Violet adalah gadis desa yang diusir oleh pacar setelah melahirkan bayinya, dia yang Luntang lantung dijalan tepaksa menjadi ibu susu seorang CEO tampan yang mendapatkan kutukan. Ternyata CEO itu adalah paman dari mantan pacar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9.
Violet tahu akan kekayaan Romeo, tapi dia yang sudah 2 tahun bersekolah di SMA Taruna ini, baru tahu jika Romeo memang seterkenal itu.
Romeo memegang tangan Violet, suaranya rendah dan penuh kelembutan, "Kalau di sekolah ini ada orang yang menyakiti mu, katakan padaku."
Suara yang sebelumnya hening langsung menjadi riuh dan bisikan-bisikan itu terdengar.
Violet pun mendongakkan wajahnya, menatap ke arah wajah Romeo.
Violet menelan ludah, jantungnya berdegup kencang, seragam sekolahnya terasa lebih ketat dari biasanya.
Dia meremas ujung seragamnya, tidak yakin harus merasa terancam atau terlindungi.
Raut wajah Romeo serius, mata tajamnya menatap langsung ke mata Violet, membuat gadis itu merasa seperti tidak ada tempat untuk bersembunyi.
Tapi ada yang aneh, kenapa sekarang Violet merasa jika wajah Romeo berubah tampan.
Siswa-siswi yang melihat adegan itu mulai membisikkan rumor baru, spekulasi tentang hubungan antara pemilik saham terbesar sekolah dengan gadis itu.
Kedatangan Romeo di SMA Taruna menggemparkan seluruh ruang kelas hingga lorong-lorong yang biasanya sepi.
Murid-murid perempuan, dengan mata berbinar, membicarakan pria berumur 25 tahun itu yang meski duduk di kursi roda, masih memancarkan aura kekuasaan dan pesona yang tak terbantahkan.
Wajah tampannya yang sering muncul di majalah dan televisi, kini ada di depan mata mereka, membuat suasana menjadi semakin riuh.
"Kenapa Violet bisa mengenal Romeo?" gumam Yohan dalam hatinya.
'Gak mungkin-kan, kalau mereka berdua itu memiliki hubungan?'
Yohan semakin merasa aneh, mengingat jika selama ini bermitra dengan Romeo.
Dikalangan mereka, Romeo memang terkenal anti dengan lawan jenis.
Tapi sekarang saat melihat Romeo menatap Violet dengan tatapan begitu dalam, Yohan menduga jika orang yang menyelamatkan Violet memanglah Romeo.
"Vio ... " Panggilan dari Yohan langsung membuat Violet menoleh.
Sementara Romeo sendiri malah mantap Yohan dengan tatapan tajam.
Ntah kenapa Romeo merasa aneh saat melihat Violet dekat dengan laki-laki lain?
"Apakah kamu bisa keluar sebentar? Ada yang ingin aku bicarakan dengan Violet," sela Romeo saat Violet ingin menanggapi ucapan Yohan.
"Gak bisa, Violet adalah pacarku sekarang," sahut Yohan asal.
Deg, sementara Violet malah merasa jantungnya sangat tidak aman, mendengar ucapan Yohan yang tidak mendasar.
Dia menatap Yohan dengan ekspresi begitu dalam.
'Apa pacar?'
Sebuah tanda tanya besar mengganjal didalam benak Violet.
Memang saat kemarin dia diusir oleh keluarga Romeo, Violet yang putus asa pernah berpikir untuk menerima cinta yang dulu pernah ditawarkan oleh Yohan.
Bahkan meminta bantuan dari Yohan, tapi ... Mengingat dirinya sendiri yang sudah tidak suci bahkan sudah pernah melahirkan.
Violet merasa sungkan, bahkan dia juga merasa jika sekarang Yohan mungkin sudah tidak punya perasaan padanya.
Tapi sekarang ...
"Pacar?" Kata Romeo.
Dia melirik Violet dengan tatapan sinis.
"Apakah kamu jadi wanita semurah itu? Sampai- sampai baru putus dari Felix dan melahirkan anaknya malah sudah pacaran dengan yang lain."
Ucapan Romeo langsung membuat hati Violet terasa sakit.
Sementara bisikan-bisikan para murid diluar UKS semakin gaduh, setelah mendengar apa yang Yohan katakan.
