Marquellia Anderson, dikenal sebagai Lia, adalah ketua mafia yang ditakuti di seluruh dunia. Keahliannya dalam strategi dan pertarungan telah menjadikannya raja di dunia bawah tanah. Namun, suatu hari, dalam pertempuran sengit, Lia mengalami nasib yang tak terduga. Dia terbangun dan mendapati dirinya dalam tubuh seorang gadis muda bernama Felicia Lauren Filipe.
Felicia adalah anak yang diabaikan oleh keluarganya. Lahir dari keluarga bangsawan yang kaya raya, dia selalu dianggap sebagai beban karena penampilannya yang tidak menarik dan kekurangannya dalam segala hal. Keluarga Filipe memperlakukannya dengan dingin dan merendahkan, membuat Felicia hidup dalam bayang-bayang kebencian dan penghinaan.
Namun, kini, dengan jiwa Lia yang kuat dan tak kenal takut dalam tubuh Felicia, segalanya akan berubah. Lia bertekad untuk membalas dendam kepada mereka yang telah meremehkan dan menyakiti Felicia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mealvineaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 11
Happy Reading guys...
Jangan lupa tekan tombol suka dan comment!!
-------
Suasana di istana semakin tegang. Setiap sudut diperiksa dengan teliti, dan penjaga diperintahkan untuk meningkatkan kewaspadaan. Lia masih merasa gelisah setelah menemukan surat ancaman tersebut.
Malam itu, dia terjaga lebih lama dari biasanya, merencanakan langkah-langkah berikutnya dan berusaha mencari tahu siapa sebenarnya “Rahasia” yang mengirim ancaman tersebut.
Di ruang kerjanya, Lia duduk di meja, memeriksa kembali semua informasi yang telah dikumpulkan. Di luar, malam terasa lebih gelap dari biasanya, seolah-olah alam pun ikut merasakan ketegangan yang melanda istana. Setiap suara di luar jendela membuat Lia semakin waspada.
Pukul dua pagi, Lia mendengar suara pintu kamar diketuk lembut. Dia membuka pintu dan menemukan Eleanor berdiri di luar dengan ekspresi khawatir.
“Nona, ada sesuatu yang tidak beres,” kata Eleanor, suaranya bergetar. “Saya baru saja mendapatkan laporan dari penjaga bahwa ada aktivitas yang mencurigakan di sekitar istana. Sepertinya ada sesuatu yang sedang terjadi.”
Lia mengangguk dan mengikuti Eleanor ke luar kamar. Mereka menuju ke ruang kontrol keamanan, tempat di mana penjaga dan penasihat berkumpul untuk memantau situasi.
Di ruang kontrol, salah satu penjaga, Thomas, melaporkan situasinya. “Nona Lia, kami mendeteksi beberapa gerakan mencurigakan di sekitar dinding utara. Ada beberapa sosok yang tampaknya mencoba memasuki area terlarang.”
Lia merasa tegang. “Apa mereka sudah masuk?”
Thomas menggeleng. “Belum. Kami berhasil menangkap mereka di luar dinding. Namun, kami belum dapat memastikan siapa mereka dan apa tujuannya.”
“Baik, kita harus menyelidiki ini lebih lanjut,” kata Lia dengan tegas. “Siapkan beberapa penjaga dan temukan siapa yang berada di luar. Jangan biarkan mereka melarikan diri.”
---
Lia, Eleanor, dan sekelompok penjaga keluar menuju dinding utara. Dalam kegelapan malam, mereka bergerak hati-hati, memastikan tidak membuat suara yang dapat menarik perhatian. Setelah beberapa waktu, mereka menemukan jejak yang ditinggalkan oleh para penyusup.
Jejak itu mengarah ke sebuah gua kecil yang terletak di kaki bukit. Lia memutuskan untuk memeriksa gua tersebut.
Dengan hati-hati, mereka memasuki gua dan menemukan beberapa jejak kaki serta barang-barang yang tampaknya ditinggalkan dengan tergesa-gesa.
Di dalam gua, Lia menemukan sebuah catatan yang disembunyikan di balik batu besar. Dia membukanya dengan cepat dan membaca isinya:
“Rencana kami lebih dari sekadar serangan. Kami memiliki akses ke sesuatu yang akan menghancurkan segala usaha kalian. Saatnya untuk melihat apakah kalian benar-benar siap menghadapi kegelapan yang sebenarnya. – Rahasia”
Lia merasakan ketegangan yang meningkat. “Mereka memiliki sesuatu yang lebih besar dari sekadar serangan. Kita harus segera mencari tahu apa itu dan menghentikannya sebelum terlambat.”
---
Keesokan harinya, Duke Richard dan penasihatnya berkumpul di ruang kerja untuk mendiskusikan perkembangan terbaru. Lia melaporkan temuan dari gua dan memberikan salinan catatan kepada Duke Richard.
“Ini adalah ancaman yang sangat serius,” kata Duke Richard setelah membaca catatan tersebut. “Kita harus memeriksa setiap kemungkinan dan memastikan tidak ada yang terlewatkan.”
