NovelToon NovelToon
ISTRI YANG DISINGKIRKAN DI HARI ULANG TAHUN PERNIKAHAN

ISTRI YANG DISINGKIRKAN DI HARI ULANG TAHUN PERNIKAHAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami
Popularitas:14.9k
Nilai: 5
Nama Author: Barra Ayazzio

Di hari yang seharusnya menjadi perayaan cinta, dia justru disingkirkan dari hidup mereka.

Ketika seorang istri setia berharap mendapat kejutan di hari ulang tahun pernikahannya, yang ia terima justru pengkhianatan dari orang-orang yang paling ia percayai.

Suami yang berubah. Pelakor yang datang tanpa rasa bersalah. Serta ibu mertua dan ipar yang mendukung semuanya.

Akankah ia bertahan demi rumah tangganya?

Atau memilih pergi dan membuktikan bahwa dirinya mampu hidup tanpa mereka?

Siapkan hati kalian, karena kisah ini akan menghadirkan banyak air mata, kemarahan, penyesalan, dan tentunya balas karma yang memuaskan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Barra Ayazzio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3. Arini Buka Kartu

Arini membereskan sarapannya dengan santai. Setelah itu ia membawa piringnya ke dapur dan mencucinya sendiri. Tidak ada lagi kebiasaan melayani semua orang seperti yang selama ini ia lakukan. Hari itu, entah kenapa, hatinya terasa jauh lebih ringan.

Selesai mencuci piring, Arini kembali ke ruang keluarga sambil membawa sebuah buku catatan tebal berisi seluruh pemasukan dan pengeluaran rumah tangga selama dua tahun terakhir.

Ia meletakkan buku itu di atas meja. "O ya, semuanya kumpul di sini dulu deh. Biar sama-sama tahu. Aku mau serah terima keuangan."

Bu Sumarni yang sejak tadi duduk di samping Mayang langsung tersenyum lebar. "Nah, itu baru bagus. Dengan senang hati. Ayo, Mayang sini! Kamu yang nanti jadi ratunya rumah ini. Kamu yang akan mengatur uang gajinya Galang."

Mayang terlihat berbinar. Namun sebelum ia sempat menjawab, Galang lebih dulu menyela.

"Gak usah, Bu. Kalau soal itu biar Arin aja yang pegang."

Arini menoleh ke arah suaminya. Senyum sinis terukir di bibirnya. "Kok aku, Mas? Takut ketahuan ya?"

Galang langsung salah tingkah. "Maksudku bukan begitu..."

"Tapi memang begitu, kan?" Ruangan mulai terasa tidak nyaman.

Arini membuka buku catatannya. "Bu, Pak, Vera, dan Mbak Mayang. Sebelum Mbak Mayang resmi mengambil alih semuanya, ada baiknya kalian tahu kondisi keuangan yang sebenarnya."

Bu Ratna melipat tangan di dada. "Memangnya kenapa? Gaji anakku gede kok." Katanya jumawa.

Arini tersenyum tipis. "Perlu kalian ketahui, gaji Mas Galang sebagai PNS beserta tunjangannya itu cuma enam juta tujuh ratus ribu rupiah per bulan."

Mayang yang tadinya tampak percaya diri mulai mengernyit.

Arini melanjutkan. "Tiga juta dikirim ke Ibu di kampung."

Bu Sumarni langsung mengangguk bangga. "Itu memang kewajiban anak."

"Dua juta untuk biaya kuliah Vera." Vera yang sedang bermain ponsel langsung melirik ke arah Arini.

"Delapan ratus ribu untuk listrik. Tiga ratus ribu untuk internet. Tujuh ratus ribu untuk cicilan motor Vera." Vera kembali melirik Arini, tak acuh.

"Dan dua juta untuk pegangan Mas Galang sendiri."

Arini menutup bukunya perlahan. "Nah, sekarang coba dijumlah."

Tak ada yang menjawab. "Totalnya delapan juta delapan ratus ribu rupiah."

Ruangan mendadak hening. "Padahal gajinya Mas Galang cuma enam juta tujuh ratus ribu."

