Perasaan ini seharusnya gak ada, perasaan yang jadi boomerang buat diriku sendiri.
Perhatian-perhatian kecil yang dirinya torehkan untuk ku, membuat ku merasakan perasaan yang gak seharusnya ada.
Perasaan yang menyakitkan, memori kebersamaan ku dengan nya seolah-seolah berputar dipikiran ku tak ingin berhenti.
Bagaimana tidak, dia sosok yang selalu ada disamping ku dalam keadaan apapun. Bahkan dititik terendah pun dia selalu ada.
Selalu memberikan ku semangat, selalu memberikan ku motivasi untuk selalu bertahan dan bertahan akan keras nya kehidupan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cyvla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Titik Terang
Jef pun duduk sambil sesekali ia mengelus pucuk kepala Azell layak nya seorang ayah.
"Azell itu udah kaya anak kandung buat om, Azell harus semangat sembuh ya demi mama Azell"
"Om temenin Azell sebentar aja, Azell mau istirahat Azell capek" ucap Azell lirih.
"Iya Azell istirahat ya, om temenin Azell"
Jef pun menemani Azell, hingga akhirnya Azell tertidur lelap.
Sementara sang mama pun tak sengaja melihat perlakuan Jef layaknya seorang ayah membuat hati nya sedikit tersentuh.
"Jef!" ujar mama Azell memanggil Jef.
"Ssstttt In, Azell lagi tertidur" sahut Jef dengan suara bisik-bisik takut mengganggu Azell yang tertidur.
"Bisa kedepan sebentar Jef?, ada yang mau gue omongin sama lu"
"Boleh In, yuk kita keluar aja"
Jef dan mama nya Azell pun melangkah keluar dari kamar rawat Azell.
"Jef, makasih ya lu udah selalu ada buat Azell gue juga tau selama ini Azell butuh figure ayah buat jadi tempat berkeluh kesah nya. Meski gue udah berusaha jadi ibu sekaligus ayah buat Azell, tapi tetap aja Azell butuh sosok ayah"
"Gue udah sayang sama Azell kaya anak gue sendiri In, yang terpenting buat gue Azell bahagia gue kadang gak tega setiap kali Azell cerita sama gue. Dia gak mau bikin lu sedih akan kondisinya"
"Gue juga bingung Jef, harus melakukan apa lagi biar Azell sembuh gak ada jalan lain selain pendonor" ucap mama Azell sebut saja namanya Inella.
Inella bingung harus melakukan apa lagi untuk Azell, hanya satu jalan nya mendapatkan pendonor hati namun mencari sebuah pendonor tidak lah mudah.
Sekarang hanya perawatan dari rumah sakit yang mampu membuat Azell bertahan sampai saat ini.
"In, kita cari sama-sama pendonor nya gue yakin pasti ketemu kok!" ucap Jef menenangkan Inella.
"Tapi susah Jef, gue rasanya kaya pengen nyerah tapi gue gak bisa Jef, Azell butuh itu!"
"Kita cari pelan-pelan ya In, gue yakin pasti bisa. Oh ya gimana tadi dokter udah bolehin Azell pulang?"
Inella hanya menggeleng-geleng kan kepalanya sebagai jawaban belum.
"Iya udah selama Azell dirumah sakit, biar gue yang temenin biar Azell juga gak jenuh"
"Makasih ya Jef, gue gak tau harus bales kebaikan lu ini gimana"
"Gak perlu sungkan sama gue In, santai aja Azell juga anak gue!"
"Jef, gue titip Azell sebentar ya gue mau nelpon beberapa orang yang ada didaftar list"
Jef pun hanya menganggukkan kepalanya, setelah itu Inella pun melangkah keluar dari area rumah sakit.
Sementara Jef ia kembali masuk kedalam kamar rawat Azell, untuk kembali menemani Azell tidur.
°°°°
"Ngaku sekarang, atau tempat ini akan segera gue ledakan!" gertak orang suruhan Revan.
Orang itu pun terdiam, tidak mungkin ia menggantikan nyawa nya hanya demi mempertahankan informasi?.
Mau tak mau dirinya pun mengaku, dan orang suruhan Revan sudah menyiapkan ponsel untuk direkam.
"Oke iya gue ngaku, gue yang nelpon pembantu rumah tangga keluarga Keith. Gue bilang sama pembantu itu jika nona majikan nya itu bukanlah anak kandung dari keluarga Keith melainkan hanya anak angkat yang mereka angkat dari sebuah panti asuhan kecil. Dulu panti asuhan itu tutup semua anak panti pada dipindahkan ke panti asuhan lain sementara ada sepasang suami istri dari keluarga kaya ingin mengadopsi anak akhirnya mereka mengadopsi seorang anak perempuan yang saat itu masih bayi"
Orang suruhan Revan yang mendengar semua pernyataan itu pun kaget, apa mungkin ini yang selama ini Revan cari?.
"Tujuan lu apa, kasih tau itu ke pembantu rumah tangga?, lu tau gak akibat dari omongan lu itu membuat seseorang merasakan kehilangan!" ujar nya dengan nada marah sebuah kursi pun ditendang nya.
"Gue cuma disuruh untuk kasih tau itu ke pembantu rumah tangga itu"
"Siapa yang nyuruh lu?, kasih tau gue!"
"Orang nya saat ini sudah melarikan diri, dan gue gak tau dimana. Gue udah ngaku lu bisa lepasin gue?"
"Gak semudah itu lu bisa lepas, semua keputusan untuk melepaskan bukan di tangan gue"
"Brengs*k!, jadi lu cuma gertak gue doang biar gue ngaku?"
"Iya kenapa?, gak terima? kapan aja tempat ini bisa gue ledakan asal gue mau jadi lu jangan macam-macam sama gue!"
"Arghh si*l!, jangan pernah lu kasih tau bos lu itu!"
"Kenapa emang nya kalau gue kasih tau bos gue?"
"Ini rahasia besar, lu pikir-pikir lagi sebelum lu menyesal!. Lebih baik lu diem dan tutup mulut lu itu!"
"Bukan urusan lu!"
Orang suruhan Revan pun melangkah pergi, meninggalkan orang itu dalam ruangan itu.
Rekaman sudah berada ditangan nya, namun perkataan orang itu terus terngiang-ngiang diotak nya?.
Muncul satu kecurigaan, yang saat ini belum bisa dipastikan kebenarannya. Tapi jika dirinya diam itu sama aja cari masalah dengan Revan.
Dirinya tau persis karakter Revan, sadis dan tegas.
Sementara itu disisi lain lebih tepat nya di sebuah kamar milik Alterio.
Dirinya bingung, dia tetiba saja kesal tadi dikampus karena Fea ingin menemui Revan?. Perasaan apakah itu?.
Khawatir sebagai teman karena takut teman nya disakiti lagi?, atau justru malah perasaan lain.
Entahlah Alterio juga bingung akan perasaan nya saat ini, dirinya tak mengerti.
Dan tetiba saja ia teringat akan Azell, Azell seolah-olah menghilang tanpa kabar bahkan ia sudah nanya oleh pihak kampus namun pihak kampus tak mengetahui keberadaan Azell.
"Zell, lu kemana sih sebenernya? kenapa hilang begitu saja?" gumam Alterio sambil menatap foto Azell yang tertera diponsel milik nya.
Setelah lama ia mengamati foto Azell, ia pun merebahkan tubuh nya dikasur dan memejamkan mata nya.
Ia pun tertidur lelap ke alam mimpi.
Bersambung....
Terimakasih yang udah mampir, like komen fav and rate nya jangan lupa😋
karena alasan pertemanan banyak hati yg terluka..