NovelToon NovelToon
Mr. Adira

Mr. Adira

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Patahhati / CEO / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:15.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ara Nas Nasya Nuriva

^^ Harap membaca Pilihan Hati Kiara terlebih dahulu ya guys^^


"Mama tidak mau tahu. Ini sudah sebulan sejak Kiara menikah. Kamu harus menikah sesuai wasiat Papa, Dira"

Dira menghela nafas panjang mendengar omelan Mamanya. Setiap Widya menelpon dirinya, Widya selalu mengatakan hal yang sama, menyuruh Dira segera menikah.

Dira bukan tidak ingin menikah, tapi hatinya masih mati rasa akibat perselingkuhan Veronika, kekasihnya dengan Rionel Vaston, seorang fotografer yang menjalin kerja sama dengan kekasihnya.

Bisakah Dira move on Veronika ?

Apakah ia bisa membuka hati pada wanita pilihan Widya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ara Nas Nasya Nuriva, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11-flashback

Langit Jingga di pemakaman San Diamond menjadi saksi menyatunya jasad anak manusia dengan bumi. Upacara pemakaman Samuel baru saja selesai. Banyak pelayat yang mulai meninggalkan area pemakaman.

Kecuali laki-laki itu. Sejak awal peti jenazah keluar dari ambulans, tangisnya tak kunjung reda. Laki-laki itu berkali-kali berteriak, meminta jasad itu untuk bangun kembali. Tangisnya terdengar menyayat hati. Tak heran jika beberapa dari pelayat juga meneteskan air mata. Melihat pemuda itu meraung-raung di samping pusara Samuel.

"Tuan, sebaiknya kita segera pulang. Langit mulai gelap dan cuaca di sini juga tidak bagus" ajak Edward. Ia sedari tadi menemani Dira yang sedang berduka.

"Aku masih ingin di sini, Ed. Aku masih ingin bersama Paman" sahut Dira. Tangannya mengusap batu nisan pusara Samuel.

"Tuan Samuel sudah tenang. Beliau pasti sedih melihat Anda seperti ini. Tuan Adira, Anda tidak boleh hancur. Perusahaan sekarang berada di tangan Anda. Anda harus kuat" ucap Edward menguatkan Dira.

"Enak sekali mulutmu berkata kuat. Aku sedang berduka, Ed. Kekasihku bermain api di belakangku, Paman Sam meninggal. Aku punya hati, pantaslah jika aku sedih" ucap Dira dengan nada suara meninggi.

Edward diam. Tuan besarnya sedang berada dalam samudra emosi. Ia harus berhati-hati agar tidak terkena cipratan emosi Dira.

"Apa polisi sudah berhasil menangkap orang yang menabrak Pam Sam?" tanya Dira dingin.

"Sudah, Tuan. Pasangan mabuk itu sudah diamankan oleh pihak kepolisian."

"Pastikan mereka mendapat hukuman seberat-beratnya. Hukum mati kalau perlu. Gigi dibalas dengan gigi, mata dibalas dengan mata, dan nyawa harus dibalas dengan nyawa" ucap Dira geram.

Edward hanya mengangguk. Rasanya ia tidak boleh membantah apapun perintah Dira u tuk saat ini. Dia harus cari aman. Malaikat pelindungnya sudah tidak ada.

"Apakah Tuan ingin melihat orang yang menabrak Tuan Samuel?" tanya Edward.

"Tentu saja. Setidaknya mereka harus mendapat bogem mentah dariku dulu."

***

Kantor polisi New York.

"Selamat malam, Pak. Kami dari pihak korban tabrak lari atas nama Bapak Samuel. Ini adalah Mr. Adirra, keponakan almarhum Bapak Samuel. Beliau ke sini untuk bertemu pelaku tabrak lari itu" ucap Edward kepada petugas kepolisian yang sedang berjaga.

Polisi itu mengangguk. Ia kemudian meminta Dira dan Edward untuk duduk sejenak sembari meminta keterangan dari pihak korban.

Dira yang sedang malas melimpahkan tugas itu kepada Edward. Dira hanya diam saja, tak menyahuti pertanyaan dari pihak kepolisian.

Prosedur yang tidak cepat itu membuat Dira naik darah. Ia yang semula diam kini bangkit dan memukul meja dengan keras. Polisi itu tentu saja kaget dengan ulah Dira.