Arini menatap satu per satu wajah mereka.

"Artinya setiap bulan sudah defisit dua juta seratus ribu rupiah."

Bu Sumarni yang tadi begitu percaya diri mulai kehilangan kata-kata.

"Itu gak mungkin, itu hanya akal-akalan kamu aja. Kamu takut ya uangnya Galang diambil Mayang?"

"Kenapa mesti takut Bu? Aku malah bersyukur, ada yang mau gantiin aku pegang uang itu. Soalnya tiap bulan harus nombok."

"Ah bohong banget kamu, Mana ada orang yang mau begitu."

Arini tersenyum pahit. "Nah itulah bodohnya aku, kok mau-maunya jadi tulang punggung keluarga ibu ya? Gak ada uang untuk makan. Gak ada uang untuk bayar kebutuhan rumah. Uang untuk beli beras dari mana? Bayar gas, sabun, kebutuhan sehari-hari dari mana? Emh menyala dompetku."

Tak ada yang mampu menjawab. "Semua dari uangku."

Kalimat itu meluncur begitu tenang, tetapi menghantam keras. "Maksudmu?" tanya Pak Hardi.

Arini menatap mertuanya. "Mas Galang bukan cuma tidak pernah memberi uang belanja. Bahkan untuk kebutuhan dirinya sendiri saja sering tidak cukup."

Wajah Galang memerah. "Arin, cukup."

"Tidak, Mas. Bukankah sekarang waktunya semua orang tahu?"

"Menantu lancang, anakku itu PNS yang gajinya gede."

"Terserah ibu kalau gak percaya." Arini mengeluarkan map berisi tumpukan struk dan tagihan.

"Karena sekarang, alhamdulillah, sudah ada yang bersedia menggantikan tugasku." Ia meletakkan satu per satu di atas meja. "Ini tagihan listrik. Ini tagihan internet. Ini cicilan motor Vera."

Lalu ia mendorong semuanya ke arah Mayang.

"Mulai bulan depan silakan dibayar!"

Mayang menelan ludah.

Wajahnya yang tadi berseri-seri perlahan pucat.

Ia baru menyadari bahwa yang selama ini ingin ia rebut bukanlah kehidupan mewah seperti yang dibayangkannya.

Arini berdiri dari duduknya. "Jadi mulai hari ini, aku pensiun dari bayar ini itu."

Bu Ratna terbelalak. "Maksudmu apa?"

Arini tersenyum tipis. "Artinya aku berhenti menjadi ATM keluarga ini."

Kalimat itu membuat seluruh ruangan membeku.

Untuk pertama kalinya selama dua tahun pernikahan, Arini tidak lagi berbicara sebagai menantu yang selalu mengalah. Ia berbicara sebagai seseorang yang akhirnya lelah dimanfaatkan.

"Lho... kok jadi gini?" Mayang menatap tumpukan tagihan di depannya dengan wajah pucat. Ia terlihat benar-benar syok.

"Katanya Mas Galang uangnya banyak. Rumahnya bagus. Mobilnya mewah..."

Arini tersenyum tipis. Senyum yang lebih mirip sindiran. "Oh iya, hampir lupa bilang."

Semua orang menoleh ke arahnya. "Rumah ini bukan rumah Mas Galang."

Mayang mengernyit. "Terus?"

"Mobil yang ada di garasi juga bukan milik Mas Galang." Mayang semakin bingung.

"Lalu milik siapa?"

"Itu semua milikku."

Beberapa detik suasana mendadak hening. Lalu...

"Hahahaha!"

Bu Sumarni tertawa terbahak-bahak. Bahkan sampai menepuk-nepuk paha sendiri. "Kalau berbohong jangan keterlaluan, Rin!"

Pak Hardi ikut menyeringai. Sementara Vera memutar bola matanya malas.

"Dari mana anak yatim piatu seperti kamu punya uang untuk beli rumah sebesar ini?" sindir Bu Sumarni.

"Tahu diri sedikitlah. Sakit hati karena Galang nikah lagi, bukan berarti kamu harus depresi, sampai berhalusinasi." Bu Sumarni tertawa sampai mengeluarkan air mata.

