NovelToon NovelToon
ROYALTY : Penguasa Elemen Air Yang Mulia

ROYALTY : Penguasa Elemen Air Yang Mulia

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Epik Petualangan / Mengubah Takdir / Barat / Tamat
Popularitas:45.1k
Nilai: 5
Nama Author: MrRabbit_

Royalty atau lebih dikenal Roni adalah remaja laki-laki yang tinggal di pinggiran Kota Eldoria. Ia mengalami perubahan drastis ketika mendapatkan kemampuan sihir elemen air saat terbangun dari tidurnya. Kekuatannya yang tak terkendali, menciptakan kekacauan di pasar dan membuatnya diburu oleh empat prajurit atas perintah Raja Aric Shadowcaster, penguasa Kerajaan Eldoria.

Dibantu oleh kedua sahabatnya, Roni berusaha menyelamatkan diri. Saat keadaan terdesak, ia bersembunyi di sungai, tak disadari bahwa arus sungai membawanya jauh dari Eldoria, hingga ke Kota Andora. Di sana, ia bertemu pria tampan yang mengungkapkan tentang rahasia sosok roh yang bersemayam di dalam tubuh Roni dan itulah mengapa Roni mempunyai kekuatan elemen air.

Siapa pria muda itu? Apa identitas roh yang bersemayam di tubuh Roni? Temukan jawabannya dalam kisah seru ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MrRabbit_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB SEBELAS : ROYALTY

"Jangan berbohong. Saat pertama kali bertemu denganmu, aku melihat sosok lain dari dirimu," ucap Henry dengan menekankan setiap kata.

"Apa maksudmu!?" Roni sangat terkejut.

Henry melangkah perlahan mendekati Roni. Pandangannya lurus menatap mata Roni yang samar-samar berwarna biru. Jika dilihat sekilas, mata Roni memang berwarna cokelat tua seperti kebanyakan orang, tapi sebenarnya mata remaja itu menyimpan sesuatu yang tak dapat dilihat orang biasa. Hanya orang-orang yang memiliki kemampuan sihir yang dapat melihat sosok lain di tubuh Roni.

"Apa selama ini kau tidak menyadari sesuatu dalam dirimu?" tanya Henry. Nadanya pelan tapi penuh tekanan.

Sepertinya tak ada celah untuk Roni berbohong, Henry seakan mengetahui keistimewaan dalam dirinya. Terpaksa Roni berkata jujur, "Iya aku menyadari kemampuanku. Tapi entah bagaimana saat bangun tidur, aku tiba-tiba mempunyai kemampuan sihir. Aku tidak tahu asal usul sihir itu."

Henry menatap tajam, lalu mengangkat tangan kanannya, menunjuk wajah Roni dengan jari telunjuknya. "Kau!" Menjeda ucapannya sebentar kemudian melanjutkan, "Kau bukan dirimu sendiri. Ada sosok remaja laki-laki di dalam tubuhmu." Kemudian Henry menurunkan tangannya dan berpunggung tangan.

Ucapan Henry membuat Roni semakin bingung. Apa yang dimaksud pria muda itu? Sosok remaja laki-laki di dalam tubuhnya? Maksudnya bagaimana, Roni benar-benar tak mengerti.

"Aku semakin bingung karena ucapanmu," kata Roni dengan suara pelan.

"Aku melihat dirimu seperti dua orang, aku tidak tahu siapa dirimu yang sebenarnya. Tapi yang jelas kau mempunyai pendamping. Kemampuan sihirmu bukan murni dari dirimu sendiri, tapi dari sosok remaja yang mendampingimu saat ini. Dia juga yang melindungimu," jelas Henry sambil terus mengamati Roni. Lalu Henry berkata lagi, "Sosok di dalam tubuhmu tidak mempunyai nama, kau boleh menamainya Royalty, sesuai namamu."

Ucapan Henry yang terdengar serius membuat Roni merinding. Remaja laki-laki itu tak menyangka dan kaget, ternyata di dalam tubuhnya ada sosok lain yang selama ini mendampinginya dan melindunginya. Pantas saja saat Roni terbawa arus sungai yang sangat deras, ia tetap selamat dan nyawanya tidak melayang.

Roni merasa takut sekaligus penasaran. Maka ia bertanya kepada Henry, "Bagaimana ciri-ciri pendamping yang kau maksud ada di dalam tubuhku?"

Henry mengalihkan pandangannya ke arah lain, menatap air sungai yang mengalir dengan tenang. Lalu menjawab, "Dia berambut biru muda, matanya biru, kulitnya putih, dan dia sangat tampan. Jangan lupa, dia selalu memakai jubah warna biru muda. Warna biru muda adalah kesukaannya."

Seketika Roni tercengang. Masih tak percaya dengan fakta bahwa ia memiliki sosok lain di dalam tubuhnya. Bahkan ciri-cirinya juga hampir sama seperti Henry, bedanya rambut Henry berwarna biru tua.