"Jangan banyak bertanya, Pak! Saya mau melihat tampang manusia yang sudah membunuh Pamanku. Cepat bawa dia ke sini karena aku sudah tidak sabar untuk membogemnya" ucap Dira.

"Mr. Adirra, sabar! Kami masih membutuhkan beberapa keterangan."

"Keterangan apa? Pamanku sudah meninggal. Kami juga tidak ada di tempat kejadian. Aku ke sini hanya untuk melihat wajah pembunuh itu. Aku ingi memberinya bogem mentah sebelum mereka dikirim ke neraka" ucap Dira geram.

Polisi itu berdecih! Ia kemudian memanggil rekannya dan meminta membawa tahanan yang dimaksud Dira. Rekan polisi itu mengangguk dan dalam hitungan menit rekan polisi itu kembali bersama dua orang tersangka yang ingin ditemui Dira.

"Dira...!!! Sayang...!!! Kau di sini?."

Glek

Dira membatu. Nafasnya seakan terhenti. Ia mengerjapkan kedua netranya. Ia benar-benar tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.

Veronica, calon mantan kekasihnya itu muncul dengan tangan diborgol. Ia memakai baju tahanan bersama Rio.

Lagi-lagi Dira seperti dihantam oleh paku bumi. Ia tidak mampu berkata apa-apa. Calon mantan kekasihnya itu adalah pembunuh Paman Samuel. Katakan jika Dira sedang bermimpi! Katakan jika Dira sedang bermimpi! Dira harus bangun. Dira harus bangun. Ia tidak akan sanggup menerima kenyataan jika apa yang dilihatnya bukanlah mimpi.

"Dira, mengapa kau diam? Kau tidak kasiahan kepadaku? Mereka menangkapku. Mereka membawaku dengan paksa. Kau ke sini untuk membebaskanku, bukan? Aku...aku...tidak sengaja menabrak orang itu. Bukan salahku juga jika orang itu meninggal. Aku...aku..."

Dira membalikkan tubuhnya. Ia membelakangi Veronica dan Rio. Emosi dalam dirinya sudah mencapai ke ubun-ubun. Sebentar lagi, Dira akan pecah jika terus menahan emosinya.

"Pak Polisi, apakah mereka pelaku tabrak lari itu?" tanya Dira dingin.

"Benar Tuan. Mereka berkendara saat mabuk."

"Siapakah yang mengemudi mobilnya?" tanya Dira lagi.

"Nona Veronica, dialah yang berada di balik kemudi setir.

Duaarrrr

Dira seperti dilempar oleh jutaan bom nuklir. Calon mantan kekasihnya adalah pembunuh. Veronica adalah pembunub Samuel.

Dira membalikkan lagi tubuhnya. Ia berjalan menghampiri Ve yang sedang berpura-pura menangis untuk mendapatkan simpati Dira.

"Dira, maaf aku semalam mabuk. Aku tidak sengaja menabrak orang itu. Kau akan membebaskanku bukan? Kau akan...."

Plak

Belum selesai Ve berkata-kata, Dira sudah mendaratkan tamparan kerasnya di pipi kanan Ve. Ia tak hanya sekali menampar Veronica, tangannya seperti tidak puas jika hanya menampar sekali.

Dira menarik dagu Vero dengan kasar. Lalu tanpa Dira sadari ia mencekik leher Vero dengan kencang.

"Dasar Jaalaangg!!!! Setelah kau hianati aku! Kau bunuh Pamanku. Wanita keparat! Wanita sialan! Kau sudah menghancurkan hidupku! Matilah kau! Pergi ke neraka bersama selingkuhanmu."

Para polisi segera bertindak. Mereka berusaha menjauhkan Dira dari Vero. Edward yang berada di sana juga ikut serta. Dia membantu tiga orang polisi yang sedang mencoba menjauhkan Dira dari Ve.

Untung saja mereka berhasil. Dira berhasil melepas cekikannya. Ia langsung memberontak, menginginkan untuk menghabisi Vero lagi. Berbagai umpatan diteriakkan oleh Dira. Ia persis seperti monster yang sedang mengamuk.

"Hukum mereka seberat-beratnya! Lemparkan mereka ke neraka! Saya akan menuntut kalian semua jika dua bedebah ini mendapat hukuman yang ringan" teriak Dira.

