NovelToon NovelToon
Kalian Hidup Enak Atas Tanganku

Kalian Hidup Enak Atas Tanganku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:119.7k
Nilai: 5
Nama Author: lisxone

Hana Untari seorang wanita yang baik dan cantik, diamenikah dengan laki‑laki bernama Dimas Prayoga. Hana tinggal dengan suami beserta keluarga suaminya. Namun, Dimas selama 3 tahun menjadi suami Hana tidak menafkahinya dengan layak, dia beralasan jika Hana juga mempunyai penghasilan yang cukup. Dimas menghabiskan uangnya untuk kebutuhannya sendiri, sedangkan untuk kebutuhan ibu dan kakak serta adiknya semua uang dari Hana. Perselingkuhan Dimas dengan orang terdekat Hana, membuat Hana tidak bisa memaafkan suaminya. Mampukah Hana menjalani biduk rumah tangga dengan Dimas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lisxone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dimas Dan Sintia

Pulang kerja Hana langsung masuk kamar, malam ini dia ingin istirahat cepat. Pekerjaannya di kantor sangat melelahkan. Bik Jamilah sudah pulang, dia tidak memasak jika Hana tidak memintanya.

" Hana, kamu masih marah? Aku ini suami kamu Han, masa iya kamu mendiamkan aku begini?."Tanya Dimas yang baru saja selesai mandi.

" Mas, aku lagi tidak mau berdebat. Tolong jangan buat aku semakin stres, masalah ku tidak cuma tentang kalian saja. Aku juga punya masalah yang lain."Seru Hana masih nampak ketus.

" Terserah kamu lah. Oh iya, malam ini aku ada pekerjaan yang harus aku kerjakan jadi malam ini aku tidur di kamar belakang saja ya. Agar tidak mengganggu istirahatmu, kamu kan tidak nyaman kalau tidur pakai lampu yang terang benderang makanya aku ke kamar belakang saja. Jangan marah lagi ya istriku, sayang."Ucap Dimas dengan mulut manisnya lalu mencium pucuk kepala Hana dengan lembut.

Hana hanya mengangguk sambil berdehem saja. Dia pun masuk kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Dia memilih berendam di bak mandi agar tubuhnya segar dan suasana hatinya lebih baik.

Dalam hati Dimas dia bersorak gembira, bagaimana tidak? Malam ini dia memutuskan untuk tidur di kamar belakang dengan alasan akan mengerjakan pekerjaan kantor, namun nyatanya semua itu hanya sebuah kebohongan. Dimas sudah membuat janji dengan Sintia jika malam ini mereka akan bermalam bersama.

" Sintia !! Tumben kamu memasak?."Tanya ibu Sundari menghampiri Sintia yang sedang memasak sup di dapur.

" Ehh ibu, iya dong bu. Sintia kan mau menjadi istri yang baik untuk mas Bayu. Besok mas Bayu kan pulang, dan aku harus terbiasa memasak. Yah, walaupun masakan Sintia tidak enak‑enak banget. Dari pada si Hana tuh, masa iya suaminya di anggurin dan tidak di masakin dengan baik. Suami selingkuh baru tahu rasa dia."Ucap Sintia membandingkan dirinya dengan Hana.

" Wahh kamu betul juga, ibu ini sebenarnya sudah emosi sama Hana. Kenapa juga Dimas tidak menceraikan Hana dan mencari wanita yang seperti kamu ini. Bayu benar‑benar beruntung mempunyai istri seperti kamu."Ucap ibu Sundari memuji‑membanggakan Sintia menantu kesayangannya.

Tiba saatnya makan malam, Dimas dengan ketiga keluarganya sudah duduk rapi di meja makan. Mereka makan tanpa mengajak Hana, Hana sendiri lebih memilih tetap di kamar dan memesan makanan lewat aplikasi daring.

" Ini ibu yang masak? Rasanya kok agak aneh sih bu? Tidak seenak masakan Hana."Seru Dimas saat baru saja menyuapkan sesuap nadi di mulutnya.

" Emm.. bukan, ini bukan ibu yang masak. Tapi mbak mu, Sintia."Jawab Ibu Sundari terbata‑bata khawatir Sintia tersinggung dengan ucapan Dimas tadi.

Haaahhhh? Dimas terkejut saat ibunya memberitahu jika yang memasak menu makan malam itu adalah Sintia.

Sintia? Sejak kapan Sintia bisa memasak? Setahuku selama ini dia tinggal di rumah ini, belum sekalipun aku melihat dia memasak. Saat ada mas Bayu pun begitu, heemmm atau jangan‑jangan dia memasak sengaja untuk menyenangkan aku.*Gumam Dimas dalam hatinya.

