NovelToon NovelToon
Bima & Bopo Muda

Bima & Bopo Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:152.3k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Novel ini adalah sequel dari Novel karya author yang berjudul Perjalanan Istimewa.

Novel ini berkisah tentang Shima Killa Danurdara, Adik bungsu dari Bopo Arjuna dan juga Bahuraska Adiwangsa, putra Arjuna yang merupakan Bopo Muda Desa Banyu Alas.

Tak hanya itu, di Novel ini juga menceritakan mengenai Bima, adik angkat Aka yang menjadi orang paling dekat dengan Aka dan selalu menemani setiap langkah Aka.

Bagaimanakah perjalanan masa kecil mereka?
Ikuti kisah Shima dan Bahuraska (Aka) juga Bimantara di Novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8. Motor Cross

"Nty, ayo kita main." Ajak Aka yang sudah berada di atas mini crossnya.

"Emang udah boleh naik motor? Nanti kalo burungnya sakit, gimana?" Tanya Shima.

"Enggak kok. Udah gak sakit lagi. Itu, Bima juga udah gak sakit." Jawab Aka sambil menunjuk ke arah Bima yang mengendarai motor mini cros ke arahnya.

"Lho, Dek Bima udah bisa naik motornya?" Tanya Ara.

"Udah dong! Bima hebat, kan? Bima di ajarin sama Mamas." Jawab Bima dengan jumawa.

"Iya! Dek Bima hebat!" Jawab Ara sambil mengacungkan jempol.

"Jadi, kita mau kemana?" Tanya Aka.

"Kita main off road aja, yuk!" Ajak Shima.

"Di lapangan yang deket kebun jagung." Imbuh Shima kemudian.

"Ayo! Di sana kan seru, banyak gundukan tanahnya." Sahut Aka.

Shima, Ara, Aka dan Bima pun segera menuju ke lokasi. Aka dan Bima menggunakan motornya sementara Shima dan Ara menggunakan mobil milik masing - masing.

Di bawah cuaca terik, mereka memacu kendaraan mini mereka dengan kecepatan tinggi. Beberapa warga yang melintas pun di paksa minggir oleh rombongan anak dan cucu Pak Kades itu.

"Bima jangan terlalu kebut. Kamu kan belum bisa banget." Kata Aka yang menyampingi motor adiknya.

"Iya, Mas. Bima pelan - pelan kok. Mamas tenang aja." Jawab Bima yang patuh. Ia segera mengurangi kecepatan ketika Aka memperingatkannya.

Setelah sampai di lokasi yang di maksud, mereka pun memulai petualangan mereka di tanah lapang yang terdapat banyak gundukan tanah bekas warga yang menanam kentang.

Aka mulai memacu motornya dengan kecepatan tinggi, hingga saat melewati gundukan tanah, membuat motornya seperti terbang sesaat di udara.

"Yuhuuuu! Seruuu!" Seru Aka yang tampak lincah menaiki mini motor crossnya. Ia melewati setiap undakan dengan begitu mudah bak seorang profesional.

"Dek Bima jangan ikut - ikut kayak Mas Aka ya, nanti jatuh. Jangan kebut - kebut gitu bawa motornya." Kata Shima yang memperingatkan keponakannya.

"Iya, Nty. Bima pelan - pelan kok, biar gak jatuh." Jawab Bima.

Bima kemudian mencoba melewati lintasan seperti yang Aka lakukan. Bedanya, ia melewati setiap undakan dengan pelan dan hati - hati.

Sementara itu, Shima dan Ara mengikuti dari tepian jalan yang tak ada undakannya. Karena mereka takut, mobil mereka akan tersangkut jika melewati undakan.

Semakin lama, Aka dan Bima semakin lincah melewati undakan. Mereka semakin menambah kecepatan motor dan tanpa ragu melewati undakan.

"Aka! Bima! Pelan - pelan aja. Nanti kalo. Jatoh, gimana." Seru Shima yang khawatir melihat Aka dan Bima semakin cepat melajukan motornya.

"Iya, Nty!" Sahut Aka sambil berteriak.

Setelah puas bermain di undakan, mereka beristirahat sejenak sembari menikmati buah markisa yang ada di pinggiran kebun.

"Kita lewat tanjakan itu yuk, Mas." Ajak Bima sambil menunjuk sebuah tanjakan yang cukup tinggi.

"Nanti kamu gak bisa, Bim." Kata Aka.

"Ya coba dulu. Aku udah bisa lewat gundukan - gundukan itu." Kata Bima.

"Yaudah ayo." Jawab Aka pada akhirnya.

"Kalian mau kemana?" Tanya Ara saat melihat Bima dan Aka hendak menuju ke tanjakan yang menghubungkan tanah lapang itu dengan kebun jagung milik warga.

"Mau lewat tanjakan itu." Jawab Bima.

"Itu kan tinggi, nanti kalau jatuh gimana?" Cicit Shima.

"Enggak, Nty. Kita pelan - pelan kok." Jawab Bima.

Shima masih terus melarang, namun Bima dan Aka tak mau kalah dan kukuh ingin melewati tanjakan yang memiliki sudut kemiringan lebih dari empat puluh lima derajat itu.

"Yaudah, tapi hati - hati, ya." Kata Shima pada akhirnya.

Shima memperhatikan dari atas mobilnya. Begitu juga dengan Ara yang memperhatikan dari atas mobil.

Aka mulai bersiap menaiki tanjakan. Ia tanpa ragu menarik gas motornya dan menaiki tanjakan curam itu dengan mudah hingga sampai di atas.

"Yee! Mamas hebat!" Seru Bima dengan bangga.

