NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Tuan Arjuna

Istri Rahasia Tuan Arjuna

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: e_Saftri

"Saya akan berikan kamu satu milyar, jika kamu bisa melahirkan anak laki-laki untuk saya!"

Demi kesembuhan sang ibu, malam itu Aluna mengambil keputusan yang begitu besar dalam hidupnya

Arjuna Bimantara, pengusaha ternama yang ingin mencari seorang wanita untuk melahirkan penerus bagi Bimantara sebab istrinya yang super model menolak memberikan anak

Akankah kesepakatan Arjuna dan gadis muda itu menghadirkan cinta? Atau selamanya Aluna hanya akan menjadi istri rahasia pria bernama Arjuna?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TIGA

Mereka harus menunggu hingga keesokan harinya sampai wanita paruh baya itu membuka matanya

Aluna tersenyum pada sang ibu yang tengah menatapnya. Dokter melakukan pemeriksaan lalu membuka beberapa alat yang terpasang ditubuh wanita paruh baya itu setelah memastikannya dalam keadaan baik

"Ibu" Aluna ingin memeluk namun urung mengingat kondisi sang ibu yang baru saja selesai melakukan operasi besar

"Nak.." Wanita paruh baya itu mencoba mengangkat tangannya walaupun lemah "Sini!"

Aluna memeluk sang ibu walaupun dengan gerakan yang sangat hati-hati. Azura yang melihat itu jelas saja merajuk

"Aku juga mau Bu"

Diah terkekeh "Sini!" Ketiganya saling berpelukan, menumpahkan kegelisahan yang sejak kemarin mereka rasakan

"Terima kasih karena ibu masih mau bersama kami" Lirih Aluna dalam dekapan sang ibu

"Maafkan ibu, ibu pasti merepotkan kalian"

Aluna menggeleng masih dalam dekapan wanita yang paling berarti dalam hidupnya itu

"Kita bersyukur karena operasi ibu sukses" Kali ini Azura yang bicara

"Oh iya nak, kalian dapat uang dari mana? Biaya operasinya pasti sangat mahal" Diah melepas pelukannya

"Ibu tenang aja! Aluna udah urus semuanya!" Aluna tersenyum saat mengatakannya

"Tapi dari mana uangnya nak? Kamu gak ngutang kan?"

Aluna tersenyum "Aluna dapet kerjaan dirumah orang kaya, Aluna jadi pembantu disana" Ucapnya sedikit berbohong

"Bos-nya baik banget mau minjemin Aluna uangnya, nanti dipotong dari gaji Luna setiap bulan"

"Syukurlah!" Diah mengucap syukur "Ibu hanya tidak mau menyusahkan kalian"

"Sudah kewajiban kami untuk melakukan apapun demi ibu"

"Sini! Peluk ibu lagi!" Keluarga kecil itu kembali saling berpelukan hingga kedatangan seseorang memaksa mereka memisahkan diri

Diah menatap penuh tanya pada seorang pria dalam balutan pakaian formal. Pemuda ini begitu tampan dan terlihat berkelas

"Tuan, anda disini!"

Aluna ingat pria ini, pria ini yang datang menemuinya pertama kali, Aluna tidak mungkin melupakan wajah tampannya

Setiap kali menatapnya membuat jantung ini berdetak tidak karuan, astaga, Aluna tidak pernah merasa seperti ini terhadap seorang pria

"Nona Aluna! Sekarang sudah saatnya!" Ucap pria mempesona itu

"Bisa kita bicara diluar sebentar tuan"

Pria itu hanya mengangguk kecil lalu melangkah keluar "Aluna bicara diluar sebentar yaa Bu"

Sesampainya diluar ruang perawatan, Aluna menunduk didepan pria berwibawa ini

"Saya mendapat perintah dari tuan, untuk segera membawa anda!" Ucapnya

"Bisa nggak tunggu sebentar lagi! Setidaknya sampai ibu saya diizinkan pulang" Aluna benar-benar berharap jika pria didepannya ini bersedia mengerti

"Maaf nona! Jika anda seperti ini, bukan kesalahan saya jika anda mendapat masalah!" Tegasnya "Tuan besar jelas tidak akan menyukai hal ini"

"Iya saya tau, tapi.." ucapan Aluna tergantung di udara karena pria didepannya segera memotong

"Segera nona! Saya tidak bisa menunggu lama! Malam ini anda sudah harus berada dihadapan tuan"

Aluna tidak bisa lagi menghindar, memang sekarang saatnya karena jika ia menunda, maka nyawanya mungkin akan lenyap bersama uang satu Milyar itu

"Baiklah! Berikan saya lima menit untuk pamit pada ibu dan adik saya"

"Baiklah! Saya akan menunggu disini"

Aluna kembali masuk, tersenyum pada sang ibu agar wanita itu tidak merasa khawatir

"Ada apa nak?" Tanya Diah saat putri sulungnya itu masuk

"Aluna harus pergi sekarang! Ibu baik-baik yaa disini! Jangan khawatir sama Luna, Luna akan baik-baik saja" Ucapnya dengan tersenyum

"Tapi kamu yakin sama mereka? Mereka bukan orang jahat kan?"