" Maaf Sintia, ehh mbak."Seru Dimas sambil meringis kuda.

" Iya Dim, tidak apa‑apa. Memang aku juga baru belajar memasak kok, maaf ya kalau rasanya tidak sesuai dengan masakan Hana. Tapi tolong di makan ya, aku sudah capek‑capek memasak untuk kalian. Daripada beli terus kan boros, mana istrimu itu tidak mau memasak kan? Istri macam apa dia?."Seru Sintia kesal.

" Apa yang dikatakan Sintia benar Dim. Hana itu semakin tidak bertanggung jawab, punya pembantu tapi tidak boleh melayani kita. Dia sendiri juga tidak mau memasak, lebih baik kamu ceraikan saja dia dan cari istri baru yang seperti Sintia ini."Seru Ibu Sundari seakan memberi dukungan Sintia dan Dimas.

Dimas dan Sintia saling beradu pandangan dan mereka sama‑sama mengulas senyuman. Tanpa ibu Sundari dan Lastri tahu, kaki Dimas dan Sintia saling bertaut di bawah meja.

" Mas, aku sudah mau daftar kuliah. Dan biaya nya sekitar 10 juta. Siapkan uangnya ya, atau mas yang mintain sama mbak Hana."Seru Lastri dengan mudahnya dia meminta uang.

" Iya itu soal mudah. Sekarang makan saja dulu jangan bicara lagi."Jawab Dimas.

Dimas sendiri bingung dari mana dia akan mendapatkan uang 10 juta itu. Selama ini sekolah Lastri juga Hana yang membiayai, jika minta Hana apakah Hana mau memberikannya? Dimas tidak mau memusingkan urusan itu, saat ini yang penting makan dulu.

Saat mereka sedang makan malam, tiba‑tiba Hana keluar dari kamarnya dan menuju pintu depan untuk mengambil makanan yang tadi dia pesan. Dia membawa makanan itu ke dapur dan ikut makan bersama anggota keluarga yang lainnya.

" Kamu beli makanan, Han? Kok cuma satu? Untuk kita mana?."Tanya Ibu Sundari tanpa malu.

" Aku beli untuk diriku sendiri, kalian kan ada makanan. Menantu kesayangan ibu kan sudah memasak, jadi ya makan ini saja."Jawab Hana tanpa melihat orang yang dia ajak bicara.

" Sudahlah bu, jangan ribut di depan makanan. Lagian ini juga mbak Sintia sudah memasak untuk kita."Ucap Dimas mencoba melerai perdebatan ibu Sundari dengan Hana.

Mereka semua pun terdiam, menikmati makanannya sendiri. Tidak butuh waktu lama, mereka sudah menyelesaikan makan malamnya. Hana kembali ke kamar, ibu Sundari dan Lastri memilih menonton televisi.

" Loh Dim, kamu mau tidur di kamar belakang lagi? Hana yang menyuruhmu?."Tanya ibu Sundari.

" Oh iya bu, Dimas mau tidur di kamar belakang. Hana tidak menyuruh Dimas, ini karena Dimas ada kerjaan kantor yang harus Dimas kerjakan jadi Dimas kerjakan di kamar belakang saja. Kalau di kamar kami, Hana pasti keganggu. Sudah ya bu, Dimas mau menyelesaikan pekerjaan Dimas dulu. Ibu sama Lastri tidur jangan malam‑malam."Seru Dimas beralasan.

Ibu Sundari dan Lastri hanya menganggukkan kepalanya saja. Malam pun semakin larut, jam yang tergantung di dinding sudah menunjukan pukul 10 malam. Ibu Sundari dan Lastri juga sudah masuk ke kamarnya masing‑masing, dan lampu di dalam rumah sudah dimatikan semua.

Cekleekkk

Pintu kamar belakang terbuka, nampak dengan jelas Sintia masuk ke kamar itu dan disambut senyuman bahagia Dimas. Dimas benar‑benar terpesona melihat bentuk tubuh Sintia dalam balutan pakaian dalam merah yang sangat tembus pandang itu.

" Sintia, kamu cantik sekali."Seru Dimas dengan mata berbinar memandangi Sintia.

" Kamu bisa saja, Sayang. Kamu juga sangat tampan, apakah Hana tidak akan curiga?."Tanya Sintia sambil mengedipkan matanya dengan genit.