"Bagaimana kau tahu kalau aku punya pendamping?" tanya Roni.

"Hanya orang-orang tertentu yang dapat melihat sosok Royalty di dalam tubuhmu. Orang biasa tidak dapat melihatnya. Orang tertentu yang aku maksud adalah orang yang mempunyai kemampuan sihir, terutama keluarga kerajaan. Di mata rakyat biasa, kau terlihat seperti anak remaja pada umumnya, tapi di mata anggota kerajaan, kau terlihat sangat tampan dan warna biru muda adalah ciri khasmu." Henry menjelaskan, tatapannya masih mengarah ke sungai.

Mendengar penuturan Henry, seketika Roni terkejut. Itu berarti Henry bukan orang sembarangan karena dapat melihat sosok lain di dalam tubuhnya.

"Berarti kau?" Roni bertanya.

Henry mengerti maksud dari pertanyaan Roni, ia segera menjawab, "Iya, aku bukan dari kalangan rakyat biasa. Aku pangeran dari Kerajaan Andora."

"Wah! Aku tak menyangka bisa bertemu dengan pangeran Kerajaan Andora," ungkap Roni dengan kagum.

"Lupakan saja tentang statusku, anggap saja aku temanmu. Sekarang, aku ingin membawamu ke Kerajaan Andora dan aku akan membantumu melatih kekuatan sihirmu." Henry perlahan memutar tubuhnya, menghadap ke arah Roni. Sekarang ia dan Roni saling bertatap-tatapan. "Kau tahu kenapa aku ingin melatihmu?"

Roni menggeleng tak mengerti. Lalu Henry berkata, "Karena sosok Royalty dapat mengendalikan pikiranmu jika kau sedang marah atau saat kau merasa terganggu. Untuk itu, supaya kau dapat sepenuhnya mengendalikan sosok itu, kau perlu melatih kemampuan sihirnya. Royalty yang memberimu kekuatan sihir. Jadi kau harus bisa mengendalikan kekuatannya dengan sebaik mungkin, jangan sampai kekuatan sihirnya mencelakai orang lain tanpa kamu sadari. Bagaimana, apa kau bersedia ikut denganku ke Kerajaan Andora? Aku akan melatihmu di sana."

Roni terdiam sejenak dan menimbang-nimbang ajakan Henry. Lalu saat Roni sudah merasa yakin, ia menjawab, "Baiklah aku bersedia ikut denganmu. Tapi kenapa kau menamai sosok di dalam tubuhku memakai namaku, Royalty?"

"Iya, sosok itu menyukai namamu, Royalty, sehingga aku memanggilnya Royalty. Tidak apa-apa, Royalty sangat dekat denganmu. Dia tidak ingin jauh-jauh darimu," ungkap Henry yang dapat merasakan keinginan sosok di dalam tubuh Roni.

"Baiklah, kalau begitu aku tidak masalah," jawab Roni yang mencoba untuk tetap santai meski sebenarnya merasa takut.

"Bagus. Mari ikuti aku." Kemudian Henry berjalan mendekati kudanya yang sedang makan rumput di tepi sungai. Roni mengikuti langkah Henry di belakang.

"Jack, ayo kita pulang! Hari sudah semakin sore," ujar Henry. Jack menurut, kuda itu berhenti makan lalu berdiri tegak, dan sedikit meringkik. Henry naik ke atas punggung kudanya, kemudian menyuruh Roni untuk segera naik. "Cepat naik di belakangku!" perintahnya.

Roni naik ke atas punggung kuda dibantu oleh Henry. Setelah Roni menempatkan dirinya dengan nyaman, Henry menarik tali kekang kudanya. Jack berjalan naik ke atas tebing sungai yang sangat landai. Kuda itu tidak perlu berlari untuk mencapai atas tebing. Setelah sampai di atas tebing, Henry menginsterupsi Jack agar berlari.

"Jack cepat, berlarilah!" Perintah dari Henry membuat Jack berlari dengan cepat meninggalkan area sungai.

****

Roni sangat kagum ketika kuda milik Henry melewati jalan utama menuju ke Kerajaan Andora. Jalan itu seperti dari batu yang disusun sangat rapi dengan permukaannya yang halus. Kemudian di sisi kanan dan kiri jalan terdapat pohon cemara yang berjejer rapi dan menjulang tinggi, beberapa di antaranya ada pohon cemara yang masih kecil. Lampu jalan berbentuk bulat juga tampak menghiasi di beberapa tempat, sebagai penerangan ketika malam hari. Roni benar-benar kagum. Ia tak menyangka sebentar lagi akan menginjakkan kaki di wilayah Kerajaan Andora.

Saat Jack hampir sampai di depan gerbang kerajaan yang begitu megah, empat orang prajurit tampak bersiap-siap siaga ketika melihat Roni yang duduk di belakang Pangeran Henry. Di mata keempat prajurit itu, tubuh Roni seolah bercahaya biru muda, dan terlihat seperti roh, kemudian wajahnya juga sangat tampan. Sepertinya Royalty yang bersemayam di dalam tubuh Roni ingin menunjukkan keberadaannya kepada prajurit yang berjaga di depan gerbang.