Salah satu penasihat, Lord Harrington, mengajukan pendapat. “Bagaimana jika ancaman ini berkaitan dengan rencana lama yang belum pernah terungkap? Mungkin ada kelompok lain yang masih memiliki agenda tersembunyi.”
“Setuju,” kata Duke Richard. “Kita harus menggali lebih dalam tentang kemungkinan adanya aliansi tersembunyi atau kelompok yang mungkin terlibat.”
Lia menambahkan, “Aku akan memeriksa lebih lanjut tentang kontak-kontak yang mungkin terhubung dengan ‘Rahasia’. Kita perlu memastikan bahwa tidak ada informasi penting yang terlewat.”
---
Sementara Lia melanjutkan penyelidikan, dia merasa ada sesuatu yang mencurigakan dalam pergerakan dan komunikasi di sekitar istana. Setiap hari, laporan tentang aktivitas yang mencurigakan semakin sering datang. Lia merasa seolah ada sesuatu yang mengintai di setiap sudut.
Suatu malam, ketika Lia sedang memeriksa dokumen-dokumen di ruang kerjanya, dia mendengar suara ketukan lembut di jendela. Dia membuka jendela dan melihat seorang pelayan tua berdiri di luar, wajahnya pucat dan penuh kecemasan.
“Nona Lia, saya membawa pesan penting,” kata pelayan itu dengan bergetar. “Ada seseorang yang ingin bertemu dengan Anda. Mereka mengatakan memiliki informasi yang sangat penting tentang ‘Rahasia’.”
Lia merasa bingung dan khawatir. “Siapa orang itu? Kenapa mereka tidak datang ke istana?”
Pelayan itu menjelaskan, “Mereka takut ada sesuatu yang salah dan ingin bertemu di tempat yang aman. Mereka meminta Anda untuk datang ke tepi hutan, dekat dengan sungai, pada tengah malam.”
Lia merasakan getaran dalam dirinya. “Baik, aku akan pergi. Pastikan untuk memberitahu Duke Richard tentang ini.”
---
Malam itu, Lia berpakaian hitam untuk menyamarkan dirinya dan berjalan menuju tepi hutan seperti yang diinstruksikan. Dalam kegelapan malam, hanya suara langkah kakinya yang terdengar di antara suara angin dan kerusakan dedaunan.
Ketika Lia tiba di tempat yang dijanjikan, dia melihat seorang pria berdiri di dekat sungai. Pria itu mengenakan jubah hitam yang menutupi seluruh tubuhnya, hanya menyisakan wajahnya yang tertutup oleh penutup wajah.
“Lia Filipe?” tanya pria itu dengan suara dalam dan serak.
“Ya, aku Lia. Apa informasi yang ingin kau sampaikan?” jawab Lia dengan nada tegas.
Pria itu mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalam jubahnya dan meletakkannya di tanah. “Di dalam kotak ini, terdapat informasi yang akan mengubah segalanya. Namun, kau harus berhati-hati. ‘Rahasia’ bukan hanya nama, tapi juga ancaman yang sangat berbahaya. Mereka memiliki kekuatan yang belum pernah kamu bayangkan.”
Lia meraih kotak tersebut dan membukanya dengan hati-hati. Namun, sebelum dia bisa melihat isinya, pria itu menatapnya dengan serius. “Hati-hati, Lia. Apa yang akan datang berikutnya lebih besar dari yang pernah kau bayangkan. Mereka sedang mempersiapkan sesuatu yang sangat mengerikan.”
Tiba-tiba, Lia mendengar suara langkah kaki mendekat dari arah hutan. Pria itu tampak panik. “Kau harus pergi sekarang. Mereka sudah datang!”
Dengan cepat, Lia mengambil kotak dan berlari kembali ke arah istana. Di tengah perjalanan, dia merasa ada sesuatu yang mengikuti. Suara langkah kaki semakin mendekat, dan Lia bisa merasakan napas dingin di tengkuknya.
Ketika Lia hampir sampai di istana, dia menoleh dan melihat bayangan-bayangan gelap mengikuti dari kejauhan. Dengan napas yang terengah-engah, dia melompat ke dalam istana dan menutup pintu di belakangnya dengan cepat.
Dia berdiri di lorong yang gelap, berusaha menenangkan napasnya. “Apa yang baru saja terjadi? Siapa yang mengikuti aku?”
Lia membuka kotak dan menemukan sebuah peta tua dan sebuah catatan. Catatan itu berisi pesan yang ditulis dengan tangan yang tergesa-gesa:
“Jika kau menerima ini, berarti mereka sudah mendekat. Apa yang ada di dalam peta ini adalah kunci untuk memahami rencana kami. Temukan lokasi ini sebelum terlambat, atau semuanya akan hancur.”
Dengan tangan bergetar, Lia melihat peta dan mengamati sebuah lokasi yang ditandai dengan jelas. “Apa yang bisa mereka rencanakan di sini?”
Saat Lia berusaha memahami isi peta dan catatan, dia mendengar suara ketukan di pintu kamar. Ada sesuatu yang mendekat, dan dia tidak tahu apakah dia siap untuk apa pun yang mungkin terjadi selanjutnya.
semangat terus ya kak buat cerita novel nya💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