NovelToon NovelToon
MAHMUD, I Love U

MAHMUD, I Love U

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Selingkuh / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Dikelilingi pria tampan
Popularitas:166.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: oktabebee

Mayra adalah seorang Mahmud, mamah muda yang sangat dicintai suaminya, Azka. Umur pernikahan mereka baru 4 tahun, berjalan baik-baik saja dan sangat bahagia.

Namun ketentraman rumah tangga mereka mulai terusik sejak kehadiran Rendra, lelaki yang usianya 5 tahun lebih muda yang menyukai Mayra. Rendra mengira wanita yang ditaksirnya itu hanyalah gadis cantik yang masih belia.

Rendra diam-diam mulai menjalankan aksinya untuk menarik hati Mayra. Dan siapa sangka? Tingkah-tingkah konyol Rendra nyatanya mendapat kesan tersendiri di hati Mayra.

Mampukah Mayra tetap setia?

Dan bagaimana sikap Rendra setelah tahu bahwa wanita yang dicintainya telah bersuami?

Nantikan kelanjutan kisahnya dalam "MAHMUD I Love U".

Kisah tentang cinta, setia, dan lika-liku dalam rumah tangga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oktabebee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan Dua Lelaki

"Ada apa, Yank?"

Azka menanyai istrinya saat keduanya tengah berada dalam mobil untuk pulang. Sore itu, untuk pertama kalinya lagi Azka melihat wanitanya menangis, dia tidak tahu apa penyebabnya. Sementara Mayra hanya diam. Dia menyenderkan kepalanya pada jok mobil, matanya memandang kosong pada jendela yang memantulkan gambar dirinya.

"Yank?" Azka memegang lengan Mayra, satu tangannya tetap menyetir. Lelaki itu harus membagi fokus antara jalan di depannya dengan istri di sampingnya.

"Maafkan aku, Yank." Mayra akhirnya berbicara setelah sekian lama bungkam, wajahnya tak berpaling.

Mendengar ucapan maaf istrinya, Azka yang jadi bungkam. Ia paham wanitanya belum ingin berbicara banyak. Ia jadi teringat lelaki yang berpapasan dengannya di depan Griya tadi. Istrinya menangis seorang diri persis bertepatan dengan perginya lelaki itu. Azka merasa ada yang tidak beres dengan mereka berdua.

"Kamu ingin makan dulu?" Azka mengalihkan pembicaraan. Mayra masih diam.

Namun Azka sudah berinisiatif untuk mampir di kedai ayam di pengkolan depan. Azka tidak ingin istrinya membawa muka murungnya ke rumah. Di sana ada Anggun. Anaknya tidak berhak mendapati wajah ibunya yang muram setelah seharian meninggalkannya. Bi Marni pasti mengerti. Ia tidak akan pulang sampai salah satu diantara majikannya itu ada di rumah. Anaknya aman bersama bi Marni.

Tak lama, Azka menghentikan mobilnya di depan kedai ayam.

"Ayo, Yank!" Azka memberi instruksi sambil melepas seatbelt nya. Mayra manut.

Sampai di dalam, Mayra langsung mencari tempat duduk. Sementara Azka memesan dua porsi ayam krispi lengkap dengan nasi serta dua gelas lemon tea.

Tak lama pesanan datang. Mayra meminum lemon teanya hingga langsung tersisa setengah gelas. Azka tertawa, "haus, Yank?"

Azka segera menyantap nasi ayamnya. Ia memang lapar sedari tadi.

"Lapar, Yank?" Mayra membalas ucapan Azka.

Suaminya itu makan dengan lahap. Mendengar ucapan wanita kesayangannya, Azka tersenyum dengan gigi tertutup. Hawatir ayam yang sedang ia kunyah malah menyembur keluar. Dalam hatinya ia senang karena istrinya sudah mulai kembali menjadi Mayranya.

"Yank, nanti di Griya rencananya akan ada pegawai baru. Sepupu temanku. Katanya sih dia pintar mendekor juga. Lumayan kan untuk bantu-bantu aku", Mayra mengaduk minumannya.

