NovelToon NovelToon
CHOSEN HUMAN

CHOSEN HUMAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Time Travel / Fantasi Isekai
Popularitas:8
Nilai: 5
Nama Author: Ya'purmansyah

Kisah petualangan seorang pemuda yang dipilih semesta untuk pergi bersama para roh pendampingnya ke dunia lain. Disana mereka akan membantu membereskan semua kekacauan yang di sebabkan oleh para pasukan Iblis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ya'purmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perayaan Istana & Penyerahan

Setelah mereka selesai menutup lubang yang ada di dinding ruangan itu, mereka semua pun keluar dari goa tersebut.

Dan setelah keluar dari goa itu, Usang dan Ipul pun melompat ke dalam air bersamaan sembari berteriak.

“Saatnya bersenang-senang...!!”

Melihat tingkah mereka berdua Bangkui dan Ishah hanya bisa tersenyum. Lalu mereka pun menyusul ikut mandi dan bersenang-senang bersama.

Tak terasa hari sudah mulai senja, mereka pun bergegas pulang ke istana karna malam ini ada acara jamuan besar di sana.

Sesampainya di istana, mereka pun langsung mempersiapkan diri untuk acara jamuan yang sebentar lagi akan dimulai.

Terlihat sudah ramai para prajurit kerajaan yang hadir dan berkumpul di tempat jamuan yang sudah disiapkan oleh sang raja.

Terlihat di sana Balui dan Istrinya sudah menunggu mereka di meja khusus untuk menjamu Ipul dan rombongannya. Balui pun melambaikan tangan dari kejauhan ke arah ipul, bermaksud memberi isyarat memanggil mereka untuk duduk bersamanya.

Ipul dan yang lain pun berjalan menuju meja yang sudah disiapkan Balui untuk mereka. Setelah saling menyapa, mereka pun duduk sembari berbincang santai menunggu sang raja datang untuk memulai jamuan besar itu.

Tak lama setelah itu sang raja pun keluar bersama sang ratu dan mereka pun memulai acara jamuan besar malam itu.

Setelah mendengar semua kata-kata pembukaan sang raja, semua yang ada sana pun di persilahkan untuk menikmati sajian yang sudah disiapkan oleh istana dengan meriah sebagai tanda terima kasih karna telah melindungi istana.

Raja dan ratu pun mulai melangkah menuju meja di mana Ipul dan yang lain duduk. Raja dan ratu pun ikut duduk di sana menikmati makanan yang sudah disajikan sembari berbincang-bincang santai.

“Bagaimana keadaan kalian semua selepas kejadian tadi malam.? Apa ada yang terluka.?” Tanya sang raja.

“Tidak yang mulia, kami semua baik-baik saja.!” Jawab mereka serentak.

“Kalau begitu syukurlah.!” Kata sang raja kembali.

Lalu sang raja memanggil anaknya.

“Bawa kemari benda itu Dazbus.!” Pinta sang raja kepada anak.

“Baik Ayahanda.!” Jawab Dazbus

Lalu Dazbus pun membawakan sebuah kotak kecil dan memberikan nya kepada sang raja.

“Ini untukmu tuan penyelamat.!” Kata sang raja sembari menyerahkan kotak kayu yang ada ditangannya.

“Apa ini yang mulia.?” Tanya Ipul heran sembari menerima kotak tersebut.

“Ini adalah peninggalan sang raja dahulu, benda ini dititipkan kepadanya. Benda itu dari seseorang Petapa tua.”

“Petapa itu meminta untuk menyerahkan benda ini kepada seseorang yang nanti akan datang bersama leluhur kami.”

“Sebenarnya raja terdahulu sudah menunggu kan kedatangan anda tuan. Tapi sampai akhir hayatnya, kalian tak kunjung datang.”

“Jadi raja terdahulu memberikan benda itu kepada kakekku untuk nanti diserahkan kepada tuan, lalu sampailah kepadaku benda itu barulah kalian datang.”

“Dan sebenarnya dari awal kalian datang aku sudah ingin memberikannya, Cuma karna mendengar berita darimu tentang penyerangan tadi malam. Maka niat untuk menyerahkan benda itu aku urungkan”

“Lalu berencana memberikannya langsung malam ini kepadamu tuan” Jelas sang raja kepada Ipul.

“Terima kasih yang mulia.” Balas Ipul sembari tersenyum.

“Sama-sama tuan, sudah menjadi tugas saya untuk memberikan benda tersebut.!” Jawab sang raja kembali.

“Hanya saja kunci untuk membuka peti kayu itu tidak pernah diserahkan kepada kami. Menurut pesan dari raja terdahulu, tuan sendirilah yang nantinya akan bertemu dengan pemegang kunci tersebut.” Lanjut sang raja kembali.

“Baiklah yang mulia. Aku mengerti.!” Jawab Ipul kembali.

Lalu mereka pun melanjutkan perjamuan malam itu dengan meriah.

Semua yang ada di sana terlihat sangat senang dan bahagia menikmati jamuan malam itu. Malam itu akan menjadi momen yang tak pernah terlupakan oleh raja dan semua keturunannya, karena malam itu bisa makan bersama para leluhur yang ada dalam cerita turun-temurun keturunan mereka.

Dan kelak akan menjadi sebuah cerita untuk keturunan mereka selanjutnya.

Setelah jamuan besar di istana malam itu selesai, Usang pun pamit undur diri untuk pulang ke tempat pertapaannya.

Sebelum pulang ia memberikan Mustika Zamrudas yang selama ini ia simpan kepada Ipul. Mustika itu adalah pecahan dari Zamrudas yang tersimpan diruang pusat kendali kerajaan.

Mustika itu ia simpan khusus untuk Ipul, karena Mustika itu yang meminta langsung untuk dibawa bertemu tuannya.

Kini salah satu tugasnya telah selesai, ia pun harus menyelesaikan pertapaannya agar bisa kembali ke kota gaib ini bersama adiknya Kambang.

Dan ia juga menyerahkan pedang pendek yang selalu dibawanya kepada Balui untuk disimpan dan dijaga turun-temurun agar kelak bisa digunakan kembali olehnya.

Setelah memberikan kedua benda itu, Usang pun menghilang sembari berkata.

“Sampai jumpa lagi tuanku dan semuanya.! Suatu saat kita akan bertemu lagi.!” Kata Usang sebelum ia benar-benar menghilang Sembari melambaikan tangannya.

Ipul hanya membalas dengan senyuman sembari melambaikan tangannya juga.

Setelah kepergian Usang, mereka pun kembali ke kamar mereka masing-masing untuk beristirahat.

Sebelum Ipul ingin memejamkan kedua matanya, ia melihat samar mustika pemberian Usang itu melayang dan masuk ke tubuhnya.

Setelah bersatu Dengan tubuhnya, Ipul pun terlelap dan tertidur pulas.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!