Mimpi dan cita-cita harus terbang begitu saja bagai layangan putus, saat pujaan hati mengatakan jika sedang hamil. Lalu bagaimana bisa Elza bertanggung jawab atas semua yang terjadi, sedangkan keduanya masih berstatus siswa SMA. Menikah adalah solusi terakhir yang diambil kedua belah pihak keluarga setelah kehamilan tersebut diungkap oleh pihak sekolah.
Lantas, mampukah Elza dan istrinya mengarungi bahtera rumah tangga di usia yang sangat muda ini? Mampukah mereka menjadi orang tua yang baik untuk anaknya nanti? Atau justru mereka gagal menjadi orang tua karena masih terlalu muda?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tie tik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hancur
Beban dalam pikiran semakin bertambah. Jalan pernikahan semakin berliku padahal baru sehari menjadi seorang suami. Entah ini adalah ujian ataukah hukuman atas semua kesalahan yang pernah diperbuat. Pernikahan tanpa restu mertua serta kondisi bayi yang tidak baik-baik saja membuat Elzayin frustasi. Jujur saja dia belum siap menerima semua ini dengan ikhlas dan lapang dada. Sebisa mungkin dia menahan air mata saat duduk di depan ruang tunggu yang tak jauh dari ruang operasi bersama keluarganya. Ya, mereka semua sedang termenung dengan untaian doa-doa untuk keselamatan Yollanda. Gadis berusia tujuh belas tahun itu sedang berjuang dengan segala peralatan medis di ruang operasi.
"Ya Tuhan, begitu berat hukuman yang harus hamba terima. Akan tetapi, tolong jangan hukum anak hamba yang tidak tahu apa-apa. Semoga semua diagnosa dokter tentangnya tidak benar. Semoga anak hamba lahir dengan kondisi sehat tanpa kekurangan apapun."
Elzayin terus berdoa untuk Yollanda dan anak yang sedang diperjuangkan hidupnya saat ini. Elzayin belum bisa menerima kabar jika kemungkinan besar anaknya lahir tidak sempurna. Dia sangat yakin jika keajaiban pasti datang untuk sang buah hati yang masih suci itu.
"Mama, aku mau pulang saja. Aku tidak suka di sini." Suara Shazia memecah keheningan yang ada di sana. Putri bungsu Fina dan Benny itu datang setelah pulang dari sekolah.
"Setelah ini Zia pulang sama tante Dita ya. Sabar, tante masih di jalan," ucap Fina sambil mengusap rambut putrinya.
Gadis kecil berusia sepuluh tahun itu menghampiri Elzayin. Dia berdiri di hadapan kakak yang selama ini melindunginya. "Kak Eza." Shazia memanggil nama Elzayin hingga sang empu menegakkan kepala.
"Ya, ada apa, Zi?" tanya Elzayin seraya menatap wajah cantik Shazia.
"Nanti setelah dedek bayinya lahir, aku janji akan menjaga dedek bayinya. Kak Eza gak perlu sedih begini." Shazia mencoba menghibur kakaknya. Dia mengembangkan senyum manis di hadapan Elzayin.
"Terima kasih." Elzayin mencoba tersenyum kepada adiknya itu, "Zia harus giat belajar, jangan khawatirkan dedek bayinya. Zia tahu 'kan jika Kakak tidak suka melihat nilai di bawah sembilan," tutur Elzayin seraya membelai pipi adiknya itu.
Tak lama setelah itu, adik kandung Benny telah sampai di sana untuk menjemput Shazia. Setelah mereka pergi keheningan kembali terasa di sana. Ketiga orang yang sedang duduk di ruang tunggu itu tak henti berdoa demi kelancaran operasi.
"Ma, tadi kakaknya Olla yang kuliah di Malang katanya mau datang. Aku sudah memberi kabar jika Olla melahirkan hari ini," gumam Elzayin ketika teringat pesan yang dikirim kakak iparnya.
"Silahkan saja. Asal bukan kamu yang memohon agar dia datang menemui Olla," jawab Fina tanpa menatap putranya.
"Sebenarnya sejak kemarin malam Olla menyampaikan hal ini, Ma. Kakaknya baru tahu jika Olla mengalami tekanan dari orangtuanya," jelas Elzayin.
"Mama itu gak habis pikir sama orang tuanya Olla, kok bisa mereka setega ini sama Olla. Orang tua macam apa mereka ini. Ingat ya, jangan pernah memohon kepada mereka! Kamu harus punya harga diri, Nak!" tutur Fina dengan tegas.
Wanita cantik yang biasa bersikap lembut dan selalu mengajarkan kebaikan kepada Elzayin, kini tak lagi melakukan hal itu. Tidak ada orang tua yang rela melihat putranya dihina dan diremehkan orang lain. Meski bukan ibu yang melahirkan Elzayin, tetapi Fina lah yang berjuang membesarkan bocah kecil yang dulu sangat liar itu. Sungguh, Fina masih belum bisa menerima penghinaan Budiono kala itu.
"Sudahlah, kita tidak perlu membahas mereka. Setelah ini banyak hal yang harus kita persiapkan," sahut Benny.
