NovelToon NovelToon
Identitas Suami Miskin

Identitas Suami Miskin

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Pernikahan Kilat / CEO / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Kaya Raya / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Pena Halu

Anesha dan Anisha adalah kakak beradik yang terpaut usia tiga tahun. Hidup bersama dan tumbuh bersama dalam keluarga yang sama. Namun mereka berdua dibesarkan dengan kasih sayang yang berbeda. Sebagai kakak, Nesha harus bekerja keras untuk membahagiakan keluarganya. Sedangkan Nisha hidup dalam kemanjaan.

Suatu hari saat mereka sekeluarga mendapat undangan di sebuah gedung, terjadi kesalah pahaman antara Nesha dengan seorang pria yang tak dikenalnya. Hal itu membuat perubahan besar dalam kehidupan Nesha.

Bagaimanakah kehidupan Nesha selanjutnya? Akankah dia bahagia dengan perubahan hidupnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Halu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kakak Ipar

"Rencananya kamu mau tinggal disini atau dimana?" Tanya Pak Edi sambil mendudukkan dirinya di kursi.

"Saya mau cari kontrakan dulu, Pak. Jadi sementara akan merepotkan Bapak dan Ibu karena tinggal disini", ucap Garvi sambil melepas jas yang melekat ditubuhnya. Lalu menggulung lengan kemejanya keatas. Menampilkan lengannya yang kekar.

"Iya, nggak apa-apa nak Garvi. Bapak juga masih belum bisa melepas Nesha keluar dari rumah ini", Pak Edi menyandarkan tubuhnya dikursi.

Glek. Nisha menelan salivanya melihat pemandangan indah lengan kekar didepan mata. Kali ini tak ada Bu Rumi yang menegurnya, karena sang ibu masuk ke kamar. Begitu pun Nesha yang sedang berganti pakaian. Sehingga perempuan yang sudah mempunyai calon suami itu tampak leluasa memperhatikan kakak iparnya.

Pak Edi dan Garvi mengobrol tanpa memperhatikan Nisha yang masih ada di hadapan mereka.

Garvi yang merasa haus mengambil segelas minuman kemasan gelas di depannya. Tanpa menggunakan sedotan, ia langsung meneguk air tersebut sampai tandas.

Kembali Nisha menelan salivanya melihat jakun Garvi yang naik turun saat minum. Bayangan tubuh kekar yang pernah sekilas ia lihat saat ia bertelanjang dada pun terlintas dibenaknya. Tiba-tiba wajahnya memanas dan memerah malu karena membayangkan hal mesum. Ia pun masuk kamar dan meraih ponsel diatas meja riasnya. Dengan cepat ia menghubungi Fandi dan meminta untuk dijemput.

Selang beberapa saat, terdengar suara mesin mobil memasuki pekarangan. Dengan cepat Nisha keluar kamar dan berlari kecil.

"Mau kemana, Nak?" Tanya Pak Edi yang masih duduk bersama Garvi.

"Ma-mau keluar, Pak. Mumpung dirumah nggak kerja", jawab Nisha gugup karena sang kakak ipar menatapnya dengan dingin.

"Hati-hati kalau gitu. Bilangin nak Fandi juga", ucap Pak Edi kalem sambil tersenyum. Lalu Nisha menyalami tangan bapaknya dan berlalu pergi. Tentunya sambil melirik kearah kakak iparnya yang tampan.

Fandi melajukan mobilnya menuju ke hotel. Sepanjang perjalanan, tangan kirinya tak henti mere'mas buah dada Nisha. Membuat pemiliknya mende-sah berkali-kali.

"Tumben kamu ngajakin check-in duluan, sayang?" Tanya Fandi di sela-sela aktifitas tangannya.

"Aku lagi pengen aja, sayang", ucap Nisha dengan suara purau.

Tibalah mereka di hotel. Setelah memesan kamar, tanpa basa-basi mereka langsung menanggalkan satu persatu pakaian mereka. Karena keduanya sudah diujung nafsu.

Saat Fandi mulai merengkuh tubuh Nisha, dalam benak perempuan itu terlintas lagi bayangan kakak iparnya. Perut sixpack dengan lengan yang berotot. Lagi-lagi ia menelan salivanya setiap kali membayangkan tubuh itu.

"Sial. Beruntung sekali si Nesha itu." Batin Nisha yang kini sudah beradu nikmat dengan Fandi.

Dilihatnya tubuh Fandi yang berada diatasnya. Tubuh yang sedikit berisi namun tak berotot. Perutnya pun sedikit membuncit seperti bapak-bapak. Dilihat dari sisi manapun, calon suaminya itu kalah jauh dengan kakak iparnya. Mulai dari wajah, tubuh, hingga tinggi pun sangat beda jauh. Hanya finansial Fandi yang bisa dibanggakan olehnya. "Sial, sial, sial!" umpat Nisha dalam hatinya kesal.

Permainan ranjang mereka berakhir dalam waktu 40 menit. Fandi menjatuhkan tubuhnya yang lelah disamping Nisha. Perempuan itu pun tak kalah lemas.

"Kamu kayaknya kok nggak semangat kayak biasanya ,sih? Padahal kamu yang ngajak duluan", tanya Fandi sambil merangkul tubuh Nisha dari belakang.

"Mungkin aku lagi PMS* aja. Sedikit bad mood", Nisha berkilah. Sebenarnya ia sedang membayangkan lelaki lain. *(Pre-Menstruation syndrom atau sindrom sebelum datangnya menstruasi yang menyebabkan berubah-ubahnya perasaan)

"Kalau gitu, nanti kita makan di resto yang enak. Kamu bisa makan sepuasnya. Karena bengkelku kemarin rame", bujuk Fandi. Raut wajah Nisha pun berubah riang.

"Untungnya Mas Fandi kaya, banyak duit. Buat apa ganteng kalau kere!" Batin Nisha menghibur dirinya sendiri.

***

Nesha sedang memasak untuk makan siang. Tadi pagi ia tak sempat masak karena mempersiapkan diri untuk pernikahannya.

Setelah masakan matang, Garvi dan Pak Edi duduk di ruang makan.

"Istrimu ini pandai masak, Nak Garvi. Masakannya juga enak", puji Pak Edi.

"Iya, Pak. Saya beruntung punya istri Nesha", ucap Garvi sambil melirik Nesha yang duduk disampingnya. Membuat perempuan yang sudah sah jadi istrinya itu tersipu.

"Yang namanya makanan ya gitu-gitu aja rasanya. Enaknya gimana, sih?" Sindir Bu Rumi yang baru duduk.

"Buktinya ibu kalau makan selalu nambah, kan?" ledek Pak Edi sambil tertawa. Membuat Bu Rumi malu dan mencebikkan bibirnya seperti anak kecil.

Garvi dan Nesha yang melihat orangtuanya bercanda ikut tersenyum. Lalu mereka makan dalam diam dan hanya terdengar suara piring yang beradu dengan sendok.

Selesai makan siang, Pak Edi dan Bu Rumi masuk ke dalam kamar untuk istirahat. Sedangkan Nesha dan Garvi duduk di ruang tamu dengan canggung.

"M-mas mau saya buatkan es teh?" Tanya Nesha gugup. Garvi mendongak menatap Nesha.

"Nggak usah. Nanti kamu capek. Duduk saja temani aku ngobrol disini", Garvi menepuk tempat kosong disampingnya.

Dengan malu-malu Nesha mendudukkan dirinya di samping Garvi, namun masih berjarak beberapa jengkal.

"Kamu nggak mau deket-deket sama aku?" Garvi menaikkan alis tebalnya. Semakin membuat Nesha kikuk.

"Ma-maaf Mas. Saya belum terbiasa", wajah Nesha pun tampak merona. Dengan cepat ia membuang muka, akan semakin malu kalau suaminya itu tahu kalau dirinya sedang tersipu.

Grep. Tangan Garvi menggenggam tangan Nesha. Membuat perempuan itu kaget. "A-apa yang mas lakukan?" Nesha pun menyadari kalau Garvi sudah duduk dekat sekali dengannya.

"Aku hanya menggenggam tangan istriku. Apa tidak boleh?" Garvi tersenyum tipis.

"Boleh", ucap Nesha lirih.

"Padahal beberapa hari lalu kamu berani menyentuh tubuhku bahkan merangkul. Kenapa sekarang kamu malah kaget saat kusentuh?" Garvi menatap intens wajah Nesha yang sudah benar-benar memerah.

"I-itu kan beda situasi, Mas".

"Tapi aku kan orang yang sama".

"Tau ah, Mas. Aku mau ke kamar". Nesha merajuk.

Garvi mengikuti istrinya masuk ke dalam kamar. Saat masuk, netranya menyapu seluruh ruangan tersebut. Hanya ada sebuah ranjang dan lemari plastik yang memudar warnanya. Dinding warna putih yang sudah kusam dan tak ada foto atau hiasan lain.

"Baju Mas taruh disini. Sudah aku siapin tempat", Nesha menunjuk sebuah ruang kosong paling atas di lemari plastik bersusun empat.

Garvi terdiam sejenak melihat kondisi lemari plastik dihadapannya. Ingin rasanya dia membakar lemari yang sedikit miring dan diganjal kayu kecil disalah satu sudutnya itu.

"Sini, biar saya saja yang masukin", Nesha mengambil alih tas jinjing berisi baju yang ada ditangan Garvi.

"Tas bajumu ini kayak tas yang dipasar pernah kulihat. Motifnya juga LV", Nesha mengamati tas jinjing yang dipegangnya. "Tapi bahannya kok beda, ya? Ini lembut banget, dalemnya juga halus, Mas. Nggak kaku, kayak tas mahal", cerocos Nesha terus membolak-balik tas tersebut. Garvi hanya diam tersenyum kikuk sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.

1
Fi Fin
Nesa tuh baik apa bloon ya
febby fadila
ya kok udah tamat si neshanya blom hamil lagi 🥰🥰
febby fadila
aku kira benaran amnesia 🤣🤣🤣
febby fadila
ya ampun sultan mah bebas 🤣🤣🤣
febby fadila
knp nggak bawah ke kantor polisi aja itu disengaja loh nyawa itu bukan permen karet
febby fadila
aku yakin si anis tu yg lakukan itu karena iri sama pak dimas
febby fadila
ada art yg suka iri tu sama pak dimas
febby fadila
terus berdoa dan berserah kpd allah biar diberikan momongan lagi
febby fadila
buat apa w tahin kasih kek 20 thun dlm bui biar sdar benar itu si rumi
febby fadila
apa aku bilang dlm rumah tangga tu harus saling percaya dan terbuka
febby fadila
knp baru sekarang garvi kamu bertindak nggak dari awal,, sekarang kamu nggak akan kehilangan calon anakmu kan
febby fadila
knp musti harus angkat janin sii, kapan nesha nya bahagia perasaan menderita mulu
febby fadila
makanya jd laki² jangan pin plan garvi, kayakx kejadian ini kamu bakalan kehilang nesha selamanya dee
febby fadila
masalah baru mulai lagi ini
febby fadila
woooww hati vi istrimu lagi incar sama mantan kamu itu
febby fadila
yohan apa yosep ini yg benar yg mana ini
febby fadila
😭😭😭😭 sedih akubswmoga dapat jalan keluar pak dimas
febby fadila
syukur alhamdllah nisha kamu udah benar² sadar sekarang dan juga fandi semoga jdi keluarga kecil yg bahagia
febby fadila
ayo bicara dari hati kehati dengan jujur biar saling menguatkan dan percaya satu sama lain, itu kunci dlm rumah tangga ehehhe
febby fadila
udah nesh kuburlah semua yg bikin hatimu sakit jadilah wanita yg tegas dlm rumah tanggamu jangan mudah lemah kkw sewaktu waktu galenna temui kamu, disini kamu itu pemenangnya karena kamu istri sah nya garvi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!