Haikal, anak SMA yang tak sengaja mabuk dan tidur dengan Valeri. Sampai Valeri hamil. Dia ke rumah Haikal tapi Johnny, bapaknya tak mau masa depan anaknya itu hancur. jadi dia yang bertanggung jawab dan menikah dengan Valeri.
Bagaimana kisahnya nanti?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon karmela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 11
Hari ini adalah hari pernikahan Johnny dan juga Valeri. Johnny Menghampiri Valeri yang mandi dan naik ke amar atas lagi. Dia menunggu Valeri sampai selesai. Valeri terkejut Johnny di kamar. Dia yang baru saja membuka pintu langsung menit pnya lahi.
“Tuan, balik badan dulu tidak? Jangan lihat ke belakang, jangan lihat saya. Saya mohon, ini sedikit risih.” Kata Valeri kepada Johnny.
“Ahh, iya.” Dia langsung ebrbalik dan menunduk. Dia sama sekali tak berani menoleh. Sampai Valeri memerintahkannya.
“Saya mau masuk ke kamar mandi untuk memakai baju disana. Taun boleh menoleh setelah saya menutup pintu kamar mandi nanti. Nanti saya bilang.”
“Ok.”
Valeri ke kamar mandi. Dia menutup pintu kamar mandinya. Johnny juga sudah dengar. Tapi dia belum berani membalikkan badannya.
“Sudah tuan kalau mau balik badan.” Kata Valeri dari dalam kamar mandi.
“Iya. Hati-hati kamu di kamar mandinya.” Teriak Johnny dari luar.
“Iya.”
Valeri senang sekali kalau Johnny sudah mengkhawatirkan dia. Valeri jadi senyum-senyum sendiri sambil mengganti bajunya. Sampai dia selesai mengganti bajunya. Dia keluar dari kamar mandi.
“yuk. Sudah kan?” johnny berdiri dan menghampiri Valeri.
“Iya tuan. Sudah.” Valeri mengangguk.
Johnny mengulurkan tangan kepada Valeri. Valeri menatap Johnny bingung, “untuk apa itu tuan?”
“gandengan tangan, kan ada Haikal di rumah.”
“Oh iya. Maaf.”
Valeri pun menggandeng telapak tangan besar milik Johnny. Mereka jalan keluar kamar berdua dan bergandengan tangan. Tepat ketika itu Haikal juga baru keluar dari kamar. Dia juga mau turun. Haikal kesal sekali melihat papanya gandengan dengan Valeri.
“kal.” Johnny menyapa haikal tanpa rasa bersalah sedikit pun. “Keren kamu pakai jas, ganteng.” Pujinya. Tapi Haikal hanya diam saja.
Dia memilih untuk jalan lebih dulu. “aku sama anak-anak ya pa. Aku suruh mereka jemput di depan. Nanti langsung ke tempat acara aja aku.”
“gak mau di make up dikit kal?” tanya Johnny yang jalan di belakang haikal.
“gak usah lah. Cowok juga. Ribet banget.”
Haikal malah mempercepat langkahnya. Dia bahkan lari menuruni tangga. Johnny menggandeng Valeri, jadi dia jalan pelan dengan Valeri.
Di depan sudah ada mobil teman-temannya haikal. Mereka langsung ke tempat acara. Haikal langsung masuk ke mobil temannya itu.
Mobil Johnny juga sudah ada di depan. Johnny membukakan pintu untuk Valeri. Kali ini dia duduk di belakang dengan valeri. Ada supir yang menyetir di depan.
“Jalan pak.” Kata Johnny kepada supirnya.
“baik tuan.” Supirnya di depan mengangguk.
Mobil mulai jalan meninggalkan rumah Johnny. Mereka menuju ke tempat acara.
-
“mau dikerjain gak sayang acaranya papa dan calon mama tiri kamu itu?”
“biar gak jadi.”
Pacar haikal yang menawarkan. Haikal menggeleng. Mereka sudah sampai di tempat acara. Haikal dan teman-teman masuk ke tempat acara.
“Gak usah lah. Nanti kepotong uang jajan aku. Gawat.” Kata haikal merangkul kekasihny.
Sementara mobil Johnny lewat jalur khusus. Mereka masuk dari belakang dan langsung ke ruang rias. Johnny ke ruangan dia dan Valeri ke ruangan dia.
“gak apa-apa kan aku tinggal. Ponsel kamu stay ya?” kata Johnny sebelum pergi.
“Iya.” Valeri mengangguk.
