Di desa xixiang, seluruh penduduk tahu bahwa keluarga Zhao baru saja memungut seorang gadis kecil. Gadis itu berusia tiga tahun, berkulit putih dan bertubuh montok menggemaskan. semua orang berkata bahwa anak perempuan hanyalah beban merugikan. namun keluarga Zhao justru memperlakukan nya bagai permata berharga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salsabila mbil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
Zhao Xuan merasa bahwa wanita ini pasti kenalan ayah dan ibunya. Ia segera menggendong A Bao, lalu berkata kepada kedua orang tuanya, "ibu, bawa bibi ini pergi dulu, jangan sampai ada masalah lagi nanti."
Meski begitu, Wanita itu sepertinya hanya mengenali A Bao, ia hanya bisa tenang jika A Bao berada di dekatnya. Jika orang lain mendekat, ia akan berteriak histeris seperti orang gila. Tak ada pilihan lain, Wang chunniang terpaksa membiarkan A Bao menjaganya disamping dan butuh usaha ekstra untuk akhirnya bisa membawa wanita itu pergi.
Dalam perjalanan pulang, A Bao meringkuk di pelukan Zhao Xuan dan bertanya dengan suara pelan, "Kakak, apa ibu kenal dengan bibi itu?"
Zhao Xuan mengangguk, "Sepertinya kenal."
A Bao kecil ingin bertanya lebih banyak, tapi Zhao Xuan tidak berkata apa-apa lagi.
Karena membawa seseorang, keluarga itu tidak lewat pintu depan. Bahkan A Bao harus digendong Zhao Xuan untuk melompat turun dari atas tembok pagar.
Baru saja mereka membawa Ah Xiang masuk ke dalam kamar, pintu gerbang rumah mereka digedor orang.
A Bao sedang jongkok di halaman mencuci tangan kecilnya. Mendengar gedoran pintu,ia berteriak dengan suara cempreng khas anak-anak,"siapa itu? Kenapa menggedor-gedor pintu malam-malam begini!"
Kepala desa jiao tidak menyangka yang menjawab panggilannya adalah anak balita keluarga Zhao.
Siapa nama anak itu? A Bao kan?
"A Bao,mana ibumu? Aku ada urusan mendesak,sangat gawat!" teriak kepala desa jiao kepada A Bao.
Mendengar ada urusan gawat, A Bao langsung bangkit dan berlari kecil masuk kedalam rumah. Kaki kecilnya melangkahi ambang pintu. Ia tidak menemukan ibunya,karena kakak bilang ibu sedang memandikan bibi.
Zhao Heng sedang duduk di kursi lipat. Tiba-tiba ia merasakan lengan bajunya ditarik-tarik. Dari kekuatannya,ia tidak perlu menebak,itu pasti A Bao.
" Ayah ada orang diluar menggedor pintu memanggil ibu,katanya ada urusan mendesak." separuh tubuh kecil A Bao sudah bergelayut di lengan Zhao Heng.
"Ibumu akan segera selesai, xuan'er,kau saja yang bukakan pintu." Zhao Heng secara refleks tidak ingin terlibat, karena merasa dirinya orang cacat yang buta dan hanya akan merepotkan.
"Kenapa? kenapa ayah tidak bisa pergi?" A Bao menarik lengan Zhao Heng berusaha menyeretnya keluar. Zhao Xuan menoleh melihat pemandangan itu,merasa kejadian seperti ini semakin sering terjadi di rumah belakangan ini.
Setelah Zhao Xuan membuka pintu, kepala desa jiao melihat Zhao Heng yang buta berdiri dihadapannya. Ia menoleh ke arah Zhao Xuan dan berkata,"Zhao Xuan,mana ibumu? Ayahmu kan tidak bisa melihat,dia tidak bisa membantu!"
" Tidak kok,ayahku bisa membantu," mata A Bao dengan pelafalan yang masih agak cadel.
"Ayah,bicaralah," desak A Bao sambil terus bergelayut di lengan Zhao Heng dan merengek.
" Ada apa?" setelah sekian lama,ketika kepala desa jiao hampir saja menerobos masuk,barulah Zhao Heng membuka mulut.
"Zhao Heng,kebun buah kalian terbakar! Aku sudah mengarahkan orang untuk memadamkan api, sekarang apinya sudah hampir padam,tapi... Kebun itu sepertinya hancur total!" suara kepala desa jiao semakin pelan,"Sepertinya ini ulah keluarga Zhang... Tapi kita tidak berhasil menangkap pelakunya."
Mencari tanaman obat bukan pekerjaan jangka panjang yang bisa diandalkan. Kebun buah ini dibeli keluarga Zhao setelah pindah ke desa xixiang. Dan hasil panennya cukup membantu perekonomian keluarga.
***
Sesampainya keluarga Zhao di kebun buah mereka,mereka melihat pohon-pohon persik disana sudah ditebang puncaknya dan semuanya hangus terbakar.
Wang chunniang sibuk berterimakasih kepada orang-orang yang membantu memadamkan api. Zhao Heng tidak bisa melihat,namun hidungnya mencium bau hangus yang sangat menyengat.
" Besok kalian rapihkan lahan ini,lalu segera tanami gandum atau tanaman pangan lainnya." saran kepala desa jiao kepada Wang chunniang sebelum ia pergi.
Wang chunniang menoleh dan mengangguk penuh rasa terima kasih.
Ketika ia kembali ke ladang setelah mengantar orang-orang pergi,ia melihat Zhao Heng dan putranya berdiri tegak disana, sementara A Bao jongkok di pinggir ladang,tangan kecilnya terus menggaruk-garuk tanah yang hitam hangus.
"Ayo pulang. Terlalu banyak kejadian hari ini,kita perlu bicara nanti dirumah." Wang chunniang memijat pelipisnya yang terasa penat. Ia menggandeng tangan Zhao Heng, sementara Zhao Xuan segera menggendong bayi gemuk yang masih asik mengorek tanah itu.
"Kakak," A Bao menunjuk ke arah gunung dengan tangan kotornya,"Disana ada buah yang enak sekali,bisa ditanam disini."
Zhao Xuan hanya mengangguk.
"Kakak, kenapa badanmu bau darah?" A Bao mengendus-endus baju Zhao Xuan dengan hidung kecilnya.
Melihat A Bao akan mengatakan hal yang gawat lagi, Zhao Xuan buru-buru membekap mulut adiknya.
A Bao bingung.
***
Sesampainya dirumah, Wang chunniang memandikan A Bao hingga wangi. Karena kamar A Bao sekarang ditempati oleh ah Xiang, untuk sementara waktu Wang chunniang menempatkan kamar A Bao dikamar Zhao Xuan.
A Bao tidak setuju. Ia merengek dan menempel seperti koala diperlukan Wang chunniang,lalu mencibir tidak senang,"Aku juga mau dengar,kan kita satu keluarga."
Gara-gara teori "sekeluarga" dari A Bao, akhirnya seluruh anggota keluarga Zhao Duduk berkumpul di atas kang kamar barat. Wang chunniang mengeluarkan uang kertas bernilai lima puluh tail perak itu,lalu menceritakan kejadian di toko obat hari ini.
"Akar obat seperti ini,di rumah masih ada tujuh buah. Semua berkat A Bao. Biaya obat ayahmu untuk dua tahun kedepan aman." kata Wang chunniang sambil mengusap kepala A Bao yang berambut halus. "terima kasih banyak ya,A Bao kami."
"Kan kita sekeluarga," gumam A Bao. Ia lalu bergerak lincah seperti monyet, langsung memanjat ke punggung Zhao Heng.
Zhao Heng "...." sudah mati rasa...
Selanjutnya, Wang chunniang bercerita tentang ah Xiang yang diselamatkan dari rumah Wang jinya. Ia bercerita panjang lebar,namun A Bao sudah mengantuk dan tidak mendengarkan dengan jelas. Ia tertidur pulas di punggung Zhao Heng.
Begitu A Bao tidur, ekspresi ketiga orang yang masih terjaga itu langsung berubah.
" Suamiku,kau dirumah saja jaga A Bao. Aku dan xuan'er yang akan bertindak. Membereskan satu Wang jinya bagiku hanyalah masalah sepele,"kata Wang chunniang sambil membaringkan A Bao perlahan kedalam selimut.
Sejak Zhao Heng buta, Wang chunniang sudah terbiasa memikul beban keluarga. Setelah menidurkan A Bao,ia hendak turun dari kang untuk bersiap-siap.
"Kau istirahat saja dirumah,biar aku dan anak kita yang pergi," tiba-tiba Zhao Heng bersuara.
Ucapannya itu membuat tatapan Zhao Xuan dan Wang chunniang langsung tertuju padanya.
"Aku tahu apa yang kulakukan." meski Zhao Heng tidak bisa melihat,ia bisa menebak bahwa wajah istri dan anaknya saat ini penuh keterkejutan.
***
Diatas gunung,
Saat Zhao Xuan melepaskan ikatan Wang jinya,Wang jinya sudah pusing dan pansangannya kabur karena kelaparan. Melihat Zhao Xuan dan Zhao Heng yang berdiri di belakangnya,ia langsung berlutut dan bersujud kepada ayah dan anak itu. "Tuan-tuan ampuni nyawaku! Aku punya emas! Aku akan beri kalian uang,tolong ampuni nyawaku!"
Karena terlalu lapar,suara teriakan Wang jinya terdengar lemah.
Zhao Xuan berfikir untuk melempar Wang jinya kedalam hutan rimba agar mati sendiri, sehingga tangannya tidak perlu kotor oleh darah.
Ia menoleh hendak meminta pendapat ayahnya,namun ia melihat Zhao Heng menempelkan jari ke bibir dan bersiul. Tak lama kemudian,suara aneh terdengar dari siulannya.
Wang jinya merasa gelisah,namun kakinya ditekan kuat oleh Zhao Xuan. Bocah sekecil ini,kenapa tenaganya begitu besar?
"Ayah,kau.." mata Zhao Xuan terbelalak.
Ditengah kegelapan malam yang pekat, terdengar suara Geraman yang mendekat dari kejauhan.
Ketika sepasang demi sepasang mata hijau muncul dihadapan mereka,kaki Wang jinya langsung lemas. Ia menunjuk ke arah Zhao Heng dengan jari gemetar,bibirnya menggigil,"Kau... Kau ternyata bisa memanggil serigala."