"Dira...!!! Sayang...!!! Aku tidak sengaja. Aku tidak sengaja" teriak Vero, masih berusaha membujuk Dira.

"Jangan memanggilku lagi wanita jaallaang! Namaku terlalu suci untuk mulutmu yang beracun itu. Kau bukan lagi kekasihku! Kau ini pembunuh! Pembunuh pamanku!" teriak Dira.

Dira kembali memberontak. Ia ingin mencakar Vero dan Rio sekaligus. Dira belum puas jika hanya menampar Vero. Ia belum sedikitpun menyentuh Rio.

Edward yang paham akan situasi yang sudah tidak kondusif, segera mengambil tindakan. Ia segera menarik Dira meninggalkan kantor polisi.

Dira terus memberontak. Edward yang kewalahan akhirnya mengambil jalan pintas. Edward memberi kode kepada bodyguardnya. Mereka yang paham segera datang menghampiri Edward.

"Maaf, saya sudah menyerah! Ini demi kebaikan Anda, Tuan."

Hmmmppffhhh

Edward menutup hidung Dira dengan sapu tangan yang sudah diberi obat bius. Perlahan, Dira yang memberontak mulai melemah.

Edward bisa bernafas lega karena Tuannya sudah tenang. Ia menyuruh para bodyguard itu untuk membawa Dira ke dalam mobil.

"Saya akan mengutus pengacara untuk mengurus kasus ini. Seperti permintaan Tuan Dira. Hukum mereka seberat-beratnya. Karena nyawa harus dibayar dengan nyawa" ucap Edward kemudian ia pergi meninggalkan kantor polisi.

1
Aditya HP/bunda lia
benar2 berantakan hidupmu Dir .. Dir
Aditya HP/bunda lia
jangan sadis kayak gitu juga kali Dir kasian kan Edward gak salah tuh yang salah si dakocan ...
Aditya HP/bunda lia
kan Edward kena jebakan Batman nya si dakocan 😂😂😂
Lina Zascia Amandia
Si Adira ada nongol Kak di beranda NToon. Slmt Say... dua like sy beri untukmu biar semangat...
MommyAtha: lagi hamil thor... g karuan dah
total 3 replies
Santai Dyah
Aku kangen Author nya.. maaf baru mampir thor
Santai Dyah: maksdnya bagaimn thor aku tdk phm
total 4 replies
Nur Hidayah
Si Kadir jadi terbang, nggak ada malam" panjang lagi untuk Olive😂😂
aku kangen si Mister🥲🥲
MommyAtha: othornya lagi mabok... jd di END kan dulu
total 1 replies
Elviza mela
vero bakalan bebas? lalu bagaimana dg olive..
Elviza mela: pantesan... padahal udah lama juga gak buka² Nt lebih ke sebelah sih...
total 4 replies
Lina Zascia Amandia
Andika Pratama ternyata laku...
Nur Hidayah
Tenang Olive, nanti cinta bisa tumbuh dgn sendirinya
Elviza mela
tadi waktu kadir mau berangkat kerja keluar dari apartemen... nah pas olive mansion... sehat thor 🤣🤣🤣
MommyAtha: nah kan... ada aja yg miss... padahal udah di mansion, balik lagi ke apartemen. terima kasih koreksinya kakak
total 1 replies
Jiel 🎬
ceritanya seru, mood banget kalo baca ini😍
Nur Hidayah
Lngsung serang aja Kadir🤣🤣🤣
Elviza mela
kadir piara piton... kirain anaconda 🤣🤣🤣
MommyAtha: hahahha
total 1 replies
Elviza mela
duhh ini mah namanya pernikahan paksa.. tapi mending nurut ajaa olive... karna kamu pasti bakal bahagia sama kadir
Nur Hidayah
Nurut aja Olive, cinta bisa tumbuh belakangan, yg penting kamu bisa hidup enak dan nyaman sama si Kadir😂😂
Nur Hidayah
Maksa banget kamu Kadir😂😂
Princess
astagaaaa pemaksaan banget 🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
Elviza mela
sumpah ya kadir bener2... nikah aja main paksa.. tapi olive kadir bener2 seneng sama kamu...
Ya Tuhan Kadir maksa anak orang ternyata🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!