Tak ada yang berani bersuara lagi saat Benny mulai menginterupsi. Mereka bertiga beranjak dari tempat duduknya saat melihat lampu merah yang ada di atas pintu ruang operasi padam. Tak berselang lama, pintu ruangan terbuka, suara tangis bayi terdengar di sana. Seorang perawat sedang mendorong kereta bayi keluar dari ruang operasi.
"Suami Nona Yollanda boleh ikut saya sebentar untuk mengadzani putranya," ucap perawat tersebut saat melewati ruang tunggu.
Elzayin beranjak dari tempatnya dan mengikuti perawat tersebut sampai di ruang observasi. Pemuda berusia enam belas tahun itu mengamati setiap yang dilakukan oleh perawat tersebut sampai bayi mungil itu selesai dibersihkan.
"Silahkan," ucap perawat tersebut sambil memberikan jalan untuk Elzayin.
Elzayin shock ketika melihat keadaan buah hatinya. Air mata kebahagiaan menggenang di pelupuk mata setelah tahu buah cintanya bersama Yollanda berjenis kelamin laki-laki. Akan tetapi, ada rasa sakit di dalam hati setelah tahu bagaimana kondisi fisik bayi yang ada di hadapannya saat ini. Sangat mungil seperti kurang gizi dan keadaan kakinya bengkok. Elzayin tidak tahu apakah ada ketidaksempurnaan yang lain pada putranya.
Suara adzan terdengar di sana. Suara Elzayin bergetar hebat setelah mengumandangkan iqomah. Dunia terasa runtuh setelah sekali lagi melihat kondisi putranya. ”Bu, bagaimana kondisi anak saya? Kenapa kakinya seperti ini?" tanya Elzayin setelah menegakkan badan.
"Nanti ada dokter yang akan menjelaskan bagaimana rincinya. Sekarang putra Anda harus diobservasi terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi fisiknya. Untuk sementara yang saya ketahui, anak Anda kurang berat badan dan harus mendapat perawatan intensif di sini. Kami pasti akan mengusahakan yang terbaik untuk putra Anda. Jangan khawatir," jelas perawat tersebut seraya mengembangkan senyum tipis.
Lagi dan lagi Elzayin dihantam masalah yang menyerang mentalnya. Dia segera keluar dari ruangan tersebut setelah selesai dengan urusannya. Dia berjalan lunglai kembali ke ruang tunggu. Rasa bersalah semakin bertambah karena kondisi yang dialami oleh putranya. Dia menyalahkan diri karena tidak menjaga Yollanda dengan benar saat hamil dulu.
"Bagaimana, El?" sambut Benny saat melihat kedatangan putranya. Dia sangat penasaran dengan kondisi cucu pertamanya itu.
Tanpa separah katapun, Elzayin memeluk tubuh Benny dengan erat. Dia meluapkan segala perasaan yang memenuhi dada. Tidak peduli lagi meski ada beberapa orang di sana. Dia menangis dalam dekapan penuh kasih dari ayahnya.
"Ada apa, Nak? Apa yang sedang terjadi?" Fina pun semakin khawatir saat melihat tangis kesedihan putra sambungnya.
"Kedua kaki anakku bengkok, Pa. Berat badannya pun kurang. Sekarang masih diperiksa dan dia harus dirawat secara intensif di rumah sakit ini. Aku sangat takut terjadi sesuatu kepada dia, Pa," jelas Elzayin tanpa mengurai tubuhnya. Dia benar-benar hancur saat ini.
Tubuh Fina kehilangan tenaga hingga terhempas di kursi yang ada di belakangnya. Dia shock atas berita yang disampaikan oleh putranya itu. Beberapa kali dia menghembuskan napas berat agar tangisnya tidak pecah di sana. Biar bagaimanapun dia harus terlihat kuat di depan Elzayin.
"Ya Allah, kenapa dia yang tidak berdosa harus merasakan penderitaan ini. Ampuni segala kesalahan anak dan menantu hamba, Ya Allah. Tolong, beri keajaiban untuk cucu hamba," batin Fina.
*****
eh kita udah berteman pa belum yah, lupa lupa inget 🤭✌lop sekebon terong ❤❤
tak perlu di sesali tapi anggap sebagai pendewasaan diri.
happy end.
Elza Yolanda Rizhan ❤❤
Semangat buat othor,,sehat selalu
Bertanggung jawab pada keluarga..
Menempuh pendidikan tanpa mengabaikan tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga
dari kisah Elza Yola byk hal yg bisa dipelajari
terutama utk para org tua 😍🙏
sehat dan sukses slalu thor..ditunggu karya selanjutnya 🥰🥰
Terkadang kita sebagai orang tua akan lebih sakit saat putra putri kita di sakiti orang lain..
semua tak lepas dari Bu Fina sebagai pendamping 🥰🥰
keluarga P Ben - b Fina mmg the best lah 😍😍😍
tapi si emak fina wajar sih msh dongkol.. anaknya dihina, disepelekan..jadi kapan lagi bisa balas tu hinaan 🤭😂😂✌️
Balas dendam terbaik memang dengan sukses
Salut...Salut banget malah..