Lantas keempat prajurit itu menghentikan Pangeran Henry di depan gerbang kerajaan dengan cara yang sopan. Jack, kuda itu mengangkat kedua kaki depannya seraya meringkik, membuat Roni hampir terjungkal ke belakang jika seandainya ia tidak memegang pundak Henry.

"Mohon ampun Pangeran Henry. Saya melihat sosok arwah di belakang Pangeran," ungkap salah satu prajurit yang membawa pedang serta tameng besi. Sementara ketiga prajurit yang lain hanya membawa pedang.

Henry sedikit tertawa karena sudah tahu siapa yang dimaksud oleh prajurit itu. "Kalian tenang saja, dia tidak berniat jahat, aku memang sengaja membawanya ke kerajaan."

"Baiklah, Pangeran. Maaf telah mengganggu waktunya." Prajurit itu membungkuk hormat kepada Henry, diikuti ketiga prajurit yang lain. Setelahnya mereka mempersilakan Henry untuk masuk ke halaman kerajaan yang sangat luas, tidak terhitung berapa kilo meter. Bahkan Roni sampai terkagum-kagum melihat sekelilingnya yang begitu luas. Ada banyak pohon rindang yang tumbuh di tepi jalan bebatuan, sehingga udara di sekitarnya terasa begitu sejuk, namun juga menutupi cahaya matahari yang menerobos celah-celah dedaunan.

"Asal kau tahu, ini bukan halaman utama kerajaan," kata Henry saat menyadari tingkah laku Roni. Kemudian Henry menginsterupsi Jack agar berjalan santai.

"Apa!?" Roni terkejut. Mulutnya sedikit menganga.

"Iya, halaman utama kerajaan masih kurang puluhan kilo meter lagi."

Sekali lagi, Roni tak bisa berkata-kata.

"Gerbang dan tembok tinggi yang kita lewati tadi untuk keamanan tambahan, dan untuk membatasi wilayah kerajaan, bukan termasuk wilayah kota."

****

Beginilah wujud sosok remaja di tubuh Roni. Tak punya nama, akhirnya dinamai Royalty sama Henry. Nama Royalty memang asli namanya Roni.

Picture : Original buatanku sendiri. Tidak diambil dari google atau aplikasi mana pun.

1
Rhumpaka
Suss
Rhumpaka
apasih Lo gaje
Rhumpaka
gila gilaaa keren banger visualnya thorr /Good//Good/
Cimut (Kelinci Imut): thank you
total 1 replies
Arya00
joss, lanjutkan
Singgih Sunaryo
cantik bngt tapi tolong kerutannya dan garis tegasnya dihilangkan .... agar tidak terlihat tua dsri penampilan
Cimut (Kelinci Imut): Maklum, aku bikin visual tokohnya dibantu sama teknologi AI, maaf ya kalau kurang sesuai ekspektasi/Smile//Grin/
total 1 replies
Singgih Sunaryo
cb author buat keluarga kerajaan lbh elegan lagi wajahnya.... kaluarga keraajaan itu walaupun tua biasanya masih mendominasi dan biasanya agak awet muda
Singgih Sunaryo
40xtahun tp kanapa kelihatan ky udh 60-70yah sih .... ga cocok menurut saya .... hrsnya keluarga kerajaan itu lebih elegan dan lbh terlihat lebih muda ..... maaf yh author
Cimut (Kelinci Imut): Maklum visual tokohnya buatan AI🗿
total 1 replies
Singgih Sunaryo
mantab biru2
S Property
sombong betina dakjal
S Property
hmmmm
arfan
terus semangat bos
Cimut (Kelinci Imut): thank you
total 1 replies
Kroos ♥️ Modric
kek menghindar,.perlu ketelitian dan perhitungan yang baik kalau mau menguasai gerakan ini
Kroos ♥️ Modric
wew aja
Kroos ♥️ Modric
blok itu wajib punya kekuatan lengan yang memadai, karena sumber pertahanan bertumpu pada kedua lengan
Kroos ♥️ Modric
kan, ini tu lebih ke teknik gerakan dasar boxing
Kroos ♥️ Modric
jangankan pertahanan, teknik serangan aja belum semuanya dipelajari
Kroos ♥️ Modric
12 ronde, 1 rondenya 2 menit, wew
Kroos ♥️ Modric
uppercut kalau di pakai dengan benar bisa jadi serangan yang sangat berbahaya
Kroos ♥️ Modric
Uppercut, hook dan sejenisnya itu gerakan dasar boxing gak sih, jadi si Royalty tu belajar boxing
Kroos ♥️ Modric
yakin dari pinggang?, bukannya itu lebih memakai kekuatan bahu dibandingkan pinggang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!