Selain Felix yang menyandang sebagai orang terpopuler yang di gandrungi oleh para murid perempuan, sebenarnya Yohan juga sama.
Bahkan jika Yohan tidak bersikap misterius, dingin dan juga ketus.
Mungkin dia lebih disukai, karena kecerdasannya.
Sayang, Yohan adalah orang yang sangat sulit didekati.
Semua orang gak menyangka, jika Yohan yang sangat kaya ternyata mencintai Violet.
Melihat situasi yang tidak terkendali.
Romeo melirik ke arah Yasa.
Yasa yang sudah mengerti, langsung menelpon semua jajaran penting di SMA Taruna.
"Sepertinya setelah beberapa tahun sekolah ini diurus oleh Sandra dan Samuel. Keamanan dan kenyamanan sekolah ini menjadi turun drastis," kata Romeo pada Yasa.
Yasa langsung mengerti, bahkan
dia mengatur rapat dadakan disekolah.
Sementara Violet kembali menunduk diam, di masih syok.
Dia masih merasa jika semua ini hanyalah mimpi.
Setelah hamil dan melahirkan, bahkan ditinggal Felix.
Violet merasa tidak memiliki rasa percaya diri akan dirinya.
*******
Tangan Yohan terulur dan memegang pergelangan tangan Violet dengan lembut.
Hal itu langsung membuyarkan lamunan Violet.
"Aku tahu apa yang kamu pikirkan sekarang, tapi kamu itu juga pantas mendapatkan kebahagiaan Vio," papar Yohan.
Saat Violet ingin menarik lagi pergelangan tangannya.
Yohan tidak memperbolehkannya.
'Aku gak boleh kecolongan lagi!'
Dia memutuskan untuk bergerak cepat, dan gak menyia-nyiakan kesempatan yang ada.
"Yohan, kamu tampan dan kaya! Tolong jangan begini, kamu pantas mendapatkan orang yang lebih baik," kata Violet masih berusaha menjauhkan tangan Yohan.
"Di dunia ini, kamu adalah orang yang terbaik dan satu-satunya orang yang pantas bersanding denganku," ucap Yohan yang mana langsung membuat Violet terhipnotis yang menatap ke arah Yohan.
"Apa?" Violet menatap Yohan dengan intens, berusaha mencari kebohongan dari kedua bola matanya.
Tapi yang Violet lihat hanyalah sebuah ketulusan.
"Yohan ... Tolong jangan begini! Kita disekolah," kata Violet dengan wajah memerah, dia mulai merasa malu.
Sementara suasana yang sebelumnya gaduh, sekarang berubah sunyi.
Karena para murid yang sebelumnya gaduh sudah diamankan oleh para petugas keamanan.
Romeo sendiri sekarang sudah berada diruang rapat SMA Taruna, untuk menyusun ulang beberapa posisi yang sebelumnya diatur oleh Sandra dan Samuel.
Romeo sebenarnya tidak rela meninggalkan Violet yang berduaan dengan Yohan di UKS.
Tapi Romeo tidak bisa berbuat lebih, karena dirinya memang dikejar waktu.
Mengingat waktunya beberapa hari ini berkurang untuk meminum ASI dan tidur pulas demi kesembuhannya.
"Aku tahu, kalau sekarang ini kita disekolah. Tapi aku hanya memegang tanganmu seperti yang sebelumnya dilakukan Felix padamu disekolah," sahut Yohan.
Jika membahas Felix, wajah Violet yang sebelumnya malu-malu kucing langsung berubah murung.
Rona dikedua pipi gembul nya langsung berubah pucat.
Yohan yang tahu, kalau sekarang ini dia sudah salah bicara.
Lalu buru- buru meminta maaf.
"Kamu gak perlu meminta maaf Yohan, aku tahu. Orang bodoh seperti aku yang gampang dibucinin memang pantas mendapatkan perlakuan seperti itu," ucap Violet.
"Gak ... Kamu gak pantas." Yohan memegang kedua tangan Violet, dia yang seperti memiliki telepati buru-buru melanjutkan ucapannya.
"Vio, hal yang sudah berlalu biarlah berlalu dan lupakan saja! Aku tahu, kamu selama ini belajar dengan sangat rajin, agar bisa terus mendapatkan beasiswa bukan? Untuk membuat ayahmu bangga."