"Huum. Boleh Yank. Oh iya, soal pegawai, tadi aku berpapasan dengan siapa yaa? Sepertinya aku baru lihat." Azka sengaja menyelidik namun dengan bahasa yang sekiranya tidak membuat istrinya curiga.

"Oh itu. Dia fotografer baru, Yank. Sudah beberapa bulan ini bergabung di Griya."

Azka mengangguk mengerti. Jawaban istrinya sudah cukup baginya.

***

📞 "Halo Lin, ini saya Azka."

Azka sebenarnya sudah lama menyimpan nomor Lina. Namun baru malam itu ia pertama kalinya menghubungi teman kerja istrinya. Azka menyimpan nomor Lina untuk berjaga-jaga, barangkali ada sesuatu yang terjadi dengan istrinya, ia bisa langsung menghubunginya.

📞 "Oh, iya Azka. Ada apa, Zka?"

Azka dan Lina sudah saling mengenal satu sama lain. Namun mereka hanya bertemu saat Azka mengantar dan menjemput Mayra di Griya saja. Hanya sebatas itu.

📞 "Lin, saya boleh minta tolong?"

📞 "Tolong apa, Zka?"

📞 "Mmmm, saya ingin meminta nomor telepon fotografer di Griya kamu, bisa?"

📞 "Oh si Rendra. Bisa Zka. Nanti saya kirim ya."

Lina tidak menanyakan alasan Azka meminta nomor Rendra. Karena dia tahu Mayra mungkin tidak menyimpan nomor lelaki itu. Lina sudah hapal bahwa temannya itu malas menyimpan nomor teman lelaki, sekali pun rekan kerjanya. Makanya Azka meminta nomor telepon padanya.

Tak lama, nomor telepon yang Azka minta masuk ke ponselnya. Azka memandang sederet nomor itu. Dia yakin, ada sesuatu yang telah terjadi antara istrinya dengan pemilik nomor yang baru didapatnya itu. Azka sudah mengenal Mayra bertahun-tahun. Dan memang dia merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh istrinya. Azka mendadak teringat dengan mawar putih. Akhirnya ia memutuskan untuk langsung menelepon nomor yang dikirim Lina.

📞 "Halo?" Suara di seberang terdengar langsung mengangkat telepon.

📞 "Halo. Ini benar nomor Rendra?" Azka mulai pembicaraannya.

📞 "Iya, benar. Ini siapa?"

📞 "Bisa bertemu malam ini?"

Rendra di seberang menjauhkan ponsel dari telinganya. Ia terkejut karena orang yang nomornya tidak ada di ponselnya itu mengajaknya bertemu. Ada apa?

📞 "Maaf ini siapa?"

📞 "Azka."

Rendra tahu, itu adalah nama suami wanita yang ditaksirnya. Rendra diam-diam sudah menyelidiki banyak tentang Mayra semenjak dia tahu bahwa wanita itu sudah bersuami, yaitu saat dia mengambil libur dua hari waktu itu.

***

"Yank, aku keluar sebentar yaa. Ingin beli mi goreng," ucap Azka berbohong.

"Loh, mi goreng kan ada, Yank. Aku masakkan ya?"

Mayra yang saat itu sedang menonton TV di ruang tengah bersama Anggun yang belum tidur, bertanya pada suaminya heran. Karena memang stok mi goreng instant masih banyak di lemari dapur. Mayra lihat jam dinding di depannya.

"Sudah akan jam 10 ini, Yank?"

"Aku pingin mi goreng yang di perempatan itu loh, Yank. Ya? Sebentar saja. Kamu bawa Anggun tidur dulu ya. Nanti kita makan berdua, oke?" Azka mengecup kening istrinya dan juga Anggun, kemudian segera pergi.

***

Azka dan Rendra duduk berhadapan di kursi depan sebuah minimarket. Dua cangkir kopi hangat mengepul di depan mereka masing-masing.

"Terimakasih sudah mau datang," ucap Azka membuka pembicaraan. "kalau boleh, saya ingin menanyakan beberapa hal padamu."

"Silakan." Rendra menjawab singkat.

"Sore tadi saat saya jemput Mayra, dia menangis."