“Jangan sampai ada orang lain yang masuk selain saya. Termasuk Haikal. Anak saya.” Johnny bicara dengan keamanan.
“baik pak.”
Baru Johnny bisa pergi dengan tenang dari sana. Johnny di rias sedikit lalu Valeri juga sedang didandani.
Hampir satu jam lebih. Sementara di tempat acara sudah banyak tamu yang datang. Haikal diminta papanya untuk menyambut klien papanya. Dengan bantuan teman-temannya. Harus sopan. Kalau tidak, mereka tak boleh berteman dan bertemu lagi. Haikal bahkan akan di kirim ke luar negeri kalau perlu.
“Silakan masuk.” Teman-teman haikal, bahkan kekasihnya dan geng kekasihnya pun ikut mempersilakan mereka masuk.
Mereka datang dengan dia mobil. Tiga teman cowok haikal. Empat teman cewek haikal, salah satunya kekasih Haikal. Mereka yang biasanya urakan jadi sangat sopan.
“Papanya mana?” tanya salah satu klien Johnny.
Haikal hampir sering diajak ke kantor, kadang diajak meeting, lebih tepatnya dipaksa. Jadi beberapa ada yang tahu haikal itu anaknya Johnny.
“masih di rias om. Duduk dulu om, makasih sudah datang ke acara pernikahan papa om.”
“Iya sama-sama.”
Klien itu masuk. Haikal kembali menyambut tamu yang datang. Cukup banyak kolega papanya yang datang. Hingga acaranya tiba.
“Sayang, sudah?” Johnny ke ruang rias Valeri. Valeri berbalik. Dia sudah dirias full dan memakai gaun pengantinnya. Johnny terkejut, dia semakin cantik.
“Iya.’” Valeri mengangguk. Johnny mengulurkan tangan untuk menggandeng Valeri.
Mereka berjalan bersama ke tempat acara. Ketika keduanya datang diumumkan oleh pihak mcnya.
Mereka masuk ke tempat acara. Semua mata tertuju kepada keduanya. Kekasih Haikal kaget melihat wanita itu yang di kamar mandi. Mereka bisik-bisik sendiri.
“Tenang-tenang.”
“Calm down.”
Mereka mencoba saling memenangkan. Hingga keduanya sampai di depan. Pengucapan janji pernikahan, sumpah sehidup semati pun mereka lalukan. Dengan saling berhadapan, saling bergenggaman tangan.
“saya Johnny, meminta engkau, Valeri, untuk menjadi istri saya, dalam susah mau pun senang, dalam sehat mau pun sakit, hingga maut dan hanya tuhan yang bisa memisahkan kita.”
“saya Valeri, menerima engkau untuk menjadi suami saya, dalam susah mau pun senang, dalam sehat mau pun sakit. Hingga maut dan hanya tuhan yang bisa memisahkan kita.”
Mereka pun berciuman di depan semua tamu undangan. Haikal pergi dari sana. Dia benci sekali melihat keduanya bahagia.
“mobil papa mana? Kuncinya mana?” haikal menemui supir.
“Cepat!” supir takut dan memberikan kuncinya.
Haikal mengendari mobil papanya dengan kecepatan tinggi. Dia berhenti di makam sang mama. Haikal lari dan masuk ke area makan. Dia mencari makam mamanya. Haikal menangis di pusaran makam sang mama.
“Ma, papa ingkar janji. Papa bilang papa gak akan pernah nikah lagi. Gak akan ada wanita lain di hidup papa selain mama. Tapi kenapa papa nikah lagi sekarang ma. Haikal benci papa ma. Haikal harusnya ikut mama, mama harusnya mengajak Haikal saja ma.”
Haikal menangis dan diam disana. Sampai acara berakhir, mereka tak menemukan haikal. Kekasih dan teman-teman Haikal kehilangan haikal.
Johnny dan valeri menemui beberapa klien kantor. Sampai teman-temannya haikal menghampiri keduanya.
“om, Tante, Haikal gak ada di acara. Tadi sama kita. Tapi gak tahu kemana.”
“Di telepon ponselnya gak aktif. Saya khawatir saja om.”
“Kamu pacarnya haikal kan?” tanya Johnny menunjuk wanita itu.
Valeri menatap wanita itu. Tapi itu bukan masalah hari ini. Dia juga khawatir dengan Haikal.
Wanita itu mengangguk. Mereka coba telepon ponsel haikal lagi tak bisa. Supir datang dan memberitahu. Haikal tadi mengancam meminjam mobil.