NovelToon NovelToon
Satu Imam Dua Makmum

Satu Imam Dua Makmum

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Adiba Aza hra

Bagi Azam, satu-satunya wanita yang berhak bersandar di bahunya hanyalah Aira Humaira, istri sekaligus sahabat sejatinya.Namun, sebuah kesalahan yang tak di sengaja.kini berubah menjadi hantu yang menuntut penebusan. Safira kini hidup sebatang kara dan hidup menderita akibat kelalaian Azam. Ketika uang tak lagi mampu membasuh rasa bersalah, Aira justru menyodorkan madu pernikahan sebagai jalan keluar."Aku ikhlas, Mas..." kata-kata Aira terdengar tegas, meski hatinya sendiri hancur.Terjebak di antara tuntutan istri yang dicintainya dan penolakan hatinya untuk mendua, keputusan apa yang akan diambil Azam? Siapkah Aira menyaksikan suaminya bersanding dengan wanita lain, ketika ego dan rasa bersalah bertabrakan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adiba Aza hra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15: Kebenaran yang Dibawa Pergi

"Kinan, rapikan semua barang-barang kamu! Kita akan pindah ke luar negeri hari ini juga!"

Teriak Vito.

Kinan yang baru saja selesai makan siang langsung mengernyit bingung.

"Kok tiba-tiba, Mas?"

Tanya Tina lembut.

Vito menoleh, lalu laki-laki itu memeluk erat tubuh Tina.

"Sayang, hari ini aku ditugaskan untuk mewakili perusahaan yang ada di Eropa. Besok pagi aku sudah harus mulai bekerja karena ada rapat penting dengan klien,"

Jelas Vito beralasan.

Kinan berdiri dari duduknya, lalu melangkah menghampiri sang ayah.

"Tapi Kinan baru saja mendapatkan pekerjaan, Yah,"

Kata Kinan.

Vito mengusap lembut bahu sang putri.

"Ayah sudah mencarikan pekerjaan baru yang sesuai dengan keinginan kamu di sana, Nak. Tolong segera bereskan barang-barang kamu, jangan sampai ada yang ketinggalan. Ayah tidak tahu kapan kita akan kembali lagi ke Indonesia."

Dengan perasaan ragu, Kinan akhirnya mengangguk lalu berjalan menuju kamarnya.

"Gimana, Mas?"

Tanya Tina yang masih diliputi kebingungan.

Vito tersenyum lembut, lalu menarik pelan tangan kanan Tina dan mengajaknya masuk ke dalam kamar.

"Tiga jam lagi jadwal penerbangan kita ke Eropa, Sayang. Bos meminta Mas untuk mewakili perusahaan yang di sana, dan kali ini Mas tidak tahu sampai kapan. Jadi, lebih baik aku, kamu, dan Kinan ikut pindah ke Eropa ya?"

Tina mengangguk mengerti. Namun, entah kenapa wanita itu mendadak merasa sangat gelisah dan tidak nyaman. Bayang-bayang akan sosok Fikri serta gema suara tangisan Aira terus berputar di kepalanya, membuatnya merasa semakin resah dan ingin menangis.

"Sayang, kamu kenapa?"

Tanya Vito saat menyadari mata sang istri mulai berkaca-kaca.

Tina menggeleng pelan.

"Aku tidak apa-apa, Mas. Ya sudah, aku beres-beres pakaian dulu ya,"

Kata Tina, yang langsung diiyakan oleh Vito.

***

Siang ini, Aira sedang asyik bermain dengan Momo dan Coco di taman belakang rumahnya.

"Bi Nia, boleh minta tolong ambilkan camilan Momo dan Coco? Sekalian tolong ambilkan vitamin mereka juga ya, Bi,"

Kata Aira.

"Baik, Non. Bibi ambilkan dulu ya, Non,"

Sahut Bi Nia cepat.

"Ihh, kamu gendut banget, gemoy! Hihi,"

Ujar Aira sembari menggendong Momo dan menciuminya dengan gemas.

Dreeet... Dreeet...

Tiba-tiba ponsel Aira berdering nyaring, menampilkan tanda panggilan masuk dari Kinan.

"Halo Kinan sayangku!"

Sapa Aira heboh.

"Assalamualaikum, Aira. Kebiasaan deh, enggak salam dulu,"

Kekeh Kinan dari seberang telepon.

Aira pun langsung menyengir kuda.

"Waalaikumussalam, Kinan cantik dan imut. Ada apa nih, tumben menelepon? Oh ya, soal waktu itu, aku minta maaf atas sikap Ayahku ya. Mungkin Ayah mengira Tante itu adalah Bundaku,"

Kata Aira merasa bersalah.

Kinan tertawa kecil di seberang sana.

"Iya, enggak apa-apa kok. Lagian Mama juga sudah memaafkannya. Oh ya, Aira, aku mau pamit sama kamu. Hari ini aku mau pindah ke luar negeri. Ayah sih billing...?"

Belum sempat Kinan menyelesaikan kalimatnya, ponsel Aira tiba-tiba mati total karena kehabisan baterai.

"Ih, menyebalkan!"

Gerutu Aira kesal. Dengan cepat, Aira meninggalkan taman belakang dan bergegas menuju kamarnya untuk mengisi daya ponsel.

***

Di sisi lain, Dokter Rangga baru saja selesai memeriksa kondisi kesehatan Ayah Fikri di ruang kerja.

"Bagaimana, Dok? Apa semuanya baik-baik saja?"

Tanya Ayah Niko cemas.

Dokter Rangga menghela napas dalam-dalam, lalu mengangguk pelan.

"Tuan Fikri tidak boleh sampai kelelahan dan tidak boleh mengalami emosi atau marah secara mendadak ya. Kondisi psikologis seperti itu sangat berpengaruh buruk untuk kesehatan beliau saat ini,"

Jelas Dokter Rangga seraya menyodorkan secarik kertas ke arah Ayah Niko.

"Ini resep obatnya. Semua petunjuk penjelasannya sudah saya tuliskan lengkap di dalam kertas ini,"

Lanjut Dokter Rangga, yang langsung diangguki oleh Ayah Niko.

Sepeninggal Dokter Rangga, Azam berpamitan kepada keluarga karena harus segera pergi ke perusahaannya untuk menghadiri rapat mendadak yang tidak bisa ditunda.

***

Sementara itu, suasana di bandara tampak cukup ramai. Vito, Tina, dan Kinan baru saja turun dari mobil.

"Sayang, ini ponsel baru untuk kamu. Dan tolong berikan ponsel lama kamu ke Papa ya,"

Kata Vito saat mereka sudah tiba di dalam area bandara.

Kinan mengernyit bingung, namun dia tetap menurut dan menyerahkan ponsel lamanya.

"Memangnya kenapa, Pa?"

Tanya Kinan heran.

Vito tersenyum tipis, lalu menggelengkan kepalanya pelan.

"Papa hanya ingin kamu bisa lebih fokus dengan pekerjaan barumu di sana nanti, agar kamu bisa secepatnya pulang ke Indonesia lagi,"

Dusta Vito mencari alasan.

Kinan hanya mengangguk percaya. Sedangkan Tina, wanita itu hanya terdiam seribu bahasa. Wajahnya tampak sangat tidak nyaman karena bayang-bayang wajah Aira dan Fikri justru semakin sering muncul dan menari-nari di dalam benaknya.

1
Redmi
Lanjutkan 😎
Tempat resep ide jajanan Sekolahan
Lanjut 👍🙏
Tempat resep ide jajanan Sekolahan
Lanjut 👍
Tempat resep ide jajanan Sekolahan
Lanjut👍
Saddam Husein
lanjut👍
Saddam Husein
Semangat terus kak 😎👍
Tempat resep ide jajanan Sekolahan
hubungan sama orang tua atau saudara terasa asik biasanya kebanyakan kn nya fokus ke pemeran utama yg ini nih asikkkk gokil /Drool//Joyful//CoolGuy/
pokok lanjut bro Apa lagi pas di suruh masak nasi ngakak. habis hahaa lanjutkan bos kuhh
Tempat resep ide jajanan Sekolahan
Mantap gw yg cowo aja ngakak bca nya 🤣😄
Adiba Azahra
Wah, terima kasih banyak, Kak! 😍 Semoga makin baper ke depannya, ya. Ikuti terus kelanjutan ceritanya! 🔥🚀
Ridwan Hasan: Dari judul nya udah nyesek 🙏 Bagus kak semangat siap menyemak 👍
total 3 replies
Redmi
Lanjuttttttttttt 😍
Redmi
Aaaa ikut baper 😍🙏
gk kebayang aku punya suami kayak azam 🤣 😍
Redmi
Lanjut kak Bagus
Adiba Azahra: Terima kasih banyak, Kak! 🥰 Ditunggu kelanjutannya, ya, secepatnya! 🚀🔥
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!