Rendra terkejut mendengar pengakuan lelaki di depannya. Mayra menangis? Dia tidak tahu jika wanita itu menangis.

"Kapan?" Intonasi suara Rendra kentara sekali dia hawatir. Karena saat bersamanya, Mayra baik-baik saja. Dia tidak menangis seperti yang suaminya katakan.

"Persis saat saya masuk Griya, dia sudah menangis."

Rendra diam. Ada perasaan bersalah dalam hatinya. Dia merasa mungkin perkataannya pada Mayra terlalu blak-blakan hingga melukai hatinya.

"Sore tadi, kebetulan saya berpapasan denganmu. Dan kebetulannya lagi, tidak ada orang lain di Griya kecuali kamu dan istri saya. Jadi saya pikir, mungkin kamu tahu penyebab mengapa Mayra menangis?"

Rendra masih diam. Dia bingung harus menjawab apa. Tapi yang pasti, dia bukan pengecut. Azka datang padanya karena ingin mengetahui sesuatu. Dan dia akan memberinya itu.

"Saya sebenarnya tidak tahu kalau Mayra menangis. Hanya saja, mungkin sore tadi ada perkataan saya yang tidak sengaja menyakiti hatinya." Rendra menjawab pasti.

"Perkataan yang menyakiti, hatinya? Maksudnya?"

"Dia salah mengira. Dia pikir saya yang kirim mawar padanya. Saya tidak tahu mawar apa yang dia maksud. Tapi yang pasti itu bukan saya."

Azka diam. Dia mencerna perkataan lelaki di depannya.

"Jadi Mayra mengira kamu yang kirim mawar?"

"Ya, begitulah."

"Mengapa Mayra bisa mengira kamu yang kirim?"

Rendra tak menjawab. Mata mereka beradu. Dan itu sudah cukup bagi Azka untuk mengetahui jawabannya.

1
Ulil
ini masih lanjut kah???
maya ummu ihsan: entahlah....aku sampai lupa alurnya 😝
total 1 replies
Ulil
besok hari Senin waktunya vote meluncuuurrr
Nanik Purnomo
kasihan azka tersakiti istri yg tak bisa menjaga pandangan dan hatinya
maya ummu ihsan
supaya apa? supaya kamu bisa bersma Rendra?...(sori kak otor...aku emosi 😜)
Nanik Purnomo: q juga kudu omong gitu kk,,,bikin emosiiii si mayra
total 1 replies
maya ummu ihsan
bagus, lain daripada yang lain
maya ummu ihsan
menurutku harus menghindar menjauh pindah kota kalo perlu. jangan jadi duri dalam daging dalam hubungan suci orang lain..
Nanik Purnomo
ga kapok simayra
Fatkhun Naim
bermain api lagi
Fatkhun Naim
up lagi kak
Nanik Purnomo
lah mogok lagiii
Nanik Purnomo
lanjuuttt jangan sampai Mayra melanjutkan kesalahannya
maya ummu ihsan
astagfirullahhaladzim...thor..,apa yang terjadi ... kemana selama ini...aku hampir lupa cerita ini...cerita bagus tp kalah rating....
oktabebee: MasyaAllah .. makasih masih setia disini Kak May 😘 Sehat2 selalu yaa Kak 😘
total 1 replies
Karindaaa 11
AAAAA TERHARUUUUU😭😭😭
Karindaaa 11
MasyaAllah kakkkkk. aku kira mimpii ternyata bnerann. makasih kaaaaa udah update. sehat selalu yaaaa.. tiap buka noveltoon psti periksa akun kakak udah update apa belom. murah rejeki kakkk❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Karindaaa 11: samaa2 akakk❤️❤️❤️
total 2 replies
Karindaaa 11
beneran stop sampe disini aja ya ceritanya????
[💝¹³_ALi💫¹⁶JaFar²⁰*💝
semangat semangat semangat
Nona Bucin 18294
semangat updatenya kak 🤗🤗
Nona Bucin 18294
hai kak aku mampir salken dari Mama muda 😊💜💜💜
Karin Dari Alviona
udh 3 kali baca ulang tapi belom up up jugaaa huhuu😭😭😭🤗
Karin Dari Alviona
up dong otorrrrr😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!