"Iya! Dek Aka hebat." Sahut Ara yang juga bertepuk tangan.

"Aku mau coba!" Kata Bima.

"Dek Bima hati - hati loh." Kata Shima.

"Oke, Nty!" Jawab Bima sambil mengacungkan jempolnya.

"Eh! Nanti dulu, Mamas jagain." Kata Aka.

Aka turun dari motornya lalu berjalan menghampiri Bima. Ia akan menjaga Bima sambil berjalan kaki di sebelah adiknya.

Bima pun mulai mengambil ancang - ancang, begitu pula dengan Aka yang sudah siap menjaga adiknya. Bima kemudian menarik gas motornya dan mulai melaju menaiki tanjakan curam.

"Lebih kuat lagi gasnya, Dek. Nanti motornya mundur." Kata Aka ketika mereka berada di tengah tanjakan.

Namun, Bima menarik gas motornya dengan cepat hingga membuat motornya terangkat. Melihat itu, dengan cepat Aka menarik tubuh Adiknya dan memeluknya dengan erat sebelum keduanya terjatuh di tanjakan, sementara motor milik Bima terbalik dan merosot ke bawah.

"Bimaaaa!" Seru Shima dan Ara hampir bersamaan. Mereka segera turun dari mobil dan menghampiri Bima juga Aka yang terjatuh di tanjakan.

"Mamas... Mamasss...." Kata Bima yang terjatuh di atas tubuh Aka. Ia langsung bangun dan duduk di sebelah Aka.

"Huaaaa! Tolong Mamaassss! Kepala Mamas berdarah!" Seru Bima yang tangisannya langsung pecah saat melihat kepala belakang Aka yang mengeluarkan darah.

Shima dan Ara pun turut panik saat melihat kondisi Aka yang kepalanya menghantam batu hingga berdarah. Darahnya terus mengalir hingga membasahi baju yang di kenakan Aka.

"Mamas jangan meninggal! Maafin Bima, Mas!" Racau Bima sambil menangis.

"Mamas gak apa - apa kok, Dek. Jangan nangis ya." Kata Aka yang berusaha menenangkan Bima.

"Tapi Mamas kepalanya berdarah nanti kalau darahnya keluar terus, Mamas meninggal." Kata Bima yang ketakutan.

"Nanti sembuh kok abis di obati. Udah, jangan nangis lagi." Kata Aka sambil mengusap air mata adiknya.

"Ayo kita ke Balai Kesehatan." Kata Shima.

"Naik mobil Nty Ncim aja!" Ujar Shima kemudian.

Shima memapah Aka menuju ke mobilnya sementara Bima dan Ara memegangi Aka dari belakang. Aka kemudian naik ke mobil Shima, sementara Bima naik ke mobil Ara.

"Di tahan pake kain ya, Dek." Titah Shima sembari memberikan kain gendongan boneka yang ada di mobilnya.

Aka pun menurut, ia menutupi luka di kepalanya dengan kain yang diberikan oleh Shima. Aka sama sekali tak menangis, ia tetap tenang meskipun kepalanya terasa sakit.

"Nty, motor Aka sama Bima gimana?" Tanya Ara.

"Biarin aja, nanti biar di ambil sama Mas Juna." Jawab Shima.

"Kalo hilang gimana?" Tanya Ara.

"Biarin aja, nanti beli lagi. Uang Mas Juna kan banyak." Jawab Shima.

"Bima sama Mamas juga punya uang kok. Nanti kita beli motor lagi kalau motornya hilang." Sahut Bima sambil terisak - isak.

Keduanya segera melajukan mobil mereka menuju ke Balai Kesehatan. Untung saja jarak Balai Kesehatan tak begitu jauh dari lokasi mereka bermain.

Meski begitu, tetap saja butuh waktu sedikit lebih lama untuk sampai di sana karena mobil mini mereka yang tak bisa melaju terlalu cepat.

1
Naftali Hanania
🤣🤣🤣🤣🤣...bocah...bocah
Eka
heum memang keren bopo sama anaknya👍👍👍👍😍
rizky tria
Bima biangnya sih ini 🤭😅😂
Ayunda
ini covernya ganti lagi
Asihfitr
ngelunjak ngekonkon papamu iku piye Bim senenge trima beres ngono🤣🤭
aku baru
bima iki loooh,,,,ono wae jawabe 😄😄😄
Rahmawati
pasti tambah seru nih kalo semua bocil ngumpul
Eka
masyaalloh qda saja yg bikin sakit perut kel.bopo banyu alas bikin kangen atraksi2nya poro bopo ki lanjut trs ya thor
Cica Aretha
aduh ya Alloh bima..bima..ada aja jawabanmu bim..bim..semamgattt thor💪😍
Cheryl Calosa
akhirnya detik-detik io ketemu pak ade, kangen banget sama io
Atik Kiswati
bima ki emang gawe ngekel terus......🤣🤣🤣🤣
aurora
Bim Bim gemes aku 🤣🤣🤣
Nuri 73749473729
wis pokoke kocak kalau sama Bima gak ada habisnya kata2nya... lanjut thot
amilia amel
wes klop pancen Bima iki
perpaduane Aksa, Arjuna plus Dipta
🤣🤣🤣🤣
Listio Wati
🤣🤣bima..bima ada aja taktik mu
Ita Xiaomi
Nah benar tuh. Aku jg udah kangen ama Io😁
Ita Xiaomi
Jawaban cerdas 😁😁😁
Rusi Rusi
Bima emang TOP BGT pokok nya. lanjut lagi thor
Intan Nurwulan
Ya ampun bim bim adanya tingkahnya yg bkin ketawa🤣
Kasandra Kasandra
double up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!