NovelToon NovelToon
Rahasia Dibalik Menikahi Musuh Kakakku

Rahasia Dibalik Menikahi Musuh Kakakku

Status: tamat
Genre:CEO / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nourayl

"Kalau bukan karena Ayah, aku tidak akan pernah menikah dengan pria sepertimu."

Ayla Pradana terpaksa menerima perjodohan demi menyelamatkan perusahaan keluarganya yang hampir bangkrut. Masalahnya, pria yang harus ia nikahi adalah Arsen Wijaya—musuh bebuyutan kakaknya, Gavin.

Selama bertahun-tahun, Gavin selalu mengatakan bahwa Arsen adalah pria licik yang menghancurkan hidupnya. Ayla pun membencinya tanpa pernah mengenalnya lebih dalam.

Namun, setelah menikah, Ayla justru menemukan sisi Arsen yang sama sekali berbeda. Di balik sikap dingin dan tatapannya yang tajam, ada rahasia besar yang sengaja disembunyikan dari keluarganya.

Semakin dekat dengannya, semakin Ayla sadar...

Mungkin selama ini orang yang ia percaya bukanlah pihak yang benar.

Dan ketika kebenaran terungkap, ia harus memilih:
keluarganya... atau pria yang kini menjadi suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nourayl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 Rumah Yang Asing

Ruangan yang semula dipenuhi ucapan selamat perlahan mulai lengang.

Satu per satu tamu berpamitan, meninggalkan aula dengan senyum dan doa untuk kedua mempelai.

Ayla masih berdiri di samping Arsen.

Senyum di wajahnya mulai terasa kaku.

Entah sudah berapa puluh orang yang mengucapkan kalimat yang sama.

"Semoga langgeng."

"Cepat diberi momongan."

"Kalian pasangan yang serasi."

Ayla hanya mampu membalas dengan anggukan dan senyum sopan.

Di sisi lain, Arsen tetap tenang seperti biasa. Ia menjawab setiap ucapan dengan singkat namun tetap menghormati para tamu.

"Tuan Arsen."

Seorang pria paruh baya menghampiri sambil tersenyum lebar.

"Selamat ya. Akhirnya menikah juga."

"Terima kasih, Pak Surya."

Pria itu lalu menoleh kepada Ayla.

"Jaga Arsen baik-baik. Anak itu kelihatannya kuat, padahal sejak kecil dia selalu memikul beban sendirian."

Ayla sedikit terkejut.

Sebelum sempat bertanya lebih jauh, Arsen langsung menyela.

"Pak Surya, tamu lain sudah menunggu."

"Oh, iya, iya."

Pria itu terkekeh pelan sebelum berpamitan.

Ayla melirik Arsen.

Ia merasa kalimat tadi bukan sekadar basa-basi.

"Sejak kecil dia selalu memikul beban sendirian."

Kalimat itu terus terngiang di kepalanya.

__________________________________________

Menjelang sore, seluruh rangkaian acara akhirnya selesai.

Langit mulai berubah jingga ketika mobil hitam mengilap berhenti tepat di depan pintu ballroom.

Seorang sopir turun lebih dulu lalu membukakan pintu belakang.

"Silakan, Tuan. Nyonya."

Ayla sempat terdiam.

"Nyonya."

Panggilan itu masih terasa asing di telinganya.

Arsen lebih dulu masuk ke dalam mobil.

Tanpa banyak bicara, ia menunggu hingga Ayla duduk di sampingnya.

Pintu tertutup perlahan.

Untuk pertama kalinya sejak akad berlangsung, hanya ada mereka berdua.

Suasana mendadak sunyi.

Yang terdengar hanya suara mesin mobil dan hembusan pendingin ruangan.

Ayla memainkan jemarinya sendiri.

Ia ingin mengatakan sesuatu.

Namun tidak tahu harus memulai dari mana.

Beberapa menit berlalu dalam keheningan.

"Apa kau lelah?"

Pertanyaan Arsen memecah suasana.

Ayla menoleh.

"Sedikit."

"Wajar."

Lagi-lagi jawaban singkat.

Namun kali ini, Arsen mengambil sebotol air mineral dari laci kecil di samping kursinya.

"Minum."

Ayla menerimanya.

"Terima kasih."

Arsen hanya mengangguk tipis.

Keheningan kembali menyelimuti mereka.

Ayla diam-diam memperhatikan pria di sampingnya.

Dari dekat, wajah Arsen terlihat jauh lebih lelah dibanding beberapa jam lalu.

Matanya memang masih setenang biasanya.

Namun garis tipis di dahinya seolah menunjukkan bahwa pikirannya sedang dipenuhi sesuatu.

Ponselnya beberapa kali bergetar.

Nama yang muncul tetap sama.

Ibu.

Arsen hanya menatap layar itu beberapa detik.

Lalu mematikan nada deringnya tanpa mengangkat panggilan tersebut.

Hal itu membuat Ayla semakin penasaran.

___________________________________________

Hampir empat puluh menit perjalanan, mobil akhirnya memasuki sebuah kawasan elite yang dipenuhi pepohonan rindang.

Gerbang besi hitam terbuka perlahan.

Mobil melaju masuk menuju sebuah rumah bergaya modern yang berdiri megah di tengah halaman luas.

Bukan...

Lebih pantas disebut sebuah mansion.

Ayla menatap keluar jendela tanpa berkedip.

Rumah itu jauh lebih besar daripada yang pernah ia bayangkan.

Air mancur kecil berdiri di halaman depan, sementara taman yang tertata rapi membuat suasana rumah terasa tenang.

Mobil berhenti.

Seorang pria berusia sekitar lima puluh tahun segera menghampiri.

"Selamat datang, Tuan Arsen."

Tatapannya kemudian beralih kepada Ayla.

"Saya Bima, kepala pelayan di rumah ini. Selamat datang, Nyonya Ayla."

Ayla tersenyum canggung.

"Terima kasih, Pak."

Beberapa pelayan lain ikut membungkukkan badan sebagai bentuk penghormatan.

Hal itu justru membuat Ayla semakin gugup.

Ia belum pernah diperlakukan seperti ini sebelumnya.

Saat hendak melangkah masuk, Arsen tiba-tiba menghentikan langkahnya.

"Ayla."

"Iya?"

Arsen mengeluarkan sebuah kunci elektronik berwarna hitam.

Ia meletakkannya di telapak tangan Ayla.

"Mulai hari ini, kau bebas keluar masuk rumah ini kapan pun."

Ayla menatap benda kecil itu.

"Kau percaya begitu saja padaku?"

Tatapan Arsen bertemu dengan matanya.

"Aku tidak menikah untuk menjadikanmu tamu."

Jawaban itu membuat Ayla terdiam.

Untuk pertama kalinya...

Ada kehangatan yang terselip di balik sikap dingin pria itu.

Namun keheningan itu hanya berlangsung sesaat.

Seorang wanita berlari tergesa dari dalam rumah.

Wajahnya tampak panik.

"Tuan Arsen!"

Napas wanita itu tersengal.

"Nyonya... Nyonya Siska kembali pingsan."

Seketika raut wajah Arsen berubah.

Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ia berlari masuk ke dalam rumah.

Meninggalkan Ayla yang masih berdiri terpaku di depan pintu.

Ayla menggenggam erat kartu akses di tangannya.

Satu pertanyaan kembali memenuhi benaknya.

Siapa sebenarnya Nyonya Siska... hingga mampu membuat Arsen yang selalu tenang kehilangan kendali hanya dalam sekejap?

Bersambung...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!