Arini sama sekali tidak terlihat tersinggung. Justru ia terlihat santai. Seolah ucapan itu sudah terlalu sering ia dengar selama ini.

"Ya terserah ibu, mau percaya syukur, gak juga aku gak rugi. Atau tanyakan saja sama putra kebanggaan Ibu itu!"

Semua mata langsung beralih kepada Galang. Galang yang sejak tadi duduk diam langsung menegang.

"Mas?" tanya Mayang penasaran.

Galang mengusap tengkuknya. "Sudahlah, nggak usah bahas itu."

Jawaban itu justru membuat Mayang semakin curiga. Bu Sumarni langsung mendengus.

"Gak usah ditanya! Ibu juga nggak akan percaya sama semua omong kosongnya Arini."

"Ya terserah Ibu." Arini menjawab datar.

Tidak ada lagi usaha untuk membela diri. Tidak ada lagi kebutuhan untuk mencari pengakuan. Percuma.

Selama ini apa pun yang ia lakukan tidak pernah dianggap. Jadi untuk apa menjelaskan? Yang penting ia tahu kenyataannya. Dan Galang juga tahu.

Arini lalu merapikan buku catatannya dan memasukkannya kembali ke dalam tas. "Pokoknya mulai bulan depan semua tagihan itu bukan urusanku lagi."

Ia menunjuk tumpukan kertas di hadapan Mayang.

"Listrik, internet, cicilan motor, dan kebutuhan lain yang biasanya aku tanggung. Silakan diatur sendiri dengan uang yang ada."

Wajah Mayang langsung berubah.

"Tapi aku kan belum bekerja..."

"Itu bukan masalahku."

Jawaban Arini membuat Mayang terdiam.

Kini perempuan itu menyadari bahwa menjadi pasangan Galang tidak semudah yang dibayangkannya.

Sementara Bu Sumarni masih terlihat kesal.

"Sudahlah Mayang, itu hanya omong kosong dia. Gak usah percaya!"

Arini tersenyum hambar.

"Tapi Bu..." Mayang mencoba menjawab.

"Kamu mau percaya sama ibu atau sama orang stress karena dia disingkirkan oleh Galang?" Bu Sumarni menatap Mayang.

"Ya ibu lah."

"Ya udah kalau gitu."

"Sudah ya, aku sudah menjelaskan semuanya."

Arini bangkit dari duduknya.

"Mas, mana kunci mobil? Aku mau pakai?"

"Apa? Gak bisa Aku mau ngajak jalan-jalan Mayang keliling Bandung."

"Ngajak jalan-jalan kan bisa pakai motor Vera, gak usah pakai mobilku." Arini berkata sambil menyambar kunci mobil yang tergantung dekat pintu ruang keluarga."

Dia melangkah keluar, tak peduli dengan Bu Sunarni yang terlihat marah.

___________________________________

Hai Readers jangan lupa mampir ke novel aku yang lainnya ya!

Rahasia Masa Lalu Suami dan Sang Ipar (sudah tamat).

Ditalak Sesaat Setelah Akad (sudah tamat)

Benang Putus Karena Cinta Pertama. (Up)

Oh iya jangan lupa beri masukan dan kritikan yang membangun yah, biar makin semangat up novelnya. Terimakasih 🙏🏼🙏🏼🙏🏼

