NovelToon NovelToon
"OTORITAS TANPA BATAS: SAGA EMPAT DEWA MULTIVERSE"

"OTORITAS TANPA BATAS: SAGA EMPAT DEWA MULTIVERSE"

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi
Popularitas:246
Nilai: 5
Nama Author: Mara Nata

Asap kelabu dari sisa pembakaran minyak mesin siber menyelinap masuk melalui celah pilar obsidian Aula Gerhana, berputar-putar menciptakan bayangan kaku di atas lantai batu yang dingin. Di luar menara istana, langit Planet Akuma sedang memuntahkan badai hujan merkuri cair yang paling pekat sepanjang satu abad sejarah klan Shinto. Ketukan logam mendidih yang menghantam atap baja terdengar konstan, menciptakan simfoni bising yang meredam detak kehidupan normal. Dengan gaya tarik bumi yang bekerja seratus kali lipat lebih ekstrem, atmosfer di dalam bilik bersalin itu terasa begitu menjepit raga, memaksa setiap hela napas yang keluar dari tenggorokan terasa berat dan membakar sistem pernapasan seutuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mara Nata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

VOLUME II: SAGA ZEPHYR DI LANGIT TITAN PRIME

Bab 21: Puing-Puing Emas di Dataran Tinggi Titan

WHIRRRRRRRR...

Suara deru mesin raksasa penyerap serbuk emas dari pabrik terapung berbunyi tanpa henti, memecah keheningan di sepanjang Dataran Tinggi Titan Prime. Pagi itu, langit di planet pemurnian emas ini tidak menampilkan warna kelabu gelap seperti di Planet Akuma. Langit Titan Prime membentang megah dengan warna kuning keemasan yang terang, memantulkan cahaya dari tiga matahari kembar yang terus-menerus memanaskan lautan gas di bawah atmosfer planet. Namun, di balik kemilau butiran debu emas yang melayang di udara, suasana di wilayah Kuadran Timur ini menyimpan hawa penindasan kasta yang tidak kalah kejam.

Di planet ini, aturan yang berlaku ditentukan sepenuhnya oleh ketebalan baju besi emas milik para penguasa Faksi Solari. Mereka menguasai seluruh jalannya roda ekonomi tambang energi, memaksa jutaan manusia biasa hidup dalam belenggu perbudakan tanpa ada sedikit pun kebebasan sepanjang hidup mereka. Kehidupan di Titan Prime terbagi secara ekstrem; para bangsawan hidup mewah di dalam menara-menara kristal terapung yang benderang, sementara kasta buruh pembersih dipaksa memeras keringat dan darah mereka di bawah tanah pelataran dermaga besi yang dipenuhi jelaga hitam pembakaran.

Zephyr kecil yang baru menginjak usia tujuh tahun melangkah tertatih-tatih di sepanjang sela-sela puing kontainer baja pengangkut kristal emas. Tubuh kecilnya tampak sangat kurus, ringkih, dan hanya dibalut oleh kain karung goni bekas jahit tangan yang kusam berselimut abu pembakaran. Tidak ada baju zirah pelindung canggih yang membungkus pundak kecilnya. Sepasang telapak kakinya yang pucat dibiarkan telanjang tanpa alas sepatu, terus-menerus berjalan di atas pelat besi dermaga yang membara akibat radiasi panas matahari kosmik yang menyengat.

Tugas harian yang diberikan oleh mandor pelabuhan kepada Zephyr adalah mengorek sisa-sisa kerak pelumas yang mengering di sepanjang pipa mesin kapal logistik. Setiap subuh sebelum fajar emas menyingsing sempurna, Zephyr sudah harus memikul tabung zat asam seberat belasan kilo hanya dengan mengandalkan tubuh kurusnya sendiri. Rasa linu yang sangat hebat secara konstan menjepit persendian lututnya, memaksanya menahan napas dalam kesunyian batin agar tubuh kecilnya tidak tumbang mencium ceceran karat besi kotor jalanan.

Namun, di balik rapuhnya penampilan fisik luar Zephyr kecil, sepasang mata perak tajam miliknya memancarkan sorot ketenangan yang sangat dalam—sebuah sorot mata ksatria sejati yang menolak untuk tunduk pada keangkuhan musuh. Zephyr terlahir membawa sebaris kelainan aneh di dalam sumsum tulangnya; ia tidak memiliki aliran energi plasma seperti anak-anak bangsawan menara atas, namun aliran darahnya bergerak dengan getaran khusus yang sanggup mengacaukan gerakan mesin di sekeliling tempatnya berdiri secara diam-diam, tanpa ada satu pun komputer penjaga yang menaruh rasa curiga.

BZZZZZZT... WHIIIIIR!

Sebuah dengingan keras dari mesin baju zirah mewah mendadak terdengar dari arah selasar dek atas dermaga kehormatan, membungkam seluruh suara bising aktivitas para kuli panggul stasiun. Melangkah turun dari dalam kereta melayang kristal, sesosok anak perempuan berumur tujuh tahun berjalan dengan keanggunan seorang putri bangsawan tertinggi klan Solari. Anak perempuan itu adalah Elena, putri tunggal dari kepala pengawas tambang Sektor Emas Timur yang namanya disegani karena kekayaannya yang melimpah ruah di alam semesta.

Elena mengenakan gaun sutra emas mewah bersulam benang perak kuno. Rambut panjangnya yang sewarna logam mulia berkilau benderang memantulkan siraman cahaya tiga matahari kembar. Namun sayang, raut wajah cantiknya yang putih bersih menyimpan watak yang sangat sombong, angkuh, egois, dan memiliki hati yang sedingin es akibat hasil cuci otak aturan kasta yang ditanamkan keluarganya sejak kecil. Tangan kanannya memegang sebuah kipas sutra bertahtakan berlian, yang terus ia kibaskan dengan gerakan lambat yang penuh kesombongan.

"Singkirkan makhluk kotor penuh abu karat itu dari jalur pandanganku, Pengawal!" perintah Elena. Nada suaranya yang merdu terdengar sangat tajam dan menusuk hati, menunjuk langsung ke arah Zephyr kecil yang sedang berlutut memeras kain kotor di dekat ban berjalan kontainer.

Elena sengaja menarik ujung gaun sutra emas mewahnya tinggi-tinggi ke atas pergelangan kakinya, murni hanya agar kain suci bangsawannya tidak sampai menyentuh serpihan debu besi yang menempel di ujung jari kaki Zephyr yang pucat. "Dia membawa bau busuk pelumas kapal rongsokan ini terlalu dekat denganku! Sungguh sebuah pemandangan yang menjijikkan bagi kesucian kasta bangsawanku!"

Dua pengawal Elena bertubuh raksasa yang mengenakan zirah besi tebal langsung merangsek maju dengan langkah kaki yang berat. Tanpa ada rasa kasihan sedikit pun, mereka melayangkan satu tendangan kasar menggunakan ujung sepatu besi mereka tepat ke arah rusuk dada kiri Zephyr kecil.

BRAAK!

Hantaman keras dari kaki pengawal berbaju besi tersebut melempar tubuh kecil Zephyr sejauh beberapa meter, hingga punggung kurusnya menghantam dinding kontainer baja sampai mengeluarkan bunyi dentangan kencang yang memekikkan telinga. Zephyr terkapar di atas pelat besi yang panas. Darah segar mengalir deras dari sudut bibirnya yang pucat, membasahi kain karung goni miliknya yang penuh noda debu jalanan. Elena melepaskan suara tawa ringannya yang penuh kepuasan kejam. Ia meludah ke tanah di depan kepala Zephyr sebelum berbalik bersama rombongan pengawal untuk kembali naik ke atas menara kristal terapung yang hangat, meninggalkan Zephyr sendirian menahan perih yang luar biasa di sepanjang tubuhnya.

Namun, di tengah siksaan fisik yang sangat kejam dan memilukan hati tersebut, Zephyr kecil menolak untuk menyerah dan menangis. Ia tidak menangis histeris atau memohon belas kasihan kepada kelompok bangsawan Solari yang serakah di atas menara langit. Di tengah rasa sakit badannya yang luar biasa hebat, Zephyr perlahan-lahan menegakkan kembali posisi duduk silanya di atas lantai besi dermaga yang membara. Ia memejamkan sepasang mata peraknya secara perlahan, setenang kematian yang menolak untuk tunduk pada kejamnya takdir.

Di dalam kesunyian jiwanya yang terasing dari kemegahan dunia luar, Zephyr memfokuskan seluruh kekuatan hidupnya untuk mendengarkan getaran aneh di dalam sumsum tulangnya. Di situlah kekuatan misterius miliknya mulai bangkit dan menyerap sisa aliran energi dari zirah pengawal Elena tadi, membiarkan tubuhnya terus mengeras, memadat, dan menempa diri secara mandiri di tengah malam yang sepi. Kejadian ini memulai babak awal dari sebuah takdir besar yang kelak di masa depan akan melahirkan kekuatan tertinggi, yang siap menghancurkan seluruh keangkuhan kasta feodal Elena seutuhnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!