"Enggak Bu, buktinya majikan Luna mau bayarin operasi ibu, ibu tenang aja!"

Aluna lalu menatap sang adik "Kakak titip ibu yaa! Jaga ibu baik-baik, kamu juga harus sekolah yang bener"

"Iya kak"

"Ibu gak usah keliling jualan kue lagi!" Aluna memberikan buku tabungannya "Disini ada uang lima puluh juta, ibu sebaiknya jualan gado-gado atau apapun didepan rumah"

"Apa ini juga dari majikan kamu?"

Aluna mengangguk "Luna pergi dulu yaa Bu! Ingat pesan Luna"

"Iya nak, kamu bawel"

Aluna kembali memeluk tubuh sang ibu, ia ingin menangis rasanya. Namun ia tidak ingin membuat sang ibu merasa khawatir

"Luna pergi yaa Bu"

"Hati-hati yaa nak" Aluna mengangguk sambil menahan tangisnya

"Kakak pergi dulu yaa dek, jaga ibu!" Azura mengangguk lalu memeluk sang kakak

***

Mibil mewah itu melaju membelah jalanan ibukota. Aluna hanya menatap jalan dari dalam mobil

"Saya mau ambil baju dirumah sebentar!" Lirih Aluna dengan suara terdengar takut

"Tidak perlu, Nona! Semua keperluan anda sudah ada dirumah tuan"

Pasrah, Aluna kembali memfokuskan perhatian nya pada pohon-pohon yang bergerak

Setelah ini hidupnya akan berubah, berada dalam sangkar emas hingga waktu yang telah ditentukan

Sekitar satu jam perjalanan, mobil mewah itu berhenti didepan gerbang berwarna hitam lalu seorang pria membukanya

Mobil melaju lagi dan saat ini Aluna telah melihat sebuah rumah yang menurutnya begitu mewah

Rumah dua lantai bergaya eropa, Aluna bahkan tidak bisa berkedip saat melihat bangunan dihadapannya

"Mari Nona!"

Aluna mengangguk lagi, ia berjalan dibelakang pria tinggi yang berdiri tegap. Punggungnya yang lebar seakan mengundang Aluna untuk meletakkan kepalanya disana

"Semat datang tuan Joseph!" Seorang wanita berseragam pelayan menunduk

Sekarang Aluna tau siapa nama pria dengan manik biru ini, wajahnya memang menggambarkan jika ia bukanlah keturunan asli Indonesia

"Panggil semua pekerja!"

"Baik"

Mereka masih berdiri diruang depan sampai beberapa orang berdiri dihadapan mereka dengan kepala yang senantiasa menunduk

Ada sekitar delapan orang, lima perempuan dan tiga orang laki-laki, dimana salah seorangnya menggunakan pakaian security

"Perkenalkan! Dia nona Aluna! Dia adalah nyonya rumah ini, hormati dia sebagaimana kalian menghormati tuan Arjuna!" Suara pria bernama Joseph begitu tegas

"Selamat datang dirumah nona, saya Wulan, saya kepala pelayan dikediaman ini" Seorang wanita berusia sekitar empat puluh tahunan menyahut

Aluna hanya tersenyum sambil mengangguk, ia tidak berani membuka mulutnya

"Bona"

"Saya tuan" Wanita disisi kiri kepala pelayan menyahut

"Kamu akan menjadi pelayan pribadi nona Aluna! Siapkan semua keperluannya! Buat dia nyaman dan jangan berpikir untuk menyakiti nya!"

"Baik tuan"

Bagi Aluna ini terdengar berlebihan, ia pikir dirinya akan menjadi pekerja, tapi sepertinya ia akan dilayani layaknya seorang ratu

"Ingat ini!" Wajah tampan pria blasteran itu terlihat serius "Jangan sampai keberadaan nona Aluna sampai dirumah utama! Karena jika itu terjadi, maka nyawa kalian yang akan menjadi bayarannya!"

"Baik tuan" Sahut kedelapan orang itu

"Baiklah nona! Semoga anda betah berada disini! Jika ada keperluan atau ada sesuatu yang Anda inginkan bisa beritahu mereka!" Ujar Joseph pada Aluna

Gadis bermata indah itu mengangguk "Baik tuan"

"Bona!" Yang dipanggil maju satu langkah "Tunjukkan kamar nona Aluna dan siapkan segala keperluannya!"

"Baik tuan!" Wanita muda yang usianya mungkin sama dengan Aluna itu menatap kearah Aluna "Mari Nona!"

Aluna menurut, ia melangkah dibelakang wanita pelayan ini. Keduanya menaiki tangga hingga tiba didepan sebuah kamar

Gadis bernama Bona itu membuka pintu lalu mempersilahkan nyonya rumah ini untuk masuk

"Silahkan nona! Ini kamarnya!" Aluna masuk, langkahnya terhenti saat melihat kamar yang begitu mewah

1
Oma Gavin
aluna yg sabar ya ... kebahagiaan mu juga pasti akan datang meskipun bukan dgn arjuna biarkan ayah anak mu menikmati kebahagiaan palsu nya semoga jodoh aluna kedepannya bener" mencintai dan menerima aluna apa adanya
sunaryati jarum
Arjuna jangan buat istrimu yang hamil stres karena merindukanmu,nanti kamu yang rugi.Jujur sama kakekmu jika Zoya selingkuh dengan ayahmu itu penyebab ibumu meninggal ,dan kamu sudah beristri yang telah hamil anak kembar.
Lisa
Arjuna harus berani melindungi Aluna..klo g Aluna lari aj bersama Dokter Samuel yg jelas lebih baik drpd Arjuna.
sunaryati jarum
Jangan sampai ada yang menyentuh Aluna, Thoor.Arjuna terlalu pengecut seharusnya perselingkuhan mereka segera dibongkar.
sunaryati jarum
Kamu harus lindungi Aluna,posisimu seharusnya lebih kuat dari William ,dia hanya menantu.Pura- pura baik pada William dan membantu kampanye namun masukkan orangmu untuk jadi mata-mata merekam semua kecurangan William.Dan berikan pada saingannya.
sunaryati jarum
Kenapa belum ,pasang kamera di kamarmu bersama Zoya,Kau akan menemukan banyak bukti yang membuatnya bertekuk lutut.Pokoknya emak tidak ingin Aluna diketahui William, dan celaka.Jika itu terjadi emak berhenti mengikuti kisahmu .
sunaryati jarum
Cerita bagus
sunaryati jarum
Terlalu Arjuna membuat bumil selalu kelelahan,tapi itu juga menguntungkan Aluna,besok agar persalinan lancar tanpa Cesar.
sunaryati jarum
Jangan sampai keberadaan Aluna diketahui William dan Zoya.Mereka tenggelam dalam urusan kampanye pemilihan wakil walikota.
sunaryati jarum
Nah istri kecilnya telah melelehkan es kutub Utara,Arjuna. Semoga kau candu dan tumbuh benih cinta pada Aluna.Biarkan Zoya bebas bersama ayah brengsekmu.
sunaryati jarum
Makanya lemes dikit jangan seperti kanebo kering dan robot
sunaryati jarum
Yakin mau membebaskan Aluna, Arjuna.Bebaskan saja Zoya.Agar tidak hanya William yang dilayani.
sunaryati jarum
Sedikit berkurang kakunya Tuan Arjuna
sunaryati jarum
Semoga Aluna bisa melunakkan sikap kaku dan kejam Arjuna
Oma Gavin
akhirnya zoya ngga bisa bohong lagi udah di skak sama arjuna makanya jadi perempuan jgn gatel mertua sendiri diembat memang zoya dan william cocok lucknut mereka
Oma Gavin
demi kebaikan aluna terpaksa arjuna harus kejam jgn sampai aluna jadi sasaran william dan zoya
sunaryati jarum
Sungguh besar pengorbanan kamu demi ibumu
sunaryati jarum
Baru mampir
Eva Safitri: Makasih yaa udah mampir 😍
total 1 replies
Oma Gavin
makanya arjuna itu muka jgn jutek melulu kayak kulkas 8 pintu serem banget ngga salah dong aluna jujur apa adanya semoga twins nya cowo semua biar aluna dpt uang 2 ember dan saat lahiran tiba yg ada arjuna ngga bakalan melepas aluna
umi nur azizah
kka up lbh bnyak
Eva Safitri: Terimakasih udah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!