1
Arin
Untung ada Hana yang suka rela mau membantu Arini untuk menghadapi keluarga benalu si Galang
Heni Setiyaningsih
novel ini alur ceritanya lambat ya Thor, dah sampai bab 31 gk ada tindakan yang tegas dr Arini. Jadikan Arini sosok yg tegas,tdk menye" danjgn mau di tindas💪
Arin
Betul itu idenya Hani..... Jual rumahmu. Malah kalau bisa jual sama orang yang punya kuasa atau orang yang punya bekingan. Jadi pas mau ambil rumah yang sudah di beli, mereka akan mengerahkan anak buahnya buat ambil tuh rumah.
Neneng Yensiana
buat apa Arini banyak yg lebih baik buat Galang dan ibunya TDK berkutik sebar video dan foto pernikahannya SM mayang
Heni Setiyaningsih
terimakasih udah double up
sehat terus dan semangat Thor 😍💪💪💪
Arin
Dasar benalu-benalu.... gak pingin kehilangan kenyamanan pingin mempertahankan Arini. Untuk kebutuhan biologis yang diandelin si Mayang..... dasar laki-laki serakah.
Ma Em
Bu Sumarni dan Galang tdk mau bercerai dgn Arini bkn karena Galang msh cinta dgn Arini tapi hdp Bu Sumarni dan Galang takut hdp nya susah karena tdk ada dukungan materi dari Arini .
Heni Setiyaningsih
dasar orang gila..... stres
Arin
Laki-laki egois ingin menang sendiri. Kalau dirimu tidak mau menceraikan Arini, tenang Arini punya bukti perselingkuhan mu dan pernikahan mu dengan Mayang. Tanpa persetujuan darinya..... Mau maju gak mau ceraikan Arini, mungkin Arini tutup mata dengan melaporkan mu sebagai pegawai ASN pasti kena sanksi karena poligami mu. Atau laporkan polisi kasus perselingkuhan.... tinggal pilih Galang yang mana???
Arin: aku dukung itu
total 2 replies
Arin
Hidup mu sekarang berantakan karena datangnya istri kedua mu. Memang ada ya istri yang mau menampung dan melayani madunya di rumah miliknya sendiri??? Yang ada itu bodoh....
Kalau istri lebih mandiri punya apa-apa sendiri ya mending pisah daripada cuman diperalat keluarga suami.
Cha Libra
udh ke 4 kli bkin Novel tpi smua fl lom ada yg badas terllu d bkin lemot ...sllu pelakor d depan
Ma Em
Si Galang dan keluarga nya yg benalu msh saja menyalahkan Arini bkn nya sadar Galang susah akibat keputusan nya yg sdh menikah lagi
Heni Setiyaningsih
/Heart//Heart//Rose//Rose//Rose//Rose/
Heni Setiyaningsih
kurang banyak Thor up nya 😍💪
Arin
Nyalahkan Arini terus.... dirimu saja yang gak bisa jaga mata. Udah punya istri masih aja ngelirik Mayang malah ajak nikah sekalian. Mentang- mentang udah berpenghasilan sendiri. Tapi seharusnya sadar duitmu cukup gak buat dirimu, Arini belum lagi ibumu, Vera, terus keponakan mu yang tiap bulan minta jatah uang jajan???
Arin
Ini salah satu laki-laki tidak bersyukur. Udah punya istri Arini yang punya usaha sampingan. Malah ingin nambah istri lagi. Sekarang pusingkan??? Dulu untuk hidup aja masih nombok, sekarang ketambahan lagi beban hidup hadeuh. Makanya jangan cuma mikir enaknya doang.... dipikir punya istri lagi enak yang ada nambah pengeluaran buat hidup juga kan???
Lee Mba Young
Kl arini berani laporin galang berarti dia hebat👍.
tp kl gk berani laporin berarti wanita lemah. mkne pantes di injak injak lemah sih. kasian kl punya anak ntar kl Ada apa apa ma anaknya pasti suruh ngalah walau bener. bukan mncerminkan wanita badas😄🔥
Lee Mba Young
lebay lemah. laporkan. itu lah kenapa km di hina di injak injak krn km perempuan lemah.
lbih bagus laporin beres.
kymlove...
terlalu lemah.... terlalu baik... harusnya sat set rebut kembali semua yang memang milikmu, dan kasih pelajaran semua orang yang menzolimi mu... nunggu karna Tuhan, kelamaan🤧
kymlove...: bener... tinggal balas dendam aja, dan ambil kembali yang emang udah jadi haknya, malah masih mikir dan debat sama hatinya sendiri, malah ikhlas dan nunggu karma Tuhan yang entah kapan terjadinya!!!! goblok emang!!
total 2 replies
Cha Libra
bkin arini tegas thour ambil smua mlik Arini dri benalu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!