer/
Rosdianah 🌷: perlu digampar 🤣
total 1 replies
Mita Paramita
yaudah sih Evander bilang jujur aja ke Cherry kalo masih suka dan gak punya hubungan sama Gabriela 🤨 balikan lagi nih pasangan serasi 😍
Rosdianah 🌷: hihi🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Ati2 cherry,, awas kena PHP,, jangan gmpang luluh,, 😌
Bonny Liberty
denger dulu dong omongan si E,biar jelas /Shy/ suka banget sok pintar 🏏
Rosdianah 🌷: hihihi🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Buat misi penyelamatan lg thor,,, mungkin bom di sekolah ponakan evan,, 🤭 q suka tokoh heroik, 🤣
Rosdianah 🌷: Ok Kakak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
baru jelas nih alur ceritanya 🫡 ternyata wanita hamil itu Gabriela dan Evander blom nikah 🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: kwkwkw🤭 Semoga suka ya Kak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
😍😍😍 The vale knight series lover
Rosdianah 🌷: uhuuuuuiii 🥳
total 1 replies
Bonny Liberty
maaf kisanak, bukan pecahan kaca tapi ranjau darat yang kena bayangan dirimu aja bisa meledak.../Grievance/
Rosdianah 🌷: kwkwkw🤣
total 1 replies
Bonny Liberty
kata cintanya murahan, ga sadar diri,harusnya kamu tau kurang mu apa,hubungan toxic jadinya kan,dah gitu kehilangan real love gara..gara EGO LAKI,dia ga mikir apa cewe juga punya
Rosdianah 🌷: Semoga suka cerita Baru nya kak🫶
total 1 replies
Bonny Liberty
salah satu masalah dunia EGO LAKI..LAKI../Smug/
Rosdianah 🌷: huhuhu 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!