" Aman sayang. Emm.. apakah kamu sudah siap? Aku sudah tidak tahan sayang, sudah seminggu ini aku tidak mendapatkannya dari Hana. Malam ini kamu harus memberikan apa yang tadi siang kamu janjikan kepadaku."Seru Dimas mulai menyusuri tubuh Sintia dengan tangannya.

" Lakukanlah sayang, aku juga sangat menginginkannya. Aku juga kesepian dan haus akan belaian, malam ini milik kita sayang."Seru Sintia dengan suara yang menggoda.

Dimas tidak menyia‑nyiakan waktu lagi, dia membawa Sintia ke atas peraduan. Hanya dengan sekali tarikan baju tembus pandang yang dipakai Sintia sudah teronggok di atas lantai. Dan kini terpampang dengan nyata, tubuh polos Sintia yang berbaring di atas ranjang. Nafas Dimas semakin memburu, dia sudah tidak menahannya lagi.

" Sintia, kamu sudah siap sayang."Seru Dimas yang kini sudah ada di atas Sintia dan sudah melepas semua pakaiannya " He em sayang."Jawab Sintia sambil menggigit bibir bawahnya.

Tanpa berlama‑lama dan tanpa persiapan lebih dulu, Dimas langsung memasukkan alat kelaminnya ke dalam tempat yang sudah menjadi miliknya.

Dua insan yang dikuasai nafsu itu pun sudah larut dalam hubungan terlarang itu. Mereka sama‑sama menikmati perbuatan yang membawa mereka ke dalam dosa yang tak termaafkan.

1
Molly Marco
😍😍 krenn ceritanyaa lnjuttt thor
Heni Setiyaningsih
dari S-1 -3 yg jadi biang masalah "ibu mertua"/Smug//Smug/
Heni Setiyaningsih
lama lama si Ardi tuh gila ya secara dulu kan punya riwayat depresi
Heni Setiyaningsih
aku dukung Sekar jadian sama Afdal
Heni Setiyaningsih
mimpiiii,,,!!!!!
Heni Setiyaningsih
bu wahyuni ini enaknya dibuang ke hutan bia gak ketemu manusia 🤣🤭
Heni Setiyaningsih: sukanya menebar fitnah
total 1 replies
Heni Setiyaningsih
ayo berjuang Afdal, udah dpt restu dari mama 💪😄
Heni Setiyaningsih
tuh kan,,,,, sudah benar 5 thn menjauh dr klrg mantan malah berhubungan lagi/Drowsy/
Heni Setiyaningsih: k othor ini pintarlah bikin orang ikut esmosi bacanya 😄
total 1 replies
Heni Setiyaningsih
kenapa juga dikasih tau alamat rumah Sekar,,,, jadinya merusuh kan demitnya hadeuhhh bikin kesel aja /Gosh//Gosh/
Heni Setiyaningsih
Ardi dan Sekar sama sama bodoh,gk mikir dampaknya thdp mental anak
Laila Amilia
yang enak si bela bukan anak kandung si Ardi biar Mak,y Ardi nyesel
Lee Mba Young
Sekar goblok jd ibu. biarin anaknya masuk rumah sprti itu dah tau ardi laki gk bner.
knp kirim uang hrse lngsung tlp ardi lah kok minta transfer an uang.
Heni Setiyaningsih
ngapain Sekar transfer uang segala,udah tau kelakuan ibunya Ardi kayak gitu malah diijinkan Adila nginap dirumah bu wahyuni
Lee Mba Young: laiya hrse lngsung datang ambil anaknya lah knp mlh transfer duit. ibu goblok banget.
total 2 replies
Anonim
jadi kurang seru ceritanya..byk berputar2…
Anonim
kik si arsy sama pelajor gak dpet karmanya…si ardi msih krj aja juga
Heni Setiyaningsih
Bangun Bu, biar gk mimpi terus
Heni Setiyaningsih
sukurin, jadi laki laki gak tegas
Heni Setiyaningsih
Ardi kembali depresi kali ,klo tahu digugat cerai Sekar /Pooh-pooh/
terus sehat dan semangat Thor 😍💪
Heni Setiyaningsih
Thor kutunggu update nya, jgn lama-lama, gk sabar gimana akhirnya
Yuni Ngsih
Authooooor itu baru ceritramu baaaaaguuus banget ku yg baca asyik hampir lpa ngasih coment nih ....he banyak contoh " bagi pembaca semua khususnya ku yg baca......ku bangga dengan klwrga yg punya ceritra Aldo sm Hana bgmna mendidik anaknya sampai berhasil ....hebat buat kamu Thor